Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
usaha menemukan ara (season 2)



***


Setibanya di Inggris


benar saja apa yang ada dalam pikiran viko, ara langsung memindahkan ayahnya ke rumah sakit lain, karena beruntung ayah ara sudah berangsur membaik.


ayah damian sudah jauh lebih baik


bahkan sudah mulai bisa berjalan walaupun ia masih kesulitan bicara. Dan ara juga bersyukur ibu tiri dan kedua adik tirinya sudah kabur dari rumah sehingga ia tak perlu memusingkan mereka lagi


ara berlutut di hadapan ayahnya, menggenggam tangan sang ayah “ayah gak papa kan kalau kita pindah” Tanya ara


Ayah damian menggeleng tanda tak masalah “ara harus cari pekerjaan untuk menunjang kehidupan kita yah, ayah bisa kan ara tinggal di rumah sendiri?” Tanya ara


Ayah damian mengangguk, mengusap kepala ara lembut “terima kasih ayah” ucap ara beranjak pergi


Beruntung pengalaman kerja ara yang begitu banyak, membuat ia tak kesulitan mencari pekerjaan. Sedangkan urusan perkuliahannya


sudah beres tinggal menunggu sidang skripsinya saja, karena berkat bantuan viko yang membantu tanda di skripsi ara, sehingga hanya 3 kali ia menyerahkan berkas skripsinya pada dosen pembimbing, langsung di setujui untuk sidang. ara dengan mudahnya mendapat ACC dari dosen pembimbingnya


*


Sesampainya di bandara viko bergegas ke kampus untuk menanyakan perihal ara pada teman sejawatnya perihal ara yang jadi mahasiswa bimbingannya.


“beneran ara gak kesini?” Tanya viko pada reivan, teman sesama dosen


“tidak viko, kemarin saja dia datang, karena aku lihat skripsinya bagus dan sudah lengkap aku langsung tandatangan saja, mungkin bulan depan ia bisa langsung sidang skripsi ” balas reivan


Viko menghela nafas “terima kasih” balas viko


Viko tak berhenti di kampus saja, dia datang ke rumah sakit dan benar saja ara sudah memindahkan ayah damian, viko juga mendatangi rumah yang sebelumnya di tinggali ara, tapi pemilik rumah itu bilang, penghuninya sudah pergi semua sejak sebulan lalu


Viko kehabisan akal mencari keberadaan ara “kemana


aku harus cari kamu” gumam viko kebingungan, perasaan berkecamuk, ia tak ingin kehilangan ara padahal belum sempat ia mengatakan cinta pada gadis itu. gadis itu sudah menghilang entah kemana


“apa aku minta bantuan papi ya” viko mengingat papinya yang mantan polisi pasti bisa mencari cara menemukan ara, dulu saja


aunty sita ketemu, masa ara tidak, itu yang viko pikirkan


viko meraih ponselnya “tut tut tut” viko menunggu panggilannya


tersambung


“ada apa viko? Kamu sudah sampai?” Tanya papi


dylan saat mengangkat telpon dari viko


“papi bantu viko ya” pinta viko dengan suara lirih


papi dylan mengernyitkan dahinya “tumben sekali kamu minta sesuatu dari papi, biasanya kamu paling malas terima sesuatu dari papi” balas papi dylan


“ayolah pih, bantu viko kali ini" rengek viko pada papi dylan


“oke, oke “ papi dylan terkekeh mendengar nada permohonan viko


“kamu butuh bantuan apa?” Tanya papi dylan


“bantu viko temuin ara pih, viko gak tahu lagi harus cari dia kemana. viko sudah kehabisan akal" ucap viko


“hahahahaha” papi dylan tertawa keras


viko menautkan kedua alisnya “kok malah ketawa sih pih? Anak lagi kesusahan malah di ketawa'in” kesal viko


papi dylan mulai meredam tawanya “iya, maaf viko” papi dylan menetralkan tawanya “boleh


saja minta sesuatu dari papi tapi dengan satu syarat” ucap papi dylan


“sama anak sendiri masa pakai syarat sih" kesal viko


“ya sudah, apa syaratnya?” Tanya viko


“kamu ambil posisi pemimpin perusahaan, dan askar akan jadi wakil kamu” ucap papi dylan


