Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Godaan iman yang kuat



Hari-demi hari telah Chandra lalui untuk merayu sita agar berpaling dari prastyo tapi nyatanya itu tidak


berefek sama sekali, nyatanya sita masih tetap yakin menikah dengan prastyo dan selalu rutin berkirim pesan dengan prastyo setiap harinya walaupun tubuh sita bersama Chandra


“akh akh akh” Chandra memukul setirnya “tinggal besok kesempatanku dan apa ini, dia masih terus bilang gak


akan berpaling dari pria tua itu” kesal Chandra mengingat penolakan sita "bagaimana bisa dia membandingkan aku yang masih muda dengannya yang sudah tua" kesal chandra


“aku harus mendapatkannya dengan cara apapun” gumam Chandra mengusap ponselnya untuk menghubungi seseorang


“siapkan rencanaku besok, dan jangan ada kegagalan” seru Chandra dengan seringai liciknya


***


Sita sedang sarapan bersama keluarganya “inget ya dad janji daddy” ucap sita mengingatkan janji davis satu bulan yang lalu saat meminta sita jalan dengan chandra


“iya” balas david dengan wajah tertunduk lesu karena kalah dengan tekad putrinya


Sita berjalan ke arah luar yang sudah ada Chandra di halaman sedang menyandarkan tubuhnya di badan mobil untuk menunggunya


“hari ini kita kemana?” Tanya sita masuk dalam mobil chandra


“aku ingin ajak kamu ke puncak” sita langsung menatap tajam ke arah Chandra


"tenang sita, aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok. Toh pacar kamu selalu menghubungi kamu kan, kalau sampai sejam kamu gak hubungi dia, dia bisa langsung nyusul kamu kan” sahut Chandra


sita menghela nafas, mengingat ada pengawal prastyo yang terus mengikutinya dan hal itu tak di ketahui chandra sama sekali “oke” balas sita


Chandra melajukan mobilnya membelah jalanan dengan seringai licik yang tak di lihat sama sekali karena


sita sedang bertukar pesan dengan prastyo


“heh" chandra mendengus " dia akan datang mungkin tapi jelas akan terlambat” batin Chandra tertawa


“kamu haus gak?” Tanya Chandra


“em gak” balas sita


“ya sudah, kalau haus minum saja, itu ada botol minuman di dashboard, masih segel kok belum aku minum “ sahut Chandra


“iya” balas sita masih bertukar pesan dengan prastyo


“ahahahahaha”tawa sita saat bertukar pesan dengan prastyo


“kau bahagia sekali?” Tanya Chandra melihat sita yang tertawa hanya dengan bertukar pesan


“tentu saja, kekasihku sedang mengajakku bercanda jadi aku tentu bahagia sangat bahagia” balas sita


“sepertinya kau haus karena daritadi tertawa” ucap Chandra


“ah iya” sita mengambil minuman  yang ada di dashboard dan meminumnya sampai setengah botol karena memang dirinya yang haus


Chandra tersenyum dengan seringai liciknya melihat sita minum dari botol yang sudah ia siapkan


setelah minum, sita memegang kepalanya dan mengusap-usapnya “duh, ngantuk ya” gumam sita


“tidur saja, nanti aku bangunin kalau sudah sampai” balas Chandra


***


Chandra meletakkan sita di atas ranjang dengan perlahan “kali ini kau gak akan bisa lari dariku” gumam Chandra


duduk di tepi ranjang menatap sita lekat


“eugghhh” sita terbangun dan memegang kepalanya yang sedikit sakit dan masih terasa pusing


“kau sudah bangun?” Tanya Chandra


Sita mengedarkan pandangannya ke segala arah “dimana ini” gumam sita memindai sekitar yang terasa asing di penglihatannya


Saat menyadari dirinya berada di dalam kamar hanya  bersama Chandra sita menyilangkan tangan di dada “jangan macam-macam kamu chan, atau daddyku akan membunuhmu!” ancam sita


