
***
“eughhh” viko memegang kepalanya yang terasa sakit
“ah, aku di rumah" gumam viko mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mendapati tempat yang akrab dengannya
Viko menyandarkan punggungnya di sandaran ranjangnya “gimana aku pulang semalam” gumam viko tak emngingat sama sekali bagaimana cara ia sampai ke rumahnya
“ah kemarin aku meninggalkan ara begitu saja” merasa bersalah akan sikapnya pada ara
viko masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghilangkan bau alkohol di tubuhnya yang terasa begitu menyengat
Viko ingin berbicang dengan ara, meluruskan masalah antara dirinya dan ara agar tidak berlarut-larut
Setelah rapih dan wangi viko mencari keberadaan ara di kamar yang di tempati ara selama ara tinggal di rumah kedua orang tuanya
"ceklek" viko membuka pintu kamar ara
“ara”panggil viko mengedarkan pandangannya, kamar ara terlihat rapih dan bersih seperti tak ditempati semalam, padahal ini masih jam 8 pagi
Viko memicingkan matanya melihat sebuah kartu ada di atas nakas, viko mengambilnya untuk memperjelas apa yang di lihatnya “apa ini”
viko meyadari itu adalah kartu yang biasa ara pegang untuk mengurus keperluan apartemen di Inggris
Viko berlari kebawah mencari keberadaan ara “ara ...ara... ara...” panggil viko mencari ke setiap sudut rumahnya
Viko berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri mami aira “ara mana
mih? kok viko panggilin dari tadi gak nyahut ” Tanya viko mencoba mengatur nafasnya
“baru inget sama ara?” Tanya mami aira ketus
“aku serius Tanya sama mami, di mana ara" kesal viko
Mami aira berkacak pinggang menatap tajam viko “kamu kira mami bercanda sama kamu hah?” kesal mami aira meninggikan suaranya
berteriak adalah Hal yang selama ini tidak pernah mami aira lakukan pada anak-anaknya, saat mami aira berucap dengan nada tinggi membuat nyali viko menciut, viko langsung menunduk di hadapan mami aira
“bukan gitu mih, viko pengen tahu keberadaan ara” balas viko dengan suara lirih
“hari ini kamu baru ingat dia, gak sadar kamu kemarin bikin nangis anak orang sampai kejer gitu” kesal mama aira mengingat ara yang menangis kencang dengan sesenggukan hebat sampai kesulitan bernafas tapi viko malah kabur begitu saja
“viko tahu salah mih makanya viko mau minta maaf sama ara, jadi kasih tahu sama viko, ara dimana sekarang” pinta viko dengan penuh harap pada mami aira
Mami aira menghela nafas panjang, awalnya memang ia bertekad merahasiakan perihal ara yang pulang ke inggris sedikit lebi lama tapi apalah daya hati seorang ibu selalu tak tega terhadap anaknya. saat anaknya meminta dengan wajah memohon pastilah mami aira akan menyerah
“di sudah pulang ke inggris kemarin sore, saat kamu pergi dari rumah” ucap mami aira lirih
“apa?” Tanya viko terkejut kalau ara sudah pergi
“dia kan sudah ke kamu kalau ingin pulang tapi malah kamunya pergi dengan marah-marah seperti itu jadi ara mempercepat kepulangannya karena kebetulan ada penerbangan ke inggris kemarin” jelas mami aira
"kok mama biarin ara pulang sih?” Tanya viko
“ya gimana gak mama biarin dia pulang, orang dia nangis kejer gitu gara-gara kamu bentak dia kemarin” balas mami aira
“ya gimana dia mau nunggu lah, hati dia udah terlanjur sakit lihat kamu masih cinta kekasih lamamu itu” ucap mami aira
“viko gak cinta lagi sama revina mih” ucap viko lirih
“ya mana mami dan ara tahu lah” kesal mami aira berkacak pinggang, melipat tangannya sebatas dada
“harusnya ara Tanya sama viko dulu mih jangan asal menyimpulkan gitu” ucap viko membela diri
“ya gimana mau Tanya, orang ara Cuma pacar pura-pura kamu. gak akan sampe lah ucapannya itu” kesal mami aira
Viko membelalakan matanya lebar “mami tahu dari mana kalau ara pacar bohongan viko?” Tanya viko tak percaya jika mami aira tahu kalau viko dan ara hanya pacar bohongan karena setahu dia hanya ara dan dirinya saja yang tahu
“makanya jangan mabok sembarangan , jadi asal nyerocos tuh mulut gak jelas tentang hidup kamu itu” ucap mami aira kesal dengan memperagakan tangannya menutup dan membuka seperti memperagakan bebek berbicara
Viko mengusap mukanya kasar mencoba meredam emosinya “kalau gitu viko harus susul dia ke inggris” ucap viko
"ngapain juga kamu susul dia, dan kan cuma pacar bohongan kamu" tanya mami aira
"status kami memang bohongan mih tapi perasaan viko sama ara gak bohongan" balas viko
mami aira langsung merubah wajahnya menjadi kepo "kamu suka sama ara?" tanya mami aira
"iya mih viko suka, bahkan viko cinta sama ara jauh lama dari yang kalian tahu, makanya viko lebih betah di sana ketimbang pulang" balas viko
"plak" mami aira memukul lengan viko kasar "dasar anak kurang ajar, dapat pacar langsung lupa orang tua" keal mami aira
"gak gitu jaga mih. ya sudah mih viko mau nyusul di ke Inggris" ucap viko
Mami aira menahan tangan viko “lebih baik kamu kasih dia waktu viko” pinta mami aira
Viko menunjuk kartu yang sedari tadi ia pegang “dia balikin ini ke viko mih, pasti dia ada rencana kabur dari viko" rengek viko
Mami aira menutup mulutnya tak percaya “selama ini viko bisa nahan dia karena pengobatan ayahnya, gimana kalau viko telat dan dia bawa ayahnya untuk sembunyi dari viko, apalagi dia sudah mengajukan skripsinya pada salah satu teman viko dan sudah mendapat persetujuan untuk sidang skripsi. Bukan gak mungkin kan dia kabur dari viko” rengek viko
“mami gak tahu sayang” ucap mami aira merasa bersalah
“jadi jangan halangi viko ke inggris “ ucap viko bergegas naik ke atas emnuju kamarnya
Viko hanya mengambil dompet serta ponselnya tanpa berganti pakaian. Ia memutuskan langsung berangkat ke inggris , bahkan ia sampai mengeluarkan akses jet pribadi milik keluarganya, hal yang tak pernah viko pakai sebelumnya, tapi ia lakukan agar bisa cepat menyusul ara ke inggris
“kenapa viko sampai lari-lari gitu mih?” Tanya papi dylan melirik viko yang berlari keluar rumah
“ternyata kita salah duga kalau viko gak cinta ara pih, dia jadiin ara kekasih palsunya sebenarnya untuk mengikat ara agar tak menjauh darinya” ucap mami aira
“benarkah?” Tanya papi dylan
“dan tadi kata viko, ara balikin kartu yang ara pegang untuk urus apartemennya jadi viko bilang takut ara mau lari, jadi viko langsung susus ara ke inggris” balas mami aira
“semoga dia pulang langsung bawain kita cucu ya mih” ucap papi dylan yang langsung mendapat pukulan kasar di lengannya
“awww” papi dylan mengaduh kesakitan “bawa pulang istri”kekeh papi dylan membenarkan ucapannya
“bawa cucu juga gak papa sih pih” balas mami aira terkekeh membayangnya viko akan membawa pulang cucu untuk mereka