“gak ada yang lain apa pih?” Tanya viko


“deal or no deal” sahut papi dylan


viko tahu tak ada jalan lain, gak mungkin kan dia nyari ara sendiri, yang ada malah butuh waktu berbulan-bukan bahkan bisa tahunan untuk menemukan ara “oke, setelah viko ketemu ara, viko akan bawa ara pulang dan ambil posisi itu” balas viko dengan nada kesal


“oke, ingat janji kamu sama papi ya. dalam dua jam ke depan akan papi kabarin tentang keberadaan ara ” ucap papi dylan


Saat viko menutup panggilannya, papi dylan kembali tertawa sembari memegang perutnya


“kamu kenapa loh pih?” Tanya mami aira yang kebetulan ada. di sebelah papi dylan


“iya pih, bahagia banget kayanya” sahut eila yang baru datang menghampiri kedua orang tuanya


“cerita geh pih, jangan dimakan sendiri berita bahagianya” tambah askar yang langsung pindah posisi agar lebih dekat dengan kedua orang tuanya


Papi dylan menarik nafas dalam “baru kali ini papi lihat kakak kalian kelabakan” ucap papi dylan menatap kedua anak kembarnya


“maksudnya?" Tanya mami aira


“dia barusan minta papi nemuin ara buat dia dan papi kasih syarat dong buat dia. enak aja minta bantuan Cuma-Cuma” balas papi


dylan dengan senyum yang belum menghilang di wajahnya


“syaratnya apa pih?” Tanya askar semangat


Papi dylan menatap askar dengan tersenyum “seperti harapan kamu” balas papi dylan


tentu askar paham maksud ucapan papinya “yes” askar tersenyum senang dengan harapannya yang sebentar lagi akan terkabul “akhirnya bisa


liburan ke luar negeri lama” ucap askar semangat


“kakak mau ambil alih perusahaan?” Tanya eila yang tahu betul keinginan saudara kembarnya untuk liburan tapi terhalang tanggung jawabnya sebagai CEO


“iya” balas papi dylan


“lah, terus papi kok malah diam saja bukan cari ara” Tanya mami aira yang melihat suaminya masih santai saja


papi dylan tersenyum ke arah mami aira "papi sudah tahu dimana ara mih, papih Cuma


nunggu waktu saja biar bikin anak kita tambah deg-degan” kekeh papi dylan


“papi papi” askar dan eila menggelengkan kepalanya


melihat kelakuan absurd papinya yang mengerjai viko


“kalau kakak kalian bawa ponakan pulang kan bisa jadi bonus buat kalian, ada yang bisa buat mainan” kekeh papi dylan


“plak” mami aira memukul lengan dylan kasar “cucu kok di bilang mainan” kekeh mami aira yang marah tapi tetap tak bisa jika tidak ikut tertawa


“semoga cepet-cepet otw cicit oma ya” sahut oma Diana yang ikut bahagia viko ingin mengejar ara untuk jadi istri


"amiiin" sahut mami aira dan papi dylan serempak


"jadi gak sabar pengen cepat punya ponakan" gum eila


"kenapa gak buat aja, nikah sana dari pada cuma jalan sana, jalan sini liat lukisan"ucap askar


" dari pada nyuruh aku, mending kamu nikahin.... " eila melirik mami aira "siapa namanya yang selalu nanya ke kita semua keberadaan askar" cicit eila


"namanya syakila" sahut oma diana


semua keluarga juga tahu siapa syakila karena selalu berusaha mengakrabkan diri dengan seluruh keluarga askar tanpa terkecuali, tak terkecuali ara yang juga di dekati oleh syakila padahal ara masih calon keluarga mahardika belum menjadi sah bagian keluarga mahardika