
***
Rio tengah berjalan dengan memainkan kunci mobilnya ke arah parkiran
"ngapain ya? bimbingan sudah? pulang kok males" gumam Rio melangkahkan kaki menuju tempat mobilnya terparkir
saat rio berjalan melewati taman, Rio melihat sosok seorang wanita yang di kenalnya. merasa mengenalnya rio berjalan mendekat untuk memastikan “zaskia pulang sama siapa?” Tanya Rio yang melihat zaskia duduk di bangku taman dekat parkiran kampus
Zaskia mendongak ke arah Rio sahabatnya “sama mas yama, ini lagi nunggu dia jemput” balas zaskia
Rio bergidik ngeri, ia berjalan mendekat ke arah zaskia “kok masih geli aja sih zas, kamu panggil uncle yama dengan panggilan mas” ucap Rio merasa aneh di telinganya saat teman yang seumuran dengannya memanggil uncle nya dengan sebutan mas
zaskia sibuk tengah sibuk menggores mata pensilnya di atas buku gambar yang sering ia bawa “dia yang minta panggilan itu” balas zaskia datar
Rio duduk di samping zaskia dengan senyuman penuh arti “ngomong-ngomong kamu ada hubungan apa sih sama uncle aku?” Tanya Rio penuh selidik
zaskia menatap sahabatnya “gak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman dan tiak lebih” zaskia melanjutkan kegiatannya yang tengah sibuk menggambar
“gak ada hubungan apa-apa kok uncle antar jemput kamu setiap hari?” Tanya rio tak percaya jika zaskia dan yama hanya berteman karena yama selalu rutin mengantar jemput zaskia ke kampus padahal yama termasuk orang yang cukup sibuk
“dia yang maksa antar jemput aku, katanya mau balas budi karena pernah menyelematakannya ” balas zaskia
Rio menatap zaskia lekat “uncle itu kayanya tertarik sama kamu deh zas” ucap Rio merasa yama tertarik dengan zaskia
“itu urusannya untuk menyukaiku dan bukan urusanku. Aku kan gak pernah minta dia untuk naruh rasa sama aku” balas zaskia datar
“keliwat cueknya kamu zas” kesal Rio pada sahabatnya yang selalu menanggapi biasa saja dengan orang yang menaruh hati padanya
Zaskia menghentikan aktivitasnya menoleh ke arah Rio “aku hanya bersikap baik, dan menghormati dia yang lebih tua dariku. Soal hubunganku denganya itu sepertinya tak mungkin, kau tahu sendiri perbedaan kami, aku gak akan menjalin hubungan dengan yang tak seiman denganku,” ucap zaskia jujur
“iya aku tahu itu, makanya kamu sama viko Cuma temenan doang” balas Rio mengerucutkan bibirnya
“itu tahu” balas zaskia melanjutkan kegiatannya
Rio tersenyum ke arah zaskia "kalau misalnya viko mau pindah agama untukmu, kira-kira gimana? apa mau menjalin hubungan dengannya" tanya rio
zaskia tersenyum tipis dengan tetap menggores mata pensilnya di buku gambar miliknya "tapi kan itu gak kejadian" sahut zaskia
rio mengerucutkan bibirnya " ya kan aku cuma nanya zas. aku tahu kau dan dia gak mungkin" kesal Rio
zaskia menghela nafas panjang "kita punya cara pandangan hidup masing-masing rio, dan bukankah kita sekarang bersahabat baik? jadi jangan keluar dari konteks persahabatan kita, oke" pinta zaskia
"oke deh, maaf ya. aku cuma penasaran doang dengan jalan pikiran kalian" ucap rio mengerucutkan bibirnya
Tanpa mereka berdua sadari ada seorang yang mendengar perbincangan antara zaskia dan Rio dalam diam
“apa maksudnya tadi” batin Yama melirik zaskia dan Rio yang tengah berbincang-bincang
Yama menghela nafas panjang menghampiri zaskia, menetralkan rasa keterkejutan dan penasarannya “zaskia, yuk pulang” ajak yama yang berjarak beberapa langkah dari zaskia
