
Kenzi mengkode anak buahnya dengan lirikan matanya untu menahan aira “apa-apaan ini” para bawahan kenzi mencekal kedua lengan aira
“jangan kurang ajar kau!” bentak Dylan melihat anak buah papiya mencekal tangan istrinya
Kenzi menunduk pada Dylan “maaf tuan muda, saya akan sopan kalau anda menurut. Tolong pikirkan istri anda yang sedang hamil” pinta kenzi dan suara lirih tapi tetap terdengar tegas
Dylan menbuang nafasnya kasar, menyadari percuma berdebat dengan pengawal papinya yang keras kepala itu “baik aku akan ikut” balas Dylan
kenzi lanngsung meminta anak buahnya melepaskan aira “silahkan tuan” kenzi mempersilahkan Dylan dan aira masuk ke mobilnya
“mereka siapa bang ?” tanya aira ketika mobilnya mulai berjalan
“mereka pengawal laki-laki brengsek itu” balas Dylan
“ha?” mulut aira menganga
dylan sadar bahwa aira tak akan paham dengan orang yang ia maksud jika berucap seperti itu “suami mami” ucap Dylan meluruskan ucapannya
Aira mengelus dadanya “bikin takut aja sih bang” ucap aira merasa lega dengan siapa yang menghadangnya “ tapi kenapa tumben sekali papi abang minta bertemu?” tanya aira
“entahlah” balas Dylan mengedikkan bahunya
Tak sampai 50 menit Dylan dan aira sampai di rumah mewah milik tuan gunawan
aira melirik rumah milik papi gunawan “wah rumah abang gak kalah besar sama rumah tuan bagas ya” ucap aira terkesima dengan rumah papi gunawan yang terbilang besar dan mewah itu
“ini bukan rumah abang tapi rumah pria brengsek itu” balas Dylan datar
Dylan dan aira berjalan perlahan menuju ruang keluarga yang sudah ada papi gunawan menunggu di sana “ada apa kau memintaku kesini? Langsung saja jangan berlama-lama” ucap Dylan menatap tajam papi gunawan yang sedang duduk di sofa
papi gunawan tersenyum ke arah dylan, tak tersinggung sama sekali dengan ucapan dylan “duduklah dulu” pinta papi gunawan dengan suara lirih
“cepat bilang saja, tidak usah berputar-putar” balas Dylan tak mau menuruti permintaan papi gunawan
“bang, tidak sopan” aira meminta Dylan untuk duduk
“apa kabar aira, sudah lama om tidak melihatmu” sapa papi gunawan sopan pada aira yang memang sudah di kenalnya sejak dulu, karena dylan dan rino kakak aira berteman baik sehingga keluarga mereka saling mengenal baik sejak dulu
“baik pih” balas aira sopan mencium punggung tangan papi gunawan
papi gunawan menyunggingkan senyumnya “ah terima kasih kamu masih mau memanggilku papi” balas papi gunawan
“iya pih, biar gimana pun anda kan papi bang Dylan suamiku jadi anda juga papi aira” balas aira sopam
“Dylan beruntung sekali dapat istri sepertimu” ucap papi gunawan
“sudah cukup, jangan berputar-putar, langsung ucapkan apa urusan anda memintaku kesini secara paksa seperti ini” tanya Dylan ingin segera pergi dari sana
Papi gunawan menghela nafas “kau mungkin tahu apa yang terjadi dengan perusahaan?” tanya papi gunawan yang tahu kalau kasus anak simpananya di pegang oleh dylan
“lalu?” tanya Dylan datar
“perusahaan itu adalah hakmu bukan hak mereka” balas papi gunawan
“aku sama sekali tak butuh itu, aku masih bisa memberi makan keluargaku dengan kerja kerasku” balas Dylan
“tapi di sana ada hak mamimu dan tantemu, kau tahu betul kalau setelah menikah papi yang mengelolanya, maka dari itu bagas tak mau menghancurkan perusahaan papi” balas papi gunawan
“terus?” tanya Dylan
“uruslah perusahaan, aku sudah memindahkan semua saham dan aset yang aku miliki atas namamu” balas papi gunawan
“pikirkanlah, dengan sifat mereka apa yang mereka bisa lakukan pada keluarga kecilmu dan juga mamimu kalau kau memberi sela untuk mereka” ucap papi gunawan
Dylan berdiri menatap tajam papi gunawan “ ini adalah kesalahanmu! Kalau kau tak main-main dengan istri orang tidak akan seperti ini kejadiannya” bentak Dylan
Papi gunawan tersenyum “ini memang salah papi. Tapi tolong bantu papi kali ini” pinta papi gunawan
Dylan menghembuskan nafasnya kasar menatap tajam ke arah papinya
