Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Jabatan CEO



Kak rino memakai setelan jas  berwarna hitam berjalan dengan rasa percaya diri memasuki kantor utama perusahaan Mahardika Group.


Semua orang di sana saling berbisik saat melihat kak rino mulai melangkah menuju lift. tentu mereka sudah tahu siapa Rino, orang yang akan jadi CEO baru menggantikan papi gunawan yang mendadak pensiun


kak rino tak memperdulikan para karyawan yang tengah heboh dan saling berbisik “dasar! Dimana saja selalu banyak orang kurang kerjaan” batin kak rino yang mendengar para pegawai kantor bergosip tentang dirinya


Saat tiba di lantai 24 tempat kantor CEO berada, ia sudah disambut beberapa orang di sana


“selamat pagi pak” ucap seorang pria dan  3 orang di belakang membungkuk memberi hormat


pada kak rino


“pagi” balas kak rino cukup heran melihat pemandangan di hadapannya


“perkenalkan nama saya Andre asisten anda tuan ” ucap andre memperkenalkan dirinya sebagai asisten kak Rino


“lalu dia Bela dan rena sekertaris anda” tunjuk andre pada dua orang wanita yang berada dekat meja


andre menunjuk pria berbadan tegap berkulit sawo matang “lalu dia sopir anda namanya Ricko” ucap andre menunjuk pria muda yang bersebelahan dengan bela dan Zeta


kak rino menaikkan sebelah alisnya “apa kalian yang di siapkan  adikku?” tanya kak Rino


“iya tuan” balas andre


“baik kalau begitu kita langsung saja masuk” andre menuntun kak rino untuk memasuki ruangan barunya sebagai CEO


terlihat kantor bernuansa abu-abu dengan tatanan desain yang rapih dan terlihat maskulin “ini ruangan anda tuan, desain di buat khusus oleh nyonya aira” jelas andre


kak rino memindai ruangan kerjanya "gak salah dia jadi adikku" gumam kak rino merasa puas dengan tatanan ruangan barunya, yang jelas di siapakan atas arahan aira


andre beralih menunjuk tumpukkan map di meja kerja kak Rino “ itu adalah berkas yang sudah saya pilah berdasarkan hal yang diperintahkan nyonya, sedangkan yang ada di sebelah sana” andre menunjuk tumpukan berkas yang berada di meja ujung kantornya “itu adalah berkas-berkas yang punya masalah,  yang kemarin sudah saya pisahkan bersama nyonya aira” jelas andre


kak rino mengangguk paham “oke kalau begitu" kak rino mendongak menatap andre " Saya sudah dapat gambaran masalah perusahaan ini dari penjelasan aira kemarin. Kau sudah mengagendakan rapat untuk hari ini bukan?” tanya rino


andre mengangguk “sudah tuan, kita rapat 2 jam lagi” balas andre


***


Kak rino diikuti andre memasuki ruang rapat yang berada  di lantai 18


“selamat siang” sapa rino duduk di kursi khusus CEO


Semua orang menatap tak suka kearah kak rino “perkenalkan saya Rino Mailans CEO Mahardika Group yang baru” sapa kak rino memperkenalkan dirinya sebagai CEO "salam kenal" ucap kak rino tersenyum ramah


Kendra berdecih “CEO ngandelin adik Ipar aja belagu” gumam Kendra


Kak rino tersenyum menanggapi pernyataan kendra  “masih mending saya ngandelin adik ipar, ketimbang seseorang yang ngandelin selingkuhan mamanya untuk jadi direktur”balas kak rino  dengan suara tajam wakaupun wajahnya masih tetap tersenyum


Kendra menatap tajam kearah kak rino “kurang ajar kau! Kau menghinaku!” bentak Kendra emosi


kak rino terkekeh “apa aku menyebutkan namamu?” tanya Kak rino sambil tersenyum "bagus deh kalau kamu sadar" balas Rino tak peduli sama sekali dengan reaksi kendra


“yang aku tahu, aku sekarang adalah CEO Mahardika Group sesuai dengan surat kuasa pemilik saham terbesar perusahaan ini" tunjuk rino pada surat kuas yang diberikan dylan padanya


