Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Kabur dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah (season 2)



syakia di bawa berlibur oleh arka ke Jepang, lokasi yang tak terlalu jauh dari Indonesia dan cukup banyak keluarga syakia dan arka yang tinggal di sana sehingga syakia tidak akan kesepian


"semoga kamu bisa melupakan sedikit masalahmu di sana" ucap arka mengusap kepala adiknya


"iya kak" balas syakia menatap jendela pesawat yang ia tumpangi


ya kini syakia sudah mulai bisa naik pesawat tanpa harus minum obat tidur karena terapinya bersama dokter ken cukup berhasil, ayah dari madunya


***


"syakia jadi ke Jepang" tanya mami aira yang tak melihat syakia dari kemarin


"jadi mih mungkin sekarang sudah landas, kemarin dia bilang naik penerbangan pagi" balas askar


papi dylan meletakan sendoknya menatap askar "kali ini papi gak suka cara istri kamu itu dalam menghadapi masalah, main pergi gitu saja padahal yang di rugikan di sini kamu" papi dylan kurang suka dengan cara syakia yang memilih liburan di tengah kondisi rumah tangganya yang sedang tidak baik


"sudah lah pih mungkin dia butuh waktu sendiri, lagian pasti dia merasa sakit hati karena aku menikah lagi. wanita mana yang tidak sakit saat suaminya menikahi wanita lain" balas askar tak ingin menyudutkan syakia


"maaf ya kak, gara-gara ada aku kak syakia jadi pergi" balas jenny menundukkan kepalanya


askar mengusap kepala jenny "ini bukan salah kamu jenny" balas askar tak ingin jenny merasa bersalah akan kepergian syakia


"nanti kalau kak syakia sudah pulang, aku balik ke rumah mommy saja ya" pinta jenny


"gak bisa gitu jenny, kamu kan istri kakak sekarang apalagi kamu sedang hamil jadi gak seharusnya kamu gak tinggal sama kakak" balas askar


mami aira menatap askar "tapi askar ada benarnya ucapan jenny. lebih baik nanti jenny tinggal di rumah keluarganya saat syakia pulang" usul mami aira


" kok gitu mih" sahut askar tak suka dengan ucapan mami nya


mami aira tahu askar tak suka dengan ide itu "gak gitu sayang, namanya punya dua istri. tinggal di satu tempat hanya akan menimbulkan perpecahan. jadi lebih baik di pisah saja nanti kamu bagi waktu antara istri pertama kamu dan istri kedua kamu" ucap mami aira


"nanti askar pikirin ya mih" balas askar


*


askar membukakan pintu untuk jenny " nanti kabarin kakak kalau sudah selesai kuliah ya" pinta askar


"iya kak, nanti jenny kabarin" balas jenny mencium punggung tangan askar


askar mengusap kepala jenny "belajar yang bener ya" askar masuk ke dalam mobilnya meninggalkan jenny


jenny menatap mobil askar yang sudah menjauh dan melangkahkan kaki masuk ke dalam kampus untuk belajar


"hei jenny" sapa reva sahabat jenny


"Hai reva" balas jenny


"tadi yang ngantar kamu siapa? pacar kamu ya? " tanya reva yang sempat melihat askar mengantar jenny


reva dan jenny berjalan beriringan "bukan" balas jenny


"boleh dong di kenalin" ucap reva senang karena mengira tak ada hubungan apa-apa antara askar dan jenny karena menurut kenny askar adalah pria tampan


"dia suamiku" sahut jenny berjalan masuk ke ruangan kelasnya


"what! " reva berteriak kencang di ambang pintu karena jenny


"sejak kapan kamu nikah? kok aku gak tahu" balas reva begitu terkejut sahabatnya sudah menikah tanpa memberitahunya


jenny melirik ke arah teman-temannya dan menunduk untuk meminta maaf "maafkan teman saya" jenny menarik reva untuk duduk di kursi bagian belakang


