Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Pertama (season 2)



askar mengemudi dengan raut wajah kesal menahan amarah dan jenny bisa melihat jelas itu


"kak" panggil jenny yang di abaikan askar karena askar yang sibuk dengan pikirannya sendiri


"kak! " kesal jenny pada askar yang tak menggubris nya padahal ia berulang kali memanggilnya


askar tersadar dari lamunannya karena teriakan jenny "kalau mau kesal jangan bawa-bawa jenny" teriak jenny kesal


askar sadar kesalahannya, tak seharusnya ia membawa jenny dalam kemarahannya "maaf jen" ucap askar menepikan mobilnya


askar menatap jenny "maaf jen" lirih askar


jenny menghela nafas panjang "sebaiknya kakak bicara dengan kak syakia baik-baik jangan seperti ini kak. itu tidak baik untuk pernikahan kakak dengan kak syakia" nasehat jenny


askar meraih tubuh jenny dan memeluknya erat "bisa tidak jangan membahas dia dulu" pinta askar


"lalu bagaimana? " tanya jenny bingung


askar mengurai pelukannya lalu meraih ponselnya "kak bantu aku" pinta askar saat panggilannya sudah tersambung


"apa? " ketus viko saat menjawab panggilan adiknya


"kasih aku libur untuk baby moon satu minggu saja" lirih askar


viko menghela nafas kasar "kabur dari masalah itu hanya akan menambah masalah tambah besar askar" ucap viko


"satu minggu saja" pinta askar lagi


viko hanya bisa menghela nafas "baiklah, tapi janji seminggu tidak lebih" balas viko mengakhiri panggilannya


"baby moon apaan kak? " tanya jenny


askar menahan ucapan jenny dengan tangannya untuk menghubungi orang lain


" dad, aku bawa jenny satu minggu ya" ucap askar


"ya terserah kamu, dia kan istri kamu. mau di bawa sebulan atau setahun itu juga hak kamu" balas dokter ken langsung mematikan ponselnya


"apaan sih kak? " tanya jenny tak mengerti maksud askar


askar seakan menulikan pendengarannya membawa jenny ke tempat sepi di pinggiran kota


*


askar membawa jenny masuk ke dalam rumah sederhana di tengah hamparan ilalang yang hanya terdapat satu rumah di lahan seluas 10 hektar itu


"ini di mana kak? " tanya jenny mengedarkan pandangannya pada rumah minimalis berdinding kaca dengan desain modern tapi terletak cukup terpencil dan tidak punya tetangga sama sekali


"ini rumah, hadiah pernikahan dari daddy kamu untuk kita" balas askar membawa jenny masuk ke dalam kamar


"emang kapan daddy kasihnya, kok aku gak tahu" tanya jenny


"sehari setelah menikah, daddy kamu kasih ke kakak. daddy gak bilang ke kamu karena katanya kamu bilang bisa mengatur keuangan jadi di berikan ke kakak" balas askar


"kok kita malah ke sini kak, kakak kan harus bicara sama kak syakia" ucap jenny


askar memeluk jenny erat "aku mohon kali ini saja, selama kita di sini jangan pernah bahas dia, kakak mohon" pinta askar lirih


"kakak kenapa sih? " jenny merasa aneh dengan sikap suaminya yang tak seperti biasanya


askar membawa jenny masuk kamar bernuansa biru laut itu, membaringkan tubuh jenny dan memeluk jenny erat "biarkan seperti ini jenny" pinta askar


jenny tak paham apa yang terjadi pada askar, tapi ia bisa tahu suaminya sedang tidak baik-baik saja


"baiklah" walupun jenny masih bingung tapi tetap saja ia menuruti askar dan mengusap-usap kepala askar sampai suaminya tertidur


*


askar mengerjapkan matanya menatap jenny yang tepat berada di hadapannya " cantik dan teduh" batin askar mengecup benda kenyal di hadapannya


jenny terbangun dari tidurnya karena ulah askar "kakak" gumam jenny merasakan ada yang mengganggu tidurnya


"bolehkah kakak minta hak kakak" pinta askar kembali menyambar benda kenyal itu


jenny menahan dada askar "jenny gak mau berhubungan dengan orang yang akan menceraikan jenny" ucap jenny lantang


