Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
jangan pernah menyakiti dirimu jika mencintaiku



Seperti kegiatan sehari-hari yang dilakukan prastyo mengecek kondisi daddy nya, prastyo kembali masuk ke kamarnya untuk beristirahat


“sita lagi apa ya” gumam prastyo


mengusap ponselnya menghubungi pujaan hatinya


“sayang”panggil prastyo saat


ponselnya tersambung dengan kekasih


“iya om” balas sita dengan lesu


“kamu belum makan ya?” Tanya


prastyo yang melihat wajahnya sita begitu lesu


sita mendelik ke arah prastyo “kok om tahu kalau sita belum


makan?” Tanya sita


“terdengar dari suara kamu, dan suara cacing di perut kamu" prastyo melirik perut sita "


sekarang makan dulu baru kita mengobrol lagi” jawab prastyo


“tapi sita kangen bicara sama om”


sahut sita tak ingin mengakhiri panggilannya hanya untuk makan


“ya kalau kangen, cepat makannya dan kita mengobrol kalau sita kangen sama om, om akan temani kamu ngobrol sampai pagi” balas


prastyo


“kalau om gak tidur, nanti


kecapean kan besok om kerja” balas sita memajukan bibirnya beberapa senti


“capek demi bisa mengobrol


denganmu gak masalah, gak tidur semalam pun om sanggup demi kamu" balas prastyo tersenyum ke arah sita


Sita langsung tersenyum “om bisa


saja deh” balas sita tersipu malu


Kata-kata yang sederhana tapi begitu membuat hati sita berbunga-bunga dan hanya dengan mendengarnya


“ya sudah makan dulu sana, nanti


kabari om kalau sudah selesai makan” balas prastyo


“ya sudah, sita makan dulu om”


balas sita mengakhiri panggilannya


Dari balik pinta lina hanya bisa


menghela nafas mendengar perbincangan putrinya bersama prastyo. Lina memilih turun ke lantai bawalmenyusul


suami serta mertuanya yang sudah menunggu di meja makan


melihat kedatangan istrinya tanpa melihat sita anaknya membuat hati David sedikit kecewa “sita mana? Masih belum mau makan dia?” Tanya david


“bentar lagi juga turun dia” balas lina duduk di samping david untuk melayani David makan


Dan benar saja tak lama sita


turun dan duduk di meja makan untuk menyantap makan malamnya


“kenapa kamu baru makan sita?”


Tanya david yang sedang menyendokan makanan ke mulutnya


“lagi males makan dad" balas sita


“jangan gitu sita kamu bisa sakit


kalau terus-terusan telat makan” balas david yang memang jarang sekali melihat sita makan semeja dengannya akhir-akhir ini


“aku gak ada nafsu makan dad”


sahut sita menyantap makanannya dengan malas-malasan


“paksain sita, kamu bisa sakit


nanti” balas david tak ingin anaknya sakit hanya karena tidak makan


sita menghentikan makannya dan menatap daddy nya “kalau gitu bisa gak daddy setujuin hubungan sita sama om tyo” balas sita penuh harap


“sita” sentak david


“dad” lina menggelengkan kepalanya ke arah david agar meredam emosinya, supaya anaknya makan karena susah sekali meminta sita makan


merasa penat dengan suasana di meja makan membuat sita malas melanjutkan makannya padahal sita baru makan sedikit “aku sudah selesai makan” ucap


sita menyudahi makannya


“habiskan dulu makananmu


nak”pinta lina


“daddy bikin mut makan sita


“apa tyo yang pengaruhi kamu


untuk bangkang daddy” bentak david melirik sita


“daddy” kesal sita tak suka nama kekasihnya di bawa dalam perdebatan dirinya dan david


lina menggenggam lengan david dan menoleh ke arah sita “sudah sita, kalau kau sudah


kenyang naik saja lagi”pinta lina


Sita pun menurut mommy lina, melangkahkan


kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya


lina menoleh ke arah david suaminya “aku mohon dad, sabar sama anak kita, lihat tubuhnya kurus sekali karena dia jarang sekali makan, hanya saat malam


saja dia mau makan dan itu sangat sedikit" ucap lina agar david lebih menahan emosinya agar tidak mempengaruhi nafsu makan sita


david kesal dengan kondisi saat ini yang menimpa keluarganya


"Pasti tyo yang udah pengaruhin anak kita agar mogok makan biar kita kasihan dan kasih dia restu" balas david


mommy lina mengelengkan kepalanya “daddy salah, tadi mommy denger obrolan mereka dan sita mau turun untuk makan karena perintah tyo untuk sita makan, kalau dia gak minta itu mungkin anak kita gak akan makan hari ini. Tolong jangan ajak sita


ribut saat dia sedang makan dad, aku gak mau kondisi tubuh sita makin menurun karena


perdebatan kalian” pinta lina


“apa sekarang kamu bela laki-laki


itu?” Tanya david dengan raut wajah kesal


“mommy bukan bela tyo dad, tapi


mom gak mau anak kita makin terpuruk, liat kondisi dia selama 2 bulan ini dad, untuk mandi saja dia malas, kalau bukan karena permintaan tyo untuk sita tak


pergi dari rumah pasti dia sudah minggat dad, aku hanya gak mau kehilangan putriku satu-satunya dad, kecewaku padanya tak sebanding dengan kasih sayangku pada putriku” sahut lina dengan mata berkaca-kaca


David sedikit tercubit dengan


ucapan istrinya, bagaimana melihat hidup putrinya selama 2 bulan seolah sita adalah benda mati tak bernyawa


Setelah selesai makan david ingin


menghampiri putrinya untuk bicara dari hati ke hati. langkah kakinya terhenti di balik kamar sita saat melihat  sita melakukan


video call dengan prastyo “om tyo” sita melambaikan tangannya ke arah prastyo


“kau sudah selesai makan?” Tanya


tyo


“sudah om” balas sita


“berapa suap kau makan?” Tanya


prastyo


“sita tak menghitungnya” balas


sita mengerucutkan bibirnya


prastyo menghela nafas panjang “apa kau membenciku?” Tanya


prastyo


sita menautkan kedua alisnya “kok om nanya gitu? Tentu sita cinta


sama om jadi mana mungkin sita benci om" balas sita mencebikkan bibirnya


“kalau kau mencintaiku kenapa


menyiksaku?” Tanya prastyo lirih


sita makin tak paham arah pembicaraan prastyo" menyiksa gimana om? Kapan sita


nyiksa om, sita sayang banget kok sama om jadi gak mungkin lah sita tega nyiksa om tyo" balas sita mulai berkaca-kaca hatinya mulai gelisah mendapat tuduhan dari kekasih hatinya


“dengan kau tak makan, itu sama


saja menyisaku sita” lirih prastyo yang juga ikut berkaca-kaca “kau tahu aku sangat mencintaimu aku ingin kebahagianmu dan kenyamananmu di atas segalanya


tapi jika kau menyiksa dirimu seperti ini sama saja kau menyakitiku kau tak


mendukungku untuk memperjuangkan restu orang tuamu” balas prastyo yang tak


sanggup lagi menahan laju air matanya


Melihat pipi prastyo basah akan air mata membuat hati sita sakit serasa teriris benda tajam “om jangan nangis, sita minta


maaf, sita akan selalu tepat waktu makannya, jangan sedih dong om hati sita sakit lihat om nangis”pinta sita ikut terisak


prastyo mengusap pipinya “janji makan tepat waktu” pinta prastyo


“iya sita janji om” balas sita


David menghela nafas panjang


meninggalkan kamar putrinya