Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
melepaskan masalalu



Setelah meminta asisten keluarga


kakeknya beraksi zskia main dengan anak-anak panti dengan bahagia


“makanannya sudah matang nak”


ucap bu jelita


“iya bu” balas zaskia bergegas


masuk ke dalam panti


Zaskia dan penghuni panti makan


bersama di ruang tamu yang sudah tersusun makanan di sana


“apa ayahmu mengabaikanmu lagi?”


Tanya bu jelita setelah zaskia selesai makan


“ibu tahu saja” kekeh zaskia


“yang sabar ya nak” pinta ibu


jelita


“zaskia sudah biasa kok bu” balas


zaskia


“mau tidur di sini?” Tanya bu


jelita


“iya bu” balas zaskia


“oh ya nak, maaf ya kalau kamu


tadi harus ketemu pria itu, ibu sudah peringatkan berkali kali tapi dia masih


ngeyel ke sini” ucap bu jelita


“jadi dia sering kesini?” Tanya


zaskia


“iya nak” balas bu jelita


“ibu tenang saja, zaskia akan


mengatas pria itu” balas zaskia tersenyum


***


“ di mana nona kalian?” Tanya


Yama dengan kesal


“Rina mengerutkan keningnya


“nona? Nona yang mana?” Tanya Rani masih tak paham apa yang di cari Yama


“tinggal bilang saja dimana


perempuan itu!” kesal Yama


Zaskia yang sedang bermain dengan


anak-anak panti pun teralihkan perhatiannya karena mendengar suara rebut-ribut


“aada apa tuh bu?” Tanya zaskia


“entah, kita lihat saja” balas bu


jelita mengajak zaskia kea rah sumber suara


“wanita kemarin yang bilang


sebagai pemilik tanah ini” kesal yama


“oh” rani mengangguk


“ada apa ini?” Tanya zaskia


menginterupsi


Yama yang melihat kedatangan


zaskia langsung mengeluarkan uneg-unegnya yang sedari ia tahan


“kamu yang beli tanah milikku?’


Tanya yama kesal


Zaskia tersenyum “kalau ia


kenapa?” Tanya zaskia


“kau gak tahu seberapa susahnya


aku dapat tanah itu” yama menunjuk kea rah zaskia


“masa bodoh! Salah sendiri buat


aku kesal karena kelakuan om yang sudah ganggu panti ini” balas zaskia


“kembalikan tanah itu! Akan aku


bayar 2 kali lipat” ucap yama


“kalau aku gak mau, kamu mau


bilang apa?” Tanya zaskia


“kau!” tunjuk yama


“uncle!” seru viko yang datang


bersama Rio membawa beberapa bingkisan


Yama menoleh “viko” panggil yama


terkejut akan kehadiran orang yang di kenalnya


Viko menghampiri yama “uncle


ngapain ada di sini?” Tanya viko


“kamu ngapain di sini?” Tanya


yama yang masih terkejut


“ah ini panti, milik temen viko”


viko menunjuk zaskia “itu teman viko” ucap viko


Yama menunjuk zaskia “dia teman


kamu?” Tanya yama yang di hadiahi tatapan tak suka dari zaskia


Singkat kata, viko menjelaskan


perihal panti ini pada yama, dan tentang zaskia


“lebih baik uncle nyerah saja


deh, sahabat aku tuh orangnya gak mau kalah. Salah-salah dia minta para


pengawalnya buat libas uncle” ucap viko yang memang tahu betul asal-usul zaskia


karena zskia tak pernah menutupi apapun dari viko dan Rio


“tapi dia udah rebut tanah yang


susah payah uncle perjuangin viko” balas yama


“ya terserah om sih, viko Cuma


kasih peringatan saja, karena percuma uncle lawan pewarin One Group, yang jelas


perusahaan uncle bukan apa-apa. Perusahaan viko yang di atas uncle saja kalah


sama milik zaskia” balas viko memilih menghampiri para sahabatnya yang sedang


bercanda dengan anak-anak panti


“gimana sekolah kalian?” Tanya


viko


“sekolah kami baik kak” balas


Hana salah satu penghuni panti


“kata kak Rio kakak sama


teman-teman kakak lagi ada acara di sini ya?” Tanya Roni


“iya” balas viko mengusap kepala


Rino


Yama melihat heran kea rah para


kumpulan orang di sana “kamu sering ke sini viko?” Tanya yama


“ya cukup sering” balas viko


“mamimu tahu?” Tanya yama lagi


“tentu saja, kadang papi juga


nitip hadiah untuk mereka” balas viko


“kalau kamu Rio, orang tua kamu


tahu juga?” Tanya Yama yang mengenal Rio karena Rio adalah salah satu kerabat


jauh Yama dari pihak ibunya


***


Prastyo dan Sita melalukan diving


ke bawah laut, menikmati wisata bahari yang memukaukan mata bagi mereka berdua.


