
Rino hanya terdiam tak mampu berucap apapun, lidahnya serasa kelu dengan penghianatan kekasihnya di depan matanya bahkan tanpa ada rasa penyesalan sama sekali
“no, maafin aku ya, aku emang khilaf tapi sumpah no aku gak akan ngulangin lagi. Maaf ya” pinta yama khawatir dengan diamnya sahabatnya itu
Rino menatap lirih riska “apa kau pernah mencintaiku?” Tanya rino
“pernah” balas riska
“lalu kenapa kau tega melakukan ini?” Tanya rino meminta penjelasan dari riska
“aku cinta tubuhmu dan ingin menikmatinya untukku tapi kau selalu saja menolakku dengan alasan menjagaku" riska melipat tangannya di dada menatap rino "emangnya kau pikir aku gadis sok suci” balas riska tanpagu ada rasa canggung mengungkapkan isi hatinya
rino tak menyangka jawaban yang keluar dari mulut riska “aku gak nyangka, pacaran dengan wanita ******!” teriak rino bergegas meninggalkan tempat riska dan yama
Yama menatap tajam ke arah riska "kau benar-benar wanita gila!" teriak yama bergegas berusaha mengejar rino “aku gak pernah ada niat buat main di belakangmu no” teriak yama saat langkahnya sudah dekat dengan Rino
“aku ingin sendiri” rino menoleh dan menatap tajam kearah yama “aku ingin menetralisir perasaanku jadi jangan berusaha mengikutiku” ucap rino
Yama yang merasa cemas dengan keadaan Rino tetap mengikuti rino dari jauh agar tidak diketahui rino
Rino berjalan dengan langkah berat, sampai ia melupakan bahwa dirinya kekampus menggunakan mobil dan meninggalkan mobilnya begitu saja di kampus. Rino berjalan tanpa arah seolah nyawanya terlepas dari raganya
“brugg” rino tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang sedang berjalan dengan beberapa temannya di suatu jalanan yang terbilang cukup sepi
“maaf” ucap rino menunduk sebagai permintaan maaf
“enak banget ya kamu Cuma ngomong minta maaf” balas pria berjaket hitam yang di tabrak rino
Rino yang sedang menahan amarahnya seolah meledak saat mendapati orang dihadapanya “terus aku harus apa? Kan aku sudah minta maaf” balas rino dengan suara meninggi beberapa oktaf
“di dunia ini gak ada yang gratis kali, sebagai permintaan maaf kau harus membayarku karena sudah mengotori pakaianku” balas pria berjaket hitam tersebut
Rino mendelik tajam memindai tubuh pria tersebut, bergegas mengambil dompet yang ada di saku celananya
“ini untuk biaya laundry” rino melempar uang lembar seratus ribuan kehadapan pria tersebut
Pria berjaket hitam tersebut kesal “kau menghinaku” pria berjaket hitam tersebut mencengkeram kerah rino kuat
Rino hanya menatap datar pria berjaket hitam tersebut tanpa ada rasa takut ataupun marah
“kurang ajar” pria tersebut mulai memukuli rino dengan membabi buta dan rino hanya diam saja. tak membalas perbuatan pria berjaket hitam tersebut
Yama yang sudah mulai panik melihat rino di pukuli. yama langsung meminta bantuan kakak rino yang ia tahu nomornya karena memang yama yang sudah beberapa kalia main ke rumah rino dan menginap di sana. akibat rasa khawatirnya yama datang menghampiri rino yang sedang dipukuli “stop!” teriak yama menghajar segerombol pria berjumlah 6 orang tersebut. jumlah dan kekuatan yang tak seimbang membuat yama kalah dan dihajar habis-habisan sampai babak belur sama seperti rino yang tergeletak tak jauh dari tempatnya di pukuli
“dasar bodoh, bisa bertarung saja tidak sok belagu ngelawan kita”ejek peria berjaket hitam tersebut ke arah yama
Rino bangun dengan posisi duduk menatap tajam kearah pria berjaket hitam tersebut “bodoh kau bilang!”teriak rino segera bangkit dan menghajar para pria berotot tersebut dengan membabi buta
