
***
David sedang mengumpat sumpah serapah pada Chandra “berani sekali kau mencoba menyentuh putriku hah!” bentak david menghajar chandra samapi chandra jatuh terhempas karena tendangan David yang cukup keras
chandra bangun mengatupkan tangannya ke arah David “maaf om, saya khilaf, saya terlalu ingin sita menikah dengan saya” balas Chandra
David kembali menendang tubuh Chandra “jangan mimpi aku akan memaafkanmu, akan ku buat perusahaan keluargamu hancur dan tak bisa bangkit lagi” ucap david kesal
Chandra merangkak ke arah david “jangan om, aku memang salah, aku mohon jangan lakuin ini sama keluarga saya om” mohon chandra dengan isak tangis Chandra
david begitu berang melihat chandra apalagi setelah mendengar cerita orang suruhan prastyo yang membawa chandra e hdapannya serta menjelaskan keadaan putrinya “bawa pergi orang ini ke kantor
polisi dan berikan bukti yang kalian punya” ucap david pada para bawahan prastyo
"baik tuan, saya akan mengurusnya" balas salah satu anak buah prastyo
David jatuh terduduk di sofa di sofa embuk rumahnya, mengatupkan kedua tangan dan meraup wajahnya menghela nafas panjang “aku gak nyangka ini mom” seru david begitu menyesal dengan pria pilihannya yang justru ingin menodai anak gadisnya
Lina menghampiri david dan mengusap punggung suaminya “kamu juga gak akan nyangka dia akan berbuat seperti ini sama putri kita dad, tapi untung saja tyo selalu menjaga putri kita dari jauh seperti ini” ucap lina sangat bersyukur prastyo meminta orang selalu menjaga sita dari jauh, sehingga hal ini bisa di atasi dengan baik
david menoleh ke arah lina istrinya “ kali ini daddy bersyukur dia jadi kekasih anak kita setidaknya, dia menghindarkan anak kita dari pria kurang ajar macam Chandra” ucap david sedikit mulai menerima prastyo
"makanya dad, jangan larang sita lagi berhubungan dengan prastyo, lihat seberapa besar sita mencintai tyo begitu juga sebaliknya" ucap lina
lina dan david duduk di ruang tamu sembari menunggu kabar sita, dan tak lama Sita berjalan di bantu prastyo, wajah sita tertunduk dengan pakaian berantakan dan tertutup jas prastyo
lina mendongak saat mendengar suara langkah kaki “sita dad” ucap lina menyadarkan lamunan david
david mendongak dan melihat sita ada di hadapannya “sayang” seru david berlari memeluk erat
sita
“maafin daddy sita, daddy salah. Harusnya daddy jaga kamu malah kamu jadi seperti ini” ucap david memindai wajah anaknya yang hanya tertunduk tanpa ada suara
“biarin anak kita duduk dulu dad” pinta lina membawa sita untuk duduk di sofa
Prastyo hanya diam mematung dan lina melihatnya “duduk tyo” pinta lina dan prastyo mengikuti permintaan lina
lina memeriksa tubuh sita “kamu baik-baik saja kan nak?” Tanya lina
Sita hanya diam saja, tapi air matanya kembali membanjiri pipinya
david menggenggam tangan sita “maafin daddy sita” pinta david dan sita hanya diam saja tak menanggapi
tak mendapati jawaban dari sita, David menoleh ke arah prastyo. matanya memicing melihat leher prastyo yang terdapat banyak bekas tanda berwarna merah pekat
"huuuuuh" david menghela nafas panjang merasa sangat gagal menjadi seorang ayah “kau!” tunjuk david ke arah prastyo.
pikiran david sudah traveling nan jauh, karena mendengar sita di beri obat perangsang dan kekasih anaknya pulang dengan membawa tanda merah di sepanjang lehernya, yang jelas david tahu itu adalah perbuatan sita putrinya karena berada di bawah pengaruh obat
Prastyo menelan salivanya kasar melihat reaksi david saat meihat dirinya, dan ia sadar betul apa yang ada di pikiran david karena prastyo belum sempat menutupi tanda di lehernya akibat perbuatan sita tadi “nikahi anakku secepatnya” ucap david dengan suara berat
“tentu saja, sudah kepalang tanggung juga” balas david yang mengira sita dan prastyo sudah making love
“gak boleh berubah pikiran loh kak” seru prastyo tersenyum senang karena penantiannya untuk mendapat restu terjawab sudah
“yah” kesal david merasa kalah pada kisah cinta anaknya
sita mendongak, menatap tajam prastyo “aku gak mau nikah sama om!” teriak sita lantang
prastyo mengerutkan keningnya “kenapa?” Tanya prastyo, david dan lina pun tak kalah heran dengan penuturan sita yang tak ingin menikah dengan prastyo padahal dari kemarin dia terus merengek meminta restu
“om gak cinta sita” tangis sita pilu "hiks hiks hiks"
“kok kamu ngomong gitu sayang, tentu saja om cinta banget sama kamu” ucap prastyo mencoba meyakinkan prastyo
“kalau om cinta sita mana mungkin tadi om gak mau sentuh sita, padahal om akan lebih cepat ngobati sita ketimbang dokter itu datang” sita makin menangis “hiks hiks hiks berarti om kan gak mau
sentuh sita, om gak cinta sita” teriak sita berlari ke lantai dua dimana kamarnya berada
“hah” david dan lina bingung dengan penuturan putrinya, mereka saling melempar pandangan
david menghampiri prastyo “apa maksudnya tadi?” Tanya david menunjuk sita yang sudah berlari menjauh
“sita ngambek dari tadi karena saya ngikat dia dan nyuntikin dia obat” balas prastyo menunduk lesu karena
sedari tadi harus menghadapi ambekan sita di dalam mobil
“jadi kalian gak “ david mengkaitkan kedua telunjuknya sebagai tanda making love
“enggak lah kak, saya kan janji sama kakak mau minta sita baik-baik gak pakai cara maksa” balas prastyo
david menghela nafas lega karena sita masih suci “kalau gitu pernikahan kalian..” belum sempat david melanjutkan prastyo langsung menyanggahnya “kakak sudah janji loh” peringat prastyo menunjuk david
Prastyo melirik lina “mama mertua izin rayu tuan putri dulu ya biar gak ngambek” izin prastyo
“iya” lina mengangguk dan tersenyum ke arah prastyo
“eh batalin saja pernikahan kalian kan tadi kalian gak gitu” ucap david pada prastyo yang sedang menaiki tangga tapi tak memperdulikan ucapan david
Prastyo berhenti sejenak dan menoleh, “emang kita gak ngapa-ngapain tadi, tapi lihat ini” tunjuk prastyo pada lehernya “dia sudah menandai tubuhku, dan…” prastyo terkekeh “aku juga sudah lihat semua tubuh putrimu”
ucap prastyo berlari kencang agar tidak mendapat amukan david
“kurang ajar” umpat david kesal karena prastyo sudah melihat tubuh putrinya
“sudah lah dad, lebih baik kita siapkan acara pernikahan putri kita, mommy tahu gak terjadi apa-apa dengan mereka tapi kalau sampai berita ini muncul itu akan merusak nama putri kita jadi cepat nikahkan dia, lebih cepat lebih baik dad” ucap lina
“iya mom, dad tau itu” balas david menghela nafas. mau tak mau ia tetap harus menikahkan sita dengan prastyo untuk menjaga nama baik putrinya