Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Terbiasa sendiri



***


Viko dan teman-teman satu klubnya berkemas untuk pamit pulang ke rumah masing-masing


“hei viko” zaskia menghampiri viko dengan membawa makanan kecil di tangannya


“hai zas” balas viko


“ini ada oleh-oleh buat kalian, bisa di makan di jalan” ucap zaskia


“terima kasih” balas viko


“kamu gak ikut pulang?” Tanya Rio


“aku ke sini liburan untuk diriku bukan untuk mengikuti kalian, jadi kalian pulang aku gak harus pulang kan?”


balas zaskia


Rio mengangguk “ya sudah kabari kamu setelah kamu pulang ke Jakarta ya” pinta rio


“iya” balas zaskia memeluk kedua sahabatnya bersamaan


Setelah berpamitan revina yang kebetulan semobil dengan viko dan daren menatap viko yang sedang menyetir


“kenapa wanita itu tidak mengikutimu pulang?” Tanya revina ketus melirik zaskia yang sedang melambaikan tangannya saat mobil mereka jalan


“namanya zaskia, bukan wanita itu “ balas viko tak terima jika revina tidak sopan pada sahabatnya


“oke, kenapa zaskia tidak ikut pulang?” Tanya revina


“dia kesini untuk liburan, dan liburan kuliah kita kan  masih 2 minggu lagi, jadi mungkin dia masih ingin di sini”


balas viko


“bukannya dia menyusul kalian disini?” Tanya revina


Viko terkekeh “dia sering liburan di sini, kita saja yang kebetulan ambil tempat ini, dan kita menginap tepat vila di sebelah  vilanya” balas viko


Revina mengangguk paham, revina agak tercubit saat menaruh curiga pada zaskia  “apa kalian begitu dekat?” Tanya revina


“iya, kami dekat karena kami bersahabat semenjak SMA, dan orang tua kami juga  saling mengenal sebelum kami di lahirkan” balas Viko


***


Zaskia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman dekat vilanya seorang diri


“ughhhh” zaskia menenggak minuman yang ia bawa


“kau kenapa masih di sini? Bukannya viko sudah pulang?” Tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang zaskia


Zaskia mengusap dadanya yang terkejut “ampun! Pria tua” bentak zaskia


“hei, jangan mengataiku tua” kesal yama tak terima di katai tua walaupun usianya sudah mengnjak kepala 4 tapi bukan berarti dia sudah tua bukan


“ya memang kau tua jadi yang aku panggil pria tua” zaskia kembali melanjutkan langkahnya


“kenapa kau berjalan seorang diri?” Tanya yama


“apa aku harus menceritakannya padamu?” Tanya zaskia


“heh, gadis ketus!” kesal yama bergegas melangkahkan kakinya meninggalkan zaskia


Belum lama berjalan yama berteriak “akhhhh!” teriak yama kesakitan


Zaskia menghela nafas dan menghampiri yama “ada apa?” Tanya zaskia memutar bola matanya malas


Yama memegangi kakinya “sakit” gumam yama


Zaskia melihat ada seekor ular yang merayap meninggalkan tempat yama terjatuh, zaskia bergegas menghampiri yama “lepaskan tanganmu” pinta zaskia


“sakit”  keluh yama terus menggenggam kakinya


Zaskia menatap tajam yama “kalau tidak ingin mati diam kau!” bentak  zaskia membuat yama hanya diam mengatupkan mulutnya rapat


“sreeeek” zaskia merobek celana yama dengan kuat


“apa yang kau lakukan?” Tanya yama yang tak di gubris zaskia sama sekali


Zaskia melepas ikatan rambutnya membuat rambut zaskia tergerai indah membuat yama diam mematung memandangi wajah zaskia “kenapa baru sadar kalau dia cantik sekali” batin yama


Zaskia langsung mengikat kaki yama yang di patuk ular, zaskia mendongak “apa tadi ular yang menggingit anda


berwarna hijau?” Tanya zaskia


“iya” yama mengangguk


“gawat” zaskia mengamati keadaan sekitar "gak ada waktu" gumam zaskia


Zaskia menyerahkan ponselnya pada  yama “ pencet angka cepat 1 dan bilang kode merah, dan minta bawa dokter sekarang” pinta zaskia


