Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Belajar memaafkan (season 2)



***


“tok tok tok” terdengar suara ketukan pintu


Viko menengadahkan kepalanya melihat ke arah pintu “masuk” pinta viko


Viko memicingkan matanya melihat sosok orang yang tak tahu apa urusannya datang ke kantornya “untuk apa kau kesini?” Tanya viko


Seorang wanita tersenyum manis ke arah viko “saya mau lamar kerja di perusahaan kakak sebagai sekertaris” seru wanita tersebut


Viko menghela nafas, berjalan menghampiri wanita tersebut “ ayolah syakila jangan terlalu memepet adikku, kau tahu itu hanya akan makin membuatnya menjauh” ucap viko menasehati syakila


“syakia hanya ingin dekat dengannya kak” balas syakia lirih


“tapi dengan cara seperti ini hanya akan membuatnya semakin benci dirimu” balas viko


Syakia mengangkat jari telunjuknya “hanya 1 bulan saja kak, aku minta bantuan kakak satu bulan saja setelah itu aku akan benar-benar menyerah” pinta syakia


Viko menautkan kedua alisnya “kau yakin mau menyerah pada adiku?, ini sudah hampir 10 tahun syakila jadi apa mungkin kau akan menyerah semudah itu” Tanya viko


Syakia menunduk “sebenarnya syakila gak yakin sih kak, tapi kata papi kalau 1 bulan syakia gak bisa luluhin hati askar syakila harus setuju lanjutin kuliah di amerika sekalian kelola cabang perusahaan papih yang ada di sana” balas syakia


melihat kesungguhan di mata syakila ada rasa tak tega di diri viko “oke saykia, kakak akan bantu kamu tapi ingat hanya 1 bulan saja tidak lebih dari itu” ucap viko


“iya kak” syakia mengangguk senang


“tapi ingat syakila profesional kerja sangat di pentingkan di perusahaan kakak, kakak mungkin bisa memasukan kamu ke perusahaan tanpa persetujuan askar tapi kalau kamu membuat kesalahan kakak gak akan bisa bantu kamu” seru viko


“iya kak, terima kasih banyak sudah mau membantu syakia” syakia sangat berterima kasih pada viko yang sudah membiarkannya masuk ke perusahaan keluarga Mahardika agar bisa dengan pujaan hatinya


***


“sayang” panggil viko saat memasuki kamar pribadinya bersama ara


Viko menghampiri eila yang sedang berbaring di ranjang “nih, mas bawain pesanan kamu, pecel lontong” viko menunjukkan kantong keresek berisi  pecel lontong dan tak lupa ia membawa piring serta sendoknya dari bawah


ara melirik senang ke arah viko suaminya “tadi mami lihat gak mas waktu mas bawa ini ke atas?” Tanya ara


“gak tahu, mas gak perhatiin mami lihat atau tidak saat mas naik ke atas” viko sibuk membuka bungkusan dan meletakkannya di piring


Ara memukul pelan lengan viko "ih kok mas gak perhatiin sih?” kesal ara


Viko menyuapi ara makan “ya ngapain juga di perhatiin?” Tanya viko


Ara menerima suapan viko, mengunyah makanan di mulutnya  dan menelannya “gak enak mas, tadi ara gak


bantuin masak, rasanya ara malas gerak mas pengennya tidur doang, sekarang di tambah gak makan masakan mami, nanti kalau mami tersinggung bagaimana?” ucap ara


“gak masalah sayang, mami bukan orang yang kaku kok” balas viko tetap setia menyuapi ara


“tetap gak enak lah mas” sahut  ara


“ya sudah kita turun dan makan di bawah saja” viko berniat meletakkan piring berisi pecel tersebut ke atas nakas


ara menahan tangan viko “jangan mas, ara masih mau makan itu” ara menatap piring dengan tatapan penuh ingin memakannya


“ya sudah” ara tersenyum senang melanjutkan makannya


Viko turun ke lantai bawah, berjalan menuju meja makan “malam semua” sapa viko


“malam” oma Diana melirik sekeliling


“lah mana ara ?” Tanya oma Diana


“katanya dia gak enak badan, ingin tidur jadi gak turun ke bawah oma” balas viko


“tapi dia belum makan dari siang loh viko, mana tadi siang makannya dikit banget” sahut mami aira


“tadi udah makan kok mih” balas viko


“makan apa?” Tanya mami aira


“tadi ara sempet nitip pecel lontong, sebenarnya viko beli dua bungkus pengen cobain juga tapi lihat dia doyan ya sudah buat dia semua” balas viko dengan jujur


“ya sudah, setidaknya dia sudah makan” ucap mami aira


“maaf ya mih kalau istri viko nyinggung mami dengan tidak makan masakan mami” ucap viko


mami aira mengernyitkan dahinya “apaan sih kamu viko, ya gak masalah sayang kalau dia gak makan masakan mami. yang penting istri kamu makan, mau makan masakan siapaun gak jadi masalah”sahut mami aira


“mami memang yang terbaik” puji viko membuat kedua wanita senior itu tersenyum denganan viko untuk mami aira


Viko melirik ke sekeliling “tapi hari ini kelihatan sepi ya mih” ucap viko mulai menyendokan makanan ke mulutnya


“papi lagi kumpul sama dokter ken, uncle yama, uncle david dan uncle tyo, gak tahu lagi rumpiin apa mereka” balas mami aira


“eila kemana mih” tanya viko


"lagi di galeri katanya pengen ngelukis dia” balas mami aira


“kenapa dia gak jadi pelukis saja ya mih, banyak yang mau bayar lukisannya tapi di selalu susah kalau mau lepas lukisannya, harus pakai drama dulu” balas viko


“ya kan adikmu gak pasti dalam sebulan dia melukis, lukisannya harus benar-benar mood dulu” ucap oma Diana


mami aira menghentikan sejenak kegiatannya dan menatap viko puteranya “oh ya sayang, mama sudah pesenin gaun untuk ara, jaga-jaga dia mau datang ke acara perusahaan ibunya” ucap mami aira


“iya mih, makasih perhatiannya, biar nanti viko bawa ke sana kalau dia sudah yakin mau datang” balas viko


“inget ya viko jangan terlalu banyak Tanya apakah dia mau datang atau tidak, cukup sekali saja waktu acara sudah dekat, oma tahu betul bagaimana posisinya” ucap oma Diana yang mungkin tahu hal itu karena dulu


keadaan oma Diana dan opa gunawan yang sempat tidak baik membuat papi dylan sangat membencinya ya walaupun sekarang tidak lagi apalagi setelah opa gunawan sakit dan di panggil sang kuasa


“iya oma. Viko juga tahu rasanya. Oma lupa ya gimana hubungan viko dengan ayah dulu?” sahut viko


“iya juga, oma lupa sayang” kekeh oma Diana yang mengingat viko juga sempat tak bertegur sapa dengan sang ayah selama  beberapa tahun karena perbuatan ayah razi padai mami aira dulu


"tapi sekarang sudah tak merasa benci lagi dengan ayah razi" viko melirik mami aira "dan itu semua karena mami yang bisa memaafkan segala perbuatan ayah" viko menghela nafas panjang " dan semoga kali ini ara bisa memaafkan ibunya agar perasaannya jauh lebih damai