Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
mengingat cerita dulu



flash back on


10 tahun silam


aira tengah duduk di bangku SMA kelas 3. ini adalah masa akhir sekolahnya karena aira sudah menjalani ujian dan dinyatakan lulus dengan nilai terbaik, ia juga langsung diterima di kampus terbaik di kota yang ia tuju


aira dan para sahabatnya tengah berkumpul untuk merayakan hari kelulusan mereka di sebuah cafe tak jauh dari sekolah mereka


"ra kamu sudah daftar kuliah belum? " tanya kasih sahabat satu sekolah tapi berbeda kelas karena kasih yang mengambil jurusan IPS sedangkan aira mengambil jurusan IPA


"sudah dong, aku juga sudah memilih tempat tinggal dekat kampusku" balas aira menyeruput jus lemon nya


"emang beda ya antara orang otak gak seberapa sama orang pintar. orang pintar mah bebas milih kuliahnya dimana dan jelas mana yang dipilih kalau aku lah boro-boro ngambil jurusan apa? mau kuliah dimana aja aku gak ngerti" balas Rani


"itu mah kamu saja yang malesan gak mau usaha buat cari tempat kuliah yang jelas. kalau aku mah semua beres diurus bokap nyokap yang selalu peduli kehidupan sosial mereka" ucap kasih terkekeh


"iya sih yang anak orang kaya" balas aira menyindir kasih


" kalian mah enak bisa jelas kuliah dimana, diatur kuliah dimana, masih bingung tapi tetep bisa kuliah sedangkan aku hanya bisa sampai SMA saja" ucap mayang sendu


mendengar itu aira, kasih dan Rani memeluk mayang bersamaan " walaupun kamu gak bisa lanjut karena harus kerja untuk bantu anak panti tapi kami masih tetap jadi sahabat kamu" ucap aira mewakili sahabat yang lain


"Terima kasih semuanya" balas mayang


mereka berbincang cukup lama setelah dirasa sudah mau maghrib mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing


aira tengah menuntun sepedanya keluar area cafe


"ra yuk ikut aku saja" ajak kasih melalui jendela mobilnya yang sudah ada Rani dan mayang di dalam


"tidak usah aku kan bawa sepeda, sepeda ku taro mana kalau ikut kalian " balas aira menunjukkan sepeda berwarna peach itu


"ya sudah hati-hati ya" ucap kasih menutup jendela mobilnya lalu melajukan mobilnya


aira menaiki sepeda nya, melajukan perlahan sambil menikmati pemandangan yang mulai berangsur gelap karena sudah mulai pukul 7 malam


aira memegang sepeda dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya ia lepas dan menengadahkan nya ke atas langit, menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya


aira tersenyum merasakan terpaan angin ditangannya


"kenapa basah" gumam aira melihat langit yang mulai turun hujan menerpa tubuh mungilnya


aira bersepeda dengan kencang untuk mencari tempat berteduh. ia berhenti di suatu halte pemberhentian bus


aira mengusap baju dan rambutnya yang basah "kenapa hujan di saat sudah mau sampai rumah" gumam aira menengadahkan kepalanya melihat langit yang masih menumpahkan air yang makin deras


"tunggu saja nanti juga akan berhenti" ucap seorang pria yang tetap serius bergelut pada ponselnya tanpa melihat aira


mendengar ada suara dibelakangnya aira berbalik untuk melihat siapa yang berbicara " ganteng banget" batin aira terpana melihat tampilan razi untuk pertama kalinya


razi memakai setelan kemeja abu-abu, celana jeans dan tas ransel berwarna hitam. dari pakaiannya terlihat dia anak yang sudah masuk kuliah


pria itu mendongak dan menatap aira " apa kau mau basah kuyup berdiri disitu! " ucap pria tersebut menunjuk hujan yang cukup deras dan bisa menerpa tubuh aira jika aira duduk di pinggir jalan 1


"ah iya " balas aira tergagap


aira berjalan duduk tak jauh dari pria itu, aira terus memperhatikan pria tersebut tapi pria itu sama sekali tak menganggap aira ada dan hanya bergelut pada ponselnya entah sedang apa