Mereka juga menyempatkan berfoto cukup banyak di sana


“ah capek ya sayang” ucap sita


bergelanjut manja di lengan prastyo


“ya sudah mandi dan istrirahat”


prastyo menuntun sita untuk membersihkan diri, dan merbahkan tubuh mereka di


atas ranjang


“hubby, ponselnya bunyi” ucap


sita


Prastyo melirik ponselnya “biarin


saja” balas prastyo


“kalau penting gimana?” Tanya


sita


“gak ada yang lebih penting dari


dirimu” balas prastyo


Ponsel prastyo masih terus


berbunyi “boleh sita yang angkat?” Tanya sita pelan


“boleh saja” prastyo memilih


membaringkan tubuhnya di sisi ranjang


“halo” sapa sita saat mengangkat


panggilan yang di tujukan untuk prastyo


“halo” balas pria di seberang


telpon


“bisa bicara dengan tyo?” Tanya


pria tersebut


Sita melirik prastyo untuk


bertanya tapi prastyo hanya menggeleng “ dia sedang tidur, mungkin kelelahan,


maklum masih bulan madu” ucap sita


Pria tersebut tersenyum “kalian


bulan madu di mana?” Tanya pria tersebut


Sita mengernyitkan dahinya


“kenapa anda bertanya?” Tanya balik sita


“ah maaf, hanya penasaran saja”


balas pria tersebut


“anda ada perlu apa dan siapa?


Biiar nanti saya sampaikan pesan anda pada suami saya setelah suami saya


bangun” ucap sita


“saya Jonas, Jonas Andrian” balas


pria tersebut


“deg” hati sita serasa di remas


mendengar nama itu, tentu sita tahu nama itu nama seseorang yang pernah mengisi


hari-hari suaminya, kakak dari kakak iparnya


Sita menghela nafas “anda


kakaknya kak Riska?” Tanya sita


“kok kamu tahu?” Tanya Jonas


“tentu saja tahu, nama belakang


kalian kan sama” bals sita mencoba mengontrol emosinya


Prastyo yang mendengar nama Jonas


jadi berbalik menatap istrinya. Prastyo berusaha mengambil ponselnya tapi sita


menahan dengan tangannya


Jonas terkekeh “kau tahu masa


lalu suamimu rupanya?” tannya Jonas


“kalau ia kenapa?” Tanya sita


“dia bersamaku selama 7 tahun”


ucap Jonas lirih


“istrinya sekarang adalah aku”


sita kembali menghela nafas “aku paling tidak suka ada yang mengusik milikku,


jika kau coba masuk ke dalam hidup suamiku hanya untuk mengacau sesuatu yang


sudah aku bangun dengan susah payah, maka kau akan menyesalinya” ungkap sita


membuat prastyo menelan salivanya kasar


“apa kau mengancamku?” Tanya


Jonas


“tidak, aku hanya mengingatkanmu!


Adik anda jelas mendukung saya” ucap sita dengan bangga “dan jika kau mengusik


suamiku, maka aku bisa meminta kakak iparku untuk menghabisi anda. Dan anda


tahu betul kan bagaimana sepak terjang kakak iparku. Dan aku pastikan adik


kesayangan anda takan pernah mencoba membantu anda” ucap sita


“wah ternyata tyo dapat wanita


singa” ucap Jonas dengan kekehan


“kau mengataiku singa” kesal sita


“jangan khawatir nona, aku hanya


sebatas ingin tahu kehidupannya, aku tak ingin mengganggu dia sama sekali.  Dengan aku yakin dia mendapat pasangan yang


benar-benar menerimanya bisa membuatku tenang dan bernafas lega” Jonas


tersenyum walaupun senyum itu tak dapat di lihat oleh sita “sampaikan pda


suamimu aku minta maaf, dan selamat atas pernikahan kalian aku doakan kalian


bahagia dan punya banyak keturunan” ucap Jonas mengakhiri panggilannya


Sita hanya menatap bingung kea


rah ponsel suaminya “aneh” gumam sita


“apa dia berkata yang aneh-aneh


sayang” ucap prastyo mulai panic “denger sayang aku gak tahu kenapa dia


menghubungiku, aku dan dia gak ada hubungan apa-apa lagi. Sumpah” ucap prastyo


mengangangkat tangan membentuk huruf V


Sita tersenyum “sita percaya


hubby” ucap sita mengusap lengan prastyo


“dia bicara apa?” Tanya prastyo


“katanya selamat untuk pernikahan


kita dan dia mendoakan kita bahagia dan punya banyak anak” balas sita


“beneran?” Tanya prastyo


“iya, katanya dia jadi bisa


melanjutkan hidupnya setelah melihat hubby sudah punya pasangan yang baik”


balas sita


Prastyo memeluk sita “syukurlah”


gumam prastyo


“kalau gitu, ayo lanjut bikini


temen buat keponakan-keponakan om” ajak sita menggerlingkan matanya


“ayok” balas prastyo dengan


semangat