
jenny tengah sibuk berkutat di dapur dengan alat tempurnya, ia berjibaku memasak nasi goreng omlet
askar melingkarkan tangannya di pinggang jenny "lagi masak apa? " tanya askar mengecup bahu polos istrinya yang hanya memakai gaun tidur dengan tali spaghetti tapi sudah lolos akibat ulah askar yang menariknya kebawah agar memudahkan askar mengecup bahu jenny
"masak nasi goreng kak, adanya cuma itu di kulkas. maaf ya kak kalau cuma bisa masakin ini" ucap jenny merasa bersalah karena hanya menghidangkan nasi goreng untuk sarapan mereka
"ini salah kakak karena membawa kamu tanpa persiapan sebelumnya tapi jangan khawatir nanti akan ada orang yang bawa bahan masakan kesini" balas askar
syakia menoleh "kita beneran di sini seminggu" tanya jenny memastikan
"tentu saja, kita kan lagi baby moon" balas aakar mengecup bibir jenny
jenny mendorong tubuh askar yang tiba-tiba mesum padahal kemarin-kemarin tak seperti ini "udah ah kak, lagi masak nih" jenny malu dengan tingkah mesum suaminya yang baru pertama kali ia lihat selama hampir 3 bulan menikah
askar dan jenny makan dalam satu piring dan saling suap menyuapi, sungguh terlihat seperti pasangan yang di mabuk asmara
"oh ya jenny" panggil askar
"apa kak? " tanya jenny
"kamu percaya sama kakak kan? " tanya askar
jenny memicingkan matanya ke arah askar "kamu percaya kan kalau kakak sayang kamu. ya walaupun kakak belum bisa bilang cinta kamu tapi kakak benar-benar menyayangimu dan sangat peduli padamu" ucap askar
jenny menggenggam tangan askar "tentu saja jenny percaya" balas jenny
"apapun yang terjadi nanti, percaya dengan kakak, jangan percaya orang lain ingat percaya kakak dan jangan orang lain" ucap askar menggenggam erat tangan jenny
"iya" jawab jenny dengan ragu tapi ia paksakan karena bagaimanapun askar adalah suaminya
*
seminggu terlewati untuk baby moon askar dan jenny
askar mengantar jenny ke rumah orang tuanya sedangkan askar memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya untuk menghadapi masalah yang harus ia hadapi
"ceklek" askar membuka pintu kamarnya
syakia langsung menatap tajam. askar saat askar membuka pintu "dari mana kamu askar? " tanya syakia
askar melewati syakia begitu saja berniat masuk kamar mandi
"apa kamu sudah gak anggap aku istri kamu lagi karena wanita itu hah! " kesal syakia yang di abaikan askar selama satu minggu. askar tak mengabari apapun bahkan nomor askar tak aktif jadi syakia tak bisa menghubungi askar
askar menatap tajam syakia "jangan bawa-bawa orang lain dalam pertengkaran kita" balas askar tak Terima jenny di bawa-bawa
" tapi dia yang memicu pertengkaran kita" balas syakia lantang
"harusnya kamu sadar diri bahwa kamu yang memasukan dia dalam kisah kita" umpat askar sudah mulai tak kuasa menahan emosinya pada syakia
"aku hanya ingin memberimu anak askar" ucap syakia lirih
askar menatap tajam syakia "bagaimana bisa kamu masih merasa benar padahal kamu sendiri tahu perbuatan kamu menghancurkan hidup seorang gadis yang tak bersalah" kesal askar
"aku tidak sengaja askar, aku bilang tidak sengaja membuat jenny hamil" balas syakia
Askar terkekeh"kamu mau bohongin siapa? " tanya askar dengan nada ejekan
syakia memicingkan matanya ke arah askar " aku gak bodoh syakia, kamu pikir bangkai yang kamu tutupin itu gak akan tercium?" askar menatap tajam syakia
"sekeras apapun kamu coba menutupinya apa bisa untuk selamanya di tutupi" ucap askar
"apa maksudmu? " tanya syakia
askar berjalan ke arah syakia dan mendekatkan wajahnya ke telinga syakia " aku sudah mendapatkan perawat yang kau bayar untuk membius jenny" bisik askar
