
“hiks hiks hiks” ara makin kencang menangis “bapak jangan bohongin saya, saya gak bego”
ucap ara dengan masih terisak
Viko memeluk ara erat “saya gak bohong ara, kau
pikir kenapa saya berbuat baik padamu selama ini?” Tanya viko
ara nampak berpikir, tapi tak menemukan jawaban yang cocok “karena keluarga anda” balas ara asal
Viko terkekeh “kau pikir saya takut dengan keluarga saya?” Tanya viko
"kan bapak bilang ke saya untuk bantu anda
membuat keluarga anda agar tidak menekan anda untuk mencari pasangan” sahut ara
“keluarga saya memang menginginkan saya mencari pasangan tapi tidak pernah memaksakan kehendak mereka pada saya, mereka selalu
menghormati keinginan anak-anaknya dan tak pernah memaksakan suatu hal yang tak kami inginkan” jelas viko
ara menatap tajam viko “jadi bapak bohongin saya?” Tanya ara yang sudah mulai menghentikan tangisannya walaupun suaranya masih sesenggukan
Viko mengurai pelukannya “saya gak bohongin kamu ara” viko membelai pipi ara lembut menatap manik mata hitam ara dengan tatapan lembut
“tapi ini strategi yang saya buat untuk mendekatimu” jelas viko
"strategi? " gumam ara
" ya, sebagai seorang pebisnis dan seorang dosen tentu saya harus punya strategi untuk mencapai sesuatu" sahut viko
Ara mengusap pipinya “bapak beneran suka sama
saya?” Tanya ara
Viko mengangguk “iya” balas viko
“sejak kapan?” Tanya ara mulai penasaran
Viko tersenyum “mau tahu?” Tanya viko
“iiiih ya iyalah orang ara nanya yang pasti pengen tahu” kesal ara
“kita benerin posisi duduk kita dulu, masa
ngomong cinta pakai acara jongkok gini” ucap viko
Ara melirik posisinya dan viko yang memang masih berjongkok “iya juga” ara bangun dengan gerakan cepat
“ahhhh” ara terlihat kesakitan dan hampir
terjatuh beruntung viko dengan sigap menangkap tubuh ara agar tak menimpa mata “kenapa ara?” Tanya viko dengan nada khawatir
“kesemutan” balas ara merasakan kakinya yang
kesemutan dan kesakitan saat bergerak
Viko tersenyum dan membopong tubuh ara “ih ngapain?” Tanya ara saat tubuhnya berada di gendongan tangan kekar viko
“katanya kesemutan?” Tanya viko
“ya gak di gendong juga pak" viko mendudukkan ara di tepi ranjang
“saya kan Cuma mau bantu kamu” sahut viko
Ara memiringkan tubuhnya agar menatap viko “jadi sejak kapan?” Tanya ara semangat
Viko mengusap rambut ara, menyelipkan anak rambut ara ke belakang telinga “sejak kau sering memohon-mohon pada reivan agar bisa
membantu jadwal kuliahmu di siang hari sampai sore hari saja” jelas viko
Ara mengalihkan pandangannya mencoba mencari-cari di dalam berkas yang ada dalam pikirannya “bukannya saat saya memohon pada pak reivan itu saat saya masih baru masuk kuliah ya pak?” Tanya ara memastikan
“iya” balas viko tersenyum pada ara
semenjak 5 tahun lalu, dan anda masih terbayang-bayang mantan anda makanya anda
gak mau pulang ke Indonesia” ucap ara tak percaya ucapan viko
"alasan saya tidak pulang, bukan karena tidak bisa move on tapi ada suatu hal lain" balas viko
"jadi anda jatuh cinta pada saya sejak pandangan pertama? " tanya ara
“tak ada yang namanya cinta pada pandangan
pertama ara” ucapan viko makin membuat dahi ara mengernyit bingung “tak ada cinta
