
Yama turun bergegas turun dan berlari ke sisi mobilnya untuk membukakan pintu mobil “terima kasih” ucap zaskia saat yama membantunya turun dari mobil karena memang gaun zaskia yang membuat ruang geraknya cukup terbatas
“sama-sama” balas yama menggandeng lengan zaskian masuk ke dalam aula pesta
Zaskia yang paham betul bagaimana pesta seperti iniberjalan, tak menolak genggaman yama
Yama mengajak zaskia menemui para rekan bisnisnya “wah tuan yama” sapa pak john salah satu kolega bisnis yama
“hai pak john” sapa yama tersenyum
Pak john melirik zaskia “dia siapa tuan?” Tanya pak john
“dia pasanganku hari ini” balas yama
“wah anda pintar banget cari pasangan, cantik sekali” pak john takjub dengan kecantikan zaskia
“terima kasih pak” balas yama
Yama membawa zaskia pada para kolega bisnisnya dan mengenalkan zaskia sebagai pasangannya
Zaskia menarik lengan baju yama “mas” panggil zaskia
Yama menoleh “ya”sahut yama
“haus” ucap zaskia menyentuh tenggorokannya
“mau aku ambilkan” Tanya yama
“enggak usah mas, aku ambil sendiri saja” ucap zaskia, zaskia menunduk sopan ke arah para kolega bisnis yama menuju meja berisi minuman
Zaskia menenggak minuman yang tak mengandung alkohol “ gluk gluk gluk” zaskia langsung menghabiskan satu gelas jus buah hingga tandas
“baru pertama kali ke pesta seperti ini ya” ucap seorang wanita dengan nada sinis
Zaskia melirik penampilan wanita tersebut dari atas sampai bawah, pakaian wanita itu begitu minim, memperlihatkan lekuk tubuhnya dan dadanya menyembul gundukan keramatnya yang terpampang jelas, walaupun ia memakain gaun semata kaki tapi belahannya cukup panjang membuat kaki jenjangnya tepampang jelas “wanita ular sepertinya “batin zaskia
Zaskia tersenyum ke arah wanita tersebut “kalau pertama kali datang ketempat seperti ini tidak nona, tapi memang saya jarang ke tempat seperti ini” balas zaskia tersenyum sopan
Wanita tersebut memindai tubuh zaskia dari atas sampai bawah “ada hubungan apa kamu dengan kak yama?” Tanya wanita tersebut dengan ketus
“aku?” zaskia menunjuk dirinya
“ya iya lah, emang aku sedang bicara dengan siapa?” kesal wanita tersebut
“aku pasngannya hari ini” balas zaskia tersenyum ramah
“cih” wanita tersebut berdecih meremehkan zaskia “ di bayar berapa kamu untuk menemaninya hari ini?” Tanya wanita tersebut dengan tersenyum remeh
Zaskia memicingkan matanya ke arah wanita tersebut “maksudmu?” Tanya zaskia
“ah, aku tahu selera yama, dia tak mungkin dia suka wanita kampungan macam kau, jadi pasti kau adalah wanita bayaran” tuduh wanita tersebut
“hah?” zaskia menganga mendengar tuduhan wanita yang sama sekali tak ia kenal
“jangan kira dengan memakai pakaian mahal akan menaikkan statusmu” tunjuk wanita tersebut pada gaun yang dipakai zaskia “aku tahu kalau kamu hanya tukang jahit di butik yana jadi jangan belagu deh” ucap wanita tersebut yang tak lain adalah casandra anak nyonya mulan
Nyonya mulan sudah memberitahukan siapa zaskia saat zaskia dan yama masuk ke dalam aula pesta, sedari awal yama memperkenalkan zaskia, casandra menatap tak suka kea rah zaskia apalagi saat ibunya memberitahu bahwa zaskia adalah pekerja di butik langganan ibunya
“maaf, saya tidak kenal anda jadi sepertinya kita tidak perlu berbicara terlalu jauh ” zaskia malas menanggapi casandra dan ia memilih menjauh
Casandra menatap kesal zaskia yang mengabaikannya “jangan pergi kamu, aku belum selesai bicara” ucap casandra lantang
zaskia menoleh ke arah casandra menatap tangan yang ditahan casandra dengan kasar “jika ini menyangkut mas yama, silakan bicara sendiri dengannya jangan libatkan aku dalam urusan kalian. aku paling tidak suka di libatkan dengan hal yang bukan urusanku” balas zakia melepaskan tangan casandra dengan kasar
