Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
istriku percayalah pada suamimu ini



aira menarik nafas dalam untuk mengontrol emosinya yang cukup memuncak


" aku gak tahu hubungan kalian dulu seperti apa, tapi tolong kalian selesaikan berdua jangan membawa-bawa aku yang tidak tahu apa-apa" ucap aira tajam


dylan menarik tangan aira perlahan


" dia bukan siapa-siapa abang ra" ucap dylan memberikan penjelasan


" apa kamu bilang? bukan siapa-siapa? aku tuh tunangan kamu" ucap angel dengan nada tinggi


aira mulai gerah dengan perdebatan dylan dan wanita di hadapannya


" cukup sudah, selesaikan masalah kalian berdua saja. dan untukmu bang, aira tunggu penjelasan yang aira bisa pahami nanti" ucap aira berbalik,ia menaiki tangga menuju ke arah kamar mereka yang berada di lantai atas


" hei aku belum selesai bicara, ngapain kamu pergi hah? kita belum selesai bicara! " teriak angel melihat kepergian aira tapi teriak angel tak di gubris sama sekali oleh aira


" cukup angel! " teriak dylan kesal


"sejak kapan kau tega membentak ku? " tanya angel kesal


" kau memaki istriku, itu adalah hal yang gak pantas dan aku tidak Terima sebagai suaminya" ucap dylan


"lalu bagaimana aku harus bersikap pada orang yang merebut tunangan ku hah? apa aku harus bersikap lemah lembut padanya saat dia menikahi tunangan ku apalagi dia seorang janda dengan satu orang anak" ucap angel penuh penekanan


"aku yang mengejarnya untuk menikah denganku bukan dia yang mengejar ku, berarti aku yang harusnya kamu marahi bukan dia. karena menggoda janda beranak satu untuk jadi istriku" balas dylan menatap tajam angel


angel menatap tak percaya pada dylan


"kenapa kamu lebih membela wanita gak tahu diri itu ketimbang aku tunangan kamu? " tanya angel


" apa kamu lupa hubungan kita sudah berakhir" balas dylan


"hubungan kita tidak berakhir selama aku tak bilang kalau itu berakhir" balas angel penuh keyakinan


dylan tersenyum kecut menanggapi ucapan angel


"kau sendiri yang pergi dari acara pertunangan kita dan kau meninggalkan sepucuk surat bahwa kau tidak sudih menikah dengan pegawai negeri sepertiku yang tak punya apa-apa" ucap dylan


angel mendekat ke dylan memegang tangan dylan


" aku dulu memang salah dylan, tapi kini aku sudah kembali jadi ayo kita menikah" ucap angel dengan nada memohon


dylan menepis tangan angel


"semua sudah terlambat aku sudah menikah sekarang" balas dylan


"bukankan kau belum melakukan resepsi berarti ayah belum tahu tentang pernikahanmu jadi kita masih bisa menikah" ucap angel tersenyum


"apa kau sudah gila! " teriak dylan


"apa kamu lupa kalau keluargamu berutang banyak pada ayahku jadi kau harus menikahi ku" ucap angel


"apa? " tawa dylan


"saat kau pergi ayahmu bilang menghapus hutang budiku padanya dan dia berjanji tak akan memaksakan lagi pernikahan kita karena kau yang menghancurkannya sendiri" ucap dylan


"apa kau lupa siapa kakakku hah?! aku bisa minta dia menghancurkan mu" ucap angel


"silahkan kalau itu mau mu. yang sekarang aku inginkan adalah kau pergi dari rumahku" ucap dylan memegang pintu depan untuk memberi kode pada angel agar segera pergi


angel pun pergi dengan wajah kesalnya meninggalkan rumah dylan


dylan langsung berlari menuju kamarnya untuk menghampiri aira


"aira " panggil dylan saat membuka pintu


dylan langsung mendapat lemparan sebuah handuk " mandi sekarang dan aira mau abang mandi yang bersih" ucap aira kesal


" iya ra" balas dylan langsung masuk kamar mandi


setelah membersihkan diri, dylan keluar hanya memakai bokser dengan bertelanjang dada


