
Setelah meminta asisten keluarga
kakeknya beraksi zskia main dengan anak-anak panti dengan bahagia
“makanannya sudah matang nak”
ucap bu jelita
“iya bu” balas zaskia bergegas
masuk ke dalam panti
Zaskia dan penghuni panti makan
bersama di ruang tamu yang sudah tersusun makanan di sana
“apa ayahmu mengabaikanmu lagi?”
Tanya bu jelita setelah zaskia selesai makan
“ibu tahu saja” kekeh zaskia
“yang sabar ya nak” pinta ibu
jelita
“zaskia sudah biasa kok bu” balas
zaskia
“mau tidur di sini?” Tanya bu
jelita
“iya bu” balas zaskia
“oh ya nak, maaf ya kalau kamu
tadi harus ketemu pria itu, ibu sudah peringatkan berkali kali tapi dia masih
ngeyel ke sini” ucap bu jelita
“jadi dia sering kesini?” Tanya
zaskia
“iya nak” balas bu jelita
“ibu tenang saja, zaskia akan
mengatas pria itu” balas zaskia tersenyum
***
“ di mana nona kalian?” Tanya
Yama dengan kesal
“Rina mengerutkan keningnya
“nona? Nona yang mana?” Tanya Rani masih tak paham apa yang di cari Yama
“tinggal bilang saja dimana
perempuan itu!” kesal Yama
Zaskia yang sedang bermain dengan
anak-anak panti pun teralihkan perhatiannya karena mendengar suara rebut-ribut
“aada apa tuh bu?” Tanya zaskia
“entah, kita lihat saja” balas bu
jelita mengajak zaskia kea rah sumber suara
“wanita kemarin yang bilang
sebagai pemilik tanah ini” kesal yama
“oh” rani mengangguk
“ada apa ini?” Tanya zaskia
menginterupsi
Yama yang melihat kedatangan
zaskia langsung mengeluarkan uneg-unegnya yang sedari ia tahan
“kamu yang beli tanah milikku?’
Tanya yama kesal
Zaskia tersenyum “kalau ia
kenapa?” Tanya zaskia
“kau gak tahu seberapa susahnya
aku dapat tanah itu” yama menunjuk kea rah zaskia
“masa bodoh! Salah sendiri buat
aku kesal karena kelakuan om yang sudah ganggu panti ini” balas zaskia
“kembalikan tanah itu! Akan aku
bayar 2 kali lipat” ucap yama
“kalau aku gak mau, kamu mau
bilang apa?” Tanya zaskia
“kau!” tunjuk yama
“uncle!” seru viko yang datang
bersama Rio membawa beberapa bingkisan
Yama menoleh “viko” panggil yama
terkejut akan kehadiran orang yang di kenalnya
Viko menghampiri yama “uncle
ngapain ada di sini?” Tanya viko
“kamu ngapain di sini?” Tanya
yama yang masih terkejut
“ah ini panti, milik temen viko”
viko menunjuk zaskia “itu teman viko” ucap viko
Yama menunjuk zaskia “dia teman
kamu?” Tanya yama yang di hadiahi tatapan tak suka dari zaskia
Singkat kata, viko menjelaskan
perihal panti ini pada yama, dan tentang zaskia
“lebih baik uncle nyerah saja
deh, sahabat aku tuh orangnya gak mau kalah. Salah-salah dia minta para
pengawalnya buat libas uncle” ucap viko yang memang tahu betul asal-usul zaskia
karena zskia tak pernah menutupi apapun dari viko dan Rio
“tapi dia udah rebut tanah yang
susah payah uncle perjuangin viko” balas yama
“ya terserah om sih, viko Cuma
kasih peringatan saja, karena percuma uncle lawan pewarin One Group, yang jelas
perusahaan uncle bukan apa-apa. Perusahaan viko yang di atas uncle saja kalah
sama milik zaskia” balas viko memilih menghampiri para sahabatnya yang sedang
bercanda dengan anak-anak panti
“gimana sekolah kalian?” Tanya
viko
“sekolah kami baik kak” balas
Hana salah satu penghuni panti
“kata kak Rio kakak sama
teman-teman kakak lagi ada acara di sini ya?” Tanya Roni
“iya” balas viko mengusap kepala
Rino
Yama melihat heran kea rah para
kumpulan orang di sana “kamu sering ke sini viko?” Tanya yama
“ya cukup sering” balas viko
“mamimu tahu?” Tanya yama lagi
“tentu saja, kadang papi juga
nitip hadiah untuk mereka” balas viko
“kalau kamu Rio, orang tua kamu
tahu juga?” Tanya Yama yang mengenal Rio karena Rio adalah salah satu kerabat
jauh Yama dari pihak ibunya
***
Prastyo dan Sita melalukan diving
ke bawah laut, menikmati wisata bahari yang memukaukan mata bagi mereka berdua.