"siapa juga yang mau menceraikan kamu" balas askar kembali menyesap dan menggigit kecil agar benda kenyal itu terbuka dan memudahkan askar mengaksesnya dan saling bertukar saliva


tangan askar sudah meloloskan kain penghalang mereka untuk menyatukan peluh hasrat mereka berdua


"kok sempit amat sih jen" cicit askar ingin menancapkan rudal besarnya tapi begitu sulit untuk masuk ke lembah jenny


jenny memukul lengan askar kasar "ya kakak aneh, aku hamil itu kan bukan lewat jalan yang benar, jadi masih segel lah" cicit jenny


jenny memang masih muda, tapi pembahasan ini sudah pernah di bahas bersama mommy nya


askar mengerutkan keningnya "tapi....." askar menghentikan ucapannya dan kembali mencoba menjebol gawang sempit milik jenny


"sakit kak" lirih jenny mencengkeram lengan askar kuat


"tahan dikit" askar kembali menggesek dan mendesak masuk walaupun beberapa kali gagal


"euuugghh akhirnya" rudal askar baru masuk sempurna dan melihat raut wajah jenny yang menahan sakit


"sakit ya? " tanya askar mengusap kening jenny yang sudah berkeringat


"iya, sakit" balas jenny menahan sakit


askar terkekeh walaupun ada rasa tak tega di hatinya "bisa ya, kamu hamil dulu baru di jebol gawangnya" askar benar-benar merasa lucu dengan kisah pernikahannya dan jenny


jenny ikut terkekeh" udah ah, jadi malu" askar kembali melahap benda kenyal itu dan terus memompa tubuh jenny dengan hasrat sedikit tertahan karena istrinya sedang hamil tapi itu tak mengurangi kenikmatan yang di rasa askar karena pertama kali untuk jenny dan jenny benar-benar masih sempit membuat askar merasakan nikmat dunia yang tak terkira


"huuuuuuuhhh" askar menghela nafas panjang setelah kegiatan panas mereka


askar menoleh ke samping, menatap jenny dan mengecup dalam kening jenny "Terima kasih, menjadikan kakak yang pertama " askar mengusap perut jenny "dan Terima kasih sudah membiarkan benihku tumbuh di sini" ucap askar


"iya kak" jenny memeluk erat tubuh askar dan tanpa sengaja jenny membangunkan sesuatu yang sudah tidur


"kamu sih, banyak gerak gitu jadi bangun dia " ucap askar


jenny mendongak "apa? " bingung jenny


"ah ****" askar mengumpat dirinya yang tak kuasa menahan hasratnya, andai istrinya tidak hamil pasti askar akan menggempurnya habis-habisan tanpa ampun tapi apalah daya dirinya sekarang yang tak bisa memilih


"kakak kenapa? " tanya jenny bingung karena askar masuk kamar mandi dengan terburu-buru


"gak papa, tidur saja dulu, nanti kakak nyusul" balas askar dari balik kamar mandi


askar terpaksa bercinta dengan miss bar soap selama setengah jam untuk menuntaskan hasratnya


setelah selesai dengan kegiatannya askar keluar kamar mandi dengan memakai kaos oblong, tak lupa ia membawa baskom air hangat untuk membersihkan tubuh bagian bawah jenny setelah kegiatan panas mereka


sesaat setelah membuka selimut, ia tersenyum miring melihat bercak merah yang ada di atas selimut dan sedikit berbekas di pangkal paha jenny "ah ternyata aku di tipu habis-habisan" gumam askar membersihkan tubuh bagian bawah jenny dengan berhati-hati dan dan memakaikan jenny baju tidur agar tidak kedinginan tak lupa ia mengecup perut jenny yang sudah mulai membuncit


"baik-baik di perut bunda ya sayang" gumam askar


askar meletakan baskom tersebut di dalam kamar mandi dan menyusul jenny ke alam mimpi


mohon maaf kalau ceritanya gak sesuai konteks kenyataannya, namanya lagi halu, lagi bengong dapat inspirasi begitu 😂 ya sudah tulis saja