
***
Prastyo duduk termenung di balkon apartemennya dengan menenggak minuman memabukkan
dengan tatapan kosong memandang langit malam
“kenapa hanya aku yang tak bahagia?” gumam prastyo
Prastyo kembali mengingat dirinya saat menyentuh riska, saat riska masih remaja “sebenarnya aku tak ada niat menyakitimu tapi aku terlalu terbiasa bersikap kasar saat bercinta, aku mencintaimu riska dan hanya
ingin kau jadi milikku” prastyo melempar botol kearah tembok membuat pecahan
kaca itu berhamburan ke penjuru ruangan kamarnya
“aku mau kau kembali padaku, riska” prastyo menangis dengan meringkuk “aku mohon kembalilah padaku jangan lari lagi” pinta prastyo lirih
Prastyo yang saat itu berhubungan dengan Jonas dan sering bertemu dengan riska yang saat itu masih remaja langsung jatuh hati pada riska pada pandangan pertama, tapi karena riska yang tahu hubungan dirinya dengan Jonas membuat riska
menjaga jarak dari Jonas
Sampai pada saat Jonas melihat riska dan ada sela ia mendekati riska langsung menidurinya, karena ingin menjadikan riska menjadi miliknya, saat itu ingin rasanya riska bisa hamil anaknya tapi ia ingat usia
riska yang masih sangat muda jadi bagaimana bisa ia hamil di usia yang masih sangat muda, sehingga prastyo selalu memberikan pil pencegah kehamilan saat setelah berhubungan badan dengannya
Niat awalnya ingin riska bisa hamil anaknya saat riska lulus SMA karena Riska memilih sekolah Asrama dan bahkan tak pernah pulang saat ia sekolah, tapi nyatanya riska memilih menutupi dimana ia kuliah pada keluarganya untuk menghindari dan membuat prastyo tak bisa mencari keberadaan Riska
Prastyo menangis sesenggukan mengingat riska yang kini jadi kakak iparnya “hiks hiks hiks aku tak ingin kau jadi milik orang lain, aku hanya ingin kau jadi milikku” gumam prastyo
Terdengar suara pintu dibuka “tyo” gumam Jonas menghampiri prastyo yang sedang menangis di lantai
jonas melirik lantai kamar prastyo yang penuh pecahan kaca. jonas membersihkan pecahan kaca tersebut lalu menghampiri prastyo
“ayo bangun, tidur di ranjang” pinta Jonas mengangkat tubuh prastyo
prastyo menatap tajam jonas “ini gara-gara kamu, kalau kau tak ada dalam hidupku dan merusak hidupku pasti tak akan begini kejadiannya, aku pasti akan bisa mencintai riska jauh lebih baik dan aku juga bisa jadi adik iparmu yang baik” ucap prastyo kesal pada Jonas
Jonas merasa bersalah pada prastyo, awalnya memang prastyo tak tertarik sama sekali dengan Jonas tapi dengan segala tipu daya dan rayuan Jonas akhirnya prastyo mau berhubungan dengannya dan menuruti apapun permintaan Jonas “aku minta maaf yo, maafkan aku jika mencintaimu” balas Jonas merasa bersalah
“kalau kau tak melakukannya, mana mungkin aku terikat denganmu dan tidur dengan banyak pria “ teriak prastyo
“aku minta maaf” pinta Jonas lirih
Prastyo makin meringkuk “apa dengan maafmu dia akan kembali padaku, dia sangat membenciku sekarang, bahkan dia memilih jadi istri kakakku dan punya anak dengannya hanya untuk menjauhiku” balas prastyo
“sadarlah yo, adikku menikah dengan ken bukan karena kamu, tapi karena adikku mencintainya” balas Jonas
“dia tidak mencintainya, tidak!” prastyo menggelengkan kepalanya tak terima dengan ucapan jonas
“dia hanya mencintaiku, dia hanya marah karena aku bersikap kasar dengannya dulu” balas prastyo
“come on tyo, mereka sudah mengenal selama 21 tahun
jauh sebelum ia mengenalmu dan mereka menjalin hubungan selama 11 tahun” ucap
