
Kak rino berjalan menuju ruangan Kendra dengan sebuah map di tangannya
kak rino membuka kenop pintu langsung masuk dalam ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu “nih baca” kak rino melempar sebuah map ke meja Kendra yang berada di hadapannya
Kendra membukanya dan langsung membacanya tanpa menoleh ke arah Rino“apa-apaan ini!” teriak Kendra saat membaca isi dokumen yang di bawa Rino, tatapannya begitu tajam pada rino
rino menanggapi datar teriakan kendra “kan kamu bisa baca, jadi gak perlu aku jelasin lagi dong” balas rino
"ya tapi apa maksud kamu, ngelimpahin proyek yang biasa aku tangani, pada. orang lain itu apa? " tanya kendra
"suka-suka akulah, kan aku CEO nya" rino berbalik berniat keluar dari ruangan Kendra
“jangan kau pikir bisa merebut apa yang sudah jadi milikku!” teriak Kendra menunjuk rino
rino hanya tersenyum simpul dan kembali melangkah keluar ruangan Kendra tanpa memperdulikan teriakan dan umpatan kendra padanya
rino berjalan dengan santai menuju ruangannya, duduk di kursi kebesarannya. menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memejamkan matanya
“tuan” panggil andre saat memasuki ruangan rino
“iya, ada apa?” Rino tak membuka matanya menatap andre yang baru saja masuk
“ini laporan yang anda minta” andre menyerahkan sebuah map berwarna biru pada rino
rino membenarkan posisi duduknya, mengambil map tersebut dan membacanya dengan cermat “bagus, terus awasi mereka” balas rino menutup map nya dan meletakkannya di atas meja
andre mengangguk mengiyakan “ada perintah apa lagi tuan?” tanya andre
“tidak ada kembalilah ke ruangan mu” balas rino
rino memutar kursinya membelakangi mejanya dan tersenyum miring dengan berjuta pikiran di otaknya
***
“bang” panggil aira setengah berteriak mencari keberadaan suaminya
dylan yang mendengar panggilan istrinya pun menyahut “ada apa sayang?” Dylan yang sedang asyik bermain dengan viko di ruang tamu setengah berteriak menjawab panggilan aira
aira bergegas menghampiri dylan “pengen es kelapa muda bang ” aira mengerucutkan bibirnya sambil mengelus perutnya yang sudah mulai agak telihat menonjol
Dylan melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam “abang coba cari dulu ya” balas Dylan mengusap kepala viko karena menyudahi permainan mereka padahal mereka tadi sedang asik main game console
“ikut pih” pinta viko
“kamu besok sekolah viko, nanti takut susah nyarinya dan pulang kemaleman” balas Dylan
Viko mengerucutkan bibirnya “ya sudah deh” kesal viko melipat tangannya di dada
aira mulai tak sabar karena dylan yang tak cepat jalan “buruan bang” pinta aira ingin segera mendapat apa yang ia mau
dylan menghela nafas “iya sayang” balas Dylan berjalan menuju halaman tempat mobilnya berada
aira berjalan di belakang dylan “lah kamu ngapain?” tanya Dylan saat melihat aira mengikutinya
“ikut abang lah ” balas aira dengan wajah seperti anak-anak yang sedang meminta sesuatu
dylan mengusap kepala aira “ini sudah malam ra, kamu di rumah saja” pinta Dylan
aira menggelengkan kepalanya cepat “gak mau, maunya ikut” balas aira melipat tangannya di dada
Mencari es kelapa muda di malam hari memanglah sulit, Dylan dan aira menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling jakarta sekedar mencari es kelapa muda “capek bang” keluh aira karena sejak 2 jam berputar-putar tapi tak ada hasil.
