
Rino masuk berbarengan dengan zeta untuk memasuki supermarket “mas minta tolong ambilin troli ya, zeta mau lihat apa ikan yang zeta mau di sana” zeta menunjuk stand penjual ikan
rino melirik ke arah stand penjualan ikan “iya, nanti abang ambilin” rino berjalan menuju troli yang tersusun rapih di tempat troli di susun
Zeta melihat berbagai macam aneka seafood “beli kepiting apa cumi ya” gumam zeta melihat aneka seafood di sana
Zeta mendongak ke arah penjaga outlet “ini masih segar kan?” Tanya zeta pada penjaga outlet sambil menyentuh kepiting yang sudah dibekukan itu
“masih mba, ini baru datang pagi tadi” balas penjaga outlet ramah
“ya sudah, bungkusin kepitingnya 2 yang besar dan cuminya 3 kilo ya” pinta zeta menunjuk kepiting dan cumi pilihannya
“baik mba” balas penjaga oulet dan langsung membungkus pesanan zeta
Rino menghampiri zeta dengan membawa troli “banyak amat kamu belinya?” Tanya rino melirik penjaga outlet yang sedang membungkus pesanan zeta
“ah itu, nanti zeta mau ke tempat ibu ” balas zeta
Rino menautkan kedua alisnya “ngapain kamu bawa itu kesana?” Tanya rino
“zeta mau minta di ajarin masak sama ibu, katanya ibu mau ngajarin zeta masak kepiting saus padang, terus zeta sekalian bawa bahan lain saja” balas zeta
“kamu suka kepiting?” Tanya rino
zeta menggelengkan kepalanya “enggak, biasa aja sih, gak suka banget juga gak benci banget” balas zeta meletakkan pesanannya di troli
Zeta menarik rino untuk memilih bahan lain yang ia perlukan untuk memasak “terus ngapain malah minta belajar masak itu kalau kamu gak suka?” Tanya rino mengikuti langkah zeta
“kan mas rino suka itu, jadi zeta pengen belajar masak makanan kesukaan mas” balas zeta tersenyum
Rino menyunggingkan senyumnya “ oh, begitu” balas rino begitu terenyuh perhatian kecil dari istrinya
“kalau kamu mau masak di rumah malam ini, terus kamu mau nginep sana?” Tanya rino lagi
zeta mengangguk “iya, zeta sudah bawa baju ganti di mobil kok” balas zeta,
Zeta menoleh ke arah rino “mas gak marah kan? Zeta lupa ngomong tadi pagi gara-gara kesiangan dan gugup jadi lupa pesan dari ibu kalau mau ngajak zeta maska di rumah” Tanya zeta
Rino menggeleng “enggak kok, sekalian mas bisa ketemu ayah dan ibu, kan sudah lama gak ke sana gara-gara sibuk ” balas rino
***
awalnya zeta ingin meminta jasa antar online untuk mengantar belanjaannya ke rumah, tapi rino mengusulkan untuk pulang dulu dan menyimpannya di rumah baru pergi ke tempat orang tuanya, karena memang jarak rumah mereka dan orang tuanya yang tak begitu jauh
zeta berjalan memasuki rumah orang tua rino dengan semangat “ibu” sapa zeta memeluk ibu mardiana seperti bertemu dengan ibu kandungnya sendiri. tak ada rasa canggung lagi antar keduanya
“eh zeta, sudah datang toh” ibu mardiana melirik box besar yang di bawa rino
“kamu sudah beli kepitingnya?” Tanya ibu mardiana
“sudah bu, tadi belanja sama mas rino di supermarket. zeta pengen cepet belajar masak sama ibu jadi tadi langsung beli” balas zeta
ibu mardiana menautkan kedua alisnya “kamu yakin mau belajar masak sekarang, emangnya gak capek? kan kamu baru pulang kerja?” ibu mardiana melirik pakaian zeta yang masih memakai pakaian kerja yang pastinya ia baru pulang dari kerja
zeta menggelengkan kepalanya “enggak kok bu, zeta seneng belajar masak jadi gak capek kok” balas zeta
“ya sudah ayok” ajak ibu mardiana menggandeng tangan zeta menuju dapur
Rino duduk di ruang keluarga di samping ayah subrata “sejak kapan mereka jadi akrab gini?” Tanya rino melirik ibu dan istrinya yang sedang memasak sambil bercanda gurau
“emang zeta gak pernah cerita kalau dia pernah kesini dan meminta maaf sama ibumu saat kalian baru menikah dulu?” Tanya ayah subrata
“cerita lah yah, Cuma gak nyangka aja sudah baikan kaya gini?” ucap rino
“awalnya sih waktu pertama mereka mulai bicara gak seakrab ini tapi waktu zeta bantu adikmu siapin acara pernikahannya, semua hal yang diusulkan zeta itu katanya cocok banget sama ibumu, terus mereka jadi makin akrab gitu” balas ayah subrata
ayah surata mengambil kopinya di meja dan meminumnya “gimana hubungan kamu? Sudah ada kemajuan?”