mata syakia langsung membelalak lebar menatap tak percaya pada askar "apa maksudmu askar" tanya syakia gugup
ia benar-benar tak tahan berlama lama dengan syakia di dekatnya
"askar! " teriak syakia mengejar askar
tapi baru berapa langkah saja syakia sudah jatuh pingsan
*
syakia mulai mengerjapkan matanya, ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan yang bernuansa putih dan tercium bau obat
"kamu gak papa kan sayang? " tanya mami gisela mengusap kepala syakia
"aku di mana mi? " tanya syakia merasa asing dengan tempat ia berada
"di rumah sakit, tadi kamu pingsan" balas mami gisela
"aku kenapa mih? " tanya syakia
mami gisela mengusap kepala syakia "kamu sedang hamil sayang, dan dokter bilang usia kandungan kamu sudah 12 minggu" ucap mami gisela dengan senyum sumringah
"hamil mi" gumam syakia terkejut dengan kabar kehamilannya
"kok kamu bisa gak sadar kalau sedang hamil sih" ucap mami gisela
syakia menggelengkan kepalanya membenarkan dirinya yang tak sadar bahwa sedang hamil
mami gisela menatap askar yang sedang duduk di sofa menatap interaksi istri dan mertuanya dengan tatapan yang sulit di artikan
" sekarang syakia sudah hamil askar, jadi kamu bisa ceraikan jenny karena syakia akan memberikan kamu anak" ucap mami gisela
askar berdecih"aku menceraikan jenny? " tanya askar
"iya ceraikan jenny" sahut mami gisella
"kakak mau ceraikan aku" tangis jenny pecah saat memasuki ruangan dan mendengar askar akan menceraikan jenny
askar gelagapan melihat jenny yang menangis dan segera menghampirinya " kakak gak akan ceraikan kamu jen" ucap askar menggenggam tangan jenny erat
mami gisela menatap tajam askar yang sedang merayu jenny "bagaimana bisa kamu gak menceraikan jenny padahal jelas-jelas syakia sedang hamil, hamil anak kamu" kesal mami gisela
askar menunjuk syakia yang masih bengong mendengar kata hamil dari mulut mami gisella " coba lihat kebingungan di wajah anak mami itu" ucap askar membuat atensi semua orang yang kebetulan ada di sana tertuju pada syakia
"pasti dalam hatinya merutuki, kenapa dia bisa hamil. apa dia gak hati-hati" cicit askar dengan nada penuh hinaan
"apa maksudmu berucap seperti itu, jelas syakia bahagia dengan kehamilannya. hal ini kan sudah di tunggu syakia selama menikah denganmu" ucap mami gisela
askar terkekeh " coba tanya pada putri anda kapan terakhir aku menanamkan benih di rahimnya?" tanya askar
syakia hanya terdiam tak mampu menjawab "semenjak kita merencanakan inseminasi buatan itu. semenjak itu aku sama sekali tak pernah menanamkan benihku ke dalam rahim syakia. aku selalu membuangnya di alat itu untuk menurutinya melakukan percobaan itu" sahut askar
syakia menatap askar dengan wajah penuh arti, air matanya lolos begitu saja
"aku di tipu mentah-mentah selama menikah dengannya" cicit askar menunjuk syakia dengan rasa sesak di dadanya
"jaga kata-katamu tentang putriku!" kesal papi frans yang baru datang
askar menatap iba papi frans "aku pikir hanya aku yang bodoh karena bisa tertipu selama ini tapi nyatanya papi jauh lebih bodoh karena di tipu selama lebih dari 28 tahun" teriak askar
"jaga kata-katamu askar! " teriak papi frans tak Terima dengan perkataan askar
untung saja ruangan VVIP di rumah sakit dokter ken cukup luas dan hanya ada dua kamar di lantai itu dan untung lagi kamar sebelahnya kosong
"coba tanya pada perempuan itu" tunjuk askar pada syakia "siapa ayah anak yang ia kandung? " tanya askar
"jangan karena kamu memiliki istri yang jauh lebih muda kau jadi lupa dengan istri kamu yang sudah lebih dulu kau nikahi" kesal papi frans menahan amarah pada askar