Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Beruntungnya aku ada kamu di hidupku (season 2)



Askar sedang fokus berkutat di depan layar komputernya


“tok tok tok” levi masuk ke ruangan askar setelah mengetuk pintu


“tuan, ada syakia datang” ucap levi


Askar menautkan kedua alisnya “untuk apa lagi dia kesini?” Tanya  askar


levi mengedikkan bahunya “mana saya tahu tuan, dia sedang nunggu di depan” balas  levi


“ya sudah persilahkan dia masuk” askar merapihkan pekerjaannya yang ada di atas meja dan melangkah ke arah sofa


“siang askar” sapa syakia ingin memeluk askar sekedar menyapa


Askar menahan tubuh syakia “ada perlu apa? Langsung saja” ucap askar tak ingin lama-lama berbicara dengan syakia


syakia duduk di hadapan askar, meletakan tas mahalnya di atas meja dan menatap askar lekat “aku


tak ingin bercerai” ucap syakia dengan nada serius


Askar mengerutkan keningnya “kau pikir dengan mengatakan itu akan menghentikan gugatan cerai ku padamu? " balas askar


Syakia tersenyum penuh arti “aku sedang hamil askar” seru syakia


“lalu” sahut askar


“aku akui beberapa kali tidur dengan kak arka tapi bukan jaminan anak yang aku kandung adalah anaknya” ucap syakia dengan ekspresi wajah setenang mungkin


“apa maksudmu?” Tanya askar menatap nyalang syakia


“tidak menutup kemungkinan ini adalah anakmu askar” balas syakia


“aku tak pernah menanamkan benihku padamu syakia!”teriak askar


“itu kan menurutmu, masih ada kemungkinan benihmu lolos askar. Ingat usia kehamilanku, kita masih sering bercinta saat itu” ucap syakia dengan tatapan mata setenang mungkin


Askar menatap tak percaya syakia “kau tak akan bisa menceraikan ku sampai kita melakukan tes DNA” ucap syakia


“kau gila syakia! Kau pikir aku mau tetap menjalani pernikahan denganmu! setelah apa yang kau lakukan hah! ” bentak askar


“aku tahu itu, setelah anak ini lahir kau tetap bisa menceraikan aku” balas syakia


askar memicingkan matanya ke arah syakia “sebenarnya apa yang kau inginkan?” Tanya askar


“aku tak ingin nasib anakku sama denganku yang tak tahu siapa ayah kandungnya, jadi kita akan bercerai setelah anak ini lahir, terserah kau mau menggugat cerai aku tapi


aku juga punya kemampuan untuk menahannya. Karena bukti yang kau miliki adalah saat aku di jepang sedangkan usia kandunganku lebih dari itu” sahut syakia meninggalkan ruangan askar


“aarrrrrgghhhhhhh!”teriak


askar melempar benda yang ada di dekatnya, saking frustasinya setelah bertemu syakia


Levi langsung berjalan masuk  ke dalam ruangan askar setelah mendengar teriakan askar “ada  apa tuan?” Tanya levi dengan perasaan khawatir


Askar langsung beranjak ke ruangan kakaknya yang tepat berada di lantai atasnya dengan langkah tergesa-gesa


“tuan” panggil levi yang diabaikan askar


Askar langsung berjalan menuju ruangan kakaknya dengan langkah besar tanpa mengetuk pintu


“ceklek” askar langsung membuka pintu tanpa mengetuk


Viko menatap tajam askar “jangan tidak sopan askar!” teriak viko tak suka dengan cara adiknya yang tidak sopan saat masuk ruangannya


Askar langsung menghampiri pria yang ada di hadapan viko tanpa memperdulikan peringatan kakaknya “bugh” askar langsung


menghajar pria tersebut


“askar!” bentak viko


“masih berani kamu datang ke sini!” teriak askar


Viko menghampiri askar dan mencengkeram tangan adiknya kuat “dia masih punya kerjaan yang harus ia selesaikan sebelum


berhenti askar” ucap viko berusaha setenang mungkin menghadapi adiknya


Askar tak memperdulikan ucapan kakaknya, askar menatap tajam arka “apa kau tak bisa mengatur wanitamu itu hah!” teriak askar