"ra kamu marah ya? dia bukan siapa-siapa abang kok dia cuma ngaku-ngaku saja" ucap dylan


aira menatap tajam dylan" jelaskan siapa dia mulai dari awal" ucap kaila


" iya kai" balas dylan menunduk


"dia itu mantan tunangan abang yang lari saat pesta pertunangan dulu" ucap dylan


aira membenarkan posisi duduknya


"kenapa dia lari? " tanya aira


dylan menghela nafas


"dia malu dengan abang yang cuma pegawai rendahan, dan abang yang menolak saat diberi jabatan yang tinggi oleh ayahnya karena itu bukan hasil kerja abang" balas dylan


" terus ngapain dia balik lagi kan abang masih pegawai biasa" tanya aira


" entah lah" ucap dylan mengangkat kedua bahunya " atau mungkin dia kehabisan uang karena setahu abang saat dia pergi semua harta milik keluarga wiraatmadja diberikan pada kakaknya dan setahu abang kakaknya tak suka dengan angel dan ibunya" tambah dylan


" apa maksud abang David wiraatmadja? " tanya aira


"ia David, abang jarang bertemu dia sih soalnya waktu om wiraatmadja menikah sama mamanya angel dia sempat di usir dari rumah " ucap dylan


"abang lupa ya sama anak laki-laki yang sempat tinggal beberapa lama di rumah aira? " tanya aira


dylan nampak mengingat-ingat " sepertinya sih ingat yang tinggal 2 tahun di rumahmu itu ya yang kata kakakmu anak temen ibu" balas dylan


" itu kak David, dulu dia di titipkan di rumah aira sampai keluarga kakek dari pihak ibunya datang menjemput dia" ucap aira


" sekolahan itu kan udah jadi milik david berarti kamu ngajar di sana karena David?" tanya dylan


" ya bisa di bilang gitu sih bang, dulu banyak yang nolak aira tapi kak David yang bantu aira sampai bisa kerja di sana, bahkan dia juga bantu kak rino dan kak kak dino mencari pekerjaan" ucap aira


"oh begitu" jawab dylan lesu


"dia bilang sangat berterima kasih dengan keluarga aira yang sudah memberi kehangatan setelah ibunya meninggal, jadi dia akan bantu keluarga aira selagi dia bisa bantu. dia juga yang mencarikan dokter-dokter bedah plastik untuk aira


" apa dia pernah bilang suka kamu? " tanya dylan takut-takut


aira tersenyum, menggelengkan kepalanya


"tidak kak David menganggap aira seperti adiknya sendiri, aira juga kenal baik dengan istri dan anaknya kak David bang" balas aira


"benarkah? " tanya dylan senang mendengar David yang sudah berkeluarga


aira hanya menjawab dengan senyuman


"terus abang dulu mau tunangan sama angel karena apa, karena abang cinta dia? " tanya aira


dylan memegang kedua tangan aira "apa kamu lupa dengan apa yang pernah abang bilang ke kamu" tanya dylan


"apa? " balas aira bingung


"kamu satu-satunya cinta di hidup abang" ucap dylan


" kalau abang gak cinta ngapain juga mau nikah sama dia? " tanya aira


"itu karena rasa utang budi abang pada ayahnya yang sudah membantu keluarga abang saat dalam kesulitan. perlu kamu tahu saat papi pergi mami begitu terpuruk kami tak punya pemasukan sama sekali, om wiraatmadja lah yang bantu abang sekolah, dan bantu uang berobat mami" ucap dylan


"abang pernah mengalami hal seperti itu kenapa gak pernah cerita" tanya aira kaget mendengar cerita dylan


" abang gak mau membuka luka lama ra, maafin abang, abang cuma sedih setiap mengingat mami menangisi papi yang lebih memilih wanita lain yang baru ia kenal ketimbang mami yang sudah 15 tahun jadi istrinya" balas dylan


aira memeluk dylan erat " percaya sama abang ya ra kalau abang cuma cinta kamu dan hanya kamu, tak pernah ada orang lain di hati abang nanti saat dia datang, abang akan minta bantuan David untuk mengatasinya karena dulu dia pernah bilang jika angel pulang dan mengganggu abang minta bantuan sama dia saja" ucap dylan


"iya abang aira percaya" balas aira