
***
“ara boleh minta tolong gak?” Tanya askar
ara menoleh ke arah askar “ada apa? Kalau bisa bantu pasti aku bantu” balas ara
“tolong ajakin kakak ke kantor ya, biar dia bisa lihat kondisi kantor kali ini” pinta askar
ara mengernyitkan dahinya “emang kakakmu kerja di kantor? kok kamu suruh ke kantor, Bukannya dia jadi dosen ya?” Tanya ara dengan polosnya
“kakak memang tidak kerja di kantor ara, itu kantor perusahaan
keluarga kami. Harusnya dia yang nempatin posisiku sekarang tapi karena dia asal kabur jadi aku deh yang kena. aku pingin di mulai mengenal perusahaan kami" balas askar mengerucutkan bibirnya kesal
“wah kalian punya perusahaan toh?” Tanya ara takjub bahwa ternyata viko punya perusahaan
viko menautkan kedua alisnya "kakak gak cerita sama kamu kalau kita punya perusahaan? perusahaan kita cukup besar loh" askar membanggakan perusahaan milik keluarganya pada ara "Mahardika Group nama perusahaan keluarga kami” jelas askar
Ara menggelengkan kepalanya “tidak, yang aku tahu dia dosenku” ara nampak berpikir, seperti pernah mendengar nama perusahaan itu " apa di negaraku ada cabang perusahaan kalian? " tanya ara
"tentu saja ada, bahkan cabang perusahaan kami yang di sana kadang kakak yang akan periksa" balas askar
"pantesan berasa gak asing dengan nama perusahaan kalian" kekeh ara
"ara pikir dia cuma jadi dosen, dosen ku yang paling killer" tambah ara terkekeh mengingat viko yang menjadi dosennya dan terkenal killer
“dan kekasihmu” sahut askar yang di hadiahi kekehan oleh ara
“bisa kan bantu aku? ” pinta askar penuh harap
“aku coba ya, soalnya tahu sendiri kakakmu sedingin kulkas kalau dia bilang tidak ya pasti tidak” balas ara
“iya ara, aku paham itu” balas askar
Setelah askar berangkat, ara menghampiri oma Diana yang sedang merawat kebun sayurannya
“wah oma hebat banget bisa nanam sayur sebanyak
ini” ucap ara takjub dengan lahan berisi aneka sayuran yang di rawat oma diana
Oma Diana tersenyum “ ah biasa saja, ini Cuma kegiatan mengisi waktu luang oma saja, maklum oma hanya orang tua yang tidak ada kerjaan" balas oma Diana
ara mengedarkan pandangannya ke sekitar “tante aira di mana oma? kayanya dari tadi ara gak lihat” Tanya ara
“hari ini dia ke kantor” balas oma Diana
“tante kerja juga?” Tanya ara yang baru mendengar mami aira ke kantor biasanya juga ia di rumah
“hanya saat penting saja aira ke kantor, posisinya sebagai ketua
dewan komisaris di perusahaan kerabatnya jadi dia masih ikut rapat-rapat penting jika di perlukan” balas oma Diana
“wah keluarga kalian ternyata hebat, punya perusahaan sendiri dan semua orangnya adalah pekerja keras" ara mengangkat dua ibu jarinya karena takjub
"Kalau om dylan juga kerja di perusahaan?” Tanya
ara yang belum tahu pasti pekerjaan papi dylan karena tak enak untuk bertanya pada viko
“tidak, dia tidak bekerja di perusahaan. Dia dulu bekerja di kepolisian tapi sekarang sudah pensiun, mungkin sekarang sedang main catur bersama teman-temannya yang juga sudah pensiun" balas oma diana
“oh ternyata om dylan dulu seorang polisi” ara mengangguk paham
“kalau eila kerja apa oma?” Tanya ara lagi
“dia seniman jadi kerjaannya yang paling santai di antara kita semua, toh keluarga kami tak pernah memaksakan pekerjaan bagi anggota keluarga jadi karena dia suka seni, ya sudah dia bekerja di bidang seni. kadang kerja kadang juga engga” balas oma Diana tersenyum
“ara” panggil viko dengan suara lantang sedang mencari dimana keberadaan ara
ara dan oma diana menoleh ke arah suara viko "tuh pacar kamu lagi cariin kamu” ucap oma Diana
“iya oma, ara samperin dulu ya” balas ara tersenyum pada oma diana
“ara” panggil viko masih mencari keberadaan ara
“ada apa?” Tanya ara masuk dari pintu belakang menghampiri viko
“dari mana kamu?” Tanya viko
“dari lihat oma nanam sayuran” balas ara
“tadi saya sudah periksa semua file skripsi kamu, masih banyak yang salah, dan sudah saya tandai juga sudah saya kirimkan ke
email kamu” ucap viko
Ara tersenyum senang “terima kasih” balas ara
"tak masalah, lagian memang ini adalah bidang mas" balas viko
Viko kembali naik anak tangga “mas hari ini sibuk enggak?” Tanya ara menghentikan langkah viko
Viko menghentikan langkahnya, menoleh ke arah ara dan mengernyitkan dahinya “memang kenapa?” Tanya viko
“ara tuh pengen banget kerja di perusahaan tapi belum ada kesempatan itu. Ara pengen banget lihat perusahaan dan cara kerja di sana” ucap ara semangat
“lalu?” Tanya viko
“ara dengar keluarga kalian punya perusahaan, kita kesana ya” pinta ara dengan wajah memohon
“ya tinggal kesana saja, nanti askar pasti akan nyambut kamu, biar aku hubungi dia” viko berniat mengambil ponselnya untuk menghubungi askar
ara menahan tangan viko "kok sama askar sih mas" kesal ara
"terus sama siapa? " tanya viko
“ya sama mas lah” balas ara mengerucutkan bibirnya
“di sana kan ada askar ara, dia itu bosnya jadi dia bisa minta pegawainya untuk menemani kamu tur perusahaan” balas viko
“dia dan semua pekerja di sana pasti sibuk kan dia kerja kalau anda kan nganggur jadi gak masalah kalau ajak saya keliling kantor“ balas ara
“saya malas ke sana ara” sahut viko
“ayolah mas, mas kan keluarga pemilik perusahaan jadi gak akan masalah kalau ajak aku keliling” pinta ara dengan wajah termanisnya
Viko menghela nafas panjang “ ya sudah sana ganti baju” ucap viko pada akhirnya mau menuruti keinginan ara untuk melihat suasana kantor
“yes” ara berteriak girang dan berjalan mendahului viko untuk naik ke lantai atas
Viko hanya menggelengkan kepalanya “dasar anak
kecil” gumam viko ikut naik ke lantai atas menuju kamarnya
Tak jauh dari situ oma Diana tersenyum senang melihat pemandangan viko yang mau menginjakkan kaki ke kantor keluarga padahal sebelumnya ia belum pernah pergi ke sana “akhirnya anak itu mau menginjakkan kaki di perusahaan" gumam oma Diana tersenyum senang bahwa viko mau ke perusahaan mahardika group
Ya walaupun perusahaan mahardika group adalah
milik dylan dan viko hanya anak bawaan aira dari pernikahan sebelumnya tapi jelas berkembangnya perusahaan adalah hasil jerih payah keluarga aira yaitu kakaknya Rino dan aira juga yang berjuang membesarkan perusahaan sampai ke mancanegara apalagi viko di anggap sebagai keturunan Mahardika dan tak ada perbedaan sama sekali dari keluarga mahardika pada viko yang hanya anak bawaan mami aira sebelum menikah dengan papi dylan