Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Hubungan antara keluarga mailans dan dokter ken



Setelah sampai di rumah keluarga Rino, dokter ken bergegas turun untuk membukakan pintu tempat duduk Riska


riska tersenyum ke arah dokter ken “terima kasih” ucap riska menyambut tangan dokter ken yang membukakan pintu untuknya


Dokter ken menggandeng tangan riska masuk ke rumah keluarga mailans dengan senyum mengembang


dokter ken dan Riska berjalan masuk dengan santai karena kebetulan pintu depan yang terbuka lebar “malam kak” sapa dokter menyalami ibu mardiana dan ayah subrata yang duduk di ruang tamu


ayah subrata melirik kedatangan dokter ken dan Riska “wah ken, kau datang” ayah subrata langsung memeluk dokter ken dengan tersenyum lebar


“ada angin apa kau kesini?” Tanya ayah subrata mengurai pelukannya menatap dokter ken lekat


“ah, istriku ingin main kesini’ balas dokter ken melirik riska yang ada di sampingnya


ayah subrata melirik riska dan dokter ken secara bergantian “jadi benar, kalau kalian menikah?” Tanya ayah subrata yang mendengar kabar pernikahan doktern ken dan riska dari Rino


dokter ken tersenyum lebar “iya kak, sekalian kita mau kasih undangan pernikahan kami” ucap dokter ken menyerahkan undangan pernikahannya  pada ayah subrata


ayah subrata menerima undangan pernikahan dokter ken dengan senyum lebar “selamat ya, kembali menikah setelah 11 tahun menduda. Dan aku dengar juga loh soal kamu yang akan jadi seorang ayah” ucap


ayah subrata mengedipkan sebelah matanya meledek dokter ken


"iya kak, aku bersyukur sekali di usiaku ini masih bisa menimang anak" balas dokter ken


“kasih duduk dulu ken yah, baru ajak ngobrol” ucap ibu mardiana mengingatkan suaminya agar mempersilahkan tamunya duduk


“oh ya sampai lupa.  duduk dulu ken dan riska” ucap ayah subrata mempersilahkan tamunya untuk duduk


zeta melirik riska dengan senyum lebar “ah, kakak pasti mau ambil foto USG kakak ya?” Tanya zeta yang kebetulan ada di ruang tamu


“iya” balas riska mengangguk


“ya sudah ayok” ajak zeta menggandeng tangan riska untuk meninggalkan ruang tamu


“ayah, ibu , zeta mau ajak kak riska ke kamar ya” pamit zeta pada ayah dan ibu  mertuanya


“iya nak” balas ayah subrata mengangguk


riska melirik dokter ken ”bentar ya mas” ucap riska pamit mengikuti zeta kearah kamarnya yang ada di lantai bawah


Ken melirik punggung riska yang makin menjauh dengan terus tersenyum  “apa kau sebahagia itu?” Tanya ayah subrata melihat tatapan mata dokter ken pada Riska


“tentu saja aku bahagia” balas dokter ken mengangguk


“aku gak nyangka, kamu nikah dengan orang yang ada di hatimu selama puluhan tahun” ucap ayah subrata


Ibu mardiana meletakkan gelas minuman di meja “minum dulu ken” ucap ibu mardiana


“makasih kak” balas dokter ken tersenyum


Dokter ken dan ibu mardiana adalah teman satu kampus dulu, dokter ken adalah junior ibu mardiana saat ibu mardiana menempuh pendidikan S2 nya sedangkan dokter ken yang mengambil S1 nya kala itu. Dan


karena mereka berdua yang selalu aktif dalam kegiatan kampus menjadikan mereka menjadi akrab dan masih bersahabat sampai detik ini


dokter ken mengedarkan pandangannya “oh ya kak, aku kok gak lihat rino?” Tanya dokter ken


“mungkin dia di rumahnya, akhir-akhir ini kan perusahaan lagi sibuk, jadi mungkin dia lelah kalau harus bolak-balik” balas ayah subrata


dokter ken menyipitkan matanya “kakak masih hukum dia?" tanya dokter ken yang dibalas anggukan kepala oleh ayah subrata


