Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Bonus chapter 7



tak terasa tepat 6 bulan zifana bersekolah di desa, zifana menyelesaikan ujiannya dengan nilai yang cukup memuaskan


"selamat ya zifana lulus dengan nilai terbaik" ucap desi


"Terima kasih" balas zifana


"kamu mau lanjut kuliah di mana? " tanya desi


"sepertinya aku berhenti dulu tahun ini, aku ingin bersantai dulu, tahun depan mungkin, aku akan lanjut kuliah" balas zifana


"kamu enak ya zifa, bisa milih kapan kuliah, kalau aku lah emang gak bisa. sampai SMA saja aku sudah sangat bersyukur. aku paling akan kerja ke kota" desi mencebikkan bibirnya mengingat nasibnya yang tak bisa melanjutkan kuliah karena terbentur masalah biaya


"kalau kamu mau, aku bisa menguliahkanmu" tawar zifana


desi mengangkat kedua tangannya ke arah zifa "tidak, aku gak mau hutang budi denganmu" balas desi


"aku pinjamkan saja dulu, nanti setelah kau bekerja kau bisa mencicil untuk membayar" tawar zifana


"nanti deh aku pikirin" balas desi mulai tergiur akan tawaran zifana padanya


***


2 bulan sudah jarak antara pengumuna sekolah dengan hari ini. zifana hanya menghabiskan waktu untuk berjalan0jalan di sekitar kampung yang ia tinggali. Zifana berjalan melewati kebun teh di desa itu, yang orang di sana tak tahu bahwa sebenarnya kebuh teh itu milik zifana. kebun teh yang di belikan kakeknya sebagai kado ulang tahun zifana saat zifa berusia 2 tahun


"eh, non zifa, lagi jalan-jalan ya" tanya warga yang sedang memetik teh


"iya bu, mari" zifa kembali melanjutkan langkahnya


zifana memilih duduk di atas bukit, tepat di bawah pohon rindang besar, yang mungkin sudah berusia puluhan tahun atau mungkin sudah ratusan tahun itu


zifana melirik ponselnya yang dalam keadaan mati itu. zidana memilih menghidupkannya untuk menghubungi seseorang


"tante" sapa zifana saat panggilannya tersambung


"ya ampun zifa, kenapa baru telpon tante, sudah 6 bulan kamu gak kasih kabar ke tante loh" ucap mami aira dengan suara panik bercampur lega


"maaf tante, aku kemarin konsen dengan sekolah di sini" balas zifana


" kamu sudah selesai sekolah? " tanya mami aira


"sudah tante" balas zifana


"jadi kapan kamu kembali, kamu lanjut kuliah di sini kan? " tanya mami aira


"tahun ini zifa pengen istirahat tan, zifana paling kembali tahun depan " lirih zifana


"sebenarnya kamu ada apa dengan Rafa sih zifa, kamu gak tahu seberapa gilanya Rafa nyari kamu selama ini. kamu sampai kerahin kekuatan ayah dan ibu kamu untuk nutupin keberadaan kamu. bahkan kamu sampai bohongin tante tentang keberadaan kamu" tanya mami aira


"gak kenapa- napa tan" balas zifana


" ceritain sama tante zifa, tante memang bukan ibu kamu, tapi tante sayang kamu seperti anak kandung tante" ucap mami aira


"zifa tahu itu, tapi kak Rafa juga seperti anak kandung tante, dan pasti tante gak akan tega sama kakak" balas zifana


"ada apa sih zifa? " tanya mami aira


" gak papa tan, sudah ya" zifana langsung menutup panggilannya agar tak di tanya lebih lanjut lagi


di depan mami aira sudah ada beberapa orang di hadapannya yang sedang sibuk melakukan sesuatu


"gimana? dapat" tanya mami aira pada orang di hadapannya


"sudah tan, aku sudah dapat lokasinya" balas pria muda yang ada di hadapannya yang tak lain dan bukan adalah alfaro, anak dari sita dan prastyo. lelaki berusia 15 tahun itu, tumbuh menjadi pria cerdas yang jago IT


"Terima kasih faro untuk bantuan kamu" seru Rafa yang duduk di sebelah alfaro arsello wiraatmadja,