Zaskia berbalik dan kembali melangkah “tunggu kamu!” teriak casandra kesal
Zaskia menoleh, matanya membelalak lebar “byuuur” terdengar suara tumpahan air
Zaskia menutup mulutnya tak percaya dengan pemandangan di depannya “mas” zaskia menghampiri yama dan mengusap mukanya dengan sapu tangan yang ia bawa
Casandra menatap tak percaya bahwa yang ia siram bukanlah zaskia tetapi yama. Ya yama melihat casandra yang mengangkat gelas dan berjalan ke arah zaskia, sehingga buru-buru yama mengejar zaskia agar menghalangi zaskia tersiram air
“mas gak papa kan?” Tanya zaskia mengusap muka yama yang basah
“gak papa kok” balas yama tersenyum pada zaskia
Casandra yang sudah mulai sadar dari keterkejutannya bergegas menghampiri yama “maaf kak” casandra menggeser tubuh zaskia dengan pinggulnya membuat zaskia terlempar jauh karena tidak siap
Beruntung ada tangan yang menahannya “kamu gak papa zas?” Tanya nyonya kalila yang melihat keributan yang mana anaknya ada di dalamnya
“gak papa tante” balas zaskia menggeleng pada nyonya kalila
“aku temani kamu ganti pakaian ya kak” tawar casandra
“gak perlu, aku bisa sendiri” balas yama menghindari casandra
“ayo lah kak, ini sebagai permintaan maafku padamu” ucap casandra
nyonya kalila berjalan ke arah yama dengan menggandeng tangan zaskia “tak perlu, biar calon menantuku saja yang temani anakku ganti pakaian” ucap nyonya kalila lantang
Nyonya kalila mengedipkan matanya pada zaskia “ikuti tante kali ini” bisik nyonya kalila di telinga zaskia
Nyonya kalila melirik Yama “kamu di bantu calon istrimu saja untuk ganti pakaian ya, mama sudah pesankan kamar dan tadi mama sudah minta asisten ayah ambilkan kau pakaian ”ucap nyonya kalila
“ah, iya mah” yama menggandeng tangan zaskia ke luar area pesta menuju lantai atas yang terdapat kamar hotel
Semua orang berbisik tentang yama yang sudah mempunyai calon istri, karena setahu orang yama tidak pernah dekat dengan siapapun selama bertahun-tahun
Casandra begitu kesal, ia menghampiri nyonya kalila “kok kak yama sudah punya calon istri tan? Bukannya tante mau jodohin kami?” Tanya casandra dengan senyum manis yang dibuat-buat
Nyonya kalila tersenyum “ dulu memang tante ada niatan itu, tapi apa mau di kata kalau anak tante sudah nemu calon sendiri” balas nyonya kalila tersenyum
“tapi dia Cuma orang miskin tan, dia Cuma kerja di butik kecil milik yana tan” ucap casandra merasa tak terima jika ia kalah dari seorang anak miskin
Nyonya kalila tersenyum “itu tak masalah bagi tante, selagi anak tante suka itu semua gak maslah toh anak tante lebih dari mampu memberikan apapun kebutuhan istrinya nanti” balas nyonya kalila tersenyum ramah
Casandra kesal dan meninggalkan pesta menuju mamanya “mama” rajuk casandra
Nyonya mulan terpaksa membawa casandra pergi agar tak mempermalukan suaminya karena kadang casandra ngambek tak perduli tempat
Nyonya kalila tersenyum simpul “main asal sebut anak zahid calon mantu kamu mah, kalau zahid dengar bisa langsung terbang pulang dia” ucap tuan james melingkar tangannya di pinggang istrinya
“malah itu yang mama harapin pah, biar bisa langsung lamar anaknya jadi mantu mama” balas nyonya kalila tersenyum
Tuan james menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya
Zaskia dan yama masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dipesankan nyonya kalila agar yama bisa berganti pakaian
“kita pulang jam berapa sih? Tanya Zaskia
Yama mengancingkan lengan bajunya dan menatap zaskia yang sedang tiduran di atas ranjang “kenapa memangnya?”Tanya yama
“bosan” balas zaskia