Jonas
“itu karena kakakku memperdayanya” balas prastyo
“dia hanya mencintaiku, hanya aku dan dia akan kembali padaku” ucap prastyo
“jangan terobsesi pada adikku yo” pinta Jonas
menarik tengkuk prastyo dan memangut bibir prastyo
Prastyo membalas pangutan Jonas dengan tak kalah menggebu, akhirnya mereka pun kembali bergulat di atas ranjang dan saling bertukar peluh dan ******* nikmat dari keduanya
Prastyo dan Jonas terdiam menatap langit dengan tatapan kosong
“maafkan aku yo, kali ini aku akan benar-benar melepaskanmu”ucap Jonas menutup matanya menahan sesak di dadanya melepas pria yang teramat ia cintai
Prastyo tersenyum kecut “kau yakin benar-benar melepaskanku, kau saja menyusulku ke jerman dan tinggal di sana selama 6 tahun karena saking takutnya kehilanganku padahal kau tahu aku menyentuh adikmu saat itu” ucap prastyo
“kali ini aku bersungguh-sungguh, aku akan mengabdikan hidupku untuk adikku, karena ulahku lah hidupnya menderita” Jonas mengambil pakaiannya dan bergegas memakainya
“aku bersungguh-sungguh saat aku bilang tak akan
membiarkanmu begitu saja jika menyakiti adikku, walaupun aku tahu betul kau
benar-benar mencintainya” tambah Jonas bergegas ke luar apartemen prastyo
Prastyo melirik punggung Jonas yang kini sudah
menghilang dari balik pintu “aaaaaakhhhhhhhh!” teriak prastyo menyalurkan
kekesalannya
***
Seperti janji riska pada dokter ken, ia memasakan
“pagi” sapa dokter ken mengecup kening riska yang
tengah sibuk menata meja
“pagi mas” balas riska
“wah beneran masak kesukaanku ternyata” ucap dokter
ken takjub dengan masakan riska yang begitu banyak di atas meja
“gak sia-siakan kau memaksaku ikut kelas memasak”
kekeh riska, mengingat dirinya dulu yang pernah dipaksa ikut kelas memasak,
alasannya sih biar bisa mengalihkan perhatian dari gairah riska yang suka
menggebu-gebu
“iya” balas dokter ken mengangguk
“oh ya mas, aku sore mau ada rapat, gak papa kan
kalau aku masih kerja?” Tanya riska
“gak masalah, tapi kamu di jaga Ramzi ya” ucap
dokter ken memberikan syarat riska untuk membawa pengawal yang sudah
dipersiapkan dokter ken
“harus ya, pakai pengawal?” Tanya riska
“harus” balas dokter ken tak mau di bantah
“baiklah” balas riska patuh
“mama sama ayah kemana?” Tanya dokter ken tak
mendapati orang tuanya
“mama sama ayah ke apartemen adikmu, katanya dia
sakit jadi mereka menjenguk” balas riska datar
“oh” balas dokter ken datar tapi tatapan matanya
berkata sebaliknya
Riska menghela nafas “kalau kau khawatir sempatkan
saja menjenguknya” ucap riska
“tapi,,,” ucap dokter ken menggantung
“yang ada masalah dengannya adalah aku bukan kamu
jadi jangan karena aku kau menjauhi adikmu” balas riska tak mau memaksa ken ataupun keluarga dokter
ken menjauhi prastyo
Dokter ken terkekeh “ kenapa kau jadi pengertian
sekali tak seperti dirimu saja” ucap dokter ken tak percaya dengan ucapan riska
“aku menuruti nasehat aira dan zeta untuk lebih
mengontrol emosiku, dan tak terlalu membenci seseorang, katanya gak baik buat
anakku dan saat kita benci seseorang saat hamil itu bisa berakibat sifatnya
menurun ke anaknya nanti. Jadi amit-amit anakku ikut sifat om gilanya itu” balas
riska mengusap-usap perutnya
“dia pasti ikut sifat ayahnya, karena kau yang
membuatnya” balas dokter ken tersenyum mengusap perut riska
“dia kira kue kali, dibuat” balas riska terkekeh
“oh ya mas, nanti bisa temenin coba gaun kan?” Tanya
riska
“tentu saja sayang” balas dokter ken