Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
berkumpul dengan keluarga (season 2)



***


Sepulang ara dari rumah sakit, mami aira meminta bantuan orang-orang terdekatnya untuk berkumpul di rumahnya, setidaknya menghibur ara agar ara merasa tidak sendiri, walaupun dia punya nenek yang menyebalkan setidaknya ada orang-orang yang begitu menyayanginya walaupun


mereka semua tak ada hubungan darah, hal itu karena ara yang begitu baik dan


orang yang mudah bergaul


“kakak”seru zifana berlari kea rah ara


“eits, hati-hati zifana” ucap viko mengingatkan


zifana agar tak berlari


Zifana memberengut kea rah viko “iya sih kak”


zifana menoleh kea rah ara “terima kasih kakak kasih adik buat zifana, zifana


nunggu dari mama sama ayah gak dapet-dapet, sekarang bisa dapat adik dari kak


ara” ucap zifana tersenyum senang


“nanti kalau sudah lahir kita ajak main ya kak”


ucap jeni


“main sama kakak dulu lah” sahut rafa


“harusnya sama faro dong mainnya” kesal faro ikut


berebutan


“heh, itu keponakan aku ya, kenapa kalian main


asal rebutan” kesal askar ikut rebutan


“iya juga, dia kan keponakan aku sama askar


kenapa kalian yang rebut” tambah eila


Mereka semua terus berdebat membuat ramai


ruangan, walaupun terkesan berisik tapi membuat senyum ara terbit dengan


indahnya membuat viko tersenyum lega, setidaknya walaupun ia kesal dengan


keributan mereka semua ada hal baik dari mereka yang bisa memberikan


kebahagiaan untuk istri tercintanya


“tapi maaf ya, biasnya kakak masakin untuk kalian


semua, sekarang kaka gak bisa” ara melirik viko “gak di bolehin banyak gerak


sama pak bos” ucap ara dengan kekehan


Viko merangkul pundak ara ‘mereka juga pasti


ngerti sayang dengan kondisi kamu, lagian biar sekalian mereka semua belajar


masak saja jadi bisa masakin untuk kamu” usul viko


“emang mereka mau?” Tanya ara penuh harap


Semua anak muda menggaruk tengkuknya yang tak


gatal “eh masakan mami aira kan enak, biar dia saja yang masak” ucap eila tak


ingin belajar memasak membuat ara terkekeh


“kamu ngidam di masakin mereka gentian saja ara,


pasti mereka akan masakin buat kamu dan mereka pasti berusaha belajar” usul


uncle prastyo


“bisa gitu ya uncle?” Tanya ara


“tentu saja”sahut dokter ken


“iya juga, anak-anak kita pasti mau maska kalau


kamu yang minta” sahut aunty riska


“usul bagus itu”sahut aunty zaskia


“kayanya boleh di coba deh” balas ara dengan


kekehan


“tidak!”teriak semua anak muda mengangkat satu


tangannya kea rah ara membuat ara tertawa bahagia


“untuk hari ini biar para ibu-ibu yang masak deh”


usul aunty sita mengajak, mami aira, aunty riska, aunty zaskia untuk memasak di


dapur


“senang sayang?” Tanya viko di telinga ara


“senang mas” balas ara


maminya memang manjur


***


Di perusahaan mahardika sedang terjadi keributan “dimana


bos kalian?” Tanya nyonya gayatri datang ke perusahaan mahardika


Perusahaan R.A milik keluarga nenenk gayatri


terancam bangkrut karena banyak klien perusahaan mereka yang mengundurkan diri


akibat kabar penghinaan nyonya gayatri pada menantu keluarga Mahardika. Ya walaupun


acara resepsi mereka belum sempat di gelar tapi kabar pernikahan mereka sudah


tersebar luas di telinga para pebisnis besar


“maaf nyonya, pemilik perusahaan hari ini tidak


ada yang hadir karena mereka sedang mengadakan acara keluarga” balas levi sopan


“cih, sombong banget keluarga ini, main acara


keluarga semuanya gak datang ke kantor” kesal nenek gayatri


Kali ini askar yang maju kedepan menghalau nenek


tua yang tahu tempat untuk bicara


“emang masalahnya apa? Toh kami bawahannya


bekerja kompeten mengurus perusahaan ini dengan baik walaupun pemilik


perusahaan tak hadir” ucap arka dengan nada lirih dengan nada tegas


“saya mau betemu dengan pemilik perusahaan ini,


panggil dia kesini sekarang?” kesal nenek gayatri


Arka melirik nenek gayatri dari atas sampai bawah


“lah anda siapa? Berani nyuruh-snyuruh saya ganggu acara bos saya?” Tanya arka


“kamu gak tahu saya”nenek gayatri menunjuk


dirinya “saya pemilik perusahaan R.A” ucap nenek gayatri dengan bangga


“oh, perusahaan yang mau bangkrut itu?” Tanya arka


dengan nada menghina


‘kau!’ kesal nenek gayatri menunjuk arka kesal


“dengar ya nenek tua, saya gak peduli siapa anda


yang jelas anda mengganggu ketertiban para pegawai di sini, saya di beri amanah


oleh pemilik perusahaan untuk mengatur jalannya perusahaan jadi segaera anda


enyah dari sini selagi saya masih bertutur kata dengan baik “ arka menunjuk


nenek gayatri jika anda tak segera angkat kaki maka saya bisa melempar anda


keluar” bentak arka


Arka memang jarang bicara, tapi sekalinya bicara


ia bisa begitu pedas, apalagi ia adalah orang kepercayaan viko yang diberi


amanat beasar oleh bosnya untuk menjaga perusahaan selagi sang pemilik tak ada


“heh!” nenek gayatri melangkah pergi dengan


kesal, kesal karena niatannya tak bisa terlaksana untuk mengomel-omel keluarga


mahardika


Sebenarnya bisa saja nenek gayatri menghampiri arak


e rumah keluarga mahardika dengan bertanya pada nyonya ralins di mana rumahnya,


tapi tentu saja nyonya ralin tak ingin memberi tahu diamana keluarga mahardika


tinggal, ia tahu betula bagaiaman mulut mamanya yang lebih pedas dari pada cabe


setan


Syakia bertepuk tangan kea rah arka “kakak hebat”


ucap syakia mengacungkan kedua jempolnya kea rah arka


“biasa saja” balas arka tersipu


‘tapi memang kakak the best” timpal levi


mengacungkan jempolnya kea rah arka


“sudah ah, yuk kerja” ajak arka