pada pandangan pertama, tapi tertarik pada pandangan pertama itu ada” viko menggenggam tangan ara “saat itu saya mulai tertarik padamu dan selalu ingin tahu tentangmu” jelas viko
“kalau anda nyari tahu tentang saya? Lalu kenapa
anda gak tahu kalau saya ikut kuliah anda saat semester 2?” Tanya ara
Viko terkekeh “saya memang cari tahu tentangmu
tapi hanya sebatas dengan kata wanita super sibuk. Tentu kau tahu dengan nama
panggilanmu itu kan?” Tanya viko yang di jawab anggukan oleh ara
ara memang di kenal dengan nama wanita super sibuk. karena dirinya yang bekerja sejak masih duduk di bangku SMA
“jujur saya gak tahu siapa namamu sampai saya
mengampu kuliahmu di semester 4 dan mungkin itu sebabnya saya tak tahu kamu hanya sebatas dari namamu, kau kan selalu duduk di paling belakang, kamu tahu sendiri kelas di mata kuliah saya selalu penuh” jelas viko
“iya sih, kelas bapak rame terus makanya saya gak pernah mau masuk kelas bapak karena ribet rebutan bangku. Ara gak tahu aja kenapa di semester 4 dan 5 ara bisa masuk kelas bapak” balas ara
“itu karena saya” sahut viko
Ara menautkan kedua alisnya menatap viko “saya
sedikit gunain hak saya untuk masukin kamu ke mata kuliah saya” ucap viko
“tapi aneh saja, bapak bilang cinta saya, serasa Cuma mimpi” sahut ara
“mungkin terkesan aneh dan sulit dipercaya ara,
tapi saya jatuh cinta dengan kamu karena kerja kerasmu karena setiap tulisanmu,
entah kenapa saya jatuh cinta dengan setiap tulisan yang kamu buat makanya saya
langsung tahu tugas kelompok yang kamu buat adalah tugasmu seorang diri” jelas viko
“bapak tahu?” Tanya ara
“tentu saja” balas ara
“saya juga takjub dengan kegigihan kamu membiayai hidup keluargamu walaupun 3 dari orang itu tak ada hubungan darah sama sekali
denganmu dan hanya menambah beban hidupmu” ucap viko
“dan kau tahu? saat saya tahu kalau kamu yang mengurus apartemen saya, itu menambah perasaan cinta saya padamu, saya masuk kamar saat itu untuk menghindari saya yang ingin menerkam kamu tapi bau masakan kamu saat itu memanggil saya untuk mencicipinya. Saya gak tahu makanan yang saya makan setiap hari adalah masakan kamu, itu sangat membuat saya bahagia”
viko terkekeh menggaruk tengkuknya yang tak gatal “makanya saya langsung bilang maukah kamu jadi pacar saya tapi karena melihat reaksi kamu saya takut di tolak jadi saat mengingat
kondisi keluargamu saya kepikiran mengajakmu jadi pacar bohongan saya” jelas viko
“cup” ara langsung mengecup benda kenyal berwarna merah itu dengan cepat “strategi bapak emang agak langka dan aneh tapi sepertinya mendapat hasil yang bagus” ara tersenyum manis pada viko “dengan segala perhatian bapak
pada saya dan segala sikap baik keluarga bapak buat saya jatuh cinta sama bapak” ucap ara dengan senyuman termanisnya
Viko tersenyum manis dan memeluk ara erat “terima kasih, terima kasih sudah cinta sama saya” ucap viko
“sama-sama bapak, saya juga terima karena kasih sudah mencintai saya yang bukan apa-apa ini” balas ara
viko mengurai pelukannya, menatap netra cokelat ara "jangan bilang kamu bukan siapa-siapa ara, dengan dirimu yang bisa membuat saya jatuh cinta tanpa banyak usaha, itu membuktikan kalau kamu orang yang hebat" ucap viko kembali ******* benda kenyal itu