Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Nyesel aku gak jadi menantumu?



***


Viko, zaskia dan Rio sedang berkumpul bersama di taman dekat gedung kuliah zaskia


“zas, nanti buka puasa mau di temani gak?” Tanya Rio yang tahu setiap senin pasti zaskia berpuasa


Zaskia terkekeh “ngapaian nemenin aku, kan kamu gak puasa” balas zaskia


“ya lumayan di traktir makan sama kamu” kekeh Rio yang begitu paham zaskia yang akan membayar jika ia menemani zaskia berpuka puasa


“hari ini, mamiku masakin menu buka puasa buat zaskia” sahut viko yang sedang sibuk dengan laptopnya melirik zaskia dan Rio


“ikutan boleh” pinta Rio dengan semangat


“boleh saja, biar rame rumahku, soalnya rada sepi karena eila gak ada jadi askar anteng banget kalau ada kamu pasti dia ada teman perang” balas viko


“idih, emang aku kapan perang sama askar” Tanya rio tak terima di tuduh berperang dengan askar adik viko


“tiap saat” balas zaskia dan Viko serempak diakhiri kekehan ringan


“orang tua kamu belum pulang?” Tanya viko


“belum” balas zaskia datar


“bukannya ramadhan bentar lagi ya? Apa gak pulang lagi orang tua kamu?” Tanya viko


“ah biarin saja, biasa juga aku lebaran sama anak panti” balas zaskia yang Nampak biasa saja membahas kedua orang tuanya yang belum pulang


Seusai kuliah, rio dan zaskia satu mobil ke rumah viko, sedangkan viko pergi menjemput askar di sekolah terlebih dahulu


Sesampainya di rumah viko, zaskia berjalan santai ke arah rumah viko “tante” sapa zaskia memeluk aira


“hai sayang” balas aira


“tan, numpang mandi sama sholat ya” ucap zaskia


“iya, naik aja ke kamar tamu yang biasa kamu pakai sholat” balas aira mempersilahkan zaskia untuk beribadah


Aira menoleh ke arah Rio yang melihat menu masakan di dapur “ wah tante kaya lagi buka kedai menu buka puasa” ucap rio takjub dengan aneka masakan yang disiapkan aira untuk zaskia


“iya dong, walaupun kita gak puasa kan bukan berarti tante gak tahu menu buka puasa” balas aira bangga dengan dirinya


“zaskia sudah kaya anaknya tante saja” kekeh rio


“tentu saja, kamu juga sudah tante  anggap anak tante sendiri” ucap aira mengusap kepala Rio


Zaskia membaatlkan puasanya dengan kolak manis buatan aira dan melaksanakan sholat maghrib di rumah viko, setelah selesai sholat zaskia menuju ruang makan keluarga viko


“kok belum makan?” Tanya zaskia yang baru datang ke meja makan dan sudah ada semua orang tapi belum ada yang memulai makan


“nunggu kakak” sahut askar


“jadi gak enak, kalian selalu nunggu aku gabung dulu padahal kalian makan duluan saja gak masalah, zaskia kan gak pernah malu makan di sini” ucap zaskia tersenyum


“gak papa zaskia, nunggu kamu ibadah gak lama kok” sahut dylan menghormati agama yang di anut zaskia


“viko mana tan?” Tanya zaskia yang tak menadapti viko di meja makan


“lagi ngobrol sama sih yama di depan, paling bentar lagi masuk” balas dylan mempersilahkan zaskia makan


“mas yama kesini?” Tanya zaskia


“uhuk uhuk uhuk” dylan tersedak karena mendengar panggilan zaskia pada yama


Aira dengan sigap memberikan minum pada dylan, dylan langsung menengguk habis minumannya


Zaskia akan menjawab tapi “zaskia kamu di sini?” Tanya yama tersenyum ke arah zaskia


“iya mas” balas zaskia tersenyum pada yama


Dylan memicingkan matanya ke arah yama “kalian ada hubungan apa?” Tanya dylan penuh selidik


Melihat tatapan dylan membuat yama terkekeh “kenapa? Kamu takut aku gak jadi mantu kamu apa?” Tanya yama