Entah kerasukan setan apa rino, menghajar pria yang berjumlah 6 orang dengan cepat. Keadaan mereka babak belur tak berbentuk. Yama yang melihat cara menghajar rino agak sedikit takut karena rino tak pernah menampakkan sisi ini pada siapapun
Semua orang sudah terbaring lemah di tanah karena dihajar rino, rino menghampiri pria berjaket hitam dan mencengkeram lehernya kuat “kau bilang apa tadi? Bodoh?” Tanya rino dengan seringainya
Pria berjaket tersebut mulai kehabisan napis “akkhh” teriak pria berjaket hitam meronta agar dilepaskan
“biar saja dia mati, dia bilang padaku kalau aku bodoh! Dia menghinaku!”teriak rino tak mau melepaskan cengkeramannya
yama berlai menghampiri rino dengan susah payah “kau bisa masuk penjara rino!” teriak yama menarik
tangan rino kuat
“aku gak peduli” balas rino makin menguatkan cengkeramnnya
Yama berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan rino tapi tenaga rino seolah berkali kali lipat dia atasnya, karena memang yama sedang terluka dan mencoba menahan rasa sakit yang ia rasa
“Rino!” teriak kak fahri menghampiri rino bersama dengan kakak rino yang lain
“lepas no”pinta kak fahri mencoba menarik tangan rino sekuat tenaga
“iya no lepasin, dia bisa mati” pinta kak dino dan kak raka bersamaan
Muka pria berjaket hitam sudah membiru membuat mereka semua ketakutan kalau rino bisa membunuhnya
“plak”yama memukul kepala rino dengan balok kayu yang tak jauh dari tempat rino mencekik pria berjaket hitam
“maaf kak, aku gak tahu lagi harus apa” ucap yama meminta maaf pada kakak rino
“sudah gak papa, kita bawa mereka semua ke rumah sakit” pinta kak fahri
beruntung karena kak fahri yang berprofesi sebagai pengacara membuat masalah rino bisa di tangani dengan baik, dan meminta berdamai dari para korban karena posisi mereka di mulia dengan segerombolan pria tersebut yang mulai memukul lebih dulu jadi perbuatan rino bisa dia anggap membela diri
Setelah kejadian itu, rino di bawa ke pskiater untuk menjalani pengobatan. Rino mendapat diagnosis penyakit kejiwaan yang tak bisa mengontrol emosi (kontrol impuls) penyakit ini adalah penyakit ketika seseorang mengalami kesulitan dalam menahan diri saat berbuat agresif, mereka kesulitan mengontrol emosinya sendiri
yang bisa memabahayakan diri sendiri maupun orang lain.
keluarga rino melakukan berbaga macami pengobatan untuk rino tanpa sepengetahuan aira, karena takut membuat aira ketakutan, karena aira yang masih duduk di bangku SMA saat itu.
Hal itulah yang menyebabkan orang tua rino tak pernah melepaskan rino untuk tinggal sendiri di luar.
Awalnya orang tua rino pikir setelah sekian tahun tak ada gejala serius di diri rino, rino bisa sembuh
tapi orang tua rino lupa kalau penyakitnya tak bisa dipicu oleh hal terlalu ekstrim yang bisa menyebabkan penyakitnya kambuh sewaktu-waktu
Flash back end
“dylan baru tahu bu” ucap dylan tak percaya dengan penyakit rino
“kami memang menutup rapat penyakit rino, dan tak ada yang membahas ini, yama sahabatnya dulu saja tak tahu persis penyakit rino hanya tahu rino sedang marah karena penghianatan kekasihnya” balas ibu mardiana
"apa lagi kamu sudah menghilang saat itu jadi wajar kalau kamu tak tahu" tambah ibu mardiana
“berapa kali dia kumat saat sudah tahu tdntang penyakitnya?” Tanya dylan
“sangat jarang sih, Cuma terakhir waktu aira terluka. Dia hamper mencoba membunuh razi di kantor polisi kalau tidak dicegah ke tiga kakaknya” balas ibu mardiana mengingat bagaimana rino mencekik razi tanpa ekspresi