"gak usah teriak-teriak reva" peringat jenny


"kamu kapan nikahnya? " tanya reva penuh dengan penuntutan


" belum lama ini" balas jenny


"kamu di jodohkan? " tanya reva yang di balas gelengan oleh jenny


"terus kenapa kamu nikah sama dia dengan terburu-buru, kamu masih muda jenny, masih 20 tahun, baru juga semester 5 kuliah" sahut reva


salah satu alasan jenny jujur pada reva sahabatnya karena dirinya mulai lelah selalu di jodohkan oleh reva untuk memiliki pacar salah satunya dengan sepupu reva bernama bastian


"patah hati deh si bas" cicit reva


"aku kan sudah bilang gak tertarik sama sepupu kamu itu" ucap jenny


"ya kali, kamu mau sama dia secara kamu jomblo sejak lahir" balas reva


"tapi sekarang aku punya suami jadi jangan main-main jodohkan aku" balas jenny


*


"kak, aku sudah selesai kuliah" jenny mengetik pesan pada askar


"tunggu di kantin saja, kakak jalan ke sana" balas askar langsung membalas pesan jenny


jenny berjalan ke arah kantin untuk menunggu jemputan askar


"Hai jeni! " suara seorang pria mengagetkan jenny yang sedang duduk


jenny mengusap dadanya karena terkejut " ya ampun kak bas, bisa gak jangan kagetin jenny" kesal jenny menatap tajam bastian


"maaf jenny, kebiasaan" balas bastian


"kakak ngapain di sini? kakak kan sudah gak kuliah, main ke kampus terus bukannya kerja" ledek jenny


"pulang sama kakak saja yuk, kakakmu tuh lagi sibuk sama pacarnya" ajak bastian


"aku gak di jemput kakak kok" balas jenny


"ih jen kamu gak kasihan sama daddy yang sudah tua itu, main suruh jemput kamu ke kampus" sahut bastian tanpa rasa bersalah mengatai dokter ken sudah tua, ya walupun memang sudah tua


jenny menatap tajam bastian "walaupun daddy sudah tua bukan berarti dia gak bisa jemput aku ya" kesal jenny


bastian jadi tak enak hati pada jenny karena tanpa sadar ia menyinggung jenny "maaf jenny, bukan maksudku gitu tapi aku cuma mau antar kamu aja kan kasihan sama daddy kamu kalau harus antar jemput kamu" balas bastian


jenny menghela napas panjang "bukan daddy yang jemput" ucap jenny


"siapa? " tanya bastian


"jenny" panggil seorang pria menghampiri jenny


jenny tersenyum ke arah orang yang memanggilnya " kakak sudah datang" tanya jenny mencium punggung tangan askar


"iya" askar melirik ke arah bastian


"dia siapa? " tanya askar menunjuk bastian


bastian memicingkan matanya ke arah askar "kamu yang siapa! " ketus bastian


jenny langsung meraih tangan askar dan melingkarkan tangannya ke lengan askar "dia suamiku" ucap jenny membuat askar menatap tak percaya ke arah jenny yang dengan gamblangnya mengatakan dirinya suami jenny


"jangan bercanda deh jen" kekeh bastian


" aku gak bercanda" balas jenny dengan datar


"jangan berlebihan buat bohongin aku ya, kamu kan tahu kalau aku kenal Rafa kakakmu, jadi aku bisa tanya langsung padanya " ucap bastian


"silahkan saja" balas jenny


bastian langsung menghubungi Rafa dan menanyakan kebenaran ucapan jenny perihal jenny memiliki suami


bastian begitu lemas setelah menutup telponnya " benar kan? " tanya jenny melihat raut wajah bastian


"kok kamu bisa sih nikah sama dia" tunjuk bastian ke arah askar


askar yang dari tadi hanya diam jadi kesal dengan tatapan meremehkan dari bastian "emang kenapa kalau jenny nikah denganku? aku menikah atas restu keluarganya jadi apa masalahnya? " tanya askar dengan nada tak suka