Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Tinggal bersama mertua



Sepeninggal riska mama Claudia marah-marah tak jelas dan mengeluarkan sumpah serapah


“bagaimana bisa ayah ngizinin riska nikah dengan pria tua itu?” Tanya mama Claudia menatap tajam suaminya


ayah John menatap heran mama claudia “emang apa masalahnya?” Tanya ayah john


“dia harusnya menikah dengan prastyo yah, karena prastyo lah yang merusaknya jadi prastyo lah yang harus bertanggung jawab” ucap mama Claudia


“mah!” teriak Jonas tak terima dengan ucapan mamanya


Mama Claudia menatap tajam Jonas “apa kau masih mencintai pria itu?” Tanya mama claudia tak suka


Jonas hanya diam tak mampu bersuara  “pria itu yang harusnya bertanggung jawab pada adikmu” kesal mama Claudia


“cukup! Jangan pernah ada yang mengusik kebahagian riska, jika ada di antara kalian yang coba mengusiknya, maka aku yang akan maju menghancurkannya” ucap ayah john dengan tatapan tajamnya


Mama Claudia berdecih “sekarang belagu jadi ayah yang baik kamu?” Tanya mama Claudia


“aku memang bukan ayah yang baik tapi setidaknya aku tak akan menyakiti hati anakku lagi, dan menjauhkan dia dari kebahagiaannya“


ayah john menatap tajam mama Claudia “ingat mah, dokter ken lah yang menjaga riska sejak usianya 10 tahun dan juga keluarganya lah yang selama ini menjaga dan menggantikan peran kita sebagai orang tua padahal kita lah orang tua kandungnya, jadi jangan pernah kau meminta anakku untuk menikah dengan lelaki bajingan macam dia” tunjuk ayah john pada prastyo yang jalan mendekat bergegas  keluar rumah dengan kesal


Mama Claudia menatap tajam prastyo yang menoleh  ke arahnya karena teriakan ayah john “tante gak mau tahu ya prastyo, kamu nikahin riska dan jauhi Jonas anak tante” pinta mama Claudia dengan nada anacaman


Prastyo hanya tersenyum kecut tak menanggapi permintaan mama Claudia


Jonas yang menunduk sedari tadi , mendongak menatap manik mata


prastyo yang juga ikut menatapnya  “jangan lagi mengusik adikku” ucap Jonas


Jonas berjalan kearah prastyo “ku akui kelemahanku, tak bisa jauh darimu” Jonas mendekat ketelinga prastyo dan berbisik “tapi jika kau menyakiti adikku lagi, aku tak akan pernah memaafkanmu” seru Jonas melewati


prastyo keluar rumah


Prastyo tersenyum miring “apa kau akan membunuhku, jika mengganggu adikmu?” Tanya prastyo dengan nada mengejek


Jonas terkekeh “berkali-kali aku ingin membunuhmu, tapi aku tak sanggup. Tapi aku yakin jika kau mengusik adikku” Jonas menoleh kearah prastyo “kau akan membangunkan singa yang sedang tidur, aku yakin keluarga besar arsello akan menghabisimu tanpa ampun dan mamamu tak akan bisa menolongmu jika ken ingin membunuhmu” seru Jonas lantang


prastyo menautkan kedua alisnya “apa kau fikir kakakku akan tega membunuhku?” Tanya prastyo


“dia mungkin tak akan tega awalnya, tapi jika kau


menyakiti orang yang paling dicintainya, aku yakin dia tak akan berpikir dua kali untuk menyiksamu” Jonas meninggalkan prastyo dengan berjuta pikiran di dalam benaknya


***


Dokter ken membawa riska masuk  ke rumah orang tuanya


“mama” riska memeluk mama katrina erat dengan menangis sesenggukan


Mama Katrina mengusap punggung riska “maafin mama Claudia ya mah, riska benar-benar minta maaf dengan kelakuannya yang menghina kalian” ucap riska merasa tak enak dengan kelakuan mamanya


