
aira menyipitkan matanya menatap kedatangan wanita yang sama sekali tak ia harapkan ada di hadapannya saat ini
aira menoleh, menatap pak arfan dengan tersenyum ramah “ada perlu apa ya pak cari saya?” tanya aira sopan
belum sempat pak arfan menjawab, Angel menggeser pak arfan kasar “aku datang untuk memecat mu” balas angel dengan senyum meremehkan
Aira tersenyum sopan “maaf anda siapa ya? ngomong mau pecat saya?” tanya aira tetap tenang menanggapi angel
angel melipat tangannya sebatas dada “aku pemilik sekolah ini” balas angel bangga
“oh” aira manggut-manggut “tapi sejak kapan ya sekolah ini berubah kepemilikan?” tanya aira sopan menatap pak arfan dan angel bergantian
angel menatap tajam mendengar ucapan aira “apa maksudmu?” tanya angel mulai kesal dengan aira
Aira tersenyum kecut “setahuku sekolah ini atas nama pak david wiraatmadja dan bukan atas nama angel wiratmadja” balas aira penuh penekanan
tentu saja aira tahu betul siapa pemilik sekolah tempat ia bekerja, dan hubungan apa antara wanita di hadapannya dengan pemilik sekolah yang memiliki nama belakang sama
Angel berbalik menunjuk pak arfan “apa ini didikan anda sebagai atasan, berani sekali bawahan anda bersikap tidak sopan pada pemilik tempat kalian bekerja?” tanya angel dengan suara tinggi, untung saja jarak kantor pak arfan dengan kelas empat cukup jauh jadi suara teriakan angel tak terdengar oleh murid-murid yang masih berada di sekolah
aira menatap tajam angel “cukup ya gel, ini adalah masalah di antara kita berdua jangan pernah libatkan orang lain dalam urusan kita!” teriak aira melarang angel menyalahkan pak arfan
aira berbalik menatap pak arfan “pak arfan, lebih baik anda keluar saja, biar saya yang bicara dengannya” pinta aira pada pak arfan dengan suara serendah mungkin dan sesopan mungkin
“tapi ra” balas pak arfan tak enak hati meninggalkan aira seorang diri
aira paham maksud pak arfan “gak papa pak, saya bisa mengatasinya ” balas aira membukakan pintu ruangan pak arfan mempersilahkannya pak arfan keluar dengan sopan
Aira berdiri menatap angel tajam “apa maumu?” tanya aira
angel melipat tangannya sebatas dada “aku ingin kau hancur” balas angel
aira menautkan alisnya “kenapa? Apa salahku padamu? ” tanya balik aira
“karena kau merebut apa yang jadi milikku” kesal angel
Aira menghela nafas panjang “kau sendiri yang memilih meninggalkan pertunangan kalian 2 tahun lalu, dan itu tak ada sangkut pautnya denganku sama sekali. Jadi jika harus ada yang di salahkan di sini? Itu adalah dirimu! Karena sudah meninggalkan pria baik macam bang Dylan hanya karena keangkuhanmu itu!” jelas aira
“dia itu punya hutang budi dengan keluargaku jadi dia harus membayarnya” balas angel tetap kekeh dengan pendiriannya
Aira mengusap mukanya kasar “jika ayahmu ingin bang Dylan membayar hutang budi padanya, maka harusnya bang Dylan membayarnya pada om bagas dan bukan padamu!” teriak aira mulai kesal
“aku itu anaknya! Jadi dia juga harus membayarnya padaku ” balas angel tak kalah kesal
aira menghela nafas, berusaha mengontrol emosinya “oke sekarang aku tanya padamu? Apa alasanmu dulu pergi dari acara pertunangan kalian?” tanya aira
“aku…” suara angel seakan tercekat di tenggorokan bingung mau menjawab apa?