Sita menatap heran Chandra “apa yang coba kamu lakukan?” bentak sita


Sita mula merasa panas di tubuhnya, ia mengipas-ngipaskan tanganggany ke arah mukanya “kenapa panas sekali” gumam sita mulai membuka cardigan miliknya


Chandra tersenyum menang “kena kau” ucap Chandra yang hanya duduk diam di hadapan sita


“panas banget chan, hidupin AC nya”pinta sita meraih tangan Chandra


“ah dingin banget, nyaman sekali chand tangan kamu” gumam sita saat meraih tangan Chandra


Chandra tersenyum menang “akan aku bantu membuatmu nyaman” gumam candra menarik tengkuk sita akan menyambar bibir ranum sita


bibir chandra sudah akan menyatu dengan bibir mungil sita “brak” terdengar suara pintu di


dobrak dengan keras


Chandra menoleh ke arah pintu “siapa yang mengganggu kesenanganku” kesal Chandra, matanya membelalak lebar saat melihat pria yang sudah ia ketahui siapa


“kurang ajar kau!” bentak prastyo menghajar Chandra dengan membabi buta karena kesal sudah mencoba menodai kekasihnya


“berani sekali kau menyentuh kekasihku hah!” teriak prastyo menghajar Chandra


“panas, om panas” teriak sita yang sudah mulai melucuti pakaiannya dan hanya  tinggal benda berkacamata di tubuhnya


Prastyo langsung berlari menghampiri sita dan memungkus sita dengan selimut “masuk kalian” jerit prastyo meminta para bawahannya untuk masuk


“kalian bawa dia ke kak david dan jelaskan kondisi putrinya, bilang putrinya aman bersamaku” ucap prastyo lantang


Prastyo langsung membopong sita ke arah kamar mandi dan menguncinya dari dalam


“maafin aku sita” prastyo memasukan sita ke dalam bak air dingin


“sita gak nyaman om” rajuk sita beranjak dari bak, berjalan mendekat ke arah prastyo


“kamu sedang kena obat sayang, sabar ya” prastyo menahan tangan sita yang terus ingin menjamahnya


Prastyo menelan salivanya kasar “emang setan tuh laki” gumam prastyo melihat sita yang mendorong tubuhnya dan melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya lalu meciumi bibir prastyo dan memberikan kecupan-kecupan yang menimbulkan desir aneh pada tubuh prastyo


Prastyo mulai gugup melihat pemandangan indah di hadapannya “tenang sita, jangan berlebihan, kita belum


menikah” ucap prastyo mencoba menahan pergerakan sita


“kenapa?” sita membelai pipi prastyo “toh kita saling mencintai jadi tak masalah jika kita making love,


bukankah kalau kita gini daddy akan langsung setuju kita menikah “ucap sita langsung melahap bibir prastyo dan meninggalkan bekas-bekas kepemilikan di leher prastyo yang begitu banyak


Demi apa ini!  cobaan yang begitu berat untuk prastyo hadapi. Prastyo mendorong tubuh sita “tenang sita, dokter akan datang bawa obat buat kamu” balas prastyo


“tapi aku ingin om” sita kembali melahap bibir prastyo


“dor dor dor  tyo aku sudah bawa obat” seru seorang pria menggedor pintu dengan kencang


Prastyo mendorong tubuh sita “iya sebentar” seru prastyo mengikat tubuh sita dengan dasi miliknya di tiang shower


Prastyo berjalan ke luar menemui dokter yang di kirim oleh kakaknya “mana obatnya” pinta prastyo menengadahkan tangannya


“biar aku saja yang menyuntiknya” balas dokter panji anak buah dokter ken


“kamu lupa kalau kakakku mengajarkanku hal dasar seperti ini”seru prastyo meminta obat pada dokter panji


dokter panji mendengus kesal “iya” balas dokter panji menyerahkan suntikan obat pada prastyo


Prastyo kembali menghampiri sita dan berniat menyuntikan obat untuk sita


Sita terus meronta “om gak cinta sama sita?” Tanya sita


“tentu saja om cinta kamu” prastyo menyuntikan obat pada sita membuat sita tertidur pulas