Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Honeymoon setelah menikah



***


“cepet pulang ya om, kita kan harus coba gaun pernikahan" ucap sita mengerucutkan bibirnya dari balik layar


prastyo merasa tingkah lucu kekasihnya begitu menghibur hatinya “iya sayang, om segera pulang kok, setelah tandatangan kerjasama om pasti pulang, untuk urus persiapan pernikahan kita” seru prastyo


“beneran loh om?” Tanya sita menampilkan senyum termanisnya


“tentu sayang, I love you” ucap prastyo


“love you more” balas sita mengakhir panggilannya


“nikah” suara seorang dari balik punggung prastyo


Prastyo menengok kebelakang melihat siapa yang berbicara “kau akan menikah?” Tanya seorang pria yang berada tepat di belakang prastyo


Prastyo begitu terkejut dengan pria di hadapannya membuatnya tanpa sadar menjatuhkan ponselnya


“kau mau menikah tyo?” Tanya seorang pria menghampiri tyo dan mengguncang lengan prastyo


Prastyo menghela nafas “kau dengar sendiri tadi aku akan menikah dan dia calon istriku” prastyo melepas


tangan Jonas yang menggenggam lenganya kuat


mata jonas berkca-kaca “bagaimana bisa?” Tanya Jonas


“tentu saja bisa, aku mencintai kekasihku jadi aku tentu akan menikahinya” balas prastyo, ia bergegas meninggalkan Jonas


jonas menatap punggung prastyo sedih “bagaimana bisa kau melupakanku begitu saja?” Tanya Jonas menghentikan langkah prastyo


Prastyo menoleh “5 tahun, 5 tahun sudah berlalu dan itu sudah cukup untuk aku memulai kembali hidupku yang dulu kau hancurkan” tunjuk prastyo ke arah Jonas "aku juga ingin bagia dengan orang yang aku cintai" tambah prastyo


Prastyo kembali melangkah meninggalkan Jonas  yang diam mematung melihat kepergian prastyo “ah selama itu ternyata kita tak bertemu” gumam Jonas jatuh terduduk, Jonas terisak tak memperdulikan tatapan orang yang menatapnya heran


seorang wanita bernampilan seksi datang menghampiri jonas “tuan kenapa?” Tanya rena sekertaris Jonas


Jonas mengusap air matanya “tidak apa-apa, kita pulang saja” ucap Jonas bergegas meninggalkan hotel tempat prastyo menginap


***


Sita dan prastyo di sibukkan dengan acara pernikahan yang akan di gelar lusa di salah satu hotel keluarga Wiraatmadja


“ah gak kerasa, lusa kita nikah ya om” ucap sita dari balik layar ponselnya


“iya, om juga gak nyangka bisa nikah, dan nikahnya sama bidadari kaya kamu” balas prastyo membanggakan sita yang memang begitu cantik


muka sita langsung merah mendengar pujian dari prastyo “om bisa saja” balas sita yang sudah tertunduk malu


“oh ya om, kita langsung berangkat bulan madu ya setelah nikah?” Tanya sita


“iya sayang, tapi beneran gak masalah kan kalau kita ngambil bulan madunya di Indonesia?” Tanya prastyo


“gak masalah om, di Indonesia juga banyak tempat bagus” balas sita menampilkan senyum termanisnya


“sudah dulu ya om, sita mau tidur dulu, kata mommy gak boleh tidur malam biar nanti makeup saat pernikahan bagus” ucap sita


“ya, sayang selamat tidur” bals prastyo


Prastyo berjalan ke kamar daddy Nicole “daddy” sapa prastyo membuka kamar daddynya


Daddy Nicole meletakkan bukunya “eh tyo, masuk nak” balas daddy Nicole


“belum tidur?” Tanya daddy Nicole


“belum dad, abis telponan sama sita” balas prastyo memijat kaki daddynya


“daddy gak nyangka kamu akan menikah nak” ucap daddy Nicole mengusap lengan prastyo


“iya dad, tyo juga gak nyangka bisa nikah, oh ya selama tyo bulan madu, tyo sudah atur perawat tambahan buat jaga daddy” ucap prastyo


“satu perawat juga sudah cukup tyo” balas daddy Nicole tak ingin merepotkan prastyo walaupun prastyo sangat mampu memberikan perawat yang banyak untuk daddynya


“biar lebih tenang saja dad, kalau tyo tambahin orang kan tyo perginya lama” ucap prastyo yang memang merencanakan bulan madu yang cukup lama


