Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Riska dan dukanya



Riska Andrian terlahir dari keluarga terpandang dan juga kalangan atas, dia adalah kedua dari seorang pembisnis terkenal John andrian dan adik pengusaha sukses jonas andrian.


Riska hidup dengan limpahan harta dari keluarganya, semua orang memandang keluarga Riska adalah keluarga harmonis karena keluarga andrian yang jauh dari gosip, tuan andrian juga dikenal sangat menyayangi istrinya claudia kent istri john andrian sekaligus ibu dari Riska dan jonas, kakaknya jonas


tapi itu anggapan orang, tidak bagi Riska, dari luar dia memang anak dengan limpahan kasih sayang, tapi tak ada yang tahu keluarga macam apa yang Riska miliki


Riska yang berusia 14 tahun, berjalan dengan lesu memasuki rumahnya


"ah ah faster sayang, i like it" ucap seorang wanita paruh baya yang sedang bercinta di sofa ruang tamu


Riska menoleh sesaat dan memutar bola matanya jengah "kebiasaan" gumam Riska kembali berjalan ke arah kamarnya seolah itu adalah pandangan biasa sehari-harinya


Riska berjalan ke lantai atas, tempat kamarnya berada


"ah, kau begitu menggiurkan beb" gumam seorang pria


Riska tetap berjalan dengan langkah biasa melewati kamar kakaknya yang sedang bercinta


Riska melirik sekilas ke arah kamar kakaknya " bisa 3 orang seperti itu" gumam Riska berdecih melihat kakaknya sedang bertelanjang dada dengan seorang laki-laki dan perempuan yang sedang memanjakan organ sensitif milik kakaknya itu


"cih" gumam Riska berjalan dengan langkah lesu menuju kamarnya


Riska masuk kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya dan menutup telinganya rapat


"aku benci dengan keluarga sampah ini! " teriak Riska sekencang-kencangnya


tapi walaupun ia begitu keras berteriak tak ada yang mendengar jeritan Riska karena kamar Riska yang kedap suara


***


Riska mengerjapkan matanya merasakan tenggorokannya yang begitu kering


"ah haus banget" gumam Riska mengusap tenggorokannya yang kering


niat hati ingin mengambil minum di meja dekat ranjangnya tapi sialnya itu kosong


"malas banget sih" gumam Riska akhirnya berjalan turun ke lantai bawah mengambil minum


kembali Riska di suguhi pemandangan adegan dewasa di hadapannya. tadi sore dia melihat ibu dan kakaknya


kali ini ia harus melihat ayahnya dengan pembantu baru di rumahnya yang sedang melakukan adegan panas di dapur


"ctak" Riska sedikit membanting teko miliknya dan berjalan ke arah kulkas dekat ayahnya sedang memompa seorang wanita


"bisakah kalian memilih tempat yang tak bisa aku lihat" kesal Riska


"maaf sayang, anggap saja kamu tak lihat seperti biasa" balas sangat ayah tersenyum


"cih" Riska berdecih, berjalan kembali ke kamarnya dan membawa teko miliknya


Riska berjalan dengan perlahan ke kamar miliknya dengan melewati kamar kakaknya


"brugh" Riska tak sengaja menabrak benda keras di hadapannya


Riska mendongak mengusap kepalanya yang sakit "ahh" keluh Riska mengusap kepalanya


"hmmm" gumam Riska kembali berjalan menuju kamarnya


melihat punggung Riska pria itu tersenyum devil, melirik jonas kekasihnya dan seorang ****** yang di sewa jonas


Riska membuka pintu, berjalan menuju kamarnya meletakkan teko yang ia bawa, dan berniat menutup pintu


baru Riska akan menutup pintu, Tiba-tiba ada yang menahan langkahnya


"apa yang kau lakukan? " tanya Riska menatap tak suka pria di hadapannya


pria itu tersenyum mendorong tubuh Riska dan bergegas menutup pintu dan menyimpan kunci kamar Riska di sakunya


