Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Keluarga baik (season 2)



***


Viko sudah mengabari askar perihal kedatangannya bersama aira, dan itu membuat askar senang sekali


“akhirnya bisa segera sampai ke jalan nyantai” gumam askar penuh harap agar kakaknya mau mengambil alih perusahaan supaya dirinya bisa kembali kehidupan santainya seperti saat ia masih remaja, tidak perlu di sibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk


Viko mengambil pesawat telpon yang ada meja kerjanya “levi, bikin


penyambutan untuk kedatangan kakakku”pinta askar


“baik tuan” balas levi


Levi langsung menjalankan perintah askar untuk menyambut kedatangan  viko ke kantor


pusat mahardika Group


*


Viko melirik ara yang senyum-senyum sendiri


sembari melihat jalanan “kamu sesenang itu?” Tanya viko


ara menoleh ke arah viko “tentu saja senang, aku berharap sekali bisa bekerja di perusahaan jadi pasti akan sangat menyenangkan jika aku bisa melihat suasana di kantor” balas ara


Viko menyunggingkan senyumnya melirik ara yang masih senyum-senyum menanti acara perjalanan melihat suasana kantor


Setelah 20 menit berkendara viko dan ara sampai di lobi perusahaan mahardika Group


“ini perusahaan kalian?” Tanya ara takjub melihat gedung yang menjulang tinggi di hadapanya


“iya ini perusahaan papi ku” viko membuka sabuk pengamannya begitupun ara


Setelah membuka pintu viko bergegas menghampiri ara dan menggandeng tangan ara memasuki area perusahaan


ara menautkan kedua alisnya “apa sedang ada perayaan?” Tanya ara melihat beberapa orang berjejer dengan rapi di pintu masuk perusahaan


“itu pasti kerjaan askar”sahut viko menggandeng tangan ara masuk perusahaan


“selamat siang pak” ucap para pegawai perusahaan membungkuk hormat menyambut kedatangan viko


“hmmm”viko hanya menatap datar memasuki perusahaan sedangkan ara hanya membungkuk untuk memberi hormat pada orang-orang


“pelan-pelan napa” ucap ara pada viko yang terus menariknya dan berjalan dengan cepat


"kamu kelamaan” balas viko yang merasa risih di sambut dengan cara seperti itu


“kan ara nyapa mereka, mereka capek-capek loh membungkuk masa di cuekin” balas ara


“sudah, yuk cepat” viko menarik ara menuju lift, ia memencet angka 24


“kita mau kemana dulu?” Tanya ara


“ke ruangan askar dulu lah” balas viko datar


Ara hanya mengangguk paham


“ting” viko menarik tangan ara menuju ruangan askar


“ceklek” viko masuk ke ruangan adiknya tanpa mengetuk pintu


“kakak” askar berjalan memeluk viko “aku senang kakak mau datang kesini” askar menoleh ke arah ara “terima kasih” ucap askar pada ara yang di balas dengan sebuah senyuman


“sama-sama “ balas ara


Viko memicingkan matanya ke arah ara “kamu sengaja minta mas ke sini? ” Tanya viko


ara mengangguk “ia ara emang sengaja bawa mas ke sini, tapi yang ara bilang ke mas itu tidak bohong kok, ara emang pengen kerja di kantor dan pengen lihat suasana kantor, Cuma harus


askar melirik ke arah kakakknya “kebetulan dewan direksi akan mengadakan rapat kakak datang ya untuk memperkenalkan diri ”pinta askar


“askar!” bentak viko yang paling tak suka di ajak mengikuti acara perusahaan papinya


“ayolah kak, harusnya kakak yang urus perusahaan bukan askar, udah dua tahun loh aku wakilin kakak” rengek askar


“tapi kamu mampu askar, buktinya tanpa bantuan kakak kamu bisa urus perusahaan dengan baik” sahut viko


“kakak jauh lebih mampu dari askar” askar melirik ara untuk meminta bantuan


ara menangkap maksud lirikan askar padanya “sudahlah mas toh Cuma perkenalan doang” ucap ara


“katanya kamu mau lihat suasana kantor” sahut viko


“ara bisa lihat sendiri kok” balas ara


“nanti ara di temenin levi saja kak, kalau di temani levi semua orang akan tetap menaruh hormat pada ara, karena levi kan asisten askar” askar langsung menghubungi levi asistennya untuk segera ke ruangannya


“tuan panggil saya?” Tanya levi saat memasuki ruang kerja askar


askar melirik ara “temani kakak iparku keliling perusahaan ya” pinta askar pada levi asistennya


levi membelalakkan matanya lebar, melirik ara dari atas sampai bawah “sejak kapan kak viko menikah?” Tanya levi yang belum tahu perihal viko membawa kekasihnya pulang ke rumah


“sejak hari ini” askar mendorong ara dan levi keluar ruang kantornya untuk berkeliling perusahaan


askar menoleh ke arah viko dengan senyum lebar “ayo kak” ajak askar


*


Levi menemani ara berkeliling perusahaan “perusahaan kalian bergerak di bidang apa?” Tanya ara penasaran


“property dan tekstil” balas levi


Ara mengangguk paham “apa gaji di sini besar?” Tanya ara lagi


“tergantung posisinya, gaji paling kecil disini sekitar 2 juta, dan itu untuk OB” balas levi


Ara menoleh ke arah levi “kalau kau gajinya berapa? ” Tanya ara


“tergantung, gaji pokok saya sih 15 juta tapi kalau ada kerjaan tambahan atau bonus bisa berkali-kali lipat dari gaji asli saya" balas levi


“wah, asyik dong” sahut ara semangat “jadi pengen


kerja di sini” tambah ara makin semangat bekerja di kantor


“kalau anda jadi istri tuan viko, anda akan jadi keluarga pemilik perusahaan jadi uang segini bukan apa-apa” sahut levi yang tahu omset perusahaan cukup besar jadi setiap keluarga punya bagian cukup besar di rekening milik mereka


Ara menggeleng “kalau kaya gitu gak berasa uangnya” gumam ara terus memindai pekerjaan orang yang berada di kantor Mahardika Group


levi mengernyitkan dahinya " kenapa gak berasa? toh sama-sama uang pasti rasanya sama dong" levi merasa itu sama saja toh tetap uang yang akan di gunakan untuk membeli semua keperluan yang di butuhkan


"tentu saja berbeda, saat uang yang di hasilkan dengan kerja keras kita sendiri tentu lebih berharga, kita akan jauh lebih menghargainya karena kita sudah berjuang untuk mendapatkannya. itu akan berbeda jika kita dapatkan dari orang lain, mungkin kita tetap merasa senang tapi kita jadi kurang menghargainya karena bukan hasil kerja keras kita" jelas ara


levi mengangguk "iya sih memang berbeda rasanya jika uang di hasilkan dari kerja keras kita ketimbang uang dari pemberian orang lain" sahut levi


ara mengangguk "apa kau betah kerja di sini? " tanya ara


"betah, tuan askar adalah orang yang sangat baik dan para pemilik perusahaan juga orang yang sangat baik, bahkan aku selalu di anggap anak oleh nyonya aira" levi tersenyum "beliau selalu memintaku makan banyak saat datang" ucap levi


"tante aira emang orang baik, gak kamu doang yang di suruh makan setiap datang, semua yang datang ke rumah pasti di ajak makan. pengemis lewat saja selalu di minta tante untuk makan" sahut ara


"iya, keluarga mereka terdiri dari orang-orang baik" levi tersenyum mengingat semua kebaikan keluarga atasannya