
***
Acara klub fotografi kampus viko
pun di mulai, viko bersama teman-temannya yang berjumlah 10 orang memutuskan
menyewa sebuah vila agar lebih nyaman dan lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan mereka
“viko kamu bawa bahan masakan ke dapur ya” ucap Zafar
“iya” balas viko membawa bahan-bahan yang mereka bawa dari rumah ke dalam kulkas di dapur
“viko nanti bantuin aku masak
ya" pinta daren
“iya” balas viko
“nanti setelah kamu selesai tata
barang-barang di kamar kita masak ya” ucap daren
“oke” setelah selesai menata
belanjaan viko masuk ke kamarnya dan meletakan pakaian-pakaian di dalam lemari yang sudah dibagi-bagi sesuai dengan jumlah orang dalam kamar. Setiap kamar
berisi 3 orang karena di dalam vila ada 4 kamar ada yang 2 orang dan ada yang 3 orang dalam satu kamar
viko, rio dan daren tinggal dalam satu kamar
Viko berjalan ke dapur untuk
membantu daren memasak,
ya di dalam klub mereka hanya daren yang bisa memasak karena
hanya dirinya yang tinggal seorang diri karena keluarganya yang berada di luar negeri membuatnya mau tak mau belajar memasak karena dia tinggal di apartemen
seorang diri, sedangkan teman-teman kebanyakan tidak bisa memasak karena tinggal bersama orang tua
“wah, yang masak pria semua” ucap viko menghampiri daren, zafar dan Rio yang sedang berkutat di dapur
“iya, tuh anak perempuan pada
males-males, di suruh ikut masak malah bilang mending pesen di luar saja kalau di suruh masak, gak biasa di dapur katanya" balas daren
“terus mereka mau pesen gitu?”
Tanya viko yang mengambil sayuran yang ada di meja untuk di potong-potong
“ah biarin saja mau mereka beli
atau gak, yang penting aku sudah masak banyak untuk kita semua” balas daren
teman viko yang belum bergabung menghampiri viko dan yang lain “oh ya viko, katanya zaskia mau ikut tapi aku gak lihat dia” Tanya Joff yang memang menaruh hati pada zaskia sahabat viko
“gak tahu, aku belum nanya lagi
sama dia” sahut viko
“oh ya viko, boleh aku Tanya” Tanya Joff
“apa? Tanya saja” balas viko yang
masih konsen membantu daren memotong sayuran
“apa hubunganmu dengan zaskia?”
Tanya Joff
“hubunganku dengannya? ” viko Nampak berpikir “kami bersahabat baik dan itu terjadi semenjak kami masih SMA” balas viko
“apa kau tak menaruh hati
padanya?” Tanya Joff lagi
Viko mengedikkan bahunya “aku tak pernah memikirkannya karena konsen dengan kuliahku tapi bagiku dia orang yang
berharga untukku” balas viko jujur
Joff tertunduk lesu mendengar
jawaban viko “padahal aku ingin mendekatinya tapi kalau kau lawanku jadi sulit deh” joff menekuk wajahnya lesu, karena merasa minder jika bersaing dengan viko yang jelas lebih kaya, pintar dan tentunya lebih tampan
Viko langsung menepuk bahu joff
“hei, kalau mau dekati ya dekati saja” ucap viko tersenyum ke arah joff
joff mendongak “kau tak masalah?” Tanya joff
langsung mengembangkan senyumnya
“tentu saja tak masalah dengan
siapapun zaskia dekat itu adalah haknya, aku tak ada hak ikut campur dengan urusan pribadinya” viko menatap tajam ke arah joff “tapi..." viko merubah tatapannya menjadi dingin dan tegas "jika kau sampai main-main dengannya akan ku pastikan mematahkan lengan dan kakimu” ucap viko memberikan peringatan untuk joff sahabatnya
“idih ngeri amat kamu viko” ucap
joff bergidik ngeri
“iya lah, dia kan sahabat terbaikku jadi aku harus melindunginya dari laki-laki playboy sepertimu” ucap
viko memasukan mentimun utuh ke mulut joff
" terus apa namanya? kalau setiap hari kamu ganti cewe ke kampus? " balas viko
"itu karena mereka minta tumpangan" balas joff
"alasan saja" sahut viko
“drrrrttttt” ponsel viko bergetar
dan viko bergegas memeriksanya
“eh zaskia nelpon aku, aku angkat
dulu ya” ucap viko menunjukkan ponselnya yang tertera nama best friend kepada teman-temannya
“iya” balas teman-teman viko mengangguk
Viko berjalan ke arah taman untuk
mengangkat panggilan dari zaskia
“ada apa zas?” Tanya viko
“kamu sudah di puncak?” Tanya
zaskia
“sudah, barusan aku bantuin daren
masak untuk makan malam kita, kenapa?” Tanya viko
“aku pengen nyusul kamu” balas
zaskia
“katanya kamu mau ikut liburan
sama orang tua kamu?” Tanya viko
“gak jadi, mereka sibuk” balas
zaskia ketus
viko menghela nafas, sudah kesekian kalinya kalau zaskia tidak jadi liburan bersama orang tuanya “ya sudah, kebetulan kami
menginap di villa yang dekat villa kamu, kamu kesini saja” balas viko yang tahu vila di sebelah vila yang ia tempati adalah milik zaskia karena viko beberapa kali mampir di vila zaskia
“iya, setelah aku sampai aku akan
mampir ke villa tempat kau menginap” balas zaskia
“oke” balas viko mengakhiri panggilannya
Viko kembali masuk dapur untuk
melanjutkan acara memasaknya “apa kata zaskia?” Tanya Rio
“dia sedang perjalanan ke sini”
balas viko melanjutkan pekerjaan yang tadi sedang ia kerjakan
“dia akan menginap di sini?”
Tanya Rio yang agak khawatir karena kelompok cewe tidak suka dengan zaskia
“aku tahu yang kau khawatirkan,
villanya di sebelah, jadi dia hanya berkunjung saja” balas viko
Rio menghela nafas “syukur deh”
rio memang peduli dengan zaskia karena rio, zaskia dan viko berteman baik semenjak
SMA bahkan saat SMA mereka selalu sekelas, tapi saat kuliah mereka semua mengambil jurusan yang berbeda tetapi pertemanan mereka tetap terjalin dengan
baik sampai sekarang
“kalian bertiga bersahabat
semenjak SMA ya?” Tanya daren
“iya” balas viko dan Rio serempak
“untuk itu jika kau macam-macam
dengan zaskia gak Cuma viko saja yang akan patahkan tangan dan kakimu aku juga akan membantu mematahkan tanganmu”
sahut Rio
Joff bergidik ngeri dengan ancaman Rio dan Viko
"emang kamu bisa matahin tangan joff" ucap daren melirik tubuh Rio
beni terkekeh "iya juga, badan krempeng kaya gitu mana bisa lawan joff yang badannya gede, kalau viko jelas bisa karena badan mereka hampir sama, dan jelas kita semua tahu dia jago taekwondo" ucap Beni
Rio menggaruk tengkuknya yang tak gatal " ya makanya aku bilang bantuin, kalau aku sendiri yang maju jelas kalah dong, tapi kalau bantu viko jelas bisa banget" kekeh Rio
"jangan khawatir, aku gak akan main-main kok sama zaskia, aku beneran tertarik dengannya, saat aku bisa bersamanya pasti aku akan menjadikan dia satu-satunya" balas Joff
"terserah kau saja" sahut viko