Tanya ayah subrata
rino ikut mengambil teh yang sudah dibuatkan pelayan di rumah orang tuanya untuk diminum“kemajuan gimana?” Tanya rino pura-pura tak paham
“kapan kami punya cucu dari kamu?” Tanya ayah subrata
“uhuk uhuk uhuk “ rino tersedak “kok ayah nanyain gitu?” Tanya rino mengusap mulutnya dengan tisu
“yakan kamu sudah gak muda lagi rino, adikmu saja sudah mau punya 2 anak kamu satu saja belum” balas ayah subrata
“santai saja lah yah, toh kita baru menikah jadi biar mengalir saja” balas rino
“terserah kau saja” balas ayah subrata
***
setelah makananya matang, Zeta menyiapkan makanan di atas meja makan
“mas sudah siap” panggil zeta menghampiri rino yang sedang nonton TV bersama ayah subrata
“iya” rino berjalan ke arah zeta, menggandengnya ke meja makan
“cobain ya mas” zeta mengambilkan makanan untuk rino mulai dari nasi serta lauk pauknya
Ibu mardiana tersenyum haru melihat perhatian sang menantu pada anaknya “seneng ya kamu sekarang, apa-apa sudah ada yang melayani” ucap ibu mardiana
“iya bu” balas rino tersenyum pada ibunya
Rino menyuapkan makanan masakan zeta ke mulutnya “hmmm enak”ucap rino tersenyum ke arah zeta
Zeta tersenyum sumringah “syukur deh kalau mas rino suka, nanti kapan-kapan zeta masakin di rumah buat mas” ucap zeta
rasa lelah zeta saat memasak seolah terbayar dengan satu kata pujian dari suaminya
Rino mengangguk “ya” rino kembali melanjutkan makannya dengan lahap
“kamu nginep sini kan zeta?” Tanya ibu mardiana
“iya bu, zeta tadi sudah bawa baju ganti kok, tinggal ambil di mobil” balas zeta
“senengnya, besok ada yang nemenin ibu masak lagi” ucap ibu mardiana
“zeta juga seneng bisa di ajarin masak sama ibu” balas zeta
“ya sudah, abis makan kamu langsung istirahat saja, biar nanti bibi yang beresin perkakas habis masaka kita tadi. Ibu juga sudah bersihin kamar rino, jadi kalian bisa tidur dengan nyaman” ucap ibu mardiana
“ah.. iya bu” balas zeta sedikit gugup
Rino menaikkan sudut bibirnya melihat wajah gelisah zeta yang akan sekamar dengannya padahal di rumah mereka tidur secara terpisah
“ya sudah, rino ambilin bajunya zeta di mobil ya bu” rino menoleh ke arah zeta “kamarnya ada di atas di paling ujung sebelah kanan” tunjuk rino ke arah kamarnya
Zeta menoleh ke arah kamar yang di tuju rino “iya mas” balas zeta mengangguk
“oh ya langsung mandi saja, tadi kan belum sempat mandi, handuknya ada dalam lemari di barisan paling bawah di sebalah kiri” ucap rino menunjukkan posisi handuk dan berjalan keluar rumah untuk mengambil baju zeta di dalam mobil
“ya sudah bu, yah, zeta ke atas dulu ya, mau bebersih” pamit zeta untuk bergegas ke kamarnya
“iya, istirahat yang baik ya” balas ibu mardiana
Zeta menaiki tangga sambil komat-kamit tak jelas “kenapa aku gak kepikiran kalau bakal sekamar kalau di sini” batin zeta menyusuri anak tangga