ya iyalah jam segitu mana ada es kelapa muda, apalgi ini sudah jam 11
“kan tadi abang sudah bilang ke kamu ra, kalau ini sudah malam pasti lama carinya” balas dylan
“hiks hiks hiks “aira mengucek matanya sembari terisak “abang gak sayang aira lagi , abang marah Cuma gara-gara aira pengen es kelapa muda malam-malam” rengek aira
mendengar tangisan aira membuat dylan kebingungan “abang gak bilang gitu ra, jangan nangis ya” pinta Dylan menghentikan mobilnya di pinggir jalan
dylan menoleh ke arah aira “abang sayang aira ko, abang Cuma takut kamu kecapean” Dylan mengusap pipi aira yang sudah basah
Aira memang sangat sensitive di kehamilannya kali, dia bisa minta sesuatu tiba-tiba dan menangis tiba. Tapi untung saja Dylan memakluminya dan selalu menuruti apapun keinginan aira walaupun terkadang tak masuk akal
aira mengusap pipinya “aira minta maaf ya bang, karena aira bikin abang repot terus. Sebenernya aira gak pengen minta yang aneh-aneh bang tapi gak tahu kenapa setiap aira pengen sesuatu rasanya harus dapat bang terus kalau gak dapet aira sedih banget” ucap aira kembali menangis
“iya gak papa kok sayang” balas Dylan mengusap pipi aira yang sudah basah
“ya sudah yuk cari lagi es kelapa mudanya”ajak Dylan melajukan mobilnya kembali mencari apa yang di inginkan aira
Aira tersenyum kearah suaminya, bahagianya aira mendapat suami perhatian seperti Dylan, dan kehamilannya sekarang tak seperti saat ia hamil viko dulu yang harus ia jalani dengan sendiri dan banyak menahan sakit karena di abaikan
***
rino melakukan pembicaraan bisnis di sebuah hotel mewah di Jakarta “bagaimana tuan apa anda tertarik dengan kerjasama ini” tanya kak rino pada pria di hadapannya
“ya saya cukup tertarik” balas klien kak rino yang bernama tuan arfan “saya tak menyangka di perusahaan mahardika ada orang secakap anda. Padahal saya fikir perusahaan itu akan bangkrut” balas klien kak rino tersebut
rino menautkan kedua alisnya menatap pria di hadapannya itu “kenapa anda bisa bilang gitu?” tanya kak rino
“loh, anda gak tahu gossip yang beredar tentang perusahaan tempat anda bekerja ?” tanya tuan arfan mengerutkan keningnya
Kak rino menggeleng “tidak tahu” balas kak rino
“ah jadi tak enak, menggosipkan perusahaan dengan pemimpinnya” balas klien tersebut menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“tak masalah tuan, saya kan baru bekerja di sana, itupun karena permintaan pemilik saham terbesar perusahaan. Jadi kalau tuan mau menceritakan hal itu saya akan sangat berterima kasih” balas kak rino
“baiklah” klien tersebut membenarkan posisi duduknya “menurut kabar yang saya dengar perusahaan kalian itu kalau melakukan kerjasama terkadang asal-asalan.” Balas tuan arfan
“asal-asalan yang seperti apa?” tanya kak rino
“perusahaan kalian melakukan kerjasama yang terbilang ekstrim, dengan modal yang besar tapi kemungkinan keberhasilan proyek yang di kerjakan itu kecil” balas tuan arfan
“begitukah?” tanya kak rino memastikan
“ah maaf sudah lancang mengatakannya. itu hanya kabar yang saya dengar. untuk lebih jelasnya anda bisa lakukan pengecekan di perusahaan anda ” balas tuan arfan
“tak masalah tuan, malahan saya sangat berterima kasih karena tuan mau memberitahukan kepada saya perihal perusahaan tempat saya bekerja. pasti saya akan mengatasi internal perusahaan dengan baik agar tidak berdampak pada kerjasama perusahaan kita ” balas kak rino
pak arfan mengangguk paham “baik kalau gitu, tolong nanti kirim kontrak kerjasama kita ke kantor saya, saya akan menandatanganinya” ucap tuan arfan
“baik tuan, terimakasih”kak rino menjabat tangan tuan arfan tanda terjalinnya kerjasama mereka
setelah kepergian tuan arfan, Kak rino duduk sambil menopang dagunya “kenapa aira ngasih kerjaan sulit gini. Pacar saja belum ada, bisa nambah gak dapat pacar kalau kaya gini ” gumam kak rino memikirkan usianya yang sudah menginjak 31 tahun tapi belum memiliki pasangan ataupun tanda-tanda memiliki pasangan d tambah beban kerjanya yang sekarang cukup berat dan menyita waktu