Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
membahagiakan anak (season 2)



***


“ayah, ryan masih kangen” ryan memeluk joff erat tak ingin melepas kepergian ayahnya


“tapi ayah masih banyak kerjaan sayang, ayah janji setelah pekerjaan ayah selesai pasti ayah kembali untuk nemenin kamu tidur” balas joff merayu anaknya


"gak mau, pasti ayah bohongin Ryan lagi. dari kemarin ayah bilang mau nemenin Ryan tapi kenyataannya apa, ayah bohong sama ryan” balas ryan


joff memeluk ryan erat “enggak sayang, ayah gak bohong” ucap joff


Ryan melepas pelukan ayahnya, berbaring di ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut “ ya sudah sana pergi, ayah gak sayang ryan, ayah lebih sayang


pekerjaan ayah ketimbang ryan" teriak ryan


ryan terisak lirih di bawah selimut


“enggak sayang” joff berusaha merayu anaknya


“bisa kita bicara” revina menarik tangan joff


Joff mengikuti revina, saat berada cukup jauh dari kamar ryan joff menghentikan langkahnya “ada apa?” Tanya joff datar


Revina berbalik “tetap tinggallah disini” pinta revina


“hah?” mulut joff menganga lebar mendengar permintaan revina


"aku gak bisa buat anakku menderita seperti itu, hatiku rasanya sakit sekali melihat ryan menangis seperti itu, apalagi saat ia harus jatuh sakit karena merindukanmu” revina mencengkeram dadanya mengekspresikan rasa sakit yang ia rasa


mata joff mendelik ke arah revina “kau pikir aku gak sakit hah?” Tanya joff


revina menunduk “aku minta maaf joff kalau karena aku, kau merasa tak nyaman, tapi tolonglah tinggal disini. Aku akan menjaga jarak dengan mu di rumah ini, jika kau merasa tersiksa karena keberadaan ku, tiap kali kau di sini


aku akan berada dalam kamar agar kau tak melihatku dan agar kau merasa nyaman di sini” revina menatap manik biru milik joff dengan dalam


“aku akan tetap menjalankan


proses perceraian kita dengan kooperatif joff, tapi aku mohon” revina mengatupkan kedua


tangannya di depan dada “tinggallah disini untuk kebahagiaan putera kita” pinta


revina dengan mata berkaca-kaca


Hati joff juga ikut merasa sakit saat revina meminta dirinya tetap tinggal dengan kata untuk anak kita. anak dirinya dan revina


walaupun kehadiran ryan tak mereka rencanakan tapi ryan adalah kebahagiaan untuk mereka berdua


joff menghela nafas panjang “baiklah, aku akan tinggal disini” balas joff


Revina langsung menghambur memeluk joff karena rasa bahagia “terima kasih, terima kasih ayahnya ryan” ucap revina


joff diam mematung, mendengar Kata yang tak pernah ia dengar selama pernikahannya, kata yang sederhana tapi begitu bermakna bagi joff


“hmmm” balas jofff singkat


Revina tersadar dengan sikapnya dan langsung mengurai pelukannya dan menunduk pada joff “maaf joff, aku terlalu senang karena harapan terbesar ryan setidaknya terkabul.


" Kau gak tahu joff, rasanya benar-benar tersiksa


mendengar rengekan ryan untuk bertemu denganmu dan di temani tidur olehmu” ucap revina dengan sorot mata  bahagia


"maaf jika kau harus kerepotan seorang diri mengurus ryan


padahal ryan kan anak kita berdua” ucap joff merasa bersalah pada revina


“tidak papa joff, sekarang kau kan akan membantuku untuk menjaga ryan” balas revina dengan senyuman


“tuan, nyonya" panggil lala pengasuh ryan " tuan muda ryan makin menangis kencang” ucap


“biar saya kesana” balas joff berlari menuju kamar ryan


“ayah gak sayang ryan” ryan melempar barang-barang yang ada di kamarnya


joff terdiam di balik pintu melihat ryan yang sedang kesal “jangan bilang gitu sayang” pinta joff


“hiks hiks hiks ayah gak sayang ryan, buktinya ayah ninggalin ryan terus dan lebih milih kerjaan ayah” ucap ryan dengan suara isak tangis


joff menghampiri ryan dan mencoba memeluk ryan walaupun ryan terus meronta tak menuturkan keinginan joff untuk tetap memeluk ryan “ya sudah ayah temani ryan tidur ya” ucap joff


“alah, pasti abis ryan tidur ayah tinggalin ryan lagi” balas ryan tak percaya pada joff


“gak sayang, ayah janji, saat kamu bangun ada ayah di samping kamu” balas joff


ryan mulai berhenti menangis walaupun masih dengan suara sesenggukan “beneran ya yah” pinta ryan


“tentu saja sayang” balas joff kembali memeluk ryan


melihat anaknya yang sudah mulai berhenti menangis membuat revina bisa bernafas dengan lega "ya sudah, mama tinggal dulu ya, kalian istirahat saja” ucap revina beranjak pergi


“mama jangan pergi” pinta ryan


revina menoleh ke arah Ryan “lah katanya kamunmau tidur sama ayah” Tanya revina


"mau sama mama juga, bertiga kita tidurnya” pinta ryan


“tapi kamar kamu sempit sayang, mana muat kalau kita tidur bertiga” balas revina


“ya sudah tidur di kamar mama dan ayah saja, kan ranjangnya besar jadi pasti muat untuk kita tidur bertiga” usul ryan penuh semangat


Revina dan joff  terdiam dan saling melempar pandangan seolah bertanya bagaimana ini? “ ayok yah” ryan menggoyang lengan joff menyadarkan lamunan kedua orang tuanya


"oh ya sayang” joff menggendong ryan menuju kamar tidur dirinya dan revina yang sudah hampir tiga bulan ia tinggalkan


Joff merebahkan ryan di ranjang “ayah ganti baju dulu ya sayang, ayah masih pakai pakaian kantor jadi gak nyaman untuk tidur, sekalian ayah juga mau mandi, kan belum mandi dari tadi“ joff mengendus pakaiannya " bau" ucap joff


“iya ayah” balas ryan tersenyum pada joff


Joff menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi, ia berjalan masuk ke ruangan walk in closed kamarnya untuk mengambil pakaian “ternyata pakaianku masih ada dan tertata rapih di sini” gumam joff melihat pakaiannya masih tertata rapih di sana


Joff yang sudah memakai pakaian tidur, berjalan ke arah ranjang dan mengecup kening ryan yang ternyata sudah tertidur “selamat tidur jagoan ayah" ucap joff


Joff berjalan ke arah sofa panjang di kamarnya “kamu mau kemana?” Tanya revina dengan suara lirih kala melihat joff berjalan ke arah sofa


“tidur” balas joff datar


“terus ngapain kamu ke sana” Tanya revina lagi


“ya tidurlah” balas joff


Revina menghela nafas panjang" kalau kamu tidur di sana, kamu mau bilang apa saat ryan terbangun di tengah malam dan kamu tidur di sana bukan di sampingnya. kamu kan tahu sendiri anak kita sering bangun di tengah malam" ucap revina lirih


joff tentu tahu betul apa yang di ucapkan revina adalah kebenaran “terus bagaimana” Tanya joff


“tidur di sampingnya saja “ pinta revina


“baiklah” joff berjalan ke arah ranjang dan menuju ke arah sisi sebelah dan merebahkan dirinya di samping ryan, memeluk putranya erat


“selamat malam” ucap revina


“malam” balas joff


revina dan joff segera menuju alam mimpi menyusul ryan yang sudah lebih dulu tiba di sana