Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Biarkanlah Pria Tua ini Memiliki Anak



Dokter ken masih menatap manik mata Riska penuh pengharapan “aku mohon, biarkanlah pria tua ini memiliki anak Riska, berikan aku keturunan”pinta dokter ken dengan nada memohon


Riska mengerutkan keningnya “kenapa dokter ken seperti ini, bukankah dokter bilang tak akan menuntut apapun dengan hubungan ini?” Tanya Riska


“aku tak akan memaksamu menikah denganku atau terikat denganku riska, tapi aku juga tak akan mengelak jika kau ingin kita menikah, yang aku ingininkan adalah memiliki anak denganmu” balas dokter ken


“kalau dokter pengen punya anak, kan bisa cari orang lain gak harus sama riska” balas riska


hati dokter ken serasa di remas mendaengar ucapan riska, walaupun ia sudah menduga riska akan berucap seperti itu “tapi aku hanya ingin punya anak denganmu” sahut dokter ken


“why?” Tanya riska tak mengerti jalan pikiran dokter ken


dokter ken menatap manik mata riska dan menghela nafas panjang “karena aku mencintaimu” balas dokter ken lirih


Riska menatap manik mata dokter ken mencari kebohongan disana, tapi tak ia temukan seolah dokter ken serius dengan ucapannya yang mengatakan dirinya mencintai Riska


Riska masih tak percaya ucapan dokter Ken “harusnya dokter tahu penyakitku, kenapa bisa mencintai wanita penyakitan sepertiku?” Tanya riska


“cinta terkadang sulit dipahami riska, terkadang cinta bisa jatuh pada siapapun tak kita rencanakan atau inginkan. Aku merasakan sesuatu yang beda darimu semenjak awal kita bertemu” balas dokter ken


Riska terkekeh “apa dokter gila? Kita dulu pertama bertemu saat usiaku 10 tahun” riska mengingatkan pertemuan pertamanya dengan dokyer ken adalah saat riska berusia 10 tahun


Dokter ken menatap manik mata riska dalam “aku memang gila, karena menaruh rasa pada anak usia 10 tahun,  dan aku juga gila karena masih mencintainya selama 21 tahun” balas dokter ken penuh dengan keyakinan


Riska jatuh terduduk di tepi ranjang, bingung harus berucap apa “biarkan dia tumbuh ya” pinta dokter ken mengusap perut rata riska


Riska menoleh ke arah dokter ken “kau tahu betapa rumitnya hidupku kan?” Tanya riska


Dokter ken mengangguk “aku tahu itu, bahkan aku tahu ada kemungkinan bajingan itu kembali ke hidupmu lagi” balas dokter ken


“dia tambah tak akan melepaskanku jika tahu kedekatan kita bukan?” Tanya riska yang tahu betul hubungan dokter ken dan prastyo


dokter ken mengangguk “aku tahu itu, dulu aku memang tak bisa melindungimu karena aku yang masih lemah tapi kali ini aku pasti akan melindungimu darinya dengan nyawaku sebagai taruhannya ” balas dokter ken menggenggam tangan riska erat


"jangan bawa-bawa nyawa dokter, aku tak ingin mempertaruhkan nyawa siapapun" peringat Riska


"aku tahu itu, tapi jika kau kembali tersakiti dan aku yang tak bisa melindungimu, lebih baik baik aku mati dari pada hidup dengan melihat penderitaan orang yang paling aku cintai" balas dokter ken


“ah, entah lah” riska tak mampu berucap dan memilih kembali tidur dan menutup dirinya dengan selimut


Dokter ken menyunggingkan senyumnya melihat riska yang tak jadi pergi membeli Pil KB, dokter ken  ikut masuk


dalam selimut memeluk riska dari belakang  “aku janji akan akan melindungimu, bila perlu akan


aku patahkan tangannya dan membungkam mulutnya untuk selamanya  jika dia berani mendekat” ucap dokter ken lirih


***


Ken Arsello


Dokter Ken Arsello adalah anak dari Benjamin Arsello dan Katrina Ardan, Ken merupakan anak pertama pasangan tersebut. Ayah ken Benjamin Arsello adalah pengusaha hebat dan pemilik kerajaan bisnis yang


menggurita sampai mancanegara tapi seorang ken Arsello sama sekali tak suka dengan bisnis, dan ia malah memilih menjadi dokter psikiatri. Tapi walaupun ia tak memakai uang ayahnya bukan berarti ken tak bisa berdiri sendiri, di usinya menginjak 30 tahun ia sudah memiliki rumah sakit besar yang ada di Jakarta. Ken


adalah salah satu dokter terkaya di Jakarta karena memiliki beberapa klinik dan rumah sakit.


