
***
Askar tengah memakai setelan rapi dan sedang bercermin sambil bersenandung
Syakia memicingkan matanya ke arah suaminya “kamu kayanya bahagia banget” Tanya syakia
di sela kegiatannya merapihkan tempat tidurnya
Askar menoleh ke belakang “kamu lupa ya sayang, hari ini kan kita ada reuni di kampus kita. aku senang bisa ketemu teman lama kita ” sahut askar
Syakia mengerutkan keningnya “apa hari ini?" Tanya syakia
Askar menghampiri syakia dan memeluk erat istrinya “ih lupaan deh” askar mencubit gemas pangkal hidung syakia
“maaf askar, dari kemarin aku sibuk bantuin acara 7 bulanan eila sampai lupa ada acara reunian” syakia banyak melupakan hal akhir-akhir ini
askar mencoba maklum dengan istrinya yang memang terlihat sedang banyak pikiran akhir-akhir ini “ya sudah kita turun yuk, makan” askar meraih tangan syakia menuruni anak tangga menuju meja makan
“mami, papi, oma”sapa askar pada tetua di keluarganya
“kalian sudah siap kerja? ” tanya mami aira
“sudah mih” balas askar menarik kursi makan untuk syakia duduk
mami aira melirik syakia yang sedang duduk “syakia, kita jadi ke rumah aunty sita kan hari ini?” Tanya mami aira
“ah, apa iya kita mau ke sana?” Tanya syakia tak mengingat janjinya dengan mami aira kemarin
“kamu lupa?kan kita baru bahas kemarin sore. kita di minta ke sana eila dan ara juga di suruh ke sana” sahut mami aira
Syakia menggelengkan kepalanya. ia benar-benar tak ingat pembicaraan ini “ gak ingat mih” balas syakia
“kamu kenapa sih sayang, akhir-akhir ini banyak lupa? kamu ada masalah? ” Tanya askar
“apa aku melupakan banyak hal?” Tanya syakia balik
“sudah lah jangan dipikirin, nanti sore mami jemput di kantor ya” ucap mami aira tak ingin membahas hal itu
“tapi hari ini kita ada rencana reuniann mih” sahut askar
“tapi kita sudah janji askar, gak enak lah kalau kita gak datang” timpal mami aira
Syakia menepuk bahu askar “sudah, kamu pergi saja sendiri ke acara reuninya aku akan
temani mami” balas syakia
“ya sudah deh” balas askar mengerucutkan bibirnya
syakia menyendokkan makan ke mulutnya dengan berjuta pikiran yang berkecamuk di benaknya
***
Eila dengan perut besarnya datang ke rumah aunty sita dan uncle prastyo memenuhi undangan mereka
“aunty” sapa eila mengecup pipi aunty sita
“wah perutmu makin besar saja” aunty sita mengusap perut buncit eila
“yakan sudah 7 bulan jadi sudah besar dong aunty” balas eila langsung beralih menghampiri orang di samping aunty sita
“mami” eila memeluk mami aira dan syakia bergantian
“ara mana?” Tanya eila yang tak melihat kakak iparnya di sana
“mereka lagi ke dokter, kebobolan tuh si ara KB nya gak jadi”sahut mami aira yang baru mendapat kabar ara hamil lagi padahal usia Gilang baru akan 6 bulan. terpaksa Gilang harus berhenti minum asi karena ara yang sedang hamil muda
“ara hamil lagi?” Tanya eila heboh
“iya” balas mami aira mengode eila dengan lirikan matanya pada syakia yang duduk disampingnya
Eila yang paham langsung diam dan tak membahas lebih lanjut
“oh ya syakia, terima kasih kemarin sudah repot bantu acara 7 bulanan aku ya” ucap eila mengalihkan pembicaraan agar tak menyinggung perihal kehamilan ara
“gak masalah kan kita saudara” balas syakia memaksakan senyumannya
“karena kita sudah kumpul semua, kita langsung bicarakan hal yang mau kita bahas” uncle prastyo merubah wajahnya menjadi serius
“gini ra kakakku sedang di rawat di rumah sakit dan rafa sama riska sedang menemaninya di rumah sakit” ucap uncle prastyo
