Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
memanggil dengan panggilan "Mas"



***


“yuk makan dulu dad” ajak sita pada daddy Nicole mertuanya


“iya sita” balas daddy Nicole tersenyum ke arah menantunya


Sita mendorong kursi roda daddy Nicole ke arah meja makan yang sudah ada prastyo yang sibuk dengan ponselnya untuk mengecek email


“makan dulu hubby” ucap sita menepuk bahu prastyo


Prastyo langsung meletakkan ponselnya dan tersenyum ke arah sita “iya sayang” balas prastyo


Sita melayani suaminya makan, kemudian mertuanya baru setelah itu mengambil makan untuk dirinya


“oh sayang kamu kapan mulai lanjut kuliahmu?” Tanya prastyo


“boleh gak kalau sita kuliahnya di Indonesia saja?” Tanya sita meminta pendapat suaminya, karena awalnya sita di minta lanjut kuliah di luar negeri


“aku sih terserah kamu sayang, tapi sebaiknya nanya daddy sama mommy kamu juga, takut mereka ngira aku membatasi kamu setelah


menikah” balas prastyo


“ya sudah nanti, sita mampir ke rumah mommy ya” ucap sita


“ya sudah, tapi nanti minta sopir antar ya jangan berangkat sendiri” balas prastyo


“iya hubby” balas sita


prastyo menoleh ke arah daddy Nicole “oh ya dad, lusa kan daddy ada pemeriksaan, di temenin sita saja gak papa ya, soalnya tyo mau terbang ke jepang besok dan itu


makan waktu 2 hari” ucap prastyo


“gak masalah” balas daddy Nicole


prastyo menoleh ke arah sita “gak papa kan sayang?” Tanya prastyo


“gak papa hubby, nanti sita temenin daddy ke


rumah sakit” balas sita


***


Viko sedang konsentrasi belajar di dalam perpustakaan sambil memakai earphone untuk mendengarkan music agar lebih


berkonsentrasi dalam belajar, ya untuk viko konsentrasi belajarnya bukan dalam keadaan tenang tapi harus ada lantunan music yang mengiringinya saat belajar


“nih buat kamu” sebuah kue bergeser ke arah viko


Viko mematikan musicnya dan mendongak “untuk apa?” Tanya viko


“untuk menemanimu belajar” balas revina tersenyum


“maaf aku masih kenyang, bawa saja” viko menggeser makanan yang di bawa revina “dan tolong jangan ganggu konsentrasi ku


saat belajar” ucap viko kembali menyetel musiknya dan belajar dengan serius


Revina hanya memandangi viko dari dekat dengan menopang


dagunya dengan kedua tangan


“masih dingin saja yang kutub selatan” gumam revina


Revina terus memandangi wajah viko tanpa bersuara, viko sebenarnya tahu masih ada revina tapi ia coba mengabaikannya saja dan tetap berkonsentrasi dengan kegiatan belajarnya


Revina tersenyum memandangi wajah viko yang serius dengan belajarnya dan sama sekali tak memperdulikan sekitarnya


2 jam lamanya viko berkutat dengan buku dan pena miliknya, viko menutup bukunya, dan membereskan barang miliknya bergegas keluar perpustakaan


“eh kau sudah selesai?” Tanya revina yang tak sadar kalau viko sudah selesai belajar


“menurutmu” viko bergegas keluar perpustakaan


Revina berlari mengejar viko “tunggu viko” teriak Revina


Viko melanjutkan langkahnya tak memperdulikan panggilan revina sama sekali


Revina bergegas berlari mengejar viko “apa kau tuli” ucap revina mensejajarkan langkahnya dengan viko yang untung saja revina cukup


tinggi tak jauh dari tinggi viko sehingga tak sulit bagi revina mensejajarkan langkah mereka walaupun revina memakai sepatu hak tinggi


“aku buru-buru” ucap viko belok ke arah parkiran


“sesibuk apa sih kamu” Tanya revina


“bukan urusanmu” viko memencet tombolndi kunci mobilnya dan


bergegas masuk ke dalam mobilnya meninggalkan revina


Revina memandang mobil viko yang makin menjauh


“semakin sulit ku kejar semakin aku ingin mendapatkan mu” gumam revina tersenyum


ke arah mobil viko yang makin menjauh


***


“ nona ada paket buat nona” ucap seorang wanita paruh baya


Zaskia menoleh “dari siapa?” Tanya zaskia pada bi


rom pembantu rumah zaskia


“katanya sih dari tuan yama” balasn bi rom


“ya sudah bi terima kasih” zaskia menerima sebuah kotak besar dari bi rom


Zaskia membukanya dan melihat ada pakaian, sepatu


dan kotak perhiasan juga tas kecil. Zaskia membuka sebuah tulisan di sana


“pakai ini untuk pesta sabtu ini” pesan dari Yama


“dasar” gumam zaskia melangkahkan kakinya masuk


ke  dalam kamar untuk menyimpan paket dari Yama


Zaskia memutuskan menelpon Yama “ tut tut tut” zaskia menunggu panggilannya tersambung


