
Angel gemetar ketakutan “kakak membentak ku?” angel tak percaya bahwa dirinya bisa di bentak sang kakak yang biasanya jarang bicara padanya itu
Kak david menghampiri angel “ iya memang kenapa?” tanya kak david dengan tatapan tajamnya ke arah angel
mata angel mulia mengembun “kakak gak pernah membentak ku? selama bertahun-tahun ini” balas angel merajuk
mata kak david terpejam sesaat “aku tidak membentak mu karena malas berurusan dengan ular macam kau dan ibumu. Tapi kali ini kau sudah keterlaluan, kau berani menyakiti adik kesayanganku” balas kak david menatap tajam angel
"adik? " Gumam angel melirik Aira
kak david paham tatapan angel "dia orang yang aku anggap adik kandungku selama bertahun-tahun" balas kak david
Angel menepuk-nepuk dadanya “aku yang jelas adikmu kak, bukan dia” tunjuk angel pada aira
“sejak kapan kau jadi adikku?” tanya kak david tersenyum meremehkan
angel menautkan kedua alisnya, tak menyangka dengan ucapan kakaknya “apa maksud kakak?” tanya angel
“kau sama sekali bukan adikku!” kau hanya benalu yang menumpang hidup pada ayahku dan tak lebih dari itu!” balas kak david
“kakak” lirih angel menatap sendu kakaknya
"ayo ra" kak david menarik tangan Aira menjauh dari angel
angel melihat kepergian kakaknya membuat dia tak kuasa menahan air mata " gimana bisa kakak seperti ini padaku, aku adikmu kak" gumam angel lirih yang tak dengar kak david karena sudah cukup jauh dari tempat angel berada
Aira menatap iba angel, walaupun angel memang menyebalkan tapi bukan berarti dia akan bahagia di atas penderitaan orang lain “ kakak” panggil aira pada kak david yang membawanya menjauh
“kakak!” teriak aira menghentikan langkah kak david
“apa?” tanya kak david dengan raut kesalnya
Aira menaikkan sebelah alisnya menatap kak david “apa kakak gak keterlaluan berucap gitu sama adik kakak?” tanya aira
“dia sama sekali bukan adikku” balas kak david membuang mukanya
Aira menatap pintu ruangan pak arfan yang Nampak angel jatuh terduduk dan terisak
“ayok kita bicara” aira membawa kak david menjauh menuju mobil kak david yang terparkir di halaman sekolah
“kakak tunggu disini, aku akan menitipkan murid ku dulu pada guru yang lain” dengan sigap aira berlari menuju ruang guru dan meminta bu Rossi untuk mengisi jamnya sampai pulang sekolah
Aira bergegas menuju parkiran tempat mobil kak david berada. aira masuk dalam mobil kak david dan membawanya menjauh dari sekolah “apa maksud kakak dia bukan adik kakak?” tanya aira melajukan mobil kak david meninggalan pelataran sekolah
Kak david menghela nafas “wanita itu menipu ayah, angel bukan anak kandung ayah. Makanya ayah menyetop fasilitas angel” balas kak david jujur pada aira
Aira melirik kak david dari balik spion "aku tahu sifat kakak, walaupun kakak bukan orang yang bisa leluasa mengekspresikan rasa sayang ke orang. tapi Aira tahu betul kakak sayang angel sebagai adik kakak kan? " tebak aira tetap sasaran
kak david terkekeh "pantas memang aku menganggap mu adikku, aku sama sekali tak bisa menutupi apapun darimu" balas kak david
"jelas saja terlihat kak, orang yang tegas dan punya kemampuan seperti kakak selalu diam saja dengan sikap wanita itu berarti kan ada alasannya" balas Aira terkekeh
kak david mengangguk mengiyakan “lalu?” tanya aira
david menghela nafas panjang “aku bingung ra. di satu sisi aku memang membenci ibunya tapi disisi lain aku menganggap angel seperti adikku. Aku menyayanginya walaupun sifat menyebalkan ibunya yang turun padanya itu” balas kak david menatap jalanan