yama dan zaskia berjalan beriringan “kamu hari ini puasa?’ Tanya yama yang tahu hari ini adalah hari kamis, dan biasanya zaskia melaksanakan puasa senin kamis
“hari ini tidak mas, lagi datang bulan” balas zaskia
“ya sudah, makan yuk” ajak yama
zaskia menghentikan langkahnyayang diikuti yama menghentikan langkahnya “mas belum makan?” Tanya zaskia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 13.20
“belum, males makan tadi, jadi temani mas makan ya” balas yama jujur
"ya sudah, zaskia akan temani mas yama makan" balas zaskia
Zaskia dan yama sudah duduk dalam mobil, yama pun melajukan mobilnya menuju salah satu restoran di Jakarta “zas kamu gak lagi deket dengan seseorang?” Tanya yama lirih
“ini lagi deket sama mas” balas zaskia datar
“mas serius kali zaskia” kesal yama mendengar jawaban zaskia
zaskia menatap yama “gak ada mas, lagi gak pengen ada hubungan sama seseorang, lagian zaskia gak suka pacaran, kalau zaskia merasa cocok dengan seseorang, zaskia mau langsung nikah saja gak pengen pacaran karena pacaran cuma bikin dosa” jelas zaskia
Yama terkekeh “serius banget sih kamu? masa mau langsung nikah saja, emangnya gak pengen kenalan dulu atau pacaran dulu? gimana kalau ternyata gak cocok” tanya yama
“di agama zaskia kan memang gak ngebolehin pacaran mas. lagian pacaran bertahun-tahun belum tentu jadi jaminan suatu pernikahan akan bertahan lama dan bukan jaminan juga kalau pernikahan tanpa pacaran akan bertahan sebentar” balas zaskia
“kalau nikah sama mas mau?” Tanya yama dengan kekehan
“enggak” balas zaskia dengan yakin
“cepet amat jawabnya?” Tanya yama
“kita itu gak seiman mas, zaskia hanya akan menikah dengan seorang yang seiman dengan zaskia karena tujuan zaskia menikah adalah mencari imam di keluarga zaskia agar membimbing zaskia ke jalan yang benar, kalau zaskia nikah dengan orang yang tak seiman kan sama saja pernikahannya gak sah, karena suami zaskia gak bisa ucap 2 kalimat sahadat” balas zaskia
“berarti kalau mas seagama dengan kamu, kamu mau dong nikah sama mas?” Tanya yama penuh harap
Zaskia menoleh ke arah yama yang masih sibuk menyetir “kalau seiman mungkin, tapi kan sekarang kita tidak” balas zaskia dengan emnghela nafas “jangan jadikan seseorang menjadi acuan mas memilih agama, kalau hanya karena ingin menikahi seseorang mas pindah agama berarti saat cinta itu pupus ada kemungkinan mas bisa keluar agama yang menjadikan pernikahan itu sah, dan kalau sampai hal itu terjadi mas bisa berdosa besar” ucap zaskia
Yama terkekeh “serius banget sih zas, mas Cuma beranda saja” balas yama
“ya” zaskia membenarkan posisinya dan kembali menatap jalanan
Sebenarnya tanpa sepengetahuan zaskia, yama sudah sering pergi ke tempat-tempat ibadah dan ikut beberapa pengajian untuk tahu tentang agama zaskia, hatinya masih selalu bimbang dalam mengambil keputusan
itulah sebabnya yama hanya dekat dengan zaskia tanpa menyinggung sedkitpun tentang sebuah komitmen, di tambah memang zaskia adalh muslim yang taat walaupun ia tak berhijab tak menyurutkan dirinya menjalani kewajibannya sebagai umat muslim
yama menyetir dengan berbagai pikiran yang melintas dipikirannya “apa maksud Rio tadi ya tentang viko dan zaskia” batin yama yang menyelami isi pikirannya
"apa mereka ada feeling tai terhalang kepercayaan mereka" batin Yama