“ih enggak ya, kalau kamu nikah sama orang lain mah gak masalah buat aku “ dylan meatap zaskia sekilas “ tapi kok bisa kamu deket sama zaskia?” Tanya dylan


“kami hanya berteman om, zaskia mengenalnya karena zaskia beli tanahnya yang di sebelah panti zaskia yang ada di puncak itu” ucap zaskia


Dylan menatap yama “mampus loh, gak jadi bangun resort di sana” kekeh dylan yang tahu rencana yama akan membangun vila di dekat panti yang dimiliki zaskia


“dasar loh ya, usaha temen gagal kok di ketawain” kesal yama menatap tajam dylan


“yakan aku dah bilang pemilik panti gak akan biarin kamu usik panti itu” ucap dylan yang memnag pernah memberi peringatan pada Yama saat tahu yama ingin membangun resort di puncak


Aira menoleh ke arah yama “kakak mau bangun resort dekat panti zaskia?” Tanya aira yang juga tahu perihal panti milik zaskia


“kamu kan denger sendiri tanahku sudah di beli, ya gak jadi lah” balas yama kesal mengingat dirinya yang gagal padahal dia sudah bekerja keras tapi nyatanya dalam sekejap keinginannya langsung terkubur


Yama melirik menu makanan di atas meja “banyak banget kamu masaknya ra, niat ya nyambut aku” ucap yama membanggakan dirinya


“ini aira siapin buat zaskia, ini kan hari senin jadi dia puasa” jelas aira


“oh” balas yama melirik zaskia yang sedang menikmati makanannya


“ya sudah yuk makan” ucap dylan mengajak semua orang makan masakan istrinya


Selama makan malam, yama tak hentinya menatap zaskia yang sedang makan dengan lahap yang tak henti-hentinya memuji masakan aira


Dylan menyipitkan matanya ke arah yama sambil menyendokan makanannya ke mulut, dan sesekali dylan melihat arah tatapan mata yama


Seusai makan anak-anak dan airan bercanda di ruang tamu, sedangkan yama dan dylan mengobrol di ruang tamu yang tak jauh dari ruang keluarga sehingga obrolan airan dan viko, askar serta kedua sahabat viko


bisa terdengar jelas


“kamu suka ya sama zaskia?” Tanya dylan melihat yama yang sesekali melirik zaskia yang sedang tertawa akibat perseteruan rio dan askar


“ah” yama tersadar dari lamunananya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


“aku kira kamu beneran mau jadiin eilaku istrimu” kesal dylan


Yama terkekeh “aku hanya senang mengganggumu, eila dan aira saja paham kalau aku tak seserius kamu saja yang terlalu menganggap serius kasih sayangku untuknya, padahal aku mengganggapnya anakku tak lebih”


balas yama


Dylan mengusap dadanya penuh syukur “tapi tembokmu dan dia terlalu jauh yam” ucap dylan melirik zaskia


Yama memicingkan matanya ke arah dylan, dylan menepuk bahu yama “keyakinan kalian, lihat seberapa taat dia menjalankan ibadahnya, ya walaupun kau bukan kristiani yang taat tapi apa kamu mau pindah keyakinan untuknya” yama hanya memicingkan matanya ke arah dylan saat mendengar penuturan dylan tak mampu menjawab


“kamu bisa di gorok sama zahid kalau dia tahu kamu deketin anaknya, kamu tahu sendiri kerasnya dia, tentu kenal dia kan walaupun tak kenal baik dengannya tapi kita kan beberapa kali ngobrol bareng. dan aku tahu betul sifatnya yang keras itu”tambah dylan


“aku tahu itu” yama melirik ke arah zaskia “aku saja gak tahu tentangku dan dia, tapi kau dan mamaku seolah sudah mendahului tahu apa yang aku inginkan” kekeh yama


“kelihatan kali, matamu ada bintang berkelip-kelip lihat zaskia” ucap dylan membbuka dan menutup tangannya  tepat di depan mata yama


“apa begitu?” Tanya yama


“iya” kesal dylan