Mereka juga menyempatkan berfoto cukup banyak di sana
“ah capek ya sayang” ucap sita
bergelanjut manja di lengan prastyo
“ya sudah mandi dan istrirahat”
prastyo menuntun sita untuk membersihkan diri, dan merbahkan tubuh mereka di
atas ranjang
“hubby, ponselnya bunyi” ucap
sita
Prastyo melirik ponselnya “biarin
saja” balas prastyo
“kalau penting gimana?” Tanya
sita
“gak ada yang lebih penting dari
dirimu” balas prastyo
Ponsel prastyo masih terus
berbunyi “boleh sita yang angkat?” Tanya sita pelan
“boleh saja” prastyo memilih
membaringkan tubuhnya di sisi ranjang
“halo” sapa sita saat mengangkat
panggilan yang di tujukan untuk prastyo
“halo” balas pria di seberang
telpon
“bisa bicara dengan tyo?” Tanya
pria tersebut
Sita melirik prastyo untuk
bertanya tapi prastyo hanya menggeleng “ dia sedang tidur, mungkin kelelahan,
maklum masih bulan madu” ucap sita
Pria tersebut tersenyum “kalian
bulan madu di mana?” Tanya pria tersebut
Sita mengernyitkan dahinya
“kenapa anda bertanya?” Tanya balik sita
“ah maaf, hanya penasaran saja”
balas pria tersebut
“anda ada perlu apa dan siapa?
Biiar nanti saya sampaikan pesan anda pada suami saya setelah suami saya
bangun” ucap sita
“saya Jonas, Jonas Andrian” balas
pria tersebut
“deg” hati sita serasa di remas
mendengar nama itu, tentu sita tahu nama itu nama seseorang yang pernah mengisi
hari-hari suaminya, kakak dari kakak iparnya
Sita menghela nafas “anda
kakaknya kak Riska?” Tanya sita
“kok kamu tahu?” Tanya Jonas
“tentu saja tahu, nama belakang
kalian kan sama” bals sita mencoba mengontrol emosinya
Prastyo yang mendengar nama Jonas
jadi berbalik menatap istrinya. Prastyo berusaha mengambil ponselnya tapi sita
menahan dengan tangannya
Jonas terkekeh “kau tahu masa
lalu suamimu rupanya?” tannya Jonas
“kalau ia kenapa?” Tanya sita
“dia bersamaku selama 7 tahun”
ucap Jonas lirih
“istrinya sekarang adalah aku”
sita kembali menghela nafas “aku paling tidak suka ada yang mengusik milikku,
jika kau coba masuk ke dalam hidup suamiku hanya untuk mengacau sesuatu yang
sudah aku bangun dengan susah payah, maka kau akan menyesalinya” ungkap sita
membuat prastyo menelan salivanya kasar
“apa kau mengancamku?” Tanya
Jonas
“tidak, aku hanya mengingatkanmu!
Adik anda jelas mendukung saya” ucap sita dengan bangga “dan jika kau mengusik
suamiku, maka aku bisa meminta kakak iparku untuk menghabisi anda. Dan anda
tahu betul kan bagaimana sepak terjang kakak iparku. Dan aku pastikan adik
kesayangan anda takan pernah mencoba membantu anda” ucap sita
“wah ternyata tyo dapat wanita
singa” ucap Jonas dengan kekehan
“kau mengataiku singa” kesal sita
“jangan khawatir nona, aku hanya
sebatas ingin tahu kehidupannya, aku tak ingin mengganggu dia sama sekali. Dengan aku yakin dia mendapat pasangan yang
benar-benar menerimanya bisa membuatku tenang dan bernafas lega” Jonas
tersenyum walaupun senyum itu tak dapat di lihat oleh sita “sampaikan pda
suamimu aku minta maaf, dan selamat atas pernikahan kalian aku doakan kalian
bahagia dan punya banyak keturunan” ucap Jonas mengakhiri panggilannya
Sita hanya menatap bingung kea
rah ponsel suaminya “aneh” gumam sita
“apa dia berkata yang aneh-aneh
sayang” ucap prastyo mulai panic “denger sayang aku gak tahu kenapa dia
menghubungiku, aku dan dia gak ada hubungan apa-apa lagi. Sumpah” ucap prastyo
mengangangkat tangan membentuk huruf V
Sita tersenyum “sita percaya
hubby” ucap sita mengusap lengan prastyo
“dia bicara apa?” Tanya prastyo
“katanya selamat untuk pernikahan
kita dan dia mendoakan kita bahagia dan punya banyak anak” balas sita
“beneran?” Tanya prastyo
“iya, katanya dia jadi bisa
melanjutkan hidupnya setelah melihat hubby sudah punya pasangan yang baik”
balas sita
Prastyo memeluk sita “syukurlah”
gumam prastyo
“kalau gitu, ayo lanjut bikini
temen buat keponakan-keponakan om” ajak sita menggerlingkan matanya
“ayok” balas prastyo dengan
semangat