Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Dosen mesin pendingin bikin bergidik ( season 2)



Season 2


“tak tak tak” terdengar suara langkah kaki berat di sebuah lorong kosong


Seorang pria berjalan dengan percaya diri “pagi pak viko” sapa seorang pemuda menunduk kepada Viko


Ya itu adalah viko Mahardika anak sulung Aira Mailans dan Dylan Mahardika. Sekarang viko sudah resmi menjadi seorang Dosen di


salah satu kampus ternama di Inggris


“pagi” balas viko dengan tatapan dinginnya


Viko berjalan dengan membawa buku-buku di tangannya, viko berjalan ke arah suatu ruangan dengan langkah


tegap dan wajah datar


“selamat pagi semua” sapa viko meletakkan bukunya  di atas meja menatap datar ke arah para mahasiswa yang ada di hadapannya


“pagi pak” balas para mahasiswa yang mengikuti kelas viko


“karena kalian mahasiswa baru, saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Viko Mahardika dosen yang mengampu mata kuliah statistik kalian” ucap viko memperkenalkan dirinya


Semua mahasiswi menatap takjub ke arah viko yang tinggi dan berbadan tegap itu menampilkan sosok yang terlihat matang tapi tetap terlihat cool


“bapak sudah punya istri belum?” celetuk salah satu mahasiswi yang ada dalam kelas viko


Viko menatap datar ke arah mahasiswa tersebut “tak ada dalam kontrak kuliah saya untuk menyebutkan status saya” balas viko datar membuat mahasiswi hanya menunduk lesu


Viko mengedarkan pandangannya “kita langsung mulai perkuliahan kita saja, saya juga sudah membagikan kontrak kuliah yang


akan kita  jalan selama perkuliahan satu semester ini ” ucap viko mulai menghidupkan layar LCD dalam kelas dan memulai perkuliahannya


Setelah perkuliahan selesai viko kembali ke ruangannya, ia merasa begitu lelah dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi


memijit pangkal hidungnya yang terasa pegal


“kakak” seru seorang wanita berpenampilan seksi yang masuk begitu saja ke ruangan Viko tanpa canggung sama sekali


Viko menghela nafas, menetralkan kekesalannya yang paham suara siapa yang ia dengar “bisa tidak kamu ketuk pintu dulu hah?” kesal


Viko menatap wanita cantik di hadapannya


wanita tersebut hanya nyengir kuda kemudian mengerucutkan bibirnya “ya ampun kak. Sama adik sendiri kok ya ketus amat" balas Eila adik viko


“mau apa kamu ke sini?” Tanya viko melirik Eila tajam


Eila langsung duduk di hadapan viko tanpa di minta “kata mami suruh tanyain kak viko mau ikut pulang tahun ini gak? katanya mami kangen sama kakak, kan kakak sudah gak pulang 5


tahun jadi mami minta Eila untuk nanyain kakak” jelas eila


“kamu mau pulang?” Tanya viko


“iya lah pulang, kan eila sudah selesaikan kuliah eila, ya eila pulang lah. Lagian mau lihat adik zifana Hitaro” ungkap eila terbayang anak dari uncle yama dan aunty zaskia


“bukankah zifana tahun ini berusia 8 tahun?” Tanya viko yang mengikuti perkembangan anak sahabatnya melalui sosial media zaskia


“iya kak, terakhir ketemu dengannya saat itu usianya 3 tahun kan” balas Eila mengingat kakaknya bertemu dengan zifana lima tahun lalu saat usia anak itu masih 3 tahun


Viko mengangguk “iya, 3 tahun usianya saat itu" balas Viko


“jadi kakak ikut pulang tidak?” Tanya eila lagi


viko nampak berpikir, ia memang rindu keluarganya tapi dia seakan enggan pulang ke tanah air “kamu kan tahu, kerjaan kakak banyak” ucap viko ingin mengelak ajakan untuk pulang


ketemu kakak kalau nyempetin saat urusan bisnisnya ke sini” ucap eila


“lihat nanti ya, kalau kakak bisa pulang, nanti kakak kabari” balas viko


eila menghela nafas “ya sudah, lusa eila pulang aku harap kakak segera nyusul eila, biar mami sama papi seneng kita semua kumpul di rumah" ungkap eila bergegas keluar ruangan kakaknya


***


Yashaskar Virendra Mahardika kini sudah menjabat CEO di perusahaan sang Ayah, sedangkan om rino menjabat sebagai dewan komisaris untuk mengawasi kerja keponakannya yang baru 2 tahun ini menjabat sebagai CEO,


setelah terlebih dahulu magang di perusahaan keluarganya selama masa kuliahnya


Kedua saudaranya yang tak menginginkan mengurus


perusahaan menjadikan ia mau tak mau sebagai penerus perusahaan keluarga Mahardika yang kini cukup besar karena pengaruh kerja keras Rino dan Aira melebarkan sayapnya di kancah mancanegara


"gimana pertemuan mu dengan klien yang dari Jepang?" tanya om rino melirik askar yang sibuk dengan layar laptop miliknya


"baik, sudah taken kontrak kok om. om bisa periksa" balas askar memberikan berkas kerjasama pada om Rino


om Rino membuka dokumen tersebut dan memeriksa setiap isinya " bagus" gumam om rino melirik poin-poin terkait kerjasama yang menguntungkan bagi perusahaan


om rino meletakkan berkas tersebut dan menatap askar "2 tahun menjabat CEO membawa perubahan cukup besar pada pekerjaanmu" ucap om rino


"harusnya yang jadi CEO tuh kakak bukan aku, aku jadi CEO kan terpaksa" balas askar kembali fokus dengan layar monitor di hadapannya


"kau doakan saja kakakmu mau mengambil alih usaha keluarga dan tak lagi terjebak oleh masa lalu yang tak perlu di kenang" ucap om Rino


"semoga saja om" balas askar


***


sekarang panggilannya berubah ya, ikutan perubahan zaman


hehehehe


“kalian rapihkan semuanya ya" pinta mami aira pada para pelayan di rumahnya


Saat mami aira tengah sibuk merapihkan rumahnya,


tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar di pinggangnya “sibuk amat sih mih” ucap papi dylan di telinga mami aira


Mami aira tersenyum “tentu saja sibuk, kita kan mau menyambut kepulangan anak-anak kita” balas mami aira


Papi dylan mengurai pelukannya dari sang istri dan menatap sendu istrinya “untuk anak perempuan kita mungkin benar dia akan


lama tinggal di sini karena dia punya pekerjaan disini, tapi untuk anak sulung kita belum tentu dia akan kembali sayang” ucap dylan lirih


Wajah mami aira berubah sendu “mami tahu itu pih, tapi gak ada salahnya kan kita berharap kepulangannya” ungkap mami aira penuh harap bahwa viko akan pulang


Papi dylan memeluk tubuh mami aira “memang gak ada salahnya mih kalau kita berharap kepulangannya. Tapi kita harusnya tahu betul kejadian 5 tahun lalu benar-benar membawa dampak buruk bagi anak kita “ balas papi dylan


“iya pih, mami benar-benar gak nyangka kisah cintanya yang sudah berjalan 2 tahun dan sudah akan berjalan ke pelaminan harus


berujung penghianatan dan kekecewaan mendalam bagi putra kita” sahut mami aira


“kita doakan saja putra kita bisa melupakan Masa lalunya dan menemukan seseorang yang bisa membuatnya kembali bangkit dan percaya akan cinta kembali” sambung papi dylan


"iya pih semoga saja. mami selalu berdoa untuk anak-anak kita agar mendapat kebahagiaan" ucap aira