"Kasihan kali kak. Sebenarnya kondisinya sudah jauh lebih baik, aku juga sudah menurunkan dosis obatnya, dan juga hanya perlu mengkonsumsi obat  seminggu 3 kali saja” ucap dokter ken


“aku tahu itu, aku juga melihat sendiri perkembangannya, tapi aku ingin dia lebih bisa perduli dan bener-bener yakin kalau dia cinta sama istrinya. Dengan dia yang berjuang keras untuk bersama istrinya itu akan lebih membuatnya menghargai sebuah pernikahan”balas ayah subrata


dokter ken mengangguk paham maksud ayah subrata “terserah kakak gimana baiknya saja” balas dokter ken


“oh ya ken, gimana adikmu, masih tetep mau ambil istrimu?” Tanya ayah subrata yang tahu betul kondisi sahabatnya itu


dokter ken membelalakan matanya lebar kala mendengar ayah subrata tahu prastyo yang masih ingin merebut riska darinya “kakak kok tahu?” Tanya dokter ken


“tentu saja kakak tahu kan kalau adikmu pulang, yang di cari lebih dulu  ya aira setelah riska dan Jonas” balas ayah subrata mengingatkan kedekatan antara aira dan prastyo


dokter ken tersenyum mengingat kedekatan adiknya dan aira  “aku heran sama adikku yang satu itu, dia bisa kejam dengan banyak orang tapi kenapa kalau sama aira dia bisa baik banget” ucap dokter ken menggelengkan kepalanya mengingat prastyo yang sangat menyayangi aira sejak dulu


“kakak juga gak tahu kenapa prastyo bisa menyayangi aira sampai seperti itu, bahkan dia sampai menyusul razi di luar negeri agar bisa menghajarnya saat tyo tahu kalau razi membuat aira terluka dulu” balas ayah subrata menceritakan  hal yang diceritakan aira padanya


"benarkah itu?" tanya dokter ken tak percaya kalau prastyo mencari razi mantan suami aira dan menghajarnya


ayah subrata mengangguk "iya, aira yang cerita ke kakak soal itu" balas ayah subrata


“tapi aku sangat berterima kasih pada aira dan zeta, karena mereka benar-benar membantuku menjadi teman berbagi untuk riska dan prastyo” ucap dokter ken tulus dari dasar hatinya dengan bantuan aira yang dekat dengan prastyo dan zeta yang menjadi teman riska dan memberikan masukan-masukan yang baik untuk riska menjadi lebih baik


Pada bingung kan kenapa prastyo bisa dekat dengan aira?


Aira dan prastyo memang mengenal dari mereka masih kanak-kanak. Waktu prastyo kecil mama Katrina sangat benci melihatnya sehingga mau tak mau dokter ken sering membawa prastyo ikut keluar saat dirinya pergi dari rumah karena tak ingin mama katrina berkata kasar pada prastyo karena dokter ken yang sangat menyayangi adiknya walaupun berbeda ayah.


Dokter ken sering membawa prastyo ke rumah keluarga mailans Karena dokter ken dan ibu mardiana yang memang bersahabat baik, membuat ibu mardiana mengajukan diri untuk menjaga prastyo. Dan lagi-lagi karena sikap ceria aira saat kecil menjadikan aira begitu sayang tdrmasuk prastyo yang sangat menyayangi aira seperti adik kandungnya sendiri sampai detik ini.


Bahkan ia selalu menyempatkan untuk bertemu aira di sela kesibukkannya tapi pertemuannya sempat terhenti karena razi yang tak suka dengan aira  yang dekat dengan orang lain membuat ia menjauh dari aira agar tak menyulitkan aira . Tapi semenjak aira menikah dengan dylan dan diberi kebebasan penuh oleh dylan membuat hubungan mereka kembali terjalin dengan baik.