"oh ya kak, namaku aira mailans nama kakak siapa? "ucap aira berusaha menjabat tangan pria tersebut


pria tersebut tak menanggapi jabatan tangan aira sama sekali bahkan memandang pun tidak " razi namaku razi rafasta" balas razi masih sibuk dengan ponselnya


aira begitu senang dengan jawaban razi yang terkesan dingin itu. aira menghabiskan waktu 1 jam hanya untuk memandangi razi saja


razi menunjuk langit " kamu gak lihat langit sudah cerah" balas razi bergegas pergi meninggalkan aira


aira memandangi punggung razi yang makin menjauh "dia tampan sekali, andai dia jadi suamiku pasti membahagiakan" gumam aira


aira melihat jam tangannya " ah gawat sudah kemalaman bisa di omel sama kakak yang bawel itu" gumam aira mengambil sepeda nya dan menggoesnya kuat agar cepat sampai rumah


***


2 bulan setelah pertemuannya dengan razi aira disibukkan dengan agenda kuliahnya yang akan segera di mulai


aira datang dengan masih membawa kopernya untuk sekedar mengamati lingkungan kampusnya, ia berkeliling dengan bahagia karena ia akan memasuki dunia Baru dunia perkuliahan dan ia resmi meninggalkan masa SMA nya


aira mengambil jurusan pendidikan Sekolah Dasar " semoga ini adalah awal yang baik, awal aku akan menjadi seorang guru" gumam aira menatap gedung yang akan ia gunakan untuk berkuliah


setelah melihat gedung kuliahnya ia melanjutkan untuk melihat gedung yang lain setelah selesai berkeliling aira memilih duduk di bangku taman, di bawah pohon kamboja


saat aira duduk aira mengambil headset nya untuk mendengarkan musik. tapi matanya masih mengedarkan pandangan untuk melihat kampusnya


mata aira terbelalak, terhenti pada satu sosok yang masih teringat jelas dibenaknya


"ternyata kau kuliah disini juga" gumam aira tersenyum " aku pasti akan mengejar mu"tunjuk aira membingkai wajah razi dengan kedua tangannya


razi tengah duduk dengan buku ditangan, ia membaca dengan fokus tanpa perduli lingkungan sekitarnya, aira memandangnya dengan takjub


"hei! " teriak seorang wanita untuk mengagetkan aira


aira langsung membuka headset nya " kamu siapa? " tanya aira terkejut pada wanita dihadapannya


razi yang mendengar suara teriakan wanita itu menatap sekilas ke arah aira tapi langsung membereskan barangnya dan bergegas pergi karena merasa terganggu


"kau sedang melihatnya ya" ucap wanita tersebut sambil menunjuk razi dengan memonyongkan bibirnya


"pertanyaan ku saja belum kamu jawab jadi kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu " balas aira


"oh ya maaf namaku karina mahasiswa jurusan hukum tahun kedua" ucap karina memperkenalkan dirinya


"aku aira jurusan pendidikan dan mahasiswa baru" balas aira


"wah selamat datang anak baru, berarti kamu adalah juniorku" ucap karina


"iya" balas aira tersenyum


"oh ya, sebaiknya kamu jangan tertarik pada pria tadi" nasehat karina


"kenapa kau berbicara seperti itu? " tanya aira heran


" memangnya aku tidak tahu apa yang terjadi tadi, aku tadi melihat dengan jelas bagaimana kamu menatapnya, bagai ada bintang berkelipan di matamu " balas karina sambil memperagakan bintang yang tengah bersinar


" benarkah? " tanya aira merasa malu


"tentu saja" balas karina


"apa kau kenal dengan kak razi? " tanya aira


mendengar aira yang tahu nama razi karina  jadi terkejut "kau kenal dengan pria sedingin gunung es itu? " tanya karina


"jawab dulu kau mengenalnya? " tanya aira kembali


"iya gak begitu kenal  juga sih  tapi aku tahu dia karena dia adalah senior ku di Fakultas Hukum, razi rafasta adalah mahasiswa fakultas hukum tahun ketiga" balas karina


aira sangat senang mendengar itu " apa kau mau membantuku? " tanya aira dengan muka penuh harapnya