“ya sudah, setelah acara utama kita langsung pulang” balas yama
“bener ya?” Tanya zaskia memastikan
“iya” yama menarik tangan zaskia untuk keluar kamar kembali ke acara pesta
Zaskia terus di gandeng yama selama pesta, setelah acara utama selesai, yama menghampiri kedua orang tuanya “mah, yama antar zaskia pulang ya, kasihan dia sudah ngantuk” ucap yama
“ya sudah, antar zaskia pulang sana” balas nyonya kalila
Zaskia mencium punggung tangan yama dan james secara bergantian tanda takzim
James menatap punggung zaskia dan yama yang makin menjauh “kamu siap mah kalau anak kita ambil kepercayaan berbeda dengan kita?” Tanya tuan james
Nyonya kalila menoleh ke arah suaminya “kalau dia bisa konsukuen dengan pilihannya gak masalah buat mama. mau bagaimanapun yama tetap anak kita berdua” balas nyonya kalila
Tuan james tersenyum “gak salah emang aku pilih istri” ucap tuan james mengecup pipi nyonya kalila tak perduli banyak orang di sana dan usia mereka yang sudah tak lagi muda tapi tetap saja memerkan kemesraan di depan umum
Saat mengendarai mobilnya yama begitu konsen dengan jalanan “tuan, berhenti dulu bentar ya” pinta zaskia
Yama menuruti keinginan zaskia dan menepi “untuk apa kita berhenti?” Tanya yama melirik jalanan sepi
“pinjem jasnya dulu” ucap zaskia memakai jas yang di sampirkan di dudukan yama dan keluar dari pintu mobil
“tunggu 10 menit saja” pinta zaskia pada yama
Zaskia turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam sebuah masjis
Yama melihat zaskia yang mengambil mukena dari balik dinding yang terbuat dari kaca yang membuat ia bisa melihat jelas zaskia sedang mengambil air wudhu “aku lupa dia muslim” gumam yama menyunggingkan senyumnya melihat zaskia yang menjalankan kewajibannya sebagai muslim
Zaskia memang adalah muslim yang taat seperti ayahnya, ya walaupun ayahnya jarang menjadi imam sholatnya karena jarang bersama tapi bukan berarti tuan zahid sebagai ayahnya tak mengajarkan zaskia sholat, zaskia di ajarkan sholat sedari kecil, dan zaskia juga selalu di beri contoh secara nyata saat ayahnya melaksanakan sholat wajib tepat waktu dan rutin melaksanakan tugas-tugas sebagai muslim yang taat
Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat isya yang terbilang cukup telat karena sudah pukul 11.30 malam tapi bukan berarti itu terlewat. setelah selesai melaksanakan ibadahnya zaskia kembali masuk ke dalam mobil yama “ yuk pulang” ajak zaskia memasang sabuk pengamannya
“kau rajin sholat ya” ucap yama kembali melajukan mobilnya
“rajin apa? Aku telat sholat tadi, di sana tak ada mukena, dan aku tadi tidak kepikiran bawa jadi aku telat sholatnya” balas zaskia yang memang telat sholat isya karena sekarang sudah pukul 11.30 malam
“aku pernah dengar dari viko kalau dia akan tidak membawa bekal saat senin dan kamis, kamu rajin puasa hari itu ya?” Tanya yama
“lumayan, aku sudah terbiasa puasa di hari itu,jadi aneh kalau tidak aku lakukan, lagian aku sudah bilang sama viko dan rio kalau gak masalah mereka makan di depanku karena aku bukan anak kecil lagi yang tak tahan godaan” balas zaskia
Yama mengangguk mendengar jawaban zaskia "itu berati mereka menghargai temannya" sahut yama
tak sampai 20 menit, mereka sudah sampai di depan rumah zaskia “terima kasih sudah menantarkanku pulang” ucap zaskia berniat turun
yama menahan tangan zaskia “ bisa tidak kalau kamu tetap panggil aku dengan sebutan mas, sepertinya itu lebih enak di dengar dari pada anda ataupun tuan” pinta yama
zaskia nampak berpikir “emmm, baiklah” balas zaskia mengangguk dan bergegas turun dari mobil
Yama menatap zaskia yang masuk ke rumah dan melajukan mobilnya meningalkan rumah zaskia