“sejak kapan kakak tahu kalau angel bukan adik kakak?” tanya aira
“belum lama ini, ayah sendiri yang memberitahuku. Kau tahu sendiri ayahku seperti apa” kak david sudah sering bercerita perihal keluarganya, jadi sedikit banyak tentu aira tahu bagaimana sifat ayah kak david dari cerita kak david sendiri
ayah kak david bagas wiraatmadja terkenal dengan sifat dingin dan arogannya. tapi dia juga di kenal sebagai lelaki penyayang yang bisa berbuat apapun untuk orang yang di sayangi nya. dia juga orang yang bisa membalas sakit hati yang ia rasakan berkali kali lipat yang ia rasakan
"kau lihat contoh nya ayah dylan, mana dia bisa berkutik karena tekanan ayah" ucap kak david
Aira menyipitkan matanya "maksud kakak? " tanya Aira
"oh" Aira mengangguk paham
Kak david menatap aira “maafin angel ya ra, dia hanya sedang kalut. Kau tahu sendiri gimana dia dimanja ayah, sampai aku dulu pun di usir dari rumah karena berdebat dengannya” pinta kak david
Aira nampak berfikir “gimana ya kak, kalau dia gak ganggu keluargaku aku bisa saja memaafkannya tapi kalau dia kekeh mengganggu suamiku maaf saja aku akan maju melawannya” balas aira dengan tegas
“aku tahu itu ra, kalau dia salah aku juga gak akan membelanya. Aku akan tetap berdiri di sampingmu dan mendukungmu” ucap kak david
“oh ya bagaimana kabarmu dengan Dylan?” tanya kak david mengalihkan pembicaraan
“baik kak” balas aira
“lalu keluargamu? ” tambah kak david
“baik juga, lalu bagaimana kabar kak lina dan sita kecil?” tanya aira
“mereka baik” balas kak david
“apa kakak masih membatasi pertemuan mereka dengan ayah kakak?” tanya aira
Kak david mengangguk”masih, aku tak ingin memberi pengaruh buruk untuk putriku” balas kak david
“tapi om bagas tetap orang tua kakak dan kakek sita jadi harusnya kakak tidak terlalu membatasi pertemuan mereka” balas aira
“akan aku pikirkan lagi nanti” balas kak david
Aira pulang ke rumahnya mengajak kak david untuk berkunjung "silahkan masuk kak”ajak aira memasuki rumahnya
“iya” kak david melangkah masuk ke dalam rumah aira
“Dylan kerja?” tanya kak david
Aira mengajak kak david duduk di sofa dan meminta pelayan rumahnya membuatkan minuman “katanya sih bang Dylan mau pulang cepat soalnya semalem dia lembur, tapi gak tahu jam berapa dia pulang” balas aira
“terus kapan rencananya kakak mau bawa kak lina dan sita kecil pulang ke Indonesia?” tanya aira
“nanti setelah perusahaan cukup stabil baru aku jemput mereka pulang” balas kak david
Aira menautkan kedua alisnya “stabil? Emang perusahaan kakak kenapa?” tanya aira penasaran
“kas perusahaan banyak yang bolong entah kemana, jadi aku cukup sibuk mengurus kas yang hilang itu” balas kak david tak canggung menceritakan kondisi perusahaan keluarganya pada aira
“kok bisa?” tanya aira
Kak david mengedikkan bahunya “entahlah”
“aira. Kau sudah pulang?” tanya Dylan bingung karena tak melihat keberadaan mobil aira malah melihat mobil orang lain di halaman rumahnya
Aira menghampiri Dylan “abang dah pulang? Sudah makan?” tanya aira
“sudah” Dylan melirik pria yang terasa tak asing buatnya “kau” tunjuk Dylan “david” gumam Dylan
Kak david mengangguk “iya ini aku” balas kak david
“kapan kau datang?” tanya Dylan sopan
“barusan saja bareng istrimu” balas kak david
Dylan menyipitkan matanya “bareng aira? Kok bisa?” tanya Dylan
“tadi kakak datang ke sekolah buat ngecek kondisi sekolah, terus aira ajak ke sini deh” ucap aira memberi tanda lambaian tangannya pada kak david agar suaminya tak tahu perihal angel yang datang ke sekolah