"Dan aku adalah orang yang di beri hak penuh untuk membuat segala keputusan tentang perusahaan ini, sekaligus kebebasan memecat siapapun yang tidak kompeten di perusahaan ini ataupun seseorang yang merugikan perusahaan" ucap kak rino tajam


kak rino mengangkat telunjuknya ke atas "dan satu hal yang perlu kalian tahu, aku adalah orang yang tegas, aku tak suka bertele-tele. Mungkin pemimpin perusahaan kalian dulu terkesan memaklumi perbuatan kalian mengingat kalian yang bekerja lama di sini. Tapi aku bukan orang yang seperti itu. Jika ada yang tak sesuai dengan pengaturan perusahaan maka aku akan menindak keras orang itu, tak perduli dia bekerja di sini selama puluhan tahun" tambah kak rino


Semua orang terdiam dengan ucapan kak Rino “baik karena sekarang kalian sudah mulai bisa fokus, kita bahas permasalahan perusahaan ini dengan seksama” ucap kak rino memulai jalannya rapat


Rapat terjadi cukup alot dengan perdebatan kak rino dengan para direktur, karena terlalu banyaknya masalah yang seolah terkubur dan tak di tanggapi dengan baik. Tapi untung saja berkat kecakapan kak rino dan  modal rencana bisnis dari aira , kak rino bisa menguasai rapat dengan baik tanpa hambatan berarti


“baik sekian rapat kita hari ini, silahkan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing” ucap kak Rino menutup jalannya  rapat.


Kak rino berjalan keluar ruang rapat menuju ruangannya yang berada di lantai 24


sesampainya di depan ruang kerjanya, kak rino membuka kenop pintu masuk ke ruangannya “hah” kak Rino berjalan ke arah kursi kebesarannya, dan duduk bersandar di kursi kebesarannya menghela nafas panjang


Andre mengikuti langkah kak rino “bapak hebat banget” ucap andre mengacungkan kedua jempolnya kepada kak rino


“biasa saja” balas kak rino masih memejamkan matanya


“ada perintah apa lagi tuan?” tanya andre


“nanti saja. Ada yang ingin aku periksa dulu” balas kak rino masih memejamkan matanya


"baik tuan, saya keluar dulu" Andre keluar dari ruangan kak rino membiarkan kak rino untuk beristirahat


Kak rino membuka mata dan Nampak memainkan bulpoinnya sambil berputar dengan  kursi kebesarannya . Kak rino menyunggingkan sudut bibirnya “cerita lama” batin kak rino melihat sesuatu dalam ruangannya yang cukup mencurigakan di mata Rino


Rino yang cerdas tentu tahu apa yanga da di sana tapi dia coba menahannya sembari menyiapkan berbagai rencana untuk membalas orang di balik itu


***


Dylan menunggu aira di halaman sekolah menyandarkan tubuhnya di badan mobil sambil bermain ponsel aira keluar gedung sekolahnya, melihat keberadaan suaminya “abang” panggil aira mendekat ke arah dylan


dylan mendongak berjalan ke arah istrinya “iya sayang”balas Dylan memeluk aira


aira mengusap punggung dylan “abang kok jemput aira, bukan ferdy yang jemput?” tanya aira heran suaminya yang datang menjemput, karena ferdy sudah mulai bekerja sebagai bodyguard aira lagi


“pengen aja, pengen ajak kamu jalan-jalan. Kan sudah lama kita gak pergi berduaan” balas Dylan mengecup kening aira


“ya sudah yuk” balas aira menggandeng lengan dylan


Dylan membawa aira jalan-jalan ke mall terbesar di ibukota “ngapain abang bawa aira  ke mall?” tanya aira bingung kenapa suaminya malah mengajaknya ke mall


“pengen beliin kamu susu hamil, sama beli kebutuhan kamu saat sedang hami”balas Dylan tersenyum


Aira tersenyum bahagia  “ih abang perhatian banget” balas aira senang dengan perhatian yang diberikan suaminya itu


"ini bukan apa-apa sayang, kamu lebih banyak yang kamu berikan buat abang" balas dylan tersenyum ke arah aira