
anggota keluarga mahardika mengantarkan Eila yang akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya di bidang seni
“kamu jaga diri disana ya sayang” pinta aira memeluk erat eila
eila tersenyum "iya mih, pasti eila akan jaga diri dengan baik di sana
Dylan mengusap pipinya yang sudah basah beralih memeluk putrinya setelah aira melepas pelukannya“ kalau kamu berubah pikiran, papi gak akan marah kok sayang. papi masih bisa urus pembatalan kamu sekolah di sana ” ucap dylan yang masih tak merelakan kepergian Eila untuk bersekolah di negeri orang
“eila di sana mau belajar papi, bukan mau perang jadi jangan terlalu di cemaskan” balas eila
dylan masih terus menangisi kepergian putri kesayangannya itu, viko yang melihat kelakuan papinya menggeser dylan agar dirinya juga bisa memeluk adik perempuannya “jaga dirimu ya sayang” ucap viko mengusap punggung Eila
"iya kak" balas eila
eila memandangi saudara kembarnya penuh dengan arti karena sedari tadi askar hanya diam saja
“heh” askar berdecih “gak ada kamu malah aku seneng gak ada yang ceramahin aku lagi” askar membuang mukanya kasar
Eila menghela nafas panjang “aku tahu gak akan ada yang bantu kamu lagi dan maafkan aku membiarkanmu sendiri padahal kamu terbiasa berdebat denganku” ucap eila seolah mengerti apa yang sedang dirasakan saudara kembarnya. ya mau gimanapun mereka adalah saudara kembar dari satu rahim sama dan ketuban yang sama membuat mereka memiliki ikatan batin lebih kuat
Askar yang tadinya Nampak tegar seakan sudah tak sanggup menahan air matanya lagi “aku bisa belajar sendiri kok”ucap askar dengan isak tangis
Eila memeluk askar dan mengusap punggung saudara kembarnya “iya aku tahu kalau saudara kembarku adalah yang terbaik” seru eila tersenyum
“hiks hiks hiks” askar berkali-kali mengusap air matanya “aku pasti merindukanmu eila” ucap askar
“aku juga” sahut eila mengurai pelukan askar
“aku pasti akan sangat merindukan kalian” ucap eila mengajak semua keluarganya berpelukan bersama
***
Yama mendapati pesan dari eila bahwa dirinya sudah sampai di Inggris membuat Yama menyunggingkan senyumnya karena mendapat kabar dari Eila
“dari siapa?” Tanya zaskia yang masih terbaring di brangkar rumah sakit
“dari istri masa depanku” sahut Yama tersenyum tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya
“oh”zaskia membulatkan mulutnya mendapati pernyataan Yama
Yama mengambil buah yang sudah ia kupas tadi sebelum membuka ponselnya “yok di makan” yama menyuapi potongan apel pada zaskia
“calon istrimu tidak marah kamu disini menungguku?” Tanya zaskia penuh selidik
Yama memasukan buah apel tersebut langsung kemulut zaskia Karena zaskia tak kunjung menerima suapannya dan malah hanya bicara “tidak, dia tidak akan marah” balas Yama
“kok bisa? apa dia bersamamu hanya karena kasihan” Tanya zaskia heran
Yama menautkan alisnya “kenapa juga dia harus marah aku nungguin kamu di rumah sakit?” Tanya Yama bingung
“ah sudah lah” zaskia malas membahas lebih lanjut karena sepertinya percuma saja jika di bahas lagi, jawaban Yama akan makin membuatnya kesal
“tidak tahu, mereka biasnya pergi itu tak pasti, kadang Cuma berapa hari, minggu, bulan bahkan pernah 2 tahun tidak pulang” balas zaskia datar
“kamu gak kesepian?” Tanya Yama
zaskia menggelengkan kepalanya “tidak, sudah biasa” balas zaskia
“ngomong-ngomong kamu sering ke rumah viko? Kemarin aku mampir ke rumah aira katanya kamu sering mampir sana, tapi kok kita gak pernah ketemu ya?” ucap Yama yang memang sering ke rumah viko tapi tak pernah berpapasan dengan zaskia
“sering kok, apalagi kalau tante aira masak banyak om dylan pasti suruh aku mampir dan bawain aku banyak makanan saat pulang” balas zaskia yang memang sering diminta datang ke rumah viko saat aira memasak banyak
Yama mendengus sebal “giliran sama temen anaknya saja di suruh mampir kalau ada makanan, giliran calon mantunya datang, di usir katanya gak ada makanan sisa” dengus Yama yang mengingat dirinya selalu di usir dylan
zaskia menghentikan kegiatannya makan buah apel sejenak “hah? Mantu?” zaskia bingung dengan kata menantu karena setau zaskia anak perempuan dylan dan aira hanya eila dan eila masih 12 tahun dan baru akan masuk SMP sebentar lagi
“iya mantu, kamu pasti kenal calon istriku, sih eila adiknya viko” jelas Yama menyebut eila yang masih 12 tahun sebagai calon istrinya tanpa rasa berdosa, padahal usianya sudah 44 tahun sekarang
zaskia memicingkan matanya ke arah Yama“jadi om yang di katain om dylan tua Bangka gak tahu diri” sahut zaskia mengingat dylan sering berceloteh tentang seorang yang seusia dylan ingin menjadaikan eila sebagai calon istri
“apa dia bilang gitu tentang aku?” Tanya yamabalik
Yama di hadiahi lemparan bantal oleh zaskia “om sudah gila ya, jarak umur anda sama eila itu 32 tahun, dan lamar eila sejak dia bayi” zaskia menggelengkan kepalanya tak percaya dengan kelakuan pria di hadapannya ini “parah, sudah konslet tuh otak, kaya gak ada wanita lain di dunia ini saja, sampai anak kecil aja di embat” ucap zaskia tak percaya dengan pola pikir Yama
“kalau ada gak mungkin, aku ngincer anak dylan, jadi mantu dylan itu cobaan berat tau” balas Yama
“ya masa gak ada satupun yang nyangkut, wajah anda gak seberap parah kok, dan anda CEO” ucap zaskia
"ngehina banget nih orang, ganteng gini kok dibilang gak parah" ucap yama menunjuk dirinya
zaskia memindai tubuh Yama dari atas sampai bawah, dan memang zaskia sadari kalau Yama itu tampan, badannya yang tinggi, putih dan badannya yang terlihat maskulin membuatnya makin terlihat mempesona, bahkan usianya yang sudah menginjak kepala 4 tak nampak sama sekali, dia masih seperti usia 30 tahun
“kalau kaya gitu, sudah nikah dari dulu kali” Yama tersenyum simpul “apa kamu aja yang jadi istriku” Tanya Yama di akhiri kekehan
“wah, rada-rada nih orang” tunjuk zaskia tak percaya
“bercanda kali, siapa juga yang suka sama anak kecil kaya kamu” balas yama
“lah jadiin eila calon istri apa itu namanya?” Tanya zaskia
“hehehehe” kekeh Yama
Awalnya zaskia berkali-kali mengusir yama tapi yama yang tetep ngeyel untuk menunggu zaskia di rumah sakit akhirnya zaskia menyerah dan membiarkan yama merawat dirinya sebagai bentuk balas budi yama pada zaskia
yang sudah menyelamatkannya
“oh ya, kata dokter besok pagi kamu sudah boleh pulang, aku nginep sini saja ya, biar gak bolak-balik, capek kalau mau bolak-balik terus” ucap Yama
“terserah kau saja” ucap zaskia acuh