
***
“viko” sapa zaskia meneneng
rantang 2 rantang makanan di tangannya
Viko menghampiri zaskia “kamu
bawa apa?’ Tanya viko
“makan siang, pengganti makanku
semalem di tempat kalian” jawab zaskia
Viko menoleh kea rah
teman-temannya yang sedang duduk dia tas bebatuan “lihat zaskia bawa makan
siang untuk kita” ucap viko pada teman-temannya
“wah asyik” sahut daren yang
memang sudah bilang lapar sejak tadi
“terima kasih ya zas” ucap zafar
“yuk di makan, aku kebetulan
masak banyak” balas zaskia
“emang kamu yang masak?” Tanya
Rio penasaran
“tentu saja bukan, bibi di vila
yang masak semua ini” kekeh zaskia
“aku pikir dunia kiamat saat kau
memasak” balas Rio
“aku sebenarnya ingin bisa memasak
rio tapi lihat sendiri berapa kali aku belajar dengan tante aira dan tante zata
tetap saja aku gagal” balas zaskia
Trio wanita menatap tak suka ke
arah zaskia yang baru datang “ngapain kamu di sini?” Tanya revina ketus
“yuk makan revina, aku bawa
makanan banyak” balas zaskia ramah
“ditanya kamu ngapain kamu
disini” kesal chloe
Zaskia menghela nafas “aku hanya
membalas ajakan makan teman-teman viko dan rio semalam jadi aku ingin
membalasnya, kalau kau mau makan ayok kalau gak mau ya sudah” balas zaskia
“kita gak sudih makan pemberian
kamu” balas tia kesal
“ya sudah kalau gak mau, aku
bawain ini buat sahabatku dan teman dari sahabatku, kalau kalian gak mau aku
juga gak maksa” balas zaskia datar
“iya, kalau mereka gak mau makan
biarin saja, aku bisa ngabisin makananya kok” sahut beni terpesona dengan aneka
masakan yang di bawa zaskia
“emang beda masakan orang
berpengalaman dengan amatiran”sahut joff yang langsung tergoda dengan aroma
masakan di hadapannya
“tentu saja enak, bibi di
tempatku pernah jadi koki di hotel
bintang lima jadi masakannya pasi enak semua” uzap zaskia membanggakan
pembantunya
“makan saja makanan dari
permpuan gak tahu diri itu” kesal revina
di ikuti chloe dan tia
“kurang ajar” kesal rio akan
beranjak dari duduknya
“sudah” zaskia menggelengkan
kepalanya
“kalau aku jadi kamu ya zas sudah
aku gentok pakai ini” ucap zafar menganggakta sendok sayur di tangannya
“sayang centong sayurku kali, itu
kan buat makan bukan buat mukulin benda kast mata” balas zaskia terkekeh
“oh ya rencana kamu besok apa
zas, kita mau panjat gunung soalnya” Tanya viko
“aku mau ke suatu tempat, kalian
bersenang-senang saja” balas zaskia
“mau ke tempat itu lagi?” Tanya
viko lirih
Zaskia mengangguk “ehmmm”
Rio hanya menghela nafas panjang
Setelah selesai makan zaskia
pamit pulang dengan di antar sopir pribadi zaskia
“apa kita temani zaskia” Tanya
rio
“kamu tahu sendiri, dia gak
mengizinkan kita ikut ke tempat itu” balas viko yang sudah tahu kemana tujuan
sahabatnya itu
“dia kemana?” Tanya joff
penasaran
Rio dan viko melotot “K E P O!”
balas rio dan viko serempak
“ih, kan Cuma nanya” balas joff
menggaruk tengkuknya yang tak gatal
Keesokan harinya, zaskia meminta
para pekerjanya memasukan semua barang yang di inginkan ke dalam mobil yang
cukup besar “pak, hari ini saya nyetir sendiri saja” ucap zaskia meminta kunci
mobil pada sopirnya
“saya takut di marah tuan, nona’
balas pak sopir takut untuk memberikan kunci mobil pada sopir
“saya akan hati-hati pak, lagian
orang tua saya mana mungkin Tanya kabar saya jika di luar negeri” balas zaskia
Pak sopir dengan terpaksa
memberikan kunci mobil “hati-hati ya nona” pinta pak sopir memberika kunci
mobil pada zaskia
Zaskia mengendari mobilnya
sebeuah desa kecil, di butuhkan waktu 1 jam untuk masuk ke tempat tersebut dan
medan jalannya cukup sulit tapi dengan cekatan zaskia melewati jalanan tersebut
Sesampainya di tempat tujuan,
zaskia meminta orang yang ada di sana untuk menurunkan semua barang bawaannya
“nanti di bawa masuk semua ya mang” pinta zaskia pada salah pengurus tempat itu
“iya nona” balas pria tersebut
yang tak lain mang paijo, pengurus kebun di tempat tersebut
“kakak” seru anak-anak yang
berlari dengan berkerumun kea rah zaskia
“hai” zaskia merentangkan
“kami kangen kak” seru anak-anak
panti
“kakak juga kangen” balas zaskia
Zaskia melirik pekarangan yang
terdapat sebuah mobil mewah “ada tamu?” Tanya zaskia pada salah satu anak di
panti
“iya kak, lagi debat sama ibu
Jelita” balas Roni anak yang paling besar
“debat?” gumam zaskia memilih
masuk ke dalam panti
Zaskia berjalan perlahan masuk ke
dalam ruang tamu panti “bagaimana bu tawaran saya?” Tanya seorang pria
Bu jelita menghela nafas “mohon
