Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
curiga



Aira mulai memillih susu hamil yang bisa ia minum dulu saat hamil viko. dulu saat aira hamil viko dia kesulitan makan dan minum, jadi aira memperbanyak minum susu dan vitamin agar tetap kuat saat hamil yang kebetulan saat itu ia juga tetap bekerja


“emmm ini” aira mengambil 2 kotak susu  meletakkan kotak susu tersebut dalam troli


Dylan yang mengikuti aira di belakang menambahkan beberapa kotak lagi untuk persedian dengan hati-hati agar tak diketahui aira, Begitupun perlengkapan yang lain yang di ambil aira, dylan tambahkan tanpa sepengetahuan aira


“ah, boleh ambil camilan kan bang?” tanya aira dengan cepat menoleh ke belakang


“boleh” balas Dylan


Aira tersenyum senang tapi kemudian aira memicingkan matanya melihat isi trolinya yang begitu banyak “perasaan aira ngambilnya sedikit kenapa sudah sebanyak ini?” gumam aira memijit pelipisnya melihat isi trolinya yang penuh


Aira menatap tajam kearah Dylan “abang yang nambahin ya?” tanya aira tajam


Dylan terkekeh “iya ra, biar sekalian, jadi gak perlu bolak-balik” balas Dylan


“mentang-mentang, sekarang banyak uang ya” ejek aira mencubit pinggang suaminya


Dylan mengaduh lalu menahan tangan aira dan menggenggam tangan aira erat  “perasaan abang, walaupun dulu uang abang gak banyak, abang gak pernah perhitungan sama kamu deh ra” balas Dylan memprotes kata-kata aira


“iya ya bang” balas aira terkekeh engingat memang suaminya yang selalu membelikan apa yang aira ingin, dan meminta dirinya tak memakai uang pribadinya  selagi Dylan masih ada uang


aira mengalungkan tangannya ke elngan dylan “bang pengen es krim” pinta aira


“ya sudah ayok, ambil” balas Dylan mengajak aira ke stand es krim


***


Dylan menurunkan belanjaannya dan meminta pelayan rumahnya untuk membawanya masuk ke dalam


“ayo ra”ajak Dylan menggandeng tangan aira erat untuk masuk ke dalam rumah


Mereka berjalan berdampingan memasuki rumah dengan saling melempar senyuman


“asyiknya yang jalan berdua gak ingat anak” ucap mami Diana


dylan dan aira menengok ke arah sumber suara “mami” teriak Dylan dan aira bersamaan


Dylan berlari memeluk maminya “mami pulang kok gak ngabarin Dylan?” tanya Dylan


“mami pengen bikin kejutan buat kamu “ balas mami Diana melerai pelukan anaknya itu


“gimana kehamilan kamu sayang?” tanya mami Diana memeluk aira


“baik mi “ balas aira


“mami pulang sama siapa?” tanya aira


“sama tante jenny, dia sedang tidur di kamar” balas mami Diana melirik kamar tamu yang berada di lantai atas


“tante jenny nginep sini?” tanya aira


“iya sayang, kasian dia, pasti capek kalau haus pulang ke rumahnya setelah anter mami, jadi mami suruh tante jeny nginep" balas mami diana


“ya sudah mi, aira siapin makan malam dulu ya” ucap aira berniat ke dapur


“gak perlu sayang, tadi mami sudah pesan makan di restoran kesukaan mami, kamu pasti capek, istirahat saja. Nanti turun saat jam makan malam saja” balas mami  Diana


“iya mi, mami juga istirahat ya” balas aira


Aira menoleh kearah viko “jangan bikin oma capek ya sayang” pinta aira mengecup kening viko


“iya mi” balas viko


***


Dylan menggandeng tangan aira turun ke bawah menuju meja makan, dan sudah ada mami diana dan viko di sana menunggu kedatangan mereka


“sini aira” pinta mami Diana saat melihat kedatangan aira dan dylan


“iya mi” aira duduk dekat mami Diana sesuai keinginan mama mertuanya


“aira, kamu jangan tidur di lantai  atas ya, kasihan kamu kan sedang hamil” ucap mami Diana


“iya mi, abang juga sudah bilang gitu ke aira” balas aira


“iya mi, Dylan masih suruh orang dekor kamar dulu, abis itu baru kita pindah kamar” ucap Dylan