"Sama-sama Kak" balas alfaro


"kamu masih berutang penjelasan ke kami. kenapa zifa sampai pergi jauh untuk menghindari kamu? " tanya mommy Riska menatap tajam anak sulungnya itu


Rafa menunduk, meluruhkan tubuhnya berlutut di hadapan ibu zaskia, ibu  dari zifana


"maaf tante" Rafa menatap lirih zaskia yang sudah mulai bisa bercakap dan beraktivitas seperti biasa


rafa memang berjanji akan menjelaskan permaslahannya jika sudah menemukan keberadaan zifana, tapi tentu mommy riska tak menyangka bahwa rafa akan memulia dengan sikap sepeti ini "apa artinya ini! " teriak mommy Riska menerka tindakan anaknya


Rafa tak mengalihkan pandangannya dari zaskia dan mengatup kan kedua tangannya di hadapan zaskia "maaf tante" Rafa mulai terisak


"jangan bilang kalau  kakak" tebak jenny tapi tak sanggup ia ucapkan. tentu ia tahu sepak terjang kakaknya terhadap beberapa wanita


"maaf" lirih Rafa terisak menunduk di hadapan zaskia


zaskia yang sudah mulai sadar itu menatap tajam Rafa " kau menyentuhnya" tebak zaskia yang mendapati permintaan rafa padahal masalahnya dengan zifa kenapa minta maaf padanya , jadi hal itu yang langsung terlintas di kepala zaskia


"maaf tante" Rafa makin terisak


"gila kau Rafa! " mommy Riska langsung melempar gelas di hadapannya ke arah Rafa, membuat pelipisnya berdarah akibat lemparan mommy nya


mami aira ingin menghampiri rafa tapi di tahan papi dylan, semua orang di sana tak ada yang berani membantu rafa


"kapan? kapan kau melakukannya? " tanya uncle prastyo yang juga hadir di sana, ia jadi kembali teringat perbuatannya pada mommy riska. kenapa bisa keponakannya malah berbuat seperti itu pada perempuan yang sudah lama mereka kenal


"saat dia masih 14 tahun" ucap Rafa dengan suara berat


dokter ken memegang dadanya "anakku bejat sekali" umpat dokter ken tak percaya Rafa akan merusak anak gadis berusia 14 tahun


" ya ampun Rafa" mommy Riska tak mampu berucap lagi menatap kecewa bercampur geram pada puteranya


"ya ampun zifa, pasti dia ketakutan, sendirian disana" gumam eila menutup mulutnya tak percaya akan kejadian yang menimpa seorang gadis muda


daddy ken menghela nafas panjang "apa ini salah satu alasan kamu pindah agama? " tanya daddy ken memastikan pilihan anaknya yang pindah agama semenjak kekalutannya mencari keberadaan zifana yang tak kunjung berhasil


Rafa mengangguk "iya dad, aku benar-benar merasa bersalah padanya dad" balas Rafa


daddy ken mengusap wajahnya dengan tangan dengan kasar  "kenapa sifat uncle mu yang dulu kamu tiru hah! " teriak dokter ken


"maaf dad" wajah Rafa menunduk ketakutan


zaskia menatap Rafa "jika kau berpindah agama hanya karena anakku, urungkan lah niat itu" ucap zaskia


Rafa menggeleng cepat "ini tidak hanya karena zifa tante, ini karena ada banyak faktor pertimbangan walaupun mungkin dia jadi alasan dominan" balas Rafa tak mau menjadikan zifana sebagai satu alasan dia memilih pindah agama


zaskia mencoba menafan sesak di dadanya "ini adalah kesalahanku karena terlalu lama meninggalkan putriku sendiri" zaskia menunduk sedih


eila menghampiri zaskia dan memeluknya "tidak kak, ini bukan salah kakak" ucap eila


"kalau aku gak takut jujur pada anakku, mana mungkin anaku akan hancur" zaskia sudah tak mampu menahan isak tangisnya


"maafkan Rafa tante" ucap Rafa masih dalam keadaan berlutut


"untung saja zifa menghidupkan ponselnya setelah setengah tahun, gimana ceritanya kalau dia sampai bertahun-tahun menghindari kita" ucap jenny yang merasa begitu kecewa pada kakaknya


"aku pasti tetap akan mencarinya kemanapun" balas Rafa


"sudah, samperin dia sana" mommy Riska memberikan tatapan tajam pada putranya