maaf sekali pak, tanah ini tidak di jual” balas bu jelita
Zaskia terdiam mencoba mendengar
obrolan bu jelita dengan seorang pria asing
“saya akan pindahkan anak-anak
panti ke salah panti yang saya berikan donasi, disana fasilitasnya lengkap da
nada sekolah di dekat panti juga” ucap pria tersebut
“mohon maaf sekali pak, mau bapak
bicara apapun saya gak bisa jual tanah ini, karena saya hanya sebatas
mengelolanya sedang tanah ini milih orang lain” balas bu jelita mulai kehabisan
akal menolak permintaan pria asing di hadapannya
“kalau begitu bisa berikan saya
nomor telponnya, saya akan menghubunginya” pinta pria tersebut
Zaskia yang sudah mulai tidak
suka dengan kehadiran pria tersebut pun masuk “ tanah ini tidak di jual” seru
zaskia menghampiri bu jelita dan menyium punggung tangannya
Pria tersebut menatap tak suka
kea rah zaskia “kenapa anda main serobot saja, saya tidak ada urusan dengan
anda” ucap pria tersebut
“memang kita taka da urusan, jadi
silahkan anda pergi dari sini sekarang karena saya tidak akan menjual tanah ini
berapapun anda membelinya” balas zaskia
Pria tersebut membelalakan
matanya lebar “jadi anda pemilik tanah ini?’ Tanya tersebut
“iya” ketus zaskia
Pria tersebut menghela nafas “
bisa kita bicara terlebih dahulu” Tanya pria tersebut
“tidak” balas zaskia dengan ketus
Pria tersebut menyodorkan
tangannya kea rah zaskia saya Yama hitaro pemilik lahan tepat disebelah panti
ini” ucap yamma
Zaskia mendengus kesal “saya
tidak akan menjual lahan ini dengan alasan apapun” ucap zaskia dengan suara
meninggi
Perdebatan antara zaskia dan yama
pun terjadi sangat a lot sehingga terpaksa yama memutuskan untuk pergi agar
membuat zaskia lebih tenang
Zaskia yang sudah lelah berdebat
pun bermanj pada bu jelita “bu zaskia laper” ucap zaskia dengan nada manjanya
“iya anak ibu, ibu masak dulu ya”
ucap bu jelita bergegas ke dapur
Zaskia melirik anak-anak panti
“kalian bantu ibu sana” ucap zaskia
“iya ka” balas anak-anak serempak
Zskia melirik Rina salah satu
pengurus panti yang dipkerjakn zaskia “siapa orang itu?” Tanya zaskia
“dia pemilik lahan yang ada di
sebelah kita nona, katanya ingin bangun resort dan tanah kita mengganggu jadi
dia ingin membeli tanah kita” balas Rina
“apa nama perusahaannya?” Tanya
zaskia
Rina mengambil kartu nama yang
sempat di berikan yama “ini kartu namanya nona, kayanya dari perusahaan Havana
Group” balas Rina
Zaskia menghubungi seseorang
“halo pak Roby” sapa zaskia
“iya nona, ada perlu apa? Tumben
sekali mengubungi saya?” Tanya roby asisten mendiang kakek zaskia dari pihak
ibu
“bisa cari tahu perusahaan Havana
om, dan hubungan tanah mereka yang ada di sebelah tanah milikku, bila perlu
cari tahu bagaimana cara mendapatkan tanah miliknya yang ada di sebelah tanah
milikku” jawab zaskia
“iya nona, akan saya urus” balas
roby mengakhiri panggilannya
Zaskia terlahir dari keluarga
cukup berada memang, tapi karena dulu hubungan kedua orang tuanya tidak di
restui membuat keluarga ibu zaskia menjauhi ibu zaskia. Tapi seorang kakek
tetap menyayangi cucu mereka walaupun tak menyapa anaknya. Zaskia dan sang
kakek dulu sering berkomunikasi diam-diam di belakang kedua orang tua
zaskia-tapi ayah zaskia Zahid Andrian yang benci orang tua ibu zaskia Askiana
Hartanta yang menolak lamaran mereka hanya karena tuan zahid yang muslim,
sedangkan keluarga Armelia notabenenya beragama Kristen
Sampai pada suatu hari ayah
zaskia mempergoki kebersamaan zaskia dengan keluarga hartanta membuat ayah
zahid marah besar dan meminta zaskia menjauhi keluarga tersebut, sehingga
terjadilah percecokan antara zaskia dan ayahnya itu. Karena kakek jovanka yang
merasa kesepian membuatnya sering sakit-sakitan dan meninggal, sang istri nyonya armelia pun di panggil sang kuasa
karena terlalu sedih.
Sebenarnya mama askiana sangat
sedih dengan meninggalnya kedua orang tuanya tapi apalah daya jika suaminya melarangnya
Karena zaskia adalah cucu
satu-satunya dari keluarga hartanta membuat jovanka hartanta menuliskan surat
wasiat untuk memberikan seluruh harta pada zaskia, awalnya kedua orang tua
zaskia meminta zaskia untuk menolaknya tapi zaskia tetap kekeh menerima
pemberian kakeknya itu membuat hubungan zaskia dan ayahnya makin menjauh dan
menjaga jarak. Padahal zaskia adalah anak satu-satunya ayah zahid tapi kerasnya
hati zahid dan rasa sakit atas penghinaan kedua orang tua mama askiana membuat
mata zahid tertutup