“sudah sayang jangan menangis kasihan anak kamu” mama Katrina mengurai pelukannya  mengenggam tangan riska “kami sudah terbiasa dengan hinaan mama kamu, lagian mama mengerti dengan kemarahan mama kamu,


“tetap saja mereka gak berhak menghina kalian” riska menatap tak tega pada suami serta mertuanya


“sudah lah sayang, jangan terlalu dipikirkan” ucap dokter ken mengusap bahu istrinya


“oh ya ken, tadi ayah lihat kamu suruh orang bersihin kamar di lantai bawah buat apa?” Tanya ayah Benjamin mengalihkan pembicaraan


“ah itu untuk kamar kami yah, kita akan tinggal disini” ucap dokter ken merangkul bahu istrinya


“kita tinggal di sini?” Tanya riska menoleh kearah dokter ken


“iya sayang, kamu kan sedang hamil jadi tak baik


kalau kita tinggal di apartemen, mama kan  bisa jaga kamu kalau aku sedang bekerja” ucap


dokter ken


Riska tersenyum “kita beneran tinggal disini?” Tanya Riska memastikan


“iya sayang” balas dokter ken


Riska senang sekali bisa tinggal bersama mertuanya, karena memang riska yang cukup dekat dengan mama Katrina, bahkan kedekatan Riska dengan mama Katrina mengalahkan kedekatan mama Katrina dengan


anak-anaknya


“mama seneng deh, sekarang mama punya temen, gak hanya dengan ayah kalian saja” seru mama katrina


“oh ya sayang kamu pasti lelah kan? Aku antar kamu ke kamar untuk istirahat ya” ucap dokter ken


Dokter ken melirik mama dan ayahnya “mah, yah aku antar riska istirahat dulu ya” pamit dokter ken


Dokter ken menggandeng tangan riska dengan sangat berhati-hati, seolah riska adalah benda yang mudah pecah jadi harus ia jaga dengan sangat berhati-hati


Mama katrina melirik punggung riska dan dokter ken yang makin menjauh “mama seneng banget yah, diusia kita yang sudah renta ini, kita masih bisa memiliki cucu” ucap mama katrina tersenyum bahagia dengan pernikahan putra sulungnya dan kabar kehamilan Riska


“iya mah, ayah juga seneng sekali sekarang kita akan punya cucu” balas ayah Benjamin


Mama katrina menunduk lesu  “tapi pasti jalan mereka tidak akan mudah, ayah tahu sendiri betapa kerasnya anak itu. Pasti dia tak akan melepas riska dengan mudah setelah tahu dia menikah dengan kakakknya. Dia pasti akan menggunakan segala cara untuk menyakiti kakakknya dan merebut riska dari kakakknya” ucap mama katrina lirih, yang mengetahui betul bagaimana sifat prastyo anak bungsunya


Ayah Benjamin menghela napas “sudah lah sayang jangan terlalu dipikirkan biar ken saja nanti yang urus adiknya itu, sebaiknya kita jangan ikut campur. Kita percayakan sja segala keputusan di tangan Ken” balas ayah Benjamin mempercayakan segala keputusan prastyo pada dokter ken


Mama katrina menoleh kearah ayah Benjamin “maafin mama ya yah karena mama gak bisa jaga diri dengan baik, membuat ia lahir” ucap mama katrina penuh dengan penyesalan dengan kelahiran prastyo


“sudah lah mah, ini bukan kesalahanmu tapi kesalahan bajingan itu, dan hal itu juga ada andilku yang tak bisa menjaga istri dengan baik” ucap ayah Benjamin


"sebenarnya aku sudah menerima prastyo jadi anakku tapi entah kenapa dia jadi seperti itu" tambah ayah benjamin


“walaupun aku membenci anak itu, tapi dia tetap anakku yah, aku tak ingin melihat kedua anak itu berseteru” ucap mama katrina penuh harap


“doakan yang terbaik saja ya mah” ucap ayah Benjamin


"selalu yah, mama selalu medoakan kedua anak mama" balas mama katrina