“sayang “ panggil siska tersenyum lebar membawa belanjaan yang begitu banyak menghampiri papi gunawan
“liat deh, apa yang aku beli?” tanya siska perempuan yang tinggal serumah dengan papi gunawan selama hampir 15 tahun
Dylan berdecih “perempuan yang hanya bisa berfoya-foya rupanya ” gumam Dylan
Siska menatap tajam ke arah Dylan “untuk apa kau disini?!” tanya siska dengan nada sinis
“kau tanya saja pada pria yang kau panggil sayang itu” tunjuk Dylan pada papi gunawan
“aku yang mengundangnya” balas papi gunawan
“untuk apa lagi? Bukannya selama 15 tahun ini, dia tak pernah menginjakan kakinya lagi di rumah ini!” teriak siska kesal dengan kedatangan Dylan
Dylan yang mulai kesal berdiri, menatap tajam siska, kita panggil tante siska ya “hei!” tunjuk Dylan ke kepada tante siska “harusnya kau berkaca dengan cermin besar di atas sana" tunjuk dylan pada arah kamar tante siska " aku masih anak gunawan mahardika di kartu keluarga yang tercatat oleh Negara. Sedangkan kau” Dylan memindai tubuh tante siska dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina “kau siapa?” Dylan menegakkan
tubuhnya menatap tajam tante siska “kau hanya sebatas selingkuhannya, jika aku ingin dengan mudahnya, aku bisa mendepakmu dari sini!” teriak Dylan
“kau!” balas tante siska tak terima dengan ucapan Dylan
“sayang” panggil tante siska lirih ke arah papi gunawan, mengguncang lengannya perlahan
papi gunawan memejamkan matanya “apa yang di ucapkan Dylan benar siska, jika dia mau, dia bisa mendepakmu kapanpun. Bahkan aku pun bisa dia depak sesukanya” balas papi gunawan datar
“apa maksudmu?” tanya tante siska
“aku sudah mengalihkan semua harta kekayaanku atas namanya, jadi dia punya hak penuh atas apa yang kumiliki. Untuk membekukan kartu yang kau pakai sekarang saja, dia bisa” balas papi gunawan menunjuk belanjaan yang di bawa tante siska
“bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Apa kau lupa? Kalau kau yang membuatku bercerai dengan suamiku dulu. Kau yang membuat anakku harus kehilangan sosok ayah saat mereka masih muda. Kau lupa kau masih berhutang padaku!” bentak tante siska
“terserah apa yang akan kau ucapkan. Aku sudah berusaha menebusnya selama 15 tahun ini. Aku hanya mengembalikan sesuatu yang jadi hak anakku” balas papi gunawan datar
“bagaimana dengan anak-anakku?!” teriak tante siska
“cukup!” bentak Dylan mengangkat satu tangannya menahan tante siska agar berhenti bicara
“kau bilang anak-anakmu kehilangan sosok ayah karena dia” tunjuk Dylan pada papi gunawan “tapi apa kau lupa! Aku kehilangan sosok ayah karenamu!” teriak Dylan menunjuk tante siska
“dulu memang aku tak mengerti tapi beda dengan sekarang. Kau pikir dalam keadaan mabuk dia bisa menidurimu tanpa persetujuanmu hah!” Dylan menatap tajam tante siska “jika dia tidak tahu diri, kau juga sama! pernikahan kalian hancur karena ulah kalian berdua. Bukan hanya salah satu dari kalian” ucap Dylan menunjuk papi gunawan serta tante siska bergantian
“ku beri kau waktu 2 x 24 jam untuk angkat kaki dari rumah ini” ucap Dylan dengan suara lantang “dan jangan lupa kau tidak punya hak apapun atas barang yang ada di rumah ini termasuk belanjaan itu, jadi jangan bawa apapun, kalau kau sampai bawa apapun, aku akan memenjarakanku” ucap Dylan meraih tangan aira meninggalkan kediaman papi gunawan
Saat berada di pintu Dylan berbalik “ingat 2 x 24 jam, tak lebih” tambah Dylan
Setelah kepergian Dylan, tante siska berteriak histeris “haaaaaaaaaaaakhhhhhhhh!” tante siska menghancurkan barang yang ada dalam rumah, sedangkan papi gunawan hanya menaikkan sudut bibirnya tersenyum samar
“bagaimana bisa?” tante siska menoleh ke arah papi gunawan “bagaimana bisa kau memberikan semuanya pada anak itu! Padahal aku sudah di sampingmu selama 15 tahun, aku bersabar padamu walaupun kau tak pernah
mau mengikatku” kesal tante siska meluapkan emosinya pada papi gunawan