
Tuan zahid hanya terdiam meresapi setiap ucapan ustad jamal. Dalam hatinya ia membenarkan setiap ucapan ustad jamal tapi hati dan pikirannya masih serasa berat untuk menyetujui hubungan putrinya bersama Yama, sebab pertimbangan beberapa faktor.
mulai dari segi usia, dan masa lalu yama dulu yang banyak orang tahu kalau yama adalah orang yang suka bergonta ganti pasangan. walaupun sebenarnya hal itu sudah tak ia lakoni setelah berbaikan dengan sahabatnya Rino
Yama bisa melihat keraguan di matan tuan zahid perihal dirinya "kalau kakak masih belum yakin dengan saya untuk jadi imam anak kakak, saya bisa menunggu dan jika ada sesuatu hal yang harus saya lakukan untuk meyakinkan anda maka saya akan melakukannya “ ucap yama
Zahid menatap yama dan melihat kesungguhan di matanya. tuan zahid tidak pungkiri putrinya selalu bisa memilih hal yang terbaik untuk dirinya tanpa bantuan kedua orang tuanya.
dan itu harusnya tuan zahid sadari karena perdebatan yang dulu dengan kedua orang tua nyonya askiana saat menikah membuatnya, begitu membenci dan kecewa pada mertuanya sehingga saat zaskia dengan mudahnya dekat dengan kakek dan neneknya ada rasa tak Terima dengan penghinaan yang dulu pernah mertuanya berikan. sialnya zaskia lah kena dampak rasa kecewa tuan zahid pada mertuanya
tuan zahid menghela nafas panjang “baiklah, aku akan terima lamaran kamu untuk anakku” ucap tuan zahid
Yama dan juga Zaskia tersenyum manis mendengar penuturan tuan zahid menyetujui pernikahan mereka sedangkan nyonya Askiana menghela nafas penuh syukur suaminya berhenti untuk berdebat dengan putri satu-satunya itu
“tapi dengan satu syarat” tuan zahid mengangkat jari telunjuknya ke atas
yama menautkan kedua alisnya ke arah tuan zahid “apa?” Tanya yama penasaran
“jujur saja aku tak suka saat anakku terjun ke dunia bisnis. Aku ingin kau saja yang mengelola perusahaan warisan kakeknya dengan catatan zaskia tetap jadi pemegang saham utama dan kau hanya jadi penanggung jawabnya saja ” ucap tuan zahid
“hah?” mulut yama menganga lebar mendengar persyaratan dari calon mertuanya yang terkesan malah menguntungkannya “itu sepertinya kurang pantas kak, itu kan milik zaskia warisan dari kakeknya jadi rasanya kita kurang pantas untuk ikut memutuskan apa yang menjadi miliknya” ungkap yama merasa tak enak hati mengganggu apa yang sudah jadi milik zaskia
“aku setuju” ucap zaskia menyela pembicaraan ayah dan calon suaminya itu
Yama menoleh “kamu yakin tentang itu?” Tanya yama
“kalau mas mau mengurusnya aku tak masalah, toh sebenarnya aku tak terlalu suka mengurus perusahaan hanya karena itu titipan kakekku saja jadi aku menerimanya. Aku lebih suka jadi desainer” ungkap zaskia
Yama tersenyum ke arah tuan zahid “baiklah, aku akan mengelolanya untuk zaskia dan tetap menjadikan itu hak zaskia secara penuh” balas yama
Karena yama yang sudah di setujui oleh orang tua zahid maka pernikahan diadakan secepatnya karena zaskia ingin disegerakan agar menghindari zinah sebab yama dan zaskia sering bersama dan mereka yang baru
menyatakan perasaan takut akan kelepasan jadi mereka memutuskan secepatnya menikah ditambah zaskia yang memang sudah menjalani sidang skripsi dan tinggal menunggu acara wisudanya. zaskia dan yama menggelar acara pernikahan dengan acara sederhana dan dihadiri oleh kerabat dekat saja
Saat mereka menikah mereka memang menggelar acara sederhana yang menghabiskan sedikit saja dari harta mereka miliki tapi bukan berarti mereka hanya menggelontorkan sedikit uang untuk pernikahan mereka.
