Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
perhatian pada suami (season 2)



askar membawa jenny makan siang di luar "mau makan apa jenny? " tanya askar membuka buku menu


"gak pengen" balas jenny


askar meletakan buku menu di atas mejan"terus kamu maunya apa? ini sudah jam makan siang loh? " tanya askar


"jenny pernah baca, wanita hamil gak boleh sering jajan di luar loh, katanya gak bagus buat perkembangan janin" balas jenny


askar menatap tak percaya gadis seusia jenny sempat mencari tahu itu "lalu gimana? " tanya askar


"mau masak saja" balas jenny dengan senyum sumringah


"kamu gak capek? " tanya askar


"capek sih tapi buat kesehatan bayi jenny itu jauh lebih penting" balas jenny mantap


ada rasa haru mendengar ucapan jenny yang peduli pada anaknya padahal jelas jenny hamil bukan karena keinginannya tapi karena keadaan "Terima kasih jenny" ucap askar


jeni mengernyitkan dahinya "buat apa? " tanya jenny


"buat semuanya" balas askar


"maksudnya" jenny masih tak paham maksud ucapan askar


"ah, kita belanja saja. kamu maunya masak apa" askar mengalihkan pembicaraan agar tak membahas lebih lanjut


hari demi hari hubungan askar dan jenny makin dekat, apalagi jenny selalu melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan baik mulai dari masak, menyiapkan pakaian, menemani askar saat lembur di rumah walaupun masih ada satu hal belum jenny lakukan yaitu melayani askar di ranjang tapi askar tak mempermasalahkan itu semua karena keputusan menikah dengan jenny hanya demi anaknya tak lebih dari itu


"kamu sibuk masak apa jenny? " tanya mami aira menghampiri jenny yang sedang sibuk di dapur


"ah lagi praktekin masakan yang di ajarin kak ara mih" balas jenny mengangkat hasil masakannya


"terus kok di masukin rantang, bukannya kamu gak kuliah hari ini? " tanya mami aira


semenjak menikah jenny punya kebiasaan baru membawa bekal hasil masakannya sendiri. padahal mami aira sudah menawari untuk memaksakan makanan jenny tapi jenny selalu berucap tidak masalah memasak sekalian di makan askar karena askar suka masakan jenny


"mau di antar ke kantor kak askar mih, tadi waktu kak askar video call jenny dan liat jenny masak apa katanya gak sabar pengen coba jadi sekalian bawa buat kak askar saja buat makan siang" balas jenny


mami aira tersenyum pada jenny, ada rasa bahagia di hati mami aira jenny begitu perhatian dengan askar walaupun mereka menikah karena terpaksa "ya sudah, nanti minta mang paijo buat antar ke kantor ya" ucap mami aira


jenny sudah merapihkan semua masakannya dan meletakkan di rantang "iya mih, jenny ke kantor kak askar ya " jenny mencium punggung tangan mami aira dan membawa rantang hasil masakannya untuk di bawa pada askar sebagai menu makan siang


oma diana melirik punggung jenny yang sudah makin menjauh "jenny jauh lebih bisa mengurus askar ketimbang syakia ya" ucap oma diana dengan nada sinis


"gak boleh ngomong gitu mih" ucap mami aira


"tapi bener kan apa yang mami bilang, lihat deh berapa lama dia kabur dari kesalahannya, 2 bulan dan dia masih belum ingin balik ke sini" kesal oma diana merasa kecewa pada syakia


"biar itu jadi urusan askar saja mi, sebaiknya kita gak ikut campur urusan rumah tangga mereka" balas mami aira bijak


*


Jenny masuk ke gedung perkantoran mahardika dan langsung menuju lantai ruangan wakil CEO di lantai 23


jenny tak asing lagi dengan kantor aakar karena memang dirinya sudah beberapa kali datang bahkan jauh dari sebelum mereka menikah


"kak" jenny langsung masuk ke ruangan askar setelah lebih dulu bertanya pada levi


"eh kamu beneran datang" askar berdiri dari kursinya menuju sofa


askar mengusap kepala jenny "perhatian banget istri kakak ini" ucap askar dengan nada gemas


"oh ya kak, kak syakia sudah hubungin kakak belum? " tanya jenny


aakar menggeleng sembari tersenyum "belum" balas askar


"kakak gak coba cari kak syakia? " tanya jenny


"gampang" balas askar


"gak boleh gitu tahu kak, kalau kakak gak cari dia, nanti kak syakia gak mau pulang lagi loh" ucap jenny


askar hanya tersenyum menanggapi "aku sudah bilang sama mommy dan daddy untuk tinggal di sana dan mereka gak masalah kak, yang penting dapat izin dari kakak saja" ucap jenny


"kamu maunya gimana, tinggal di sana atau di rumah kakak? " tanya askar


"sesuai keinginan kakak saja, kan jenny istri kakak jadi patuh saja sama kakak" balas jenny


askar terkekeh "kalau melayani kakak di atas ranjang berarti nurut dong" ledek askar pada jenny yang selalu bilang akan menuruti keinginan askar


jenny langsung menyilangkan kedua tangannya di dada "gak boleh mesum kak" cicit jenny


"hahaha" askar merasa lucu dengan tingkah jenny


"kamu pindah ke rumah orang tua kamu kalau syakia sudah pulang saja" ucap askar


"oke deh kak" balas jenny tersenyum


***


di atas ranjang king size ada pasangan yang dalam keadaan tubuh polos dan hanya tertutup selimut saja sedang berbaring setelah pergulatan panas yang mereka lakukan


mereka berdua mengatur nafas yang terengah-engah akibat kegiatan panas mereka


pria itu menoleh ke samping memeluk perut wanita yang sedang membelakanginya seolah takut wanita itu akan pergi darinya " dek" panggil pria tersebut


"iya kak" balas perempuan tersebut


pria itu mencium dalam bahu polos wanita tersebut "kapan kamu ingin kembali? " bisik pria tersebut di dekat telinga wanita tersebut tetapi wanita hanya diam tak menjawab


"syakia......" panggil pria tersebut lirih


syakia menoleh kebelakang, memeluk pria tersebut dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria tersebut "iya kak" balas syakia


"kakak sudah harus kembali syakia, ini sudah lebih dari dua bulan kita di sini kakak gak bisa mangkir dari kerjaan kakak terus" ucap arka


ya pria tersebut adalah arka, arka yang diketahui orang-orang adalah kakak sepupu syakia


bagaimana bisa mereka berdua dalam satu ranjang dan dalam keadaan tubuh polos seperti itu?


"kakak pulang saja dulu, nanti syakia balik sendiri saja " balas syakia


"jangan terus-terusan seperti ini syakia, yang ada kamu akan kehilangan suami kamu. kakak dengar dari viko kalau jenny begitu mengurus askar dengan baik. hal yang belum bisa kamu lakuin dilakuin jenny dengan baik bahkan askar tak pernah menanyakan kamu kan" tanya arka


"aku pasti akan kembali kak, tapi tidak sekarang" balas syakia makin mengeratkan pelukannya


arka balas memeluk syakia erat "terserah kamu saja dek, yang pasti besok kakak harus balik ke Indonesia karena viko sudah minta kakak segera kembali" balas askar