Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Masih cinta? (season 2)



***


Viko masih diam mematung mendengar penuturan revina “aku masih sangat-sangat mencintaimu viko” revina berjalan mendekat untuk meraih tangan viko


Viko membuang tangan revina kasar “kalau kau masih mencintaiku itu urusanmu bukan urusanku" viko menatap tajam revina "yang pasti aku tidak mencintaimu lagi, kau hanya bagian masa laluku dan tidak lebih dari itu. Sekarang aku sudah bahagia bersama ara kekasihku, orang yang paling aku cintai" jelas viko


Revina terkekeh pelan “ah namanya ara” gumam revina menunduk, matanya mulai berkaca-kaca


revina mendongak, matanya sudah mengembun, ia menatap viko lekat " kau tahu bagaimana perjuanganku mendapatkan mu kan?"tanya revina nyang di balam kebisuan oleh viko "aku mengejar mu selama 7 tahun, 7 tahun viko, dan selama itu aku bertahan untuk mendapatkan cintamu, dan kisah kita terjalan selama 3 tahun" revina menatap sendu viko "bagaimana bisa dengan waktu lima tahun sudah bisa menghapuskan aku dari hidupmu. dan kau" tunjuk revina pada viko" dengan mudahnya menggantikan aku dengan wanita lain" tanya revina dengan nada kekecewaan


viko berdecih "kau lupa kalau kau itu sudah menikah dan kau sendiri yang lebih dulu mengkhianati ku, jadi tak ada salahnya saat aku menjalin hubungan dengan seseorang" seru viko


"dulu itu hanya kecelakaan viko" elak revina


“itu urusanmu dan sama sekali bukan urusanku" viko melipat tangannya sebatas dada "kau sendiri yang memilih joff jadi suamimu jadi hargailah dia sebagai suami dan ayah dari anakmu itu" peringat viko "Bagaimana bisa kau masih bilang cinta pada pria lain padahal kau masih berstatus sebagai seorang istri” balas viko menatap remeh revina


revina tak suka mendengar kalau ada orang yang menyebutkan statusnya sebagai istri joff “aku tidak mencintainya, tidak pernah!” teriak revina tak Terima viko membahas joff


Viko terkekeh “tidak cinta tapi kau bisa punya anak dengannya” kekeh viko dengan nada penuh sindiran


“itu karena dia memaksaku” sahut revina


viko memicingkan matanya ke arah revina “memaksa? Kau yakin dia memaksamu?” viko tersenyum remeh ke arah revina


“dia tidak memakai obat perangsang saat itu, begitupun dirimu. Dan kau pikir aku tak tahu seberapa kuat kau minum alkohol hah?” Tanya viko dengan


nada tinggi beberapa oktaf


Viko menunjuk nunjuk kepalanya “apa kau pikir aku tidak punya otak? " viko beralih menunjuk kepala revina "kau pakai otakmu


itu, mana mungkin dia bisa menyentuhmu tanpa persetujuan darimu hah?” Tanya viko yang tahu bahwa joff tak sebejat itu sampai memaksa revina untuk tidur dengannya tanpa persetujuan revina


yang viko yakini apa yang terjadi pada revina dan joff adalah rasa suka sama suka. dan hal itu lah yang menyebabkan Ryan lahir


Revina meraih tangan viko tapi viko kembali menepisnya “aku beneran mencintaimu viko” ucap revina mencoba meyakinkan viko kembali


“aku gak peduli” balas viko meninggalkan revina, viko mulai malas berdebat dengan orang keras kepala dan muka tebal seperti revina


Saat melangkah menajuh viko berpapasan dengan joff yang sedang diam mematung di tempat tak jauh dari balkon. viko berjalan ke arah joff dengan tatapan datar “urus istrimu dengan baik, jangan biarkan dia terus menggangguq” ucap viko meninggalkan joff


Joff hanya diam mematung, ia mengusap mukanya kasar “akhhhh!” teriak joff ingin meluapkan amarahnya


Revina mendengar suara joff, buru-buru revina keluar dari area balkon “joff” gumam revina melirik ke arah joff yang sedang menghembuskan nafas kasar, dadanya kembang kempis seolah menahan amarah yang berkecamuk di dadanya


Joff menatap sendu revina "kalau kau begitu terluka dengan pernikahan kita harusnya kau bilang padaku" joff menatao revina dengan tatapan penuh kekecewaan "aku akan segera menggugat cerai dirimu, aku akan


bilang kalau aku yang salah dan berselingkuh darimu pada keluarga kita jadi jangan khawatir keluarga kita akan menyalahkan mu" ucap joff meninggalkan revina begitu saja


rasanya joff tak sanggup menatap mata revina. ia tahu jika pernikahan itu terjadi dengan berat hati. tapi ia pikir dengan adanya anak setidaknya revina bisa menghargainya sebagai seorang suami. tapi nyatanya dia melempar kotoran ke mukanya dengan mengatakan tidak mencinta joff pada pria lain.


revina merasa sesak, tak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan


Viko kembali ke aula pesta mencari keberadaan ara tapi tak kunjung menemukannya dimanapun. bahkan ia sampai mencari ke toilet tapi masih tak menemukan ara di mana pun


Viko menghampiri mami dan papinya “mih, liat ara gak? Kok viko cari dari tadi gak ada” Tanya viko


“gak sayang, coba Tanya adik-adik kamu kali aja mereka lihat” balas mami aira


Viko bertanya pada eila, bahkan uncle tyo, uncle yama dan om rino tak luput ia tanyakan tapi tak ada yang tahu keberadaan ara


“kemana sih kamu ra” viko jadi cemas dengan ara karena 1 jam mencari tak kunjung mendapat kabar dari ara, sialnya ponsel ara tertinggal di mobil viko sehingga viko tak bisa menelpon ara untuk bertanya di mana keberadaannya


“tadi ara jalan keluar kak” ucap askar yang mendapat kabar kakaknya kelabakan mencari ara


"kamu tahu dari mana? " tanya viko


"tadi askar lihat di keluarnya kak" balas askar


“kok kamu biarin dia sendiri?” Tanya viko


“dia minta di biarin sendiri kak jadi askar gak enak kalau maksa nemenin dia" balas askar jujur


“tapi bisa kan kamu minta orang untuk ikutin dia dari jauh” ucap viko


“maaf kak, tadi askar kira dia bener-bener butuh sendiri, soalnya ara tadi lihat kakak sama revina dan dia denger pernyataan cinta revina, dan ara juga lihat kakak diam saja jadi pasti dia cukup terluka” ucap askar menunduk


“apa?” viko bergegas berlari keluar mencari keberadaan ara


viko makin khawatir dengan ara, bagaimana bisa ara melihat dirinya dan revina. belum sempat viko bercerita perihal revina, apakah ara marah padanya?. pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di otaknya


“plak” askar mendapat pukulan dari eila kalau viko sudah hilang dari pandangan


“kok ya kamu diam saja, bilang kek sama mami atau aku kan bisa” kesal eila yang tadi sempat mendengar askar bercerita perihal ara pada viko


Askar menggaruk tengkuknya yang tak gatal “gak kepikiran" kekeh askar


“dasar otak tumpul kamu” kesal eila


“maaf” ucap askar


kali ini dia diam saja di marahi eila, karena askar rasa memang dirinya bersalah pada situasi ini


“sudah, sudah semoga viko bisa nemuin ara dan gak


ada masalah di antara mereka” ucap papi dylan ikut menghampiri kedua anaknya