"keluar dari kamarku! " teriak Riska


pria tersebut meletakan telunjuk tangannya "hussst" pria tersebut berjalan dengan langkah pelan dan seringai liciknya "simpan tenagamu baby" pinta pria tersebut tak lain prastyo jefry, kekasih batangan kakakknya


ya kakak Riska memang punya kelainan, dia menyukai sesama jenis tapi tetap masih bermain dengan lawan jenis


"keluar kamu, kamarku kakakku ada disebelah jadi temani saja kekasihmu itu" pinta Riska terus mundur menghindari prastyo yang terus mendekat


"dia sedang kelelahan jadi tak mungkin akan bangun, apalgi dia tadi menggarep aku dan ****** itu" balas prastyo dengan senyum devilnya


" berarti harusnya kakak lelah, jadi istirahat saja, kalau kakak ingin tidur di sini, aku bisa pindah kamar" balas Riska yang mulai ketakutan


prastyo yang sudah makin mendekat langsung menahan tangan Riska " aku bosan dengan kakak kmu, aku ingin bermain denganmu sayang" ucap prastyo


Riska menggeleng"tidak" berontak Riska


tapi apa mau di kata, Riska yang hanya wanita muda berusia 14 tahun mana sanggup melawan pria berbadan tinggi tegap dan berusia 26 tahun.


hari itu adalah hari dimana dia kehilangan mahkotanya


Riska menangis sesenggukan " tenang sayang, kalau kau hamil, aku pasti akan menikahimu" ucap prastyo enteng


Riska menatap tajam prastyo "aku gak sudih" balas Riska menatap tajam prastyo


"terserah kamu sih" balas prastyo tak perduli dengan tangisan Riska


"yang pasti, jangan pernah coba beritahu kakakku, aku menyentuhmu atau bobroknya keluarga ini akan aku sebar luaskan, dan kau pasti akan jauh lebih malu" ucap prastyo berjalan dengan pongah keluar kamar Riska


Riska menangis sesenggukan, menahan kesakitan seorang diri


dia terpaksa menjadi pemuas nafsu, prastyo sampai 1 tahun. ia bisa berhenti karena Riska memutuskan untuk sma di luar negeri tapi sayangnya, karena Riska yang sudah biasa menjadi pemuas nafsu prastyo yang bermain dengan lihai membuat ia rindu dengan belaian seorang pria, menjadikan ia sering bermain walaupun Riska yang selalu main aman.


Riska sebenarnya langsung menyadari kelainan yang ia miliki sehingga saat ia masuk SMA dia sudah melakukan pengobatan pada dokter yang menanganinya sejak ia berusia 10 tahun, tapi lagi-lagi ia tak bisa berhenti dengan mudah karena racun yang diberikan prastyo benar-benar sudah mendarah daging, dia benar-benar tak bisa hidup tanpa sentuhan


sebenarnya Riska selalu berusaha menahan diri untuk berhubungan badan dengan seorang pria, dia biasanya hanya sampai tahap bertukar kerja tangan, tapi waktu itu dia lepas kontrol saat dengan yama.


Riska sangat menyesali itu semua tapi lagi-lagi ia tak bisa berhenti sampai pada saat ia membuat Perjanjian dengan dokter ken untuk menjadi partner ranjang Riska


awalnya Riska tak ada niat merusak pernikahan dokter ken, tapi lagi-lagi dia kehilangan akal sampai mengajak dokter ken bermain di ruangan dokter ken saat ia tahu istri dokter akan datang, berkali kali dokter ken mengingatkan Riska tapi apalah daya saat Riska sudah tertutup kabut gairah, akalnya akan hilang. dan terjadilah perceraian dokter ken dan istrinya. yang di syukuri Riska dokter ken tak marah karena memang dokter ken yang tak cinta dan tak ada anak di antara mereka


tapi dokter meminta pertanggung jawaban dari riska, bahwa harus jadi partner ranjang untuknya seorang dan tak ingin dia bermain dengan pria lain walau hanya sekedar berganti kerja tangan dengan pria manapun