
***
Eila memulai strateginya dengan cara menipu daren bahwa dirinya akan menikah dengan laki-laki beristri bahkan ia sampai meminta bantuan seluruh keluarga besarnya
untuk mengelabui daren
“kamu yakin mau pakai cara seperti ini eila. Emang kamu gak sayang sama reputasimu?” Tanya ara
“biarin saja aku gak peduli” balas eila tak memikirkan reputasinya jika kabar eila menikah dengan beristri sampai terdengar oleh orang-orang luar
“om gak marah sama aku dan eila kan om? Inibsemua ide eila loh om bukan rendra" rendra melambaikan tangannya pertanda bahwa semua itu hanya ide eila bukan dirinya
"Gara-gara eila saja kekasih rendra sampai mau minta putus, untung viko mau bantu saya untuk jelasin” sahut daren
papi dylan menatap rendra “om nggak marah sama kamu kok" papi dylan melirik ke arah eila "kalau gara-gara ini eila gak bisa nikah ya sudah biarin dia jadi anak gadis om sampai tua” balas papi dylan datar
“gak nyangka akan ada kata-kata seperti ini dari papi, dulu saja waktu uncle yama bilang kalau eila calon istrinya papi uring-uringan terus, kenapa malah seperti
ini saat eila ngejar daren” sahut viko tak mengerti dengan reaksi papi dylan padahal dirinya kesal dengan ide eila untuk mendapatkan daren
“papi sudah malas berdebat dengan adik kamu, kalian kan sudah dewasa jadi kalian
sudah bisa memutuskan semua sendiri” balas papi dylan bijak
***
“nanti kamu jemput jam 8 malam ya, aku mau sekalian bahas dekor untuk acara pesta peluncuran
buku kamu dengan sahabatku” ucap eila
“eila kamu yakin, bilang ini sebagai acara tunangan kamu hanya untuk menarik perhatian daren?” Tanya rendra
“iya, lagian kita kan sudah jelasin sama orang tua kita jadi gak masalah, jugaan kita kan bilang tunangannya lisan saja sedangkan untuk iklan di baner dan pamflet tidak” balas eila
“kamu tuh nekat banget tau” sahut rendra
“biarin saja” eila turun dari mobil rendra dan masuk ke dalam butik
*
Eila tengah memilih gaun yang akan ia gunakan untuk acara pesta peluncuran buku rendra
“dinda” sapa eila memeluk sahabatnya yang berprofesi sebagai desainer
“hai eila, sudah dari tadi ya“ dinda balas memeluk eila
“belum kok, aku liat-liat gaun kamu sambil nunggu kamu datang. oh ya gaunku sudah jadi kan?” Tanya eila
“sudah dong, untuk kamu aku percepat pembuatannya. coba saja dulu” pinta dinda mengambilkan gaun pesanan eila
Eila mulai mencoba gaun yang di buat dinda “dinda kayanya ini kurang pas deh” eila menunjuk bagian yang masih kurang pas di badannya
“kamu kurusan ya eila” Tanya dinda sahabat eila sekaligus pemilik butik yang di datangi eila “perasaan ukuranku benar dan ini juga ukuran yang sama dengan
waktu itu” gumam dinda melirik bagian yang di tunjuk eila
“gak tahu, pokoknya gak nyaman kalau bagian ini kebesaran” balas eila merasa kurang nyaman jika gaun di bagian dadanya kebesaran
“yansudah aku benerin dulu ya” ucap dinda
“ya sudah, aku tunggu saja ya, sekalian mau bahas dekor pesta sama randi” balas eila
“kamu janji ketemu dia disini?” Tanya dinda
“yakan kalau kita ketemu di sini biar gampang kan dia pacar kamu jadi lebih gampang kalau ketemu di butik kamu” balas eila melirik dinda "lumayan kan sekalian liat pacar kamu itu kerja di dekat kamu
“ya sudah” sahut dinda
Eila melakukan meting dengan randi kekasih dinda selama 2 jam lamanya
“eila bajunya sudah selesai, coba dulu ya” ucap dinda menyerahkan pakaian yang sudah diperbaiki
“iya” balas eila
“oh ya eila kamu tunggu di sini dulu ya, aku mau ajak makan dinda bentar” ucap randi
“oke, lagian aku masih ada kerjaan juga” sahut eila