Zaskia dan Yama memutuskan memberikan sumbangan yang cukup fantastis untuk beberapa tempat yang membutuhkan seperti panti asuhan, dan daerah-daerah yang tertinggal serta beberapa orang yang kurang mampu dan anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah dengan harapan pernikahan mereka akan menjadi berkah dan langgeng sampai maut memisahkan
***
“aku gak nyangka kamu jadi aunty aku” ucap Rio berdecak ke arah zaskia yang sedang duduk tepat di hadapannya
Zaskia tersenyum kepada Rio “jodoh gak ada yang tahu” balas zaskia tersenyum kepada sahabatnya yang sekarang merangkap jadi keponakannya
Ada rasa sesak di hati viko saat mengucapkan selamat tapi ia berusaha keras menutupinya dari semua orang
“ gak papa viko dan terima kasih ya” balas zaskia tersenyum
“rumah kamu bagus ya” ucap viko mengedarkan pandangannya ke penjuru sudut rumah baru zaskia yang baru ia tempati 1 minggu setelah pernikahan
“ini hadiah dari orang tua mas Yama untuk pernikahan kami “ jelas zaskia
“zas pengen lihat rumah kamu, ajak aku keliling dong” pinta Rio menarik tangan zaskia
“rio” sentak Yama menunjuk tangan rio yang menggandeng zaskia
Rio buru-buru melepaskan tangan zaskia dan mengangkat tangannya “sorry uncle kelupaan” ucap rio dengan nyengir kuda
zaskia hanya tersenyum melihat kekesalan suaminya saat melihat tangannya di pegang orang yang bukan keluarganya “ya sudah yuk, aku ajak lihat rumah” ajak zaskia
Viko kembali duduk melihat kepergian kedua sahabatnya dan yama duduk tepat di hadapan viko
“semoga kamu dapat yang jauh lebih baik dari zaskia” ucap yama melihat tatapan mata Viko yang ia tahu apa isi dalam pikirannya
“hah?” viko menatap heran saat mendengar ucapan yama
“uncle tahu kamu ada rasa sama istri uncle dulu, tapi karena perbedaan di antara kalian yang membuat kamu berhenti melangkah” ucap yama
Viko tersenyum tak mengira yama akan menyadarinya “ia, aku kalah sama uncle sebelum berperang. Viko terlalu takut untuk melangkah. Tapi ini sudah jalannya, semoga zaskia bisa bahagia dengan uncle” balas viko jujur akan perasaannya yang menyimpan rasa untuk zaskia tapi viko tak berani melangkah lebih jauh untuk bersama zaskia dan kali ini viko benar-benar ikhlas jika zaskia bersama orang lain
“uncle pasti akan membahagiakan zaskia “ balas yama yakin
“oh ya, eila titip salam sama uncle katanya selamat untuk pernikahannya, dia ingin beri kado tapi katanya dia masih sekolah dan hanya bisa minta orang tua. Karena orang tua kita pasti sudah kasih hadiah sama uncle jadi eila Cuma bilang selamat dan semoga uncle bisa cepat kasih adik untuknya” ucap viko
“iya, tadi eila sudah kirim pesan untuk uncle dan uncle juga sudah sampaikan pada zaskia” balas yama mengangguk
“oh ya viko, kamu jadi kuliah di Inggris?” Tanya yama yang tahu rencana viko untuk berkuliah di luar negeri
“jadi uncle, setelah acara sidang skripsi viko akan cek keadaan di sana, baru setelah wisuda viko akan langsung tinggal di Inggris” balas viko
“semoga Impianmu jadi kenyataan” doa yama
“terima kasih uncle atas doanya” balas viko