“oh pantesan kamar sebelah terlihat kosong” balas mami Diana


“oma, hadiah viko mana? Katanya mau kasih viko hadiah?” tanya viko


“tante jenny mana mi?” tanya aira tak mendapati tante jenny di meja makan


“di kamar, katanya masih ngantuk, nanti dia turun kalau sudah lapar” balas mami Diana


“oh begitu” balas aira mengangguk


Mereka makan dalam diam dan hanya terdengar suara sendok saling bersautan


***


Semua keluarga berkumpul, melihat viko yang asyik bermain dengan mainan barunya yang di belikan mami Diana dari jerman


“oh ya Dylan, mami dengar dari om bagas papimu memberikan semua asetnya padamu?” tanya mami Diana


“iya mi” balas Dylan


“terus papimu tinggal dimana sekarang ? Soalnya mami dengar papimu tidak tinggal di rumah lama” tanya mami Diana


"emangnya mami gak telfon dia?" tanya dylan


mami diana menggeleng "tidak" balas mami diana


“dia tinggal di villa yang ada di puncak katanya ingin mencari udara segar di sana” balas Dylan


“lalu siska dimana?” tanya mami Diana


“gak tahu, mungkin dengan anaknya” balas Dylan


“kamu beneran mengusirnya?” tanya mami Diana


“iya, Dylan gak suka cara bicaranya, dia yang numpang hidup tapi seolah aku yang merebut segalanya darinya” balas Dylan


“hati-hati Dylan, mami tahu betul sifatnya. Dia pasti akan balas dendam padamu” ucap mami Diana memperingati


“iya mi, Dylan tahu, makanya Dylan sudah siapin bodyguard untuk viko dan aira. Nanti dylan juga siapain untuk mami “ ucap Dylan


“gak perlu sayang, om kamu sudah nyiapin buat mami” balas mami Diana yang di beritahu tuan bagas kalau akan mengirimkan bodyguard untuknya


“om bagas?” tanya Dylan memastikan


“iya  sayang” balas mami Diana


dylan menautkan kedua alisnya “sebenarnya mami ada hubungan apa sih sama om bagas” tanya Dylan mulai penasaran


Mami Diana mulai gugup dengan pertanyaan dylan


aira melihat raut muka mami diana“bang” panggil aira memperingati


Dylan melihat ke arah  viko “maaf ra” ucap Dylan


“viko sayang, main di kamar ya” pinta aira


“iya mi”balas viko


Viko berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas dengan membawa semua mainan baru miliknya


“mami ada hubungan apa sama om bagas?” tanya Dylan


“kok kamu nanya gitu? Selama ini kamu juga gak pernah nanya hal ini?” tanya mami Diana


“ya dulu Dylan mikirnya mami temenan sama om bagas, karena keluarga mami dan keluarga om bagas sudah kenal lama. Tapi makin kesini makin ngerasa aneh aja” balas Dylan


“aneh gimana?” tanya mami Diana


“setahu Dylan om bagas punya wanita yang dekat dengannya dan dia juga orang yang sangat baik bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita tapi entah kenapa, semua wanita yang dekat dengan om bagas


bilang kalau mereka bukan wanita yang ada di dihati om bagas dan hanya pelampiasan saja , makanya wanita


yang dekat dengan om bagas membencinya. Tapi kenapa kalau sama mami om bagas sangat baik. Bahkan sama Dylan saja om bagas baik banget sama Dylan tapi sama david yang jelas-jelas anak kandungnya, mereka sangat menjaga jarak” jelas Dylan


Mami Diana mulai gugup menyatukan tangannya dan memaksakan senyumnya “itu hanya perasaan kamu saja nak. kami hanya teman sejak kecil” ucap mami Diana


dylan menyipitkan matanya “yang benar?” tanya Dylan


Aira melihat ada yang kurang nyaman dari raut wajah mami diana  “ bang sudah malam, aira antar mami istirahat dulu ya, kasihan mami pasti capek” ucap aira membawa mami Diana masuk kamarnya meninggalkan suaminya yang masih dalam tanda tanya besar


dylan menatap kepergian mami dan istrinya “abang kan belum selesai bicara” ucap Dylan yang tak di dengar aira karena aira yang sudah makin menjauh


dylan mengalihkan pandangannya pada tellevisi di ruang keluarga “ah sudah lah” gumam Dylan kembali menonton acara TV