“terserah kamu saja nak” ucap daddy Nicole tersenyum


“ya sudah, daddy tidur ya” ucap prastyo  membaringkan tubuh daddy nicole dan menyelimutinya sebatas dada


setelah daddy nicole bersiap tidur prastyoberanjak dari kamar daddy Nicole untuk beristirahat


***


“diem sih tyo, gak capek apa bolak balik terus” ucap dokter ken yang mulai risih melihat kelakuan adiknya


“gak tahu kakak sih,  seberapa gugupnya tyo” balas prastyo yang masih mondar-mandir


“perasaan waktu minta restu david gak sebegininya deh” gumam dokter ken


Riska melirik aira yang ada di dekatnya “ra bujukin kakakmu itu” pinta riska agar aira membujuk prastyo untuk diam


Aira berjalan menghampiri prastyo “tenang kak” aira mengusap lengan prastyo


“tapi kakak gugup banget ra” balas prastyo


“gini saja” aira mengajak prastyo duduk


“bayangin wajah sita saat tersenyum sama kakak” pinta aira


Prastyo menuruti perintah aira dan tersenyum saat bayangan senyum sita terlihat “nah, terus bayangin senyum


calon istri kakak itu agar lebih tenang” pinta aira menepuk pundak prastyo


“maaf tuan acara sudah mau di mulai” ucap salah satu pelayan


“iya” prastyo berjalan ke aula pesta pernikahannya Pernikahan di gelar di salah satu hotel terbaik milik keluarga wiraatmadja sedangkan segala pernak-perik pernikahan diatur keluarga Arsello


Prastyo berdiri di atas altar pernikahan dan sudah ada pendeta di sana


“mempelai wanita di persilahkan masuk” ucap MC


Music pernikahan mulai di mainkan, sita dengan di gandeng david berjalan kea rah prastyo yang sudah menanti di sana


Seyum terlihat jelas di wajah sita saat akan menghampiri prastyo. David menyerahkan tangan sita pada prastyo


saat sudah berhadapan “aku serahkan anakku yang paling aku sayangi untuk kau jaga dan kau cintai seumur hidup” ucap david


“iya dad, aku akan mencintai, menyayangi dan menjaganya seumur hidupku, sampai nafas terakhirku” balas


prastyo menerima tangan sita


Janji pernikahan mulai di ucapkan sita dan prastyo, semua yang hadir ikut haru mendengar kata-kata yang diucapkan prastyo sebagai janjinya


“kaliam sah sebagai suami istri, dan mempelai pria bisa mencium memperlai wanita” ucap pendeta


Ciuman pernikahan pun di jalankan dengan di iringi tepuk tangan para undangan yang hadir “aku mencintaimu Arsita anindiya wiraatmadja” ucap prastyo


"Aku jauh lebih mencintaimu Prastyo Arsello  Jefri “ balas sita tersenyum ke arah prastyo yang kini resmi jadi suaminya


Acara di lanjutkan dengan pemberian ucapan selamat pada mempelai


kini tiba saatnya prastyo dan sita akan berangkat bulan madu, keduanya di antar kedua orang tuan sita karena yang lain sudah beristirahat karena lelah “dad, mom kita pergi dulu ya” pamit sita memeluk kedua orang tuanya


“hati-hati ya sayang, kabari mommy saat sudah sampai” ucap lina


“iya mom” balas sita


“titip anakku ya” ucap david


“oke dad” balas prastyo


“ih masih risih aku, saat kamu panggil daddy” ucap david bergidik


“yakan sekarang aku jadi mantu masa masih manggil kakak kan gak lucu” balas prastyo terkekeh


“sudah lah, cepet sana, pulang bawain cucu buat mommy sama daddy ya” pinta david


“oke dad” balas prastyo semangat


Sita sudah malu karena obrolan orang-orang yang sangat di sayanginya  “apaan sih dad”


ucap sita menutup wajahnya karena malu


Sita dan prastyo memilih memakai jet pribadi untuk bulan madu ke salah detinasi di Sulawesi selatan untuk


berlibur “kita mau kemana sih om?” Tanya sita yang belum tahu pasti tujuan bulan madunya


“di salah satu pantai di Sulawesi, om pengen bercinta di pantai, kayanya seru” balas prastyo


Sita langsung memukul lengan prastyo gemas “ih om kok mesum sih” keluh sita


Prastyo Terkekeh “lah kenapa? Mesum sama istri sendiri jelas boleh dong” ucap prastyo mencolek pipi sita gemas