Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Gejolak emosi



Flash back


12 tahun silam


Rino yang berusia 20 tahun dan kuliah di tahun kedua semester empat yang sedang berpacaran dengan Riska andrian, pacar pertama Rino


“hai sayang” sapa Rino


Riska yang sedang duduk di taman kampus menoleh ke arah Rino “eh sayangku datang” balas Riska ramah


Rino menyerahkan beberapa map pada Riska “ ini,semua tugasmu sudah selesai aku kerjakan”ucap rino tersenyum ke arah kekasihnya


“makasih ya sayang, kamu perhatian banget deh sama aku” balas riska menerima map tugas pemberian Rino


“iya sayang, lagian aku gak mau kamu kecapean dan kurang tidur hanya karena mengerjakan tugas” balas rino


Riska bergelanjut manja di lengan rino “ kamu pengen hadiah apa dariku karena sudah membantuku?” Tanya riska memainkan dada bidang rino


“ah, gak perlu sayang” balas rino sedikit mendorong tubuh riska menjauh


Rino merasa tak nyaman saat riska bermanja dengannya, maka dari itu rino selalu menghindari kontak fisik dengan riska yang terkesan agresif. walaupun rino mencintai riska tapi ia selalu ingat pesan ibunya untuk menjaga wanita dan tak boleh merusak ataupun menyakiti wanita


“cih” riska berdecih kesal “ya sudah aku masuk kelas dulu” pamit riska kesal karena rino yang selalu menolak sentuhannya


“iya” balas Rino tersenyum ke arah riska seolah tak paham arti raut wajah kesal Riska


Rino bergegas masuk ke dalam kelasnya dan duduk di tempat biasa ia duduk saat mengikuti perkuliahan


“rino” yama yang baru datang ke kelas langsung menepuk bahu rino


Rino menoleh “bisa gak jangan kebiasaan ngagetin saat datang?” keluh rino


yama terkekeh “ok, sory” balas yama duduk di sebelah rino


“no, nanti main yuk”ajak yama


“gak bisa yam, aku ada tugas kuliah” balas rino merapihkan bukunya


yama tahu memang kuliahnya sedang ada tugas yang diberikan hari kemarin “tugas itu kan gampang, aku aja merasa itu tugas mudah, kan kamu pinter,  biasanya juga cepet selesainya kalau ngerjain tugas model gitu” balas yama


“kalau tugas aku doang, iya cepet selesai, ini aku harus ngerjain tugas riska jadi aku harus ke perpus nanti buat cari tambahan  materi karena aku kurang paham jurusan riska” balas rino


Yama memukul lengan rino kasar “kamu tuh kelewat cinta sama pacar benalu kamu itu ya” kesal yama yang sudah tahu kalau riska sering memanfaatkan kebaikan rino


rino mengusap lengannya “dia itu pacarku jangan nambahin kata benalu” kesal rino


“ya kamu tuh keterlaluan no, dia itu terkenal matre dan suka manfaatin orang lain, semua kampus ini juga dijajalin sama dia, kamu aja keliwat bego” balas yama


Rino menatap tajam yama “jangan bilang apapun tentang pacarku yang gak benar” balas rino merasa kabar tentang riska hanyalah gosip belaka dan bukan suatu kebenaran


“dasar gila!” teriak yama mengambil bukunya untuk belajar


***


“aku ke perpus dulu” pamit rino meninggalkan yama untuk bergegas ke perpustakaan


yama melirik punggung rino yang makin menjauh “dasar, kebo yang sudah dicocok hidungnya ya gitu”


umpat yama


Yama membereskan bukunya dan keluar ruangan kelasnya dengan raut wajah kesal “rino mana?” Tanya riska menghentikan langkah yama yang akan keluar kelas


Yama menatap tajam riska “lagi ngerjain tugas kuliah kamu cewek gak penting” balas yama bergegas meninggalkan riska


Riska mengejar langkah yama “tunggu” teriak riska yang diabaikan yama


“tunggu” riska menahan tangan yama “kenapa kau benci banget sama aku?” Tanya riska penasaran


“bukan urusan kamu” balas yama


Melihat keadaan kampus yang sudah sepi, karena memang rino dan yama yang selesai kuliah jam 6 sore, membuat keadaan kampus sepi karena mahasiswa sudah pada pulang.


Riska mengejar yama dan langsung menarik tubuh yama masuk kedalam suatu ruangan kosong yang jarang dipakai untuk berkuliah


“apa-apaan kamu ini?” Tanya yama bergegas keluar ruangan yang nampak seperti gudang itu


Riska bergegas menahan tubuh yama dan menghimpit tubuh yama dengan tubuhnya “apa alasanmu membenciku?” Tanya riska dengan nada sensual


Yama yang seorang laki-laki normal, merasa gelisah saat buah besar milik riska menempel ke dada bidangnya “kamu kenapa sih”Tanya yama dengan suara gagap karena terlalu dekat dengan riska


Riska mengunggingkan senyumnya melihat reaksi yama, Riska  memainkan dada bidang yama dengan jarinya berputar-putar ke arah bagian tubuh yama yang sensitif “apa kau membenciku karena pacaran dengan rino?”