Eila memasang tanda tutup di pintu butik “coba dulu ah” eila membawa pakaian yang sudah di betulkan dinda masuk ke dalam kamar ganti
Setelah memakainya eila kesusahan menarik sleting yang ada di punggungnya “susah amat
sih” gumam eila mencoba menarik seleting pakainnya sambil bercermin di kaca besar butik dinda
“sreeeet” seleting eila terpasang dengan benar
Eila menoleh ke belakang, melihat siapa yang menarik seleting gaunnya “bagaimana bisa kau di sini?” Tanya eila terkejut dengan kehadiran daren di sana
“apa kau benar akan menikah dengan pria itu?” Tanya daren tak memperdulikan pertanyaan eila sama sekali
Eila menoleh dan menelisik pakaiannya dari balik cermin besar di hadapannya “ ini sama sekali bukan urusan kamu” balas eila mengabaikan daren
Daren menarik tangan eila untuk menghadapnya “sudah ku bilang jangan menyakiti dirimu
eila” kesal daren
“harusnya itu yang kau bilang untuk dirimu sendiri, karena kau yang paling menyakitiku” balas eila
“sudah aku bilang berapa kali kalau aku gak bisa mencintaimu eila” sahut daren
“yang maksa kamu untuk mencintaiku siapa?” balas eila menghempas tangan daren
Daren menatap iba pada eila “apa yang kau lakukan ini membuatku merasa bersalah eila, kau menghancurkan hidupmu karena aku dan itu benar-benar membuatku merasa bersalah” balas daren
Eila memicingkan matanya ke arah daren “jadi itu yang kau rasakan terhadapku?” Tanya eila dengan
raut wajah kecewa
Dada eila kembang kempis mendengar ucapan daren “aku tak butuh rasa bersalahmu!” teriak eila meluapkan kekesalannya
“dengan menikah dengannya itu akan membuatku terus merasa bersalah eila, bagaimana bisa aku
membiarkanmu menikah dengan seseorang yang sudah menikah apalagi kau akan jadi istri keduanya” sahut daren mengenggam tangan eila erat
Mata eila sudah berkabut “apa kau benar-benar hanya merasa bersalah padaku?” Tanya eila dengan suara lirih, daren hanya diam tak mampu berkata-kata
“oke” eila menghela nafas panjang
Eila menatap lekat daren “tak perlu merasa bersalah padaku, karena aku tak akan menikah dengannya” eila menghempas tangan daren kasar “dan dia bukan suami
orang, dia single” jelas eila
Daren mengerutkan keningnya “apa maksudmu eila?” Tanya daren
“awalnya aku ingin kau menyadari seberapa pentingnya diriku bagimu tapi nyatanya aku tak sepenting itu, aku hanyalah sebuahnbeban untukmu” eila berbalik dan memunggungi daren “ aku akan menyerah padamu, kali ini aku benar-benar menyerah” eila menunjuk pintu keluar “silahkan keluar” pinta eila
Daren hanya diam mematung, hatinya begitu sakit mendengar eila berkata menyerah padanya “awalnya aku berpikir berulang-ulang kali untuk
melupakanmu , di awal mungkin akan sulit tapi pasti aku akan bisa melupakan lelaki pengecut seperti dirimu “ ucap eila lantang
Eila menatap tajam daren “ setelah aku yakin menyerah, aku pastikan tak akan kembali padamu! Dan sebagai pembuktian awal aku akan memutuskan kembali ke inggris”
ucap eila
Daren menatap tak percaya ke arah eila “kau mau pergi?” Tanya daren
“sama sekali bukan urusanmu” sahut eila berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu
untuk daren “silahkan pergi, aku
benar-benar tak bisa hidup satu udara denganmu” ucap eila
“eila” lirih daren
“pergi!” teriak eila menunjuk ke luar
Daren terpaksa pergi saat melihat wajah kekecewaan eila “plang” eila langsung membanting keras pintu saat daren sudah ada di luar
Eila menangis tersedu bersandarkan pintu “aku benci padamu” gumam eila
Daren masih mendengar jelas umpatan eila “maafkan aku eila” daren mengusap pintu dan menangis tersedu “maafkan aku “ gumam daren