Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
berusaha sekuat tenaga (season 2)



***


Askar berjalan berdamping dengan levi dengan terus memberikan arahan pada Levi. Levi terus mendengarkan dengan seksama semua apa yang di ucapkan askar “kamu paham kan?” Tanya askar


“paham tuan. Nanti akan saya laksanakan semua perintah tuan” balas levi mengangguk


Askar dan levi berjalan menuju ruangan askar yang baru


“selamat pagi pak” suara seorang wanita membungkuk dari arah meja sekertaris


Askar menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara “kamu!” tunjuk askar dengan raut muka terkejut dan bercampur kesal


“pagi pak, perkenalkan nama saya Syakia Betharia Gani, biasa di panggil syakia, mulai hari saya akan menjadi  sekertaris anda yang baru” ucap syakia memperkenalkan dirinya dengan posisi barunya pada Askar


Askar menoleh ke arah levi dengan telunjuk tangannya yang tetap mengarah pada syakia  “apa maksudnya ini!” bentak askar pada Levi asisten nya


“maaf tuan, ini perintah langsung dari tuan viko, katanya mulai hari ini nona syakia akan menjadi sekertaris anda dan itu hanya berlangsung selama satu bulan saja” balas levi menunduk takut


Askar langsung berjalan menjauh, merogoh ponselnya disaku celananya untuk menghubungi kakaknya “kakak!” teriak askar saat telponnya tersambung


viko langsung menjauhkan ponselnya mendengar suara askar  adiknya yang begitu melengking dan memekakkan telinga “biasa saja askar, gak usah teriak-teriak” balas viko


“ya kakak ngapain jadiin wanita itu sekertaris askar" kesal askar


“dia bilang Cuma sebulan karena bulan depan dia akan urus perusahaan papinya yang ada di amerika. Dia kerja di sini Cuma buat latihan askar, karena dia kan belum pernah terjun sama sekali  di perusahaan. Kakak gak enak sama orang tuanya jika menolak” balas viko yang memang merasa tak enak hati dengan orang tua syakia yang memang kenal baik dengan kedua orang tuanya dan bahkan peusahaan keluarga mahardika memiliki kerjasama bisnis dengan perusahaan keluarga syakia


“tapi gak harus jadi sekertaris aku kan kak? Jadi sekertaris kakak kan bisa” balas askar tak ingin syakia menjadi sekretarisnya


“kerjaan kakak kan banyak dan cukup penting lagian kakak sudah ada dua sekertaris kalau kamu kan hanya punya levi jadi tinggal suruh syakian bantu kerjaan levi saja” balas viko


“emang kerjaan askar gak penting, dia kan ceroboh kak” kesal askar


“Syakia sudah janji sama kakak akan bekerja dengan baik dan dia juga janji sama kakak akan di terima di pecat jika pekerjaannya tidak benar. Jadi kamu bisa pecat dia kalau kerjaannya gak bagus “ askar hanya diam saja tak mampu membalas ucapan kakaknya


Viko yang paham pikiran adiknya menghela nafas panjang “bersabarlah sebentar askar, ini hanya satu bulan saja.  satu bulan dari sekarang kau akan benar-benar terbebas darinya. Aku dengar dari ayah syakia kalau syakia janji pada orang tuanya akan menuruti keinginan orang tuanya untuk tinggal di amerika dan akan terima di jodohkan jika tak bisa menarik hatimu selama kurun waktu satu bulan ini” jelas viko


“itu benar kak?” Tanya askar semangat


“oke deh askar paham” askar berjalan menuju ruangannya


Langkah askar terhenti di depan syakia “ingat janji kamu ya, satu kesalahan saja kau pasti  ku pecat” ucap askar dengan lantang


“baik pak” balas syakia menunduk hormat pada askar


Askar bergegas masuk ke dalam ruangannya, sedangkan levi masih berdiri di depan meja syakia yang berada tepat di depan ruangan askar


levi menarik tumpukan map yang ada di meja syakia dan menunjukkannya pada syakia “ini, semua rencana jadwal tuan askar, kamu rapihkan dan hubungi orang-orang disini untuk membuat janji” levi menunjuk tumpukan buku di atas meja “nomornya ada di situ, jika ada masalah konfirmasi ke saya jangan ke tuan askar” ucap levi memberi arahan pada syakia tentang pekerjaan yang harus di dilaksanakannya


“iya kak levi” balas syakia dengan tersenyum


levi menghela nafas panjang “kamu tuh nekat banget sih syakia, sudah tahu tuan gak suka kamu, bertahun-tahun loh kamu sudah berusaha kejar dia, semenjak SMA bukan? Dan gak ada respon sama sekali dari tuan askar.  Masih betah saja kamu ngejar dia ” ucap levi tak percaya syakia masih betah mengejar cinta askar


“emang bener aku suka dia sejak SMA, namanya usaha kak, ya gak papa kalau gak berhasil yang penting kan udah usaha dari pada diam saja” kekeh syakia


“padahal kamu cantik, pasti banyak yang suka kamu, jangan menunggu orang yang mengabaikan kamu terus, itu hanya bikin sakit hati” nasehat levi


“satu bulan adalah batasku untuk menunggu kak, nanti setelah satu bulan aku akan benar-benar menyerah dan akan terima di jodohkan oleh papi” balas syakia


“ya sudah, terserah kamu saja. Aku Cuma kasihan sama kamu. Wanita secantik dan sepintar kamu selalu di bentak-bentak tuan askar” ucap levi merasa menyayangkan wanita secantik, sebaik dan sepintar syakia selalu di marah oleh askar karena selalu mengejarnya


“gak masalah kok kak, walaupun dia marah-marah terus padaku, aku tetap suka dia” balas syakia


"terserah kamu saja deh, susah bilangin orang yang sudah kena penyakit cinta buta. seisi dunia berasa gelap dan hanya satu orang yang begitu terang di matamu. dan jangan lupa pekerjaanmu" levi meninggalkan syakia menuju ruangannya, baginya percuma menasehati orang yang tak ingin di nasehati


"iya kak, aku akan mengerjakan semuanya, pokoknya beres deh" balas syakia


syakia mulai mengerjakan pekerjaannya dengan cepat  dan begitu fokus


di dalam ruangannya askar sedang mengumpat tak jelas "ngapain juga dia di sini, makin berulah pasti dia, kemana-mana selalu ngikutin aku sekarang malah jadi sekertaris ku makin banyak waktu yang harus aku habiskan bersamanya dong" gerutu askar sambil berjalan bolak-balik seperti setrikaan karena kesal akan syakia yang bekerja di perusahaannya dan menjadi sekretarisnya


askar menaruh tangannya di dagu "tapi tadi kakak bilang dia akan ke amerika" askar merubah wajahnya menjadi tersenyum dan duduk di sofa ruang kerjanya "dengan phobia nya, dia pasti tidak akan kembali ke Indonesia kalau sudah berangkat ke Amerika" askar tersenyum senang "setidaknya aku bisa lah sabar sebulan untuk dia di sini, sembilan tahun saja aku bisa, kenapa satu bulan gak bisa" gumam askar


"aku pasti akan bersabar untukmu kali ini, setelah itu menjauh lah dari hidupku dan jangan pernah kembali dalam hidupku" gumam askar dengan senyum smirknya