aira tersenyum miring dengan penuturan angel “kau bingung kan mau jawab apa?” ucap aira meremehkan angel
“itu sama sekali bukan urusanmu!” balas angel lantang setengah berteriak
“jika kejadian kau menginginkan bang Dylan kembali padamu, 1 atau 2 tahun lalu, mungkin itu bukan urusanku, tapi kau menginginkannya kembali pada saat sekarang, dan jelas itu adalah urusanku karena aku adalah istri sah Dylan mahardika” balas aira lantang
aira menggelengkan kepalanya melihat angel yang sulit untuk di ajak bicara “memang susah bicara sama orang pesakitan kaya kamu!” teriak aira meraih ponsel miliknya meletakkanya di pipi
“tut tut tut” bunyi suara ponsel aira
Angel menatap heran aira “siapa yang kau coba hubungi?” tanya angel berusaha merebut ponsel aira, takut aira akan mengadu pada dylan
Aira dengan sigap menghindari angel “kakak” sapa aira saat telponnya tersambung
“kamu coba merajuk pada Dylan?” tanya angel mencoba merebut kembali ponsel aira
Aira mengangkat tinggi ponselnya, karena memang kebetulan postur tubuh aira jauh lebih tinggi jadi pasti angel akan kesulitan meraih poonselnya jika ia mengangkat sedikit lebih tinggi “kakak dengar kan suara adik kakak yang nyebelin ini! Urus dia kak!” teriak aira agar si penerima telpon mendengar suaranya
Mata kak david membelalak lebar "angel menemuimu ra?" tanya david tapi tak kunjung mendapat jawaban aira dan hanya terdengar suara betengkar angel dan aira yang di dominasi suara angel yang berteriak
kak david menutup telponnya dan bergegas menuju tempat aira berada, yang tentu ia tahu di mana, karena ini masih jam kerja aira
“kau menghubungi kakakku?” tanya angel menautkan alisnya
Aira menatap remeh angel “kenapa? takut? Bukannya kau sendiri yang bilang akan minta kakakmu menghancurkanku? Sekarang aku bantu kamu minta dia menuruti keinginanmu itu” balas aira tersenyum
“kau!” angel berniat melayangkan tamparan pada aira tapi segera di tangkis aira dengan sigap
aira memutar tangan angel kuat dan menahan agar tak bergerak “jangan menjadikan keluargaku sebagai pelarianmu atas kekecewaan ayahmu karena kelakuanmu yang bar-bar itu ” balas aira melempar tangan angel kasar
Angel menatap tajam aira, aira membalas tatapan angel dengan tersenyum “kau hanya sekedar memanfaatkan status keluargamu tapi aku dan keluargaku berjuang keras untuk sampai di posisi sekarang” aira maju mendekat pada tubuh angel untuk bicara lirih
“ hanya karena kau yang tak bisa hura-hura lagi karena ayahmu menyetop semua fasilitasnya kau menekanku dan keluargaku ?” angel mundur menghindari aira bertabrakan dengan dinding “jangan mimpi kau bisa mengganggu keluargaku dengan kesombonganmu itu!” teriak aira memperingati angel
Angel yang mulai terpojok, pun kesal mendorong aira kasar sampai terjatuh ke lantai “siapa kau berani bicara seperti itu padaku?!” teriak angel menatap tajam aira yang terjatuh kelantai
“ceklek” terdengar suara pintu di buka
“aira!” teriak kak david menghampiri aira dan membantunya berdiri
“kau tak apa?” tanya kak david mengecek tubuh aira
“aira gak papa kak” balas aira tersenyum
Angel kesal melihat kakaknya lebih perduli dengan aira ketimbang dirinya yang adiknya
“kakak! Adikmu di sini!” teriak angel
David berbalik menatap tajam angel “siapa yang mengizinkanmu melukai adikku hah!”teriak kak david
Angel gemetar ketakutan mendengar teriakan kakaknya yang sama sekali tak pernah ia dengar sepanjang mengenal kakaknya itu "aku ini yang adik kakak" gumam angel
Kak david dan angel bersaudara hanya karena ayahnya yang menikah dengan ibu angel setelah mama kak david meninggal . Tapi kak david sangat membenci angel dan ibunya karena kehadiran merekalah mama kak david sakit dan meninggal saat dirinya masih remaja.
Sedangkan hubungan aira dan kak david terbilang cukup dekat. Kak david sangat menyayangi aira karena dulu dirinya pernah tinggal di rumah aira setelah mamanya meninggal, selama dua tahun dan sangat dekat dengan keluarga aira. bahkan bagi kak david keluarga aira lah keluarganya bukan ayah ataupun angel dan ibunya.