
***
Yama merapihkan bawaan zaskia di rumah sakit, dan meminta pengawal zaskia untuk membawanya ke vila terlebih dahulu, sedangkan zaskia dia sendiri yang akan antar
“kita pulang ke vila kamu?” Tanya yama membantu zaskia jalan menyusuri lorong rumah sakit
yama dan zaskia sudah sampai dekat mobil yama “iya, aku masih agak lemes kalau langsung pulang ke Jakarta” yama membantu membukakan pintu untu zaskia dan memasangkan sabuk pengaman untuknya
“terus rencana kamu balik ke Jakarta kapan?” Tanya Yama
“senin depan sudah masuk kuliah, paling lusa aku balik ke Jakarta” balas zaskia
“aku antar ya” tawar yama
“bukannya anda mau balik ke Jakarta hari ini ya?” Tanya zaskia yang sudah sering mendengar Yama melakukan panggilan di kamar rawatnya sehingga ia tahu yama akan pulang ke jakarta saat zaskia keluar dari rumah sakit
“iya” balas yama
“terus kenapa malah mau antar saya ke Jakarta” Tanya zaskia
“perjalanan dari sini ke jakarta Cuma 2 jam kali, gak masalah aku jemput kamu terus balik lagi ke jakarta” jawab yama enteng
“emang anda gak capek?” Tanya zaskia
“enggak, lagian balas budi itu gak boleh setengah-setengah kali zas, kan kamu sudah nolongin aku jadi apalah artinya dengan antar jemput kamu” sahut Yama
“terserah saja” balas zaskia
***
Viko memicingkan matanya melihat pemandangan aneh di hadapannya
“uncle” seru viko melihat ada yama di hadapannya
Viko mengedarkan pandangannya ke sekeliling memeriksa sesuatu “perasaan viko gak salah tempat, ini kampus viko deh, ngapain uncle di sini?” Tanya viko heran mendapati keberadaan Yama di kampusnya
“antar tuh” tunjuk yama pada zaskia menggunakan ekor matamya yang sedang mengambil sesuatu di bagasi jadi viko tadi tak melihat keberadaan zaskia dekat dengan dirinya
Viko menunjuk zaskia dan yama bergantian “kok bisa kalian barengan?” Tanya viko penuh selidik
“dia ngeyel mau anter aku” balas zaskia mengambil paper bag berisi tugas kuliahnya
“kok bisa?” Tanya viko heran
“kamu lupa dia sudah nyelamatin uncle dari maut, jadi harus balas budi sampai tuntas” jelas Yama pada viko yang sudah tahu kalau yama di selamatkan zaskia dari gigitan ular
Viko memindai tubuh zaskia “tapi sepertinya dia sudah baik-baik saja deh uncle, gak perlu sampai di antar jemput” balas viko
zaskia malas menghadapi perdebatan 2 orang pria di hadapannya itu “sudah ah, aku masuk kelas ya viko, kalau mau Tanya lanjut saja, aku ada kelas pagi” balas zaskia melangkahkan kakinya memasuki area kampusnya
Viko memandang punggung zaskia yang makin menjauh dan berdiri di samping yama “uncle gak pengen jadiin eila calon istri lagi?” Tanya viko
Yama terkekeh “eila aja gak pernah anggap serius ucapan uncle kenapa kamu anggep serius ucapan uncle?” Tanya yama terkekeh
“viko sih tahu uncle gak serius jadiin adik eila calon istri om, papi saja yang anggap serius ucapan uncle” kekeh viko yang tahu sebutan calon istri untuk eila hanya candaan yama untuk dylan
“ya sudah uncle, viko masuk dulu ya” ucap viko bergegas masuk ke kelasnya
Saat jam makan siang, zaskia Rio dan Yama tengah berkumpul di kantin
“makan apa kamu?” Tanya viko dan Rio yang melihat zaskia membawa bekal tak seperti biasanya
“di bawain sama si tua itu” balas zaskia menyendokkan makan ke mulutnya