“untuk apa kau kirim itu?” Tanya zaskia tanpa basa basi saat panggilannya tersambung


“aku kan minta temenin kamu, jadi aku harus siapin keperluanmu” balas Yama


“untuk pakaian, tas dan sepatu oke lah, perhiasannya untuk apa?” Tanya zaskia


“ah itu hadiah dari mama, kalau menurutmu tak cocok dengan pakaianmu jangan di pakai saja” sahut yama


“aku gak bisa terima perhiasan itu, nanti aku kembalikan pas kau jemput aku ya” ucap zaskia


“kalau kau mau kembalikan langsung sama mama saja


jangan sama aku” balas yama


“aku gak enak lah kalau nolak” balas zaskia


“ya sudah terima saja” balas yama


“tapi itu terlalu mahal “ balasnzaskia


Zaskia menghela nafas “emang paling malasnberdebat denganmu” kesal zaskia


“ya sudah nurut saja jangan ajak berdebat” balasnzaskia


***


Yama berjalan dengan santai ke rumah zaskia


“zaskianya mana bi?” Tanya yama saat memasuki rumah zaskia


Yama masuk ke rumah zaskia dengan santai karena


memang dirinya sudah sangat sering ke rumah zaskia untuk mengantar jemput


zaskia kuliah


“mungkin bentar lagi turun tuan, tadi nona bilang


anda suruh tunggu kalau nona belum turun” balas bi rom


“ya sudah saya tunggu di sini ya bi” ucap yama


menunjuk sofa di ruang tamu


Yama memainkan ponselnya untuk menanti zaskia


turun


“tuan mau ajak nona kemana ?” Tanya reivan yang


entah datang daei mana


“bisa gak kamu jangan kebiasaan nongol tiba-tiba”


ucap yama kesal karena permainannya kalah gara-gara reivan mengagetkannya


“sorry tuan” kekeh reivan menggaruk tengkuknya


yang tak gatal


“ajak ke pesta rekan bisnis aku, butuh teman jadi


bawa zaskia” sahut yama


“emang gak punya teman lain?” Tanya reivan


“enggak” balas yama


“kasian” ucap reivan berdecak sebal


Yama melempar bantal kea rah reivan sebal


“kebiasaan di manja sama zaskia jadi songong kamu ya” kesal yama


Bukannya takut reivan hanya terkekeh keras


“ada apa lagi kalian ini” ucap zaskia yang sedang


turun tangga


Yama menoleh kea rah zaskian dan begitu terpana


dengan kecantikan zaskia yang terpampang jelas mala mini


“nona cantik banget” ucap reivan mengacungkan


kedua jempolnya


“terima kasih” balas zaskia tersenyum


Yama menoleh kea rah reivan dan memberikan


tatapan tajam karena dia menyela apa yang tadi ingin ia ucapkan


“yuk pergi takut kemaleman” ajak zaskia berjalan


mendahuli yama keluar rumahnya


Yama mengekor zaskia menuju mobilnya. Zaskia buru-buru


masuk mobil dan yama juga ikut masuk ke dalam mobil


Yama memasang sabuk pengaman dan melajukan


mobilnya dengan perlahan


“kamu pakai kalung dari mama?” Tanya yama


Zaskia memegang kalung yang sedang ia pakai “ah


iya, kata tante suruh pakai dia mau lihat katanya” balas zaskia


“mama nelpon kamu?” Tanya yama


“iya, nanyain jadi ikut anda atau tidak, dan


ingetin suruh pakai kalung yang dia mama anda berikan” balas zaskia


“maaf ya kalau kamu risih dengan mamaku?” Tanya


yama


“enggak kok, aku sih seneng saja di peduliin mama


anda” balas zaskia


“nanti di pesta jangan panggil amu dengan sebutan


anda ya” pinta yama


“kenapa?” Tanya zaskia


“aku kaya sedang bawa pegawaiku kalau kamu


panggil anda” balas yama


“ya biarin saja kalau aku di anggap pegawai”


balas zaskia datar


“ih aku ke sana mau kenalan kamu sebagai pasangan


tau” ucap yama yang diberi tatapan tajam oleh zaskia


“aku ajak kamu sekalian minta tolong buat hindarin casandra, dia hadir soalnya” balas yama tak enak hati


“kenapa aku harus bantu anda?” Tanya zaskia


“karena kau orang baik” balas yama tersenyum


Zaskia menghela nafas panjang “ baiklah, aku akan


memanggilmu mas di sana” balas zaskia


“terima kasih” balas yama tersenyum ke arah zaskia