Yama menerima ponsel zaskia dengan wajah masih cengo


Zaskia memegang kuat kaki yama dan menghisap darah di tempat bekas gigitan yama, yama hanya mengamati zaskia dengan diam mematung


“cepat pria tua!” bentak zaskia


“yamma langsung menekan panggilan cepat dan menunggu panggilannya tersambung “kode merah, bawa dokter sekarang” ucap yama dengan suara terbata


“baik nona, kami akan segera melacak keberadaan anda” balas seorang pria langsung menutup panggilannya


yama menatap ponsel zaskia dengan bingung kemudian menoleh ke arah zaskia


Zaskia terus menghisap darah di kaki yama membuat yama hanya diam mematung tanpa berkata apa-apa


“ugh” zaskia mengusap keningnya yang berkeringat, bibirnya sudah membiru dan akhirnya ia jatuh pingsan


“zaskia” teriak yama mengguncang tubuh zaskia yang sudah tak sadarkan diri


***


Yama menunggu zaskia di rumah


sakit dengan wajah cemas. Setlah mendapati keterangan dokter bahwa zaskia


keracunan bisa ular dari darah yang zaskia hisap dari kaki yama sontak membuat


yama merasa bersalah


“maafkan aku, harusnya aku yang


“drtttt” ponsel yama berbunyi dan


yama langsung mengangkatnya


“ada apa uncle?” Tanya viko


“dari mana saja kau?’ Tanya yama


kesal


“dari makan sama mami, ada apa


uncle sepertinya ada sesuatu?” Tanya viko


“kamu tahu nomor orang tua


zaskia?” Tanya yama


“tahu sih uncle, emang ada apa?”


Tanya viko


“kamu cepat hubungi mereka


anaknya masuk rumah sakit” balas yama


“kok bisa zaskia masuk rumah


sakit?” Tanya viko khawatir


“dia nolongin uncle yang di patuk


ular” balas yama mendesah


“apa dia baik-baik saja?” Tanya


viko


“kata dokter kondisinya sudah


membaik, cepat kamu kabari keluarganya” pinta yama


Viko menghela nafas “apa pengawal


zaskia ada di sana?” Tanya viko


“ada sih 3 orang” balas yama


“kalau mereka ada, berarti orang


tua zaskia sudah tahu” balas viko


“tapi kok mereka gak ada


kabarnya, atau Tanya gitu gimana keadaan zaskia” balas yama


“keluarganya cukup rumit uncle,


kalau uncle lelah pulang saja, pengawal zaskia akan emnjaga zaskia dengan baik”


bals viko


“bagaimana bisa uncle ninggalin


dia sendiri” balas yama


“ya gak sendiri uncle, kana da


pengawal zaskia. Tapi kalau uncle mau nemenin zaskia sih terserah uncle” balas


viko


“ah sudah lah, malas bicara


denganmu” balas yama mengakhiri panggilannya


Yama memutuskan tidur di kursi


sambil menggenggam tangan zaskia erat, karena sedari tadi tangan zaskia terus


menggigil


Cahaya mulai menembus sela-sela


gorden, menusuk kemata zaskia membuat zaskia melenguh “ahhh” zaskia merasa


tangannya kebas


Saat membuka mata zaskia


mendapati tangannya di genggam erat seseorang, zaskia memicingkan matanya


menggerakkan matanya perlahan


Pria tersebut mendongak “kau


sudah sadar?” Tanya yama senang melihat zaskia yang terbangun


Zaskia menggerakkan tangannya “tidak


usah sampai menggenggamnya terlalu kuat, sakit” bals zaskia


“oh maaf” balas yama


“kau bisa pulang, aku bisa dengan


pengawalku saja” pinta zaskia membenarkan posisi tidurnya


“keluargamu tak bisa di hubungi?” Tanya yama


“mereka terlalu sibuk” balas zaskia


“kalau begitu akan aku temani” ucap yama tersenyum


“tak perlu” zaskia meminta pengawalnya masuk dan mengusir yama sehingga yama terpaksa keluar ruan rawat


zaskia