“dia tak mau bercerai denganku” balas askar


“apa?” arka menatap tak percaya pada askar


“kamu bilang sama wanitamu itu, aku tak Sudi berada di sekitarnya jadi jangan pikir dia bisa menghentikan ku untuk menceraikannya” ucap askar lantang


“aku benar-benar gak tahu itu askar. Aku benar-benar berniat memperbaiki kesalahanku


dan ingin bertanggung jawab padanya dan anak itu. bahkan aku sudah mengajaknya menikah setelah kau bercerai dan membawanya tinggal di jepang” balas arka jujur


Viko mengusap lengan askar “tenang  askar, jangan pakai emosi” nasehat viko


Askar menoleh ke arah kakaknya “gimana gak pakai emosi kak, syakia tadi datang bilang


gak mau bercerai” balas askar


“iya kakak tahu, tapi arka gak tahu tentang itu. Arka emang salah sama kamu tapi dia benar-benar


ingin memperbaiki kesalahannya buktinya ia mengirimkan video dan foto itu padamu jadi kamu tahu hubungan arka dan syakia “ jelas viko


“hubunganku dengan jenny bisa terancam kak, kau tahu bagaimana sifatnya dia paling keras


dan tak bias di bantah. Jika dia tahu syakia tak mau bercerai dengan alasan anak. Aku takut dia akan ninggalin aku kak. jika dia minta bantuan keluarganya untuk pergi dariku itu pasti akan mudah kak dan aku gak akan bisa melawan mereka” rajuk askar


“tenang askar” viko memeluk adiknya menenangkan adiknya yang sedang kalut


Viko.melirik levi agar membawa arka menjauh


“sekarang kita bicara dulu”ajak viko untuk duduk di sofa


“apa saja yang dia bilang padamu?” Tanya viko


“kata syakia masih ada kemungkinan anak itu milikku, karena usia kandungannya masih


saat sebelum dia pergi ke jepang yang itu artinya aku masih sering tidur dengannya” jelas askar


“kita bicarakan ini dengan pengacara kita lebih dulu, baru kita cari tahu solusinya” ucap viko menepuk bahu askar


***


askar pulang dengan pikiran kalut bagai benang kusut


"mi, mana jenny" askar memeluk mami aira menanyakan keberadaan istrinya


"ada di kamarnya, katanya pinggangnya sedikit sakit jadi ia sedang tidur" balas mami aira


"ya sudah mi aku ke kamar dulu"


askar masuk kamar dengan langkah Boelan. saat melihat jenny sedang duduk di depan meja rias, askar langsung memeluk jenny dari belakang


"sayang" askar menyandarkan kepalanya di pundak jenny, mencium aroma lavender di tubuh jenny


"ada apa kak" jenny mengusap lengan askar yang memeluk tubuhnya


"kangen sama kamu" balas askar


jenny terkekeh " pasti ada sesuatu? " jenny membalik tubuhnya agar menghadap askar


"coba cerita sama jenny" pinta jenny


askar menunduk pada jenny "maaf jen" ucapan askar


"maaf untuk? " tanya jenny bingung


"syakia tak mau bercerai sampai anak itu lahir" askar mendongak " tapi kakak pasti akan berusaha mengurus perceraian kakak dengannya secepat mungkin" balas askar


"oh" jenny ber oh ria


askar membelalakkan matanya lebar " oh aja" gumam askar


jenny menggenggam tangan askar "jenny percaya dengan kakak, jadi jangan terlalu memusingkannya. toh aku menikah sama kakak kan dengan keadaan kakak sudah menikah dengannya" ucap jenny


jenny memeluk askar " bahkan jenny gak nyangka kakak akan mempertahankan aku padahal aku sempet berpikir akan menyandang status janda di usia 21 tahun


askar balas memeluk jenny erat dengan perasaan lega "kebaikan apa yang pernah kakak lakukan di kehidupan kakak yang dulu sampai dapat istri sebaik kamu" cicit askar merasa begitu beruntung mendapat istri macam jenny yang begitu pengertian dan sabar padanya