Tanya riska mencoba menebak


“lalu?” Tanya riska kembali masih memainkan dada bidang yama


“itu karena kamu manfaatin kebaikan Rino” balas yama memejamkan matanya meresapi setiap sentuhan riska yang makin turun ke bawah


“hahahahah” tawa riska menggema di sudut ruangan “apa kau pikir aku pacaran dengannya karena aku suka padanya?” Tanya Riska menekan benda keperkasaan yama dan mengusap-ngusapnya walaupun masih tertutup dengan kain penghalang


“mana aku tahu”balas yama mulai berkeringat dingin dan gelisah, tapi ia tak menolak sentuhan Riska


Riska kembali memainkan jarinya di dada bidang yama, merangkak naik sampai pipi yama “dia sendiri yang memintaku berpacaran jadi bukan salahku menerimanya. Dan tentang dia yang mau aku manfaatkan adalah


kesalahannya bukan salahku, aku sama sekali tak pernah memintanya ataupun memaksanya. dia sendiri yang menawarkan diri saat aku mengeluh tentang sesuatu” balas riska dengan suara sensual


“itu karena dia terlalu bodoh” balas yama dengan suara tertahan karena menahan hasratnya


Riska tersenyum “itu kamu tahu dia bodoh” riska langsung ******* bibir yama dengan rakus membuat yama diam mematung


riska melepaskan pangutannya “bukan salahku kan kalau dia  terlalu mencintaiku, aku kan gadis paling cantik di kampus ini jadi wajarlah kalau di cinta mati denganku" seru riska kembali melahap bibir yama


Yama yang seorang laki-laki normal dan sudah tak sanggup menahan godaan riska membalas pangutan riska dengan tak kalah panas, tangan yama sudah menjelajah ke setiap inti tubuh riska dengan penuh gairah


Yama mengecup leher jenjang riska dan memberikan tanda kepemilikan disana, tangannya makin turun kebawah kearah lembah kenikmatan  riska, yama mencoba menyusupkan tangannya kedalam gaun seksi milik riska


“eitss tunggu” riska menahan tangan yama saat akan masuk


Yama yang sudah berkabut gairah, pun jadi kesal “apa lagi?” Tanya yama ingin melanjutkan kegiatannya tapi lagi-lagi riska menahannya


“apa lagi?” Tanya yama kesal


“kau boleh menyentuhku sepuasmu, jika kau membelikan ini” tunjuk riska pada layar ponselnya yang terdapat gambar sebuah tas


Yama memicingkan matanya “kau ingin tas itu?” Tanya yama


“iya” riska mengangguk semangat


“itu masalah gampang, setelah kau memuaskanku akan aku belikan itu” balas yama


“baiklah sayang” riska melepaskan gaunnya, membuat tubuh polosnya terpampang nyata di hadapan yama


Yama hanya menelan salivanya kasar, kembali menikmati tubuh riska dengan suara-suara yang memabukkan terdengar keseluruh penjuru ruangan


Tak jauh dari tempat riska dan yama bermain kuda-kudaan, rino berdiri diam mematung melihat penampakan yang ada di hadapannya. hal yang tak pernah dia duga akan lihat secara Live itu


Rino awalnya bergegas ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas dirinya dan riska tapi saat akan memasuki perpustakaan ia teringat bahwa buku catatannya tertinggal dan memutuskan kembali ke kelasnya. Tapi saat ia kembali ke kelas ia tak menyangka bahwa riska sedang mengejar yama.


Awalnya Rino menampikkan pikiran buruk dari pikirannya tapi tetap ada rasa penasaran di benaknya, rino mengikuti perlahan ke arah rino dan riska masuk. ia berusaha menguatkan hatinya setiap melangkah ke arah ruangan yang tak begitu jauh dari kelas tadi sore.


saat mendekat rino mendengar setiap ucapan riska pada yama. rino merasa sesakdi dadanya, napasnya seakan tercekat mendengar setiap ucapan yang keluar dari bibir kekasihnya itu. Kali ini ia benar-benar merasa


tertampar kekasihnya menjadi ****** di hadapannya dengan sahabatnya sendiri, iamenyaksikan dan mendengar setiap ******* yang keluar dari bibir yama dan riska sembari memejamkan matanya


“aaaaaakhhhhh”teriak yama dan riska setelah mencapai ******* bersamaan


setalah mencapai klimask Yama buru-buru mendorong tubuh riska menjauh dan memungut pakainnya yang berserakan, walaupun terkesan kasar tapi riska tak tersinggung sama sekali “jangan lupa janjimu ya” pinta riska


“iya. Bawel. Berikan no rekeningmu akan aku transfer” ucap yama meraih ponselnya


Riska tersenyum girang “nih” riska memberikan kode barcode akun penyimpanan uang virtual miliknya


Yama langsung memindai barcode tersebut untuk mengirim uang pada riska “berapa?” Tanya yama


“20 juta” balas riska


Yama langsung mengusap ponselnya “sudah aku kirim” ucap yama


“triiiing” ponsel riska langsung berdering menandakan uangnyasudah  masuk keakun miliknya


“terima kasih” riska langsung ******* bibir yama dan yama membalas ******* yang riska berikan padanya tanpa merasa risih


“sudah ah, yuk keluar aku mau pulang” ucap yama


“ayok” balas riska berjalan berdampingan dengan yama


Saat membuka pintu, betapa terkejutnya yama dengan pemandangan di hadapannya “rino!” teriak yama dengan suara tercekat


Pipi rino sudah basah sedari tadi, bagaimana tidak rino menyaksikan live secara langsung perbuatan kekasih dan sahabatnya


Yama langsung meraih tangan rino “dengerin dulu penjelasan aku” pinta yama khawatir dengan sahabatnya


Riska hanya berdecih melihat kedatangan Rino “jangan seolah-olah dunia berhenti. Aku dari dulu juga seperti ini, aku juga tak pernah berusaha menutupinya darimu. Kamu sendiri yang bilang jatuh cinta padaku dan ingin aku jadi kekasihmu” ucap riska tanpa rasa bersalah