Jika ditanya apa hubungannya dengan Prastyo Jefri?


ia pernah diperkosa sahabat ayahnya Nicole jefri ayah dari prastyo jefri, dan sialnya ibu dari ken hamil saat itu, tapi beruntung ayah ken Benjamin Arsello tetap mempertahankan mama ken Katrina ardan menjadi istrinya dan menjadikan prastyo sebagai adik ken.


Awalnya keadaan berjalan dengan normal sampai pada saat dimana presto mulai terlihat penyimpangannya, dulu prastyo sering menggoda


para lelaki termasuk ayah Benjamin juga dokter ken, membuat mama katrina marah besar dan mengatakan buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, mama Katrina menyampaikan bahwa prastyo adalah anak Nicole, dan meminta Nicole saja yang membesarkan prastyo sebagai rasa tanggung jawabnya sudah memperkosa mama Katrina kala itu. Hal itu membuat prastyo sangat membeci mama Katrina karena membuangnya


hanya karena penyimpangan yang di alami prastyo. Awalnya ken tak tega dengan keadaan adiknya itu, hal itulah dulu yang membuat dirinya mengambil bidang kedokteran karena ingin menyembuhkan adiknya. Tapi lambat laun adiknya makin parah, mungkin karena ia harus tinggal dengan ayahnya seorang Nicole jefri yang terkenal sebagai Casanova itu, membuat keadaan Prastyo makin menjadi


Ken tak pernah membenci adiknya tapi bukan berarti dia bisa memaafkan perbuatan adiknya apalagi saat dia tahu kalau adiknya lah yang memperkosa riska orang yang sangat dicintai Ken dan menjadikan dia sebagai budak **** selama 1 tahun tapi apa mau di kata jika adiknya yang memilih menjadi orang yang menyimpang.


***


“sayang” panggil dylan menggandeng lengan Aira yang sedang hamil besar


“kamu kapan mulai cuti ngajar sayang?” Tanya dylan mengusap perut Aira


“tunggu sampai dapat pengganti buat aira mengajar bang, aira bisa langsung cuti” balas aira ikut mengusap perutnya yang sudah makin besar karena aira yang memang hamil anak kembar membuat perutnya lebih besar dibanding kehamilannya yang pertama


:”mau abang bantu cari?” Tanya dylan menawarkan


“gak usah bang, kemarin sudah ada yang lamar buat jadi pengganti aira, tinggal aira seleksi saja ” balas aira


“ya sudah terserah kamu saja ra, abang Cuma kasihan lihat kamu yang kayanya capek banget” balas dylan melihat istrinya yang sedang hamil besar dan terlihat sangat lelah dan tak nyaman


“iya bang, aira akan banyak istirahat kok” balas aira


“oh ya bang, papi gimana kabarnya?” Tanya aira


“ya masih gitu, dia kekeh gak mau berobat jadi mami mutusin nginep sana buat jagain papi, dan om bagas juga jadi sering nginep sana, katanya mau jagain mami dari papi” balas dylan  menggelengkan kepalanya mengingat kelakuan 3 orang yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu, sering bertengkar seperti anak kecil


“kak david gimana?” Tanya aira


dylan menaikan kedua bahunya “dia gak ada komen apapun, selama kita ketemu dia gak pernah bahas apapun” balas dylan


“mungkin dia sudah terlalu biasa dengan sikap om bagas yang gak pernah perduli padanya” balas  aira sedikit paham perasaan david yang sudah aira anggap sebagai kakaknya itu


“iya, tapi seperti papi yang menyerahkan hartanya buat abang, begitupun om bagas yang sudah melimpahkan semua harta miliknya untuk david” balas dylan


“semoga gak ada masalah kedepannya ya bang” ucap aira penuh harap


“semoga sayang” balas aira


“oh ya sayang, kata ibu gimana kabar kakakmu?” Tanya dylan


“katanya sih, kak rino masih rutin berobat dan mampir kerumah sepulang ia kerja, dan tetap pulang ke rumahhnya setlah jam 9 “ balas aira


“kasihan ya kakakkmu, harus menjalani ini semua” ucap dylan iba pada keadaan kakak iparnya itu


“iya bang, makanya aira sering nelpon kak rino buat hibur dia. Ibu masih gak ngijinin kak rino terlalu deket sama zeta karena kata dokter ken, emosinya masih suka meledak-ledak” balas aira


maaf ya semua, karena kesibukkan perkuliahan membuat jadwal update novel "LIve in Foly of Love "jadi  sangat kacau, penulis akan menggantinya dengan sering banyak update  lebih banyak bab kali ini


semoga kalian menikmati cerita novel ini