mata mami aira membelalak lebar “sakit apa dokter ken? Kalau dia sakit kenapa kita malah di sini bukannya menjenguk” sahut mami aira
“tujuan aku ngumpulin kalian semua di sini buat bantu kakakku untuk mengatasi masalahnya” ucap uncle prastyo
“emang ada masalah apa?” Tanya eila
uncle prastyo menghela nafas panjang sembari memejamkan mata “jeni hamil” ucap uncle prastyo
“hah?” semua orang menganga lebar kecuali aunty sita yang sudah tahu ceritanya dan juga syakia yang hanya memejamkan matanya dan larut dalam pikirannya sendiri
“dia hamil dengan siapa?” Tanya mami aira heboh
“nah itu masalahnya? Kita gak tahu dengan siapa dia hamil dan parahnya dia bilang ke kita kalau dia gak pernah tidur dengan siapapun makanya itu yang membuat kakakku drop. bagaimana mungkin dia hamil tanpa ada seorang yang membuatnya hamil” balas uncle prastyo
“kok bisa?” Tanya mami aira bingung
Uncle prastyo dan aunty sita menggelengkan kepalanya “kami semua sedang menyelidiki
ini semua” balas uncle prastyo
“terus di mana jenny?” Tanya mami aira lagi
“kakak mengurungnya entah di mana, dia bilang akan melepaskannya jika memberitahukan siapa ayah anak itu” balas uncle prastyo
“terus gimana nasib jenny, gak mungkin kan dia melahirkan tanpa ada suami” ucap syakia dengan suara bergetar
“nah itu yang kami bingungkan, sekarang jenny masih hamil 4 minggu jadi belum kelihatan tapi
lama kelamaan pasti kelihatan kan” balas aunty sita
“apa kita carikan seseorang yang mau menikahi jenny setidaknya sampai anak itu lahir” usul eila
“siapa juga laki-laki baik yang mau menikahi jenny dalam kondisi seperti itu” sahut uncle prastyo
semua orang termenung dengan pikirannya masing-masing
“bagaimana kalau aku mengusulkan seseorang untuk menikahinya” usul syakia
Semua orang menatap syakia “siapa?” Tanya mereka serempak
“askar” sahut syakia menahan napasnya saat berucap
Mata mereka semua membelalak lebar “kau gila syakia! ”teriak eila
Syakia menautkan tangannya dengan erat dan menunduk dengan terisak “hiks hiks hiks” tangis syakia langsung pecah ketika mendengar teriakan eila
“kenapa malah menangis syakia” eila yang tadi berteriak jadi merasa bersalah karena syakia yang tiba-tiba menangis karena bentakannya
Ara dan viko yang baru saja datang menatap heran syakia yang menangis dan begitu banyak orang berkumpul menatap bingung syakia yang menangis “ada apa ini?” ara langsung menghampiri syakia
ara duduk di sebelah syakia “ada apa syakia?” Tanya ara
Syakia langsung memeluk ara erat dan menangis kencang
Viko yang baru datang pun bingung “ada apa ini?” Tanya viko bingung menatap anggota keluarganya seolah menuntut jawaban
“tadi kita lagi bahas jeni yang gak mau bilang siapa ayah bayi yang dia kandung, terus kita lagi ngomong mau cari orang untuk nikahin jeni eh, sih syakia
nawarin askar untuk nikahi jeni” jelas eila
Viko menatap tajam syakia “jangan gara-gara kamu belum punya anak, terus kamu suruh askar nikahin jeni agar dia punya anak syakia. anak jeni kan bukan anak askar” viko kesal dengan usul syakia membuat ucapannya tak bisa terkontrol
Ara mengusap punggung syakia “iya syakia, bagaimana bisa kamu menyuruh askar untuk
tanggung jawab, anak itu kan bukan anaknya. terus emang kamu bisa berbagi suami dengan wanita lain” sahut ara
Syakia mengeratkan pelukannya “askar emang harus nikahin jeni ara” cicit syakia dengan suara terisak
“kamu jangan gila syakia” kesal ara
Syakia melonggarkan pelukannya dan menatap semua yang hadir di sana “anak jeni adalah anak askar” cicit syakia kembali terisak