viko sudah mengerti si tua yang di makasud zaskia “tumben” ucap viko membuka bekal yang ia bawa
dari rumah
“enak ya kalian, di bawain bekal” ucap Rio menyantap baksonya
“alah, kamu aja yang gak suka di bawain bekal katanya merepotkan” sahut viko
“hehehe, aku gak kaya kamu yang biasa aja dilihatin orang bawa bakal dari rumah padahal usia kamu sudah segini” ucap Rio
“lagian ngapain juga malu bawa bekal, kita kan gak nyuri lagian nyenengin orang tua pahalanya besar” balas viko melanjutkan makannya
Viko menoleh ke arah zaskia “sekarang kamu dekatsama uncle yama?” Tanya viko
Rio mulai kepo “kamu dekat sama uncle aku?” Rio menunjuk bekal yang dimakan zaskia "jangan bilang itu dari uncle Yama?" tanya Rio
"iya itu di bawain uncle yama" sahut viko
"jadi kamu ada hubungan sama uncle aku?" tanya rio
“enggak” balas zaskia datar
“nah itu di bawin bekal, di antar pula kuliahnya” Tanya viko
“ketemu mama sama papanya juga sudah” balas zaskia datar
“itu masih bilang gak deket?’ Tanya viko kesal
“ya emang gak dekat viko, dia itu Cuma berterima kasih saja karena aku sudah nyelamtin dia dari bisa ular, itu saja” balas zaskia
Rio tersenyum ke arah zaskia “kamu jadi aunty aku saja zaskia, lumayan bisa jadi tameng kalau lagi isengin uncle” usul Rio yang ingin yama cepet dapat pasangan
“tuk” zaskia memukul kening rio dengan sendok
“aduh sakit” keluh Rio mengusap keningnya yang kena sendok dari zaskia
“jangan asal ngomong” ucap zaskia memberikan tatapan tajam
“tapi zas, uncle aku baik banget tahu " cerita Rio tentang karakter uncle nya "ya walaupun kadang-kadang suka usil sih tapi dia beneran baik, orang tua uncle juga baik, aku jamin kalau kamu jadi mantu keluarga Hitaro, aunty jadi mantu kesayangan satu-satunya deh” ucap Rio membanggaklan keluarga yama
“ya iya lah mantu kesayangan satu-satunya, orang anak tante Kalila kan Yama doang” balas zaskia
Zaskia hanya menatap datar ke arah dua sahabatnya, sedangkan sahabatnya makin gencar meledek zaskia
Jam 3 sore jam kuliah zaskia pun berakhir
“drrrtttt” ponsel zaskia bergetar dan zaskia bergegas mengangkatnya
“sudah pulang?” Tanya yama
“sudah” balas zaskia
“aku jemput ya?” tawar yama
“ih gak usah, mau ke butik dulu, nyelesain gaun yang aku buat kemarin” balas zaskia
“ya sudah, kalau sudah selesai telpon saja biar aku jemput di butik” balas yama
“emang anda gak ada kerjaan apa? Jemput zaskia terus?” Tanya zaskia
“ada, tapi masih bisa di selipin untuk antar jemput kamu” balas yama
“ya sudah, nanti aku WA kalau sudah selesai jahitnya, tapi mungkin malam kali selesainya ” balas zaskia
“ok” yama langsung mematikan ponselnya
Zaskia hanya mendengus sebal memandangi ponselnya karena yama selalu seperti itu menutup panggilannya sesuka hatinya
Zaskia ke butik dengan berjalan kaki karena kebetulan butik sahabatnya dekat dengan kampus
“sore yana” sapa zaskia memeluk yana salah satu sahabatnya selain Rio dan Viko
“sore zaskia” balas yana
“aku langsung lanjut nyelesaian gaunnya ya” ucap zaskia langsung masuk ke ruangan khusus untuk membuat pakaian di butik yana
“iya zaskia” balas yana
Zaskia sangat focus menyelesaikan pakaian yang sudah 2 hari ini ia kerjakan, pesananan dari bulan lalu tapi baru ia kerjakan karena memang permintaan pelanggan jatuh pada lusa tapi malam ini pelanggan akan datang untuk menyesuaikan ukuran gaun buatannya
Pasti bingung kenapa zaskia kerja di butik Yana padahal zaskia tak kekurangan uang sama sekali, jawabannya hanya karena zaskia ingin membantu usaha yana agar bisa maju dan sukses
Yana masuk ke dalam ruangan kerja zaskia “sudah selesai gaunnya zas?” Tanya yana
“emmm, tinggal finishing saja sih sama ngepasin bajunya sama klien” balas zaskia
“jam 7 nanti, belaiu kesini buat fiting baju, kamu yang layani ya, soalnya aku di minta pulang cepat sama suamiku” ucap yana
“iya yana, gak papa mungkin suami kamu kangen kan dia lama di bandung” balas zaskia yang tahu hubungan yana dan suaminya terpisah jarak karena pekerjaan suami yana yang harus menetap di bandung sedangkan yana harus tinggal di jakarta karena keluarga suaminya yang meminta yana untuk tinggal di jakarta saja
“makasih ya zas” yana memeluk zaskia dan pamit pulang
Jam 7 malam tepat klien yang membuat janji dengan zakia pun datang
“malam zaskia” sapa nyonya mulan kliennya
“malam nyonya” balas zaskia menjabat tangan nyonya mulan
“sudah selesai gaunnya?” Tanya nyonya mulan
“sudah, tinggal cocokin ukuran saja” zaskia menyerahkan pakaian yang ia buat pada nyonya mulan “nih di coba dulu nyonya biar bisa di sesuaikan” ucap zaskia
“ah ini gaun buat teman ku, nanti dia kesini buat sesuain ukurannya” ucap nyonya mulan
Zaskia mengangguk “ya sudah kita tunggu dulu nyonya” balas zaskia
“duh, maaf sekali aku telat ya” ucap seorang wania paruh baya yang baru memasuki butik
Zaskia menoleh ke arah sumber suara “tante” gumam zaskia melihat seorang yang di kenalnya
Wanita tersebut menoleh ke arah zaskia “zaskia” wanita tersebut memeluk zaskia
“kamu kerja di sini?’ Tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah nyonya kalila ibu dari yama
“iya tan, bantu temen zaskia” balas zaskia
nyonya mulan mengerutkan keningnya melihat keakraban zaskia dan nyonya kalila “kalian kenal jeng?” Tanya nyonya mulan
“iya jeng, dia teman dekat yama” balas nyonya kalila tersenyum mengenalkan zaskia sebagai teman yang sedang dekat dengan putranya
Nyonya mulan langsung meyurutkan senyumananya “kamu kenal yama?” Tanya nyonya mulan pada zaskia
“iya nyonya, saya mengenalnya” balas zaskia
nyonya kalila melirik gaun yang di bawa zaskia “ini gaunnya ya?” Tanya nyonya kalila
“iya tan, yuk di coba dulu”ajak zaskia menunjuk sofa yang ada di butik
Zaskia membantu nyonya kalila berganti pakaian dan menyesuaikan ukuran serta tambahan yang di inginkan nyonya kalila dengan sigap
“tante gak nyangka, kamu jago bikin baju loh zas” ucap nyonya kalila
“masih belajar kok tan” balas zaskia tersenyum ramah
“ya sudah, kamu bikin notanya masukin ke tagihan saya” ucap nyonya mulan agak ketus
Nyonya kalila meraih tangan nyonya mulan “untuk yang ini biar aku yang bayar sendiri, ini buatan teman dekat anakku jadi ingin aku bayar sendiri” ucap nyonya kalila
“tapi ini hadiahku untukmu” sahut nyonya mulan
“aku sangat berterima kasih untuk hadiahmu mulan, aku cuman ingin membayar sendiri baju buatan zaskia” ucap nyonya kamila tersenyum ke arahzaskia
“ya sudah” balas